Setelah menikah, Anin banyak menemukan banyak hal yang janggal di rumah mertua nya. Anin sering mendengar ibu mertua nya menangis dan dia juga sering melihat tubuh ibu mertua nya di penuhi oleh lebam.
Hingga suatu hari Anin melihat dengan mata kepala nya sendiri ayah mertua nya sedang melakukan hubungan terlarang dengan ipar nya. Anin bertekad untuk membongkar semua kebusukan mereka di depan semua orang, dan membuat ayah mertua nya dan juga ipar nya mendapat kan hukuman atas perbuatan mereka.
Ikuti kisah kisah selengkap nya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Pov bu Ela (Ibu mertua nya Anin)
Aku memberikan seluruh uang dari hasil perkebunan milik Dirga pada Anin, karena saat ini Anin adalah istri nya Dirga. Selama ini semua hasil perkebunan itu di kuasai oleh Tika, istri Atar putra pertama ku.
Dulu keluarga ku sangat bahagia, ketiga putra ku sangat akur. Atar, putra sulung ku sudah menikah dengan seorang wanita yang dia cintai. Tapi aku tidak tahu bagaimana seorang wanita jahat seperti Tika bisa hadir di antara kami.
Tika melakukan banyak hal hingga Atar dan istri mya berpisah, dan Tika datang memaksa Atar untuk menikahi diri nya. Mereka pun akhir nua menikah, dan semenjak saat itu kebahagian di dalam keluarga ku hancur.
Setelah Tika menjadi istri Atar, semua nya mulai hancur. Bahkan suami ku tunduk pada setiap ucapan nya, aku tidak pernah mendapat kan sepeser pun nafkah dari suami ku karena semua ny di ambil oleh Tika.
Aku tidak ingin semua nya semakin kacau, aku memutuskan untuk membagi semua perkebunan sawit milik kami pada ketiga putra ku agar Tika tidak bisa menguasai semua nya. Tapi tetap saja Tika ingin menguasai milik Andri dan juga Dirga. Suami ku pun mendukung nya, semua hasil perkebunan milik Dirga di ambil oleh Tika. Tapi Dirga tetap meminta nya sebagian untuk biya kuliah nya, dan itu lah sebab nya Tika menganggap bahwa dia yang membayar semua biaya kuliah Dirga.
Braaakk.
Aku terkejut karena pintu kamar ku di tendang dengan kasar oleh suami ku, mas Johan.
"Astagfirullah hal adzim pak, kenapa lagi kau ini, datang langsung marah- marah?" Aku bertanya pada mas Johan.
Plaaakk.
"Kurang ajar kau Ela, berani nya kau memberikan uang dari hasil kebun itu pada Anin!" Mas Johan langsung menampar ku hingga aku terjatuh dan bibir ku mengeluarkan darah segar.
"Mas, itu adalah hasil dari perkebunan milik Dirga dan Anin adalah istri nya. Jadi Anin yang berhak atas uang itu!" Aku berusaha menjelaskan pada suami ku.
"Hanya Tika yang berhak, kau harus mengambil nya kembali dari Anin dan memberikan nya pada Tika!" Mas Johan menghajar ku dengan membagi buta.
"Kenapa mas? Kenapa kau tega merampas hak putra mu yang lain demi wanita jalang itu!" Aku meluap kan semua kekesalan ku selama ini.
Buggghhh.
Mas Johan memukul ku dengan menggunakan ikat pinggang milik nya, sehingga tubuh ku penuh dengan lebam.
"Bukan urusan mu, sekali lagi kau berani membuat Tika marah, maka aku pastikan aku akan membuat mu semakin menderita!" Mas Johan mengancam ku.
"Silahkan saja mas, silahkan kau siksa aku sampai kau puas. Kau tidak hanya menyakiti ku, tapi kau juga menyakiti Atar. Dia adalah putra mu, tapi kau dengan tega nya bermain gila dengan istri nya!" Aku mengatakan apa yang mengganjal di hati ku selama ini.
"Aku tidak perduli, pokok nya kau harus ambil semua uang itu dari Anin dan berikan pada Tika!" Ujar mas Johan lagi.
