NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:427.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu ummi dan abi

Saat naik ke atas sepeda motor, Riri masih merasa heran. Sultan memesan es sebanyak 10 cup. Tadi Riri sempatkanlah ingin membayari, namun Sultan menolaknya. Dalam hati Riri pasti berpikir anak Sultan banyak banyak sekali.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 menit lagi mareka sudah sampai.

"Mbak Terima kasih, sudah mentraktir saya tadi."

"Sama-sama, bang. Saya juga terima kasih karena abang sudah mau menemani saya."

Akhirnya Sultan pun pamit meninggalkan Riri. Ia langsung menuju ke rumah anak jalanan. Sementara itu, Riri masih bergelut dengan rasa penasarannya. Namun ia akhirnya tersadar ketika ada teman kost yang menegurnya.

"Mbak Riri, ngapain bengong di sini?"

"Eh kaget aku."

"Mbak, ojek nya sudah pergi. Mbak ngapain masih berdiri di sini?"

"Nggak pa-pa kok , hehe... aku masuk dulu ya "

Sesampainya di kamar, Riri memberikan jus alpukat yang ia beli kepada Fira.

"Nih tanpa es. Kan kamu lagi sakit. "

"Makasih, ya."

"Oke sama-sama. Semoga besok kamu sudah sembuh ya. Kan, besok ulang tahun perusahaan."

"Iya, semoga saja."

Sementara itu, Sultan baru saja sampai di rumah anak jalanan. Ia sudah dikerumuni oleh anak-anak. Namun ada satu anak yang tidak ia lihat keberadaannya.

"Anak-anak ke mana Endi?"

"Om, Endi sakit. Tapi sama ibunya nggak dibawa ke rumah sakit."

"Sakit apa?"

"Campak, om."

"Ya Allah, dari kapan? "

"Dari kemarin. "

"Nanti anterin om ke rumahnya ya."

"Iya, om."

Setelah selesai memberikan pengetahuan kepada anak-anak, Sultan pun mendatangi rumah Endi. Rumahnya sekitar dua kulo meter dari rumah jalanan. Rumah berukuran 2x4 meter itu berdiri di pinggiran rel kereta api. Rumah yang terbuat dari dinding rotan dan potongan asbes. Bahkan mungkin di bangun di atas tanah yang tidak resmi alias milik PJKA. Mereka juga hanya tinggal berdua di rumah itu. Ayahnya Endi sudah meninggal satu tahun yang lalu Dan Endi adalah anak satu-satunya. Ibunya hanya bekerja sebagai buruh cuci piring di sebuah warteg.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Seorang ibu keluar dari rumah itu.

"Bi', ini ada, Om Sultan mau menjenguk Endi." Ujar Doni.

"Eh, ini yang namanya Pak Sultan?"

Sultan mengangguk.

"Maaf, Pak. Rumahnya begini. Mari silahkan masuk. "

Sultan pun masuk ke dalam bersama Doni. Nampak Endi sedang berbaring di atas kasur spon yang sudah lusuh dan bantal yang kempes.

Wajah sampai leher Endi kemerahan.

"Jangan dekat-dekat, om. Nanti nular!" Ujar Endi.

Sultan dan Doni pun duduk agak jauh darinya.

"Bu, kenapa nggak dibawa ke rumah sakit? Ini takutnya bahaya kalau dibiarkan."

"Buat makan saja susah, pak. Kalau ke rumah sakit walaupun ada BPJS nanti harus ngurus ini dan itu."

Sultan menghela nafas panjang.

"Begini saja bu. Sekarang juga kita bawa je rimah sakit. Biar saya yang mengurus semuanya."

"Apa tidak merepotkan, pak? "

"Tidak. Tunggu saya panggil taksi dulu. Biar ibu dan Endi naik taksi dan saya ikuti dari belakang. Kita je rumah sakit terdekat saja."

"Baik, pak. Sebelumnya saya berterima kasih ya, pak."

Beberapa saat kemudian taksi pun datang. Untungnya Endi masih kuat untuk berjalan, meskipun harus dipapah ibunya

Hanya butuh waktu 20 menit untuk sampai di rumah sakit. Endi langsung dibawa ke UGD dan langsung ditangani oleh seorang dokter umum. Setelah melakukan pemeriksaan, ternyata Endi harus opname karena ia merasakan sesak batuk dan pilek.

"Lakukan yang terbaik, dok."

"Ini ikut umum, pak?"

"Iya, umum saja. Saya yang akan menanggung semuanya. "

"Oh iya, baik."

Endi pun segera dipindah je ruang rawat inap. Meski bukan kelas vip, namun kamarnya cukup nyaman.

"Bu, ini nomer telpon saya. Jika ada sesuatu hubungi saya." Ujar Sultan kepada Ibu Endi

Ibu Endi tidak dapat menahan rasa harunya. Berkali-kali ia mengucapkan Terima kasih kepada Sultan.

Akhirnya Sultan pun pamit karena waktu sudah larut malam.

Sultan mengecek handphone nya yang lain. Benar saja ummi nya sudah menelponnya berkali-kali. Ia pun langsung menelpon balik karena tidak ingin membuat umminya khawatir.

Setelah sempat berbicara dengan umminya di telpon, ia pun segera pulang.

Sampai di rumah, ummi belum tidur. Ia menunggu Sultan sampai di rumah.

"Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

"Ummi, kok belum tidur?"

"Ya nungguin kamu, bang."

"Abang baik-baik saja, kok."

