NovelToon NovelToon
Pendekar Naga Pengembara

Pendekar Naga Pengembara

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Tian Shan, pendekar terkuat yang pernah ada, memilih mengorbankan dunia demi satu tujuan—memutar balik waktu.

Ia terlahir kembali di keluarga bangsawan. Namun karena sifatnya yang dianggap aneh dan tubuhnya yang tak mampu berkultivasi, ia dipandang sebagai sampah.

Saat waktunya tiba, ia memilih pergi—bertekad membuktikan dirinya dan membalas segalanya dengan kekuatan yang akan mengguncang dunia.

Mampukah sang legenda menggapai impiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32: Biarkan aku hidup sampai waktunya tiba

Di tengah kabut kepedihan yang menyelimuti kesadarannya, Tian Shan tidak berada di Kota Teratai Merah yang membara.

Ia berdiri di sebuah hutan pinus yang sunyi di lereng gunung yang membeku. Salju tipis turun, menutupi jejak kaki dua orang yang baru saja pergi dengan tergesa-gesa.

​Di bawah akar pohon tua, sesosok bayi terbungkus kain kasar menangis pelan hingga suaranya serak.

Bayi itu adalah dirinya, dibuang karena lahir dari aib, lahir sebelum janji suci diucapkan.

​"Apakah jika dulu orang tua kita tidak membuang kita ... setidaknya kita akan menjadi normal?" bisik Tian Shan pada bayangannya sendiri.

​Ia terdiam menyaksikan pemandangan itu, sebuah fragmen memori yang selalu ia kunci di sudut tergelap jiwanya.

Kebenaran yang pahit: bahwa kebencian Mo Tian dan kedinginan dirinya berakar dari tempat yang sama. Kehampaan.

​"Pada akhirnya ... aku hanyalah sebutir debu di tengah lautan yang tak bertepi," gumamnya getir.

​Perlahan-lahan, pemandangan hutan bersalju itu retak dan memudar, digantikan oleh aroma anyir darah dan hawa panas yang menyengat kulit.

​Tian Shan membuka matanya perlahan. Langit malam tidak lagi hitam, melainkan merah jingga akibat pantulan api yang melalap kota.

Mayat-mayat bergelimpangan di sekitarnya, warga yang tak berdosa, pengawal klan, dan pendekar yang terjebak dalam badai kekuatannya.

​"Ugh!"

​Rasa sakit meledak di dadanya saat ia mencoba menggerakkan bahu. Ia menatap ke bawah.

Pedang hitam milik Mo Tian masih tertancap di sana, menembus tubuhnya hingga ke belakang. Dinginnya logam itu terasa kontras dengan panasnya luka yang meradang.

​Dengan tangan yang gemetar hebat, ia memegang hulu pedang tersebut. Keringat dingin bercampur darah mengalir di pelipisnya.

​"Akhh! Ugh!"

​SRUK!

​Dengan satu sentakan brutal yang menguras sisa tenaganya, Tian Shan mencabut pedang itu.

Suara logam yang bergesekan dengan tulang dan daging terdengar mengerikan di kesunyian malam.

Ia melempar pedang terkutuk itu ke samping, membiarkannya berdenting di atas ubin pecah.

​Darah segar menyembur keluar. Tian Shan terhuyung, namun ia memaksakan diri untuk berjalan tertatih-tatih.

Ia mengambil Kecapi Perunggu yang retak dan Seruling Bambu yang terlempar jauh. Senjata-senjata itu kini terasa sangat berat, seperti memikul dosa seluruh kota.

​"Banyak ... yang mati," bisiknya sambil menatap reruntuhan. "Pada akhirnya ... aku sendirilah ... yang membuat semua masalah ini. Kedatanganku ... hanyalah kutukan bagi mereka."

​Langkah Tian Shan semakin berat. Ia tahu jiwanya sedang menguap.

Setiap detak jantungnya terasa seperti pasir yang jatuh dari jam kaca yang pecah.

Ia mengangkat tangannya yang bersimbah darah, membentuk segel kuno yang rumit di depan dadanya.