Aku menangis karena perbuatan suami ku, dia tidak hanya menyiksa fisik ku tapi juga batin ku. Aku bertahan karena aku masih memiliki putra dan aku malu jika di usia setua ini harus bercerai.
"Bu, ibu kenapa bu?" Tiba - tiba ku dengar suara Anin, menantu ku di depan pintu kamar ku.
Ani mungkin saja mendengar suara tangisan ku, jadi dia mengkhawatirkan diri ku. Aku segera menghentikan suara tangisan ku, aku menangis tanpa suara.
"Ibu, bukan pintu nya bu. Apa yang terjadi pada ibu?" Anin kembali mengetuk pintu kamar ku.
"Awas saja jika Anin sampai tahu apa yang terjadi, akan ku buat kau lebih menderita lagi!" Mas Johan kembali mengancam ku.
Aku terus menangis tanpa suara, karena aku tidak kunjung membuka pintu seperti nya Anin pergi dari depan kamar ku. Mas Johan mengintip keluar, dan benar saja Anin sudah tidak ada di sana.
"Awas jika kau berani buka mulut, kau akan mendapat kan yang lebih dari ini!" Ancam mas Johan sebelum dia pergi.
Mas Johan langsung keluar dan dia pergi ke rumah nya Atar setelah memastikan Anin tidak melihat nya. Aku tahu mas Johan dan Tika melakukan hubungan terlarang itu setiap hari saat Atar tidak ada di rumah.
Aku kembali menangis, keluarga ku benar - benar hancur karena ulah wanita licik dan jahat seperti Tika. Dulu setelah Andri menikah dengan Weni, Tika juga menggoda nya karena dia mengingin kan semua perkebunan milik Andri. Hal itu lah yang membuat hubungan nya dengan Weni, istri nya Andri juga tidak akur.
Weni melakukan banyak hal agar Andri tidak terjerat dengan Tika, dan hal itu berhasil. Tika tidak berhasil menguasai Andri, itu lah sebab nya Tika sangat membenci Weni istri nya Andri. Atar meminta aku membangun kan nya rumah yang mewah dan megah dan aku pun menuruti nya, agar Tika tidak lagi tinggal di rumah ku.
Tapi setelah aku membangun kan nya rumah Mewah dan megah, hal itu tidak juga membuat aku terbebas dari wanita licik itu. Setiap hari dia datang ke rumah mengambil apapun saja yang bisa di ambil, termasuk bahan makanan di rumah ini. Padahal semua yang ada di rumah ini di beli dengan uang nya Dirga, karena semua uang suami ku sudah di ambil oleh nya.
Aku membuka pintu kamar ku karena aku ingin mengobati luka di sekujur tubuh ku, tapi aku tidak tahu jika saat ini Anin melintas di depan kamar ku. Dan dia sangat terkejut melihat keadaan ku saat ini.
"Astagfirullah hal adzim bu, ibu kenapa?" Anin berteriak kaget melihat ku.
"Ibu apa yang terjadi pada ibu?" Anin mengulangi pertanyaan nya dan dia membimbing ku untuk duduk di sofa yang ada di ruang keluarga.
"Ibu tidak papa nak!" Aku berusaha menyembunyikan semua nya dari Anin.
"Ibu duduk di sini dulu ya, biar aku obatin luka nya dulu!" Anin berkata pada ku dan aku hanya bisa mengangguk kan kepala ku
Anin bergegas mengambil kotak obat dan dia mulai mengobati semua luka lebam dan memar yang ada di seluruh tubuh ku, aku sangat bersyukur memiliki menantu sebaik Anin. Aku tahu dia adalah seorang wanita yang berpendidikan tinggi, dan dia juga seorang wanita karir sebelum menikah dengan putra ku. Anin adalah wanita berkelas, tidak seperti Tika yang seorang wanita penggoda.
"Apa yang terjadi bu? Katakan pada ku!" Anin kembali bertanya sambil mengobati luka ku.
"Tidak papa nak, tadi ibu cuma terpleset dan jatuh di kamar mandi!" Jawab ku sambil tersenyum.
Tapi aku tahu seperti nya Anin tidak percaya dengan ucapan ku, aku bisa melihat nya dari sorot mata nya. Anin tampak ragu dengan jawaban ku, tapi dia memilih diam dan tidak bertanya lagi.