"Nanti kalau kamu sudah menjadi orang tua, kamu bakal ngerti gimana perasaan ummi, bang. Itu abi mu juga belum tidur."

"Ya sudah, sekarang abang sudah sampai di rumah. Ummi dan abi bisa istirahat. Maafkan abang ya. Abang nggak berniat bikin kalian khawatir." Ujar Sultan sambil menggenggam tangan ummi.

Kalau sudah begitu, ummi tidak bisa berkata apa-apa lagi.

Sultan pun naik ke atas dan masuk ke kamarnya.

Keesokan harinya.

Setelah selesai sarapan, Sultan memberikan undangan dari anak cabang kekada abinya.

"Kenapa kamu kasih ke abi?"

"Mungkin abi saja yang datang."

"Mana bisa begitu?"

"Abi, abang ada janji sama Lukman soalnya. Lukman mau melamar pujaan hatinya. Jadi abang bakal temani dia."

Abi tersenyum sinis mendengarnya.

"Bisa-bisanya kamu kalah sama Lukman." Sindir abi.

Sultan tahu maksud abinya. Namun ia tidak ingin menyahuti karena nanti akan panjang urusannya.

"Jadi gimana, abi bisa datang kan? Kalau tidak, biar Leo deh yang mewakili."

"Ck... kamu ini. Ya sudah, abi yang akan hadir."

"Nah gitu, dong. Terima kasih, abiku yang baik sedunia."

Sultan pun kembali ke kamarnya. Ia mengecek handphonenya, khawatir Riri menghubunginya.

"Kok dia nggak ada menghubungi? Apa temannya sudah sembuh? Hem... kenapa aku ngarep ya? Ah tidak-tidak, mungkin karena beberapa hari ini dia yang sering jadi penumpang. " Batinnya.

Hari ini Fira sudah sembuh dan bisa masuk kerja. Jadi, Riri berangkat bersamanya. Makanya Riri tidak menghubungi Sultan.

Malam harinya.

Ummi dan abi sudah siap untuk pergi ke undangan anak cabang. Acaranya diadakan di sebuah hotel yang tidak jauh dari kantor tersebut. Mereka berangkat diantar sopir.

Sekitar 20 menit kemudian, mereka sampai di tempat acara. Tentu saja mereka disambut dengan sangat baik oleh sang direktur dan staf lainnya. Malam ini Diri punya tugas untuk menjamu mereka. Ini baru pertama kalinya Riri bertemu dengan pemilik perusaan inti.

"Selamat malam, pak, bu." Sapa Riri.

Ummi dan aba pun membalas dengan ramah.

"Mari silahkan di cicipi hidangannya. Acaranya mungkin lima menit lagi baru dimulai. Semoga bapak dan ibu tudak bosan menunggu."

Baru pertama kali bertemu dengan Riri, ummi sudah tertarik dengan pembawaannya.

"Nama kamu siapa?" Tanya ummi.

"Ah iya, maaf saya Riyanti, bu."

Riri mencium punggung tangan ummi. Ummi pun menganggukkan kepala.

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
nunik rahyuni
jgn lama lama up nya thor💪💪💪semangat✌️🤎
nunik rahyuni
apa sisi cerai ya thor...kasian sdh lama pacaranya begitu nikah gak lama malah cerai...kebanykan kya itu....moga j disiapkan jodoh yg baik sm author 🤣🤣🤣
dyah EkaPratiwi
ada apa dengan sisi?
secret
duhh knp nii dgn rt sisii
Tatiw
jangan" suami ny selingkuh lgi 😭
Teh Euis Tea
jgn2 sisi cerai ya sm suaminya, suaminya sisi selingkuh
Umi Kolifah
jangan2 suami sisi selingkuh dan udah cerai lg
Novita Sari
jangan jangan sisi cerai.....gak papa si tar dpt orang kaya jakarta rekan bisnisnya sultan
Lisa
Ada apa y dgn Sisi
betriz mom
cerita pertumbuhan dari triple baby nih sekarang di samping di seling cerita tentang keluarga kecil Leo juga🤗😍🙏
Bunda RH: iya kak, makasih sarannya 🙏
total 1 replies
Teh Euis Tea
sabar ya zenab, srmoga kehamilanmu lancar dan sehat
cieeee sultan mau buka puasa nih🤣
Teh Euis Tea: ga sabar...hahaha
total 2 replies
Sri Rahayu
wahhh Sultan mau buka puasa nih 🤩🤩🤩.....lanjut Thort😘😘😘
Bunda RH: iya nih 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
wah buka puasa🤭 kasian Zainab, semoga cepat pulih ngidamnya...🙏🙏
secret
smg segera terlewati masa2 mabuk parahnya yaa zainab
bang sultan inget lhoo pelan2, jgn tancep gass🤭🤭
Bunda RH: takut bablas ya kak 🤭
total 1 replies
Novita Sari
mas sultan buka puasa...
Bunda RH: iya kak, buka yang manis
total 2 replies
Hatijah Cantik
Thor nulisnya jangan buru buru biar gak salah ketik dan enak di bacanya
Hatijah Cantik
hampir tidak ada orang yg sebaik riri mau membiayai pengobatan sahabatnya👍 sampai sembuh
Hatijah Cantik
keluarga sultan baeeek banget
Hatijah Cantik
sultan patut diacungi jempol sangat dermawan dan peduli sama orang susah👍
Sri Rahayu
kasihan deh Sultan...PEDANG nya uda lama ga diasah, jgn tumpul aja 🤩🤩🤩... lanjut Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!