​“Maka biarkan ... aku hidup sampai ... aku dapat ... menebus kesalahanku.”

​Cahaya keemasan redup muncul dari ujung jarinya, mengunci sisa-sisa esensi jiwanya agar tetap terikat pada raga yang hancur ini.

Ia tidak memulihkan lukanya; ia hanya menunda kematian agar bisa terus berjalan.

​Sambil memegang dadanya yang terus merembeskan darah, Tian Shan berjalan meninggalkan gerbang kota yang sudah runtuh.

Ia tidak menoleh ke belakang. Ia menuju kegelapan hutan, menghilang seperti hantu di antara pepohonan.

​Beberapa menit setelah sosok putih itu menghilang ke dalam kegelapan, dua bayangan melesat masuk ke pusat reruntuhan.

​"Kakak! Di mana kau?!" teriak Tian Mei. Suaranya pecah, dipenuhi isak tangis yang tak terbendung. Ia berlari di atas tumpukan batu, mengabaikan panas yang membakar telapak kakinya.

​"Tian Shan! Jawab aku!" Yue Ling ikut berteriak. Matanya yang ungu kini merah karena tangis. Ia menggunakan sisa energinya untuk memindai area, namun yang ia temukan hanyalah genangan darah merah yang masih hangat di depan gerbang.

​Tian Mei berlutut di tempat Tian Shan tadi terbaring. Ia menemukan serpihan kain jubah kakaknya yang terbakar. "Tidak ... Kakak tidak mungkin meninggalkan kita ... Kakak!"

​Yue Ling berdiri mematung di sampingnya. Ia menatap ke arah hutan yang gelap. Ia merasakan jejak energi Tian Shan, namun jejak itu sangat tipis dan menjauh dengan cepat, seolah sang pemilik sengaja menghapus keberadaannya dari dunia mereka.

​"Dia pergi, Mei," bisik Yue Ling dengan suara yang bergetar. "Dia pergi membawa semua luka itu sendirian."

​Jauh di dalam hutan, Tian Shan berhenti sejenak. Ia menyandarkan tubuhnya pada pohon besar, mendengarkan sayup-sayup suara teriakan adik dan Yue Ling yang memanggil namanya. Hatinya perih, jauh lebih perih daripada luka pedang di dadanya.

​Namun, ia tetap diam.

​"Jangan cari aku," batinnya. "Hiduplah dalam cahaya yang tersisa. Biarkan kegelapan ini menjadi urusanku."

​Dengan langkah yang menyeret, ia terus mendaki gunung, meninggalkan Kota Teratai Merah yang kini hanya menjadi nisan besar bagi masa lalunya.

Ia pergi tanpa janji untuk kembali, hanya membawa harapan agar orang-orang yang ia cintai tetap bahagia, meski tanpa kehadirannya.

1
Aman Wijaya
gaaas pooolll Thor 💪💪💪 terus
Aisyah Suyuti
bagus
Nanik S
NEXT 💪💪💪
Nanik S
Shiiiiip
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Mengenang mas lalu Lewat Kua
✞👁️👁️✞
lanjit thor💪
Nanik S
Satu satunya orang yang tidak dibunuh oleh Tian Shan di Alam Abadi
✞👁️👁️✞
/Pray/
✞👁️👁️✞
pecahan jiwa
✞👁️👁️✞
lanjut💪
Nanik S
cuuuuuuust👍👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor🙏🙏
Nanik S
Bai Yaoju bukankah dulu kekasih Tian Shan dimasa lalu sebelum rekarnasi
Kenaya: Iya/Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
pendekar tersantuy tian shen🔥
Kenaya: /Ok//Pray//Pray//Pray/
total 1 replies
✞👁️👁️✞
apa trio Tian akan berkelana bersama?
✞👁️👁️✞
🔥🔥
✞👁️👁️✞
mantap
lanjut thor💪
✞👁️👁️✞
🐬🐬semangat
✞👁️👁️✞
tian shan!! kau pergi tanpa berpamitan😁
Kenaya: ketemu lagi kok nanti/Grievance//Pray/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!