Ismi Azis berumur 17 tahun dia mengalami kecelakaan motor saat selesai tugas dari misinya
Ismi Azis seorang dokter dan hacker terbaik di negara Jepang, dia putri dari Iris Wati yang menikah dengan seorang laki-laki tampan keturunan Jepang. Ismi yang terkenal baik dan juga sering menolong orang lain membuat salah satu dokter magang iri
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir dan baca kita nya😉
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter twenty-one
Paman pertama langsung menciut, dia tahu keluarga dari istrinya itu pemilik toko sembako terbesar di pasar dekat desa Mereka. kalau keluarga istrinya mengetahui dirinya menghianati putrinya itu habis sudah nasib hidupnya yang selama ini menumpang hidup dari istrinya
"I istriku, kau jangan percaya kepadanya. dia hanya berbicara omong kosong, kau tahu bukan aku mencintaimu dan anak-anak kita. Jangan dengarkan omong kosong yang tidak berguna itu" ucap gugup paman pertama. Annchi tersenyum remeh dan dia pun langsung memanggil salah satu anak buah nya yang bersembunyi di kegelapan
Ya kalian ingat bukan dengan keinginan Linlin, agar Annchi memiliki orang kepercayaan di dunia itu, jadi Annchi memerintahkan salah satu anak buahnya, untuk mencari bukti perselingkuhan Paman pertama dengan istri mertuanya itu. dan orang kepercayaannya itu tidak mengecewakan menurut Annchi. tidak sampai 5 jam orang kepercayaannya itu mendapatkan bukti perselingkuhan Paman pertama dan istri Ayah mertua nya
"Lemparkan bukti yang kau dapatkan tadi" ucap Annchi. semua orang yang mendengar ucapan Annchi pun saling tatap, dan mereka terkejut saat tiba-tiba ada seseorang turun dari atas pohon
"Eh... paman bica telbang?" teriak An yang dari tadi bersembunyi di belakang pintu. Annchi melotot melihat An dan Bai juga Huwa Ming berdiri di belakang pintu
"Kalian..." tunjuk Annchi. Bai. An dan Huwa Ming tersenyum gugup
"Hehehe... ibu jangan malah, Atu yang penacalan loh... dan teltejut lihat paman Bulung telbang cepelti itu" ucap An. sambil menggoyangkan tangan Annchi. Annchi mendengus melihat wajah lucu putrinya itu
"Singkirkan wajah sok polos dan menyebalkan itu, kau selalu penasaran dengan hal-hal yang tidak masuk akal" ucap Annchi. An cengengesan saat ditegur oleh ibunya, dia tahu ibunya bukan maksud marah seperti itu kepada dirinya
"Cudah-cudah... nanti caja malahnya, tita dengaltan celita paman Bulung itu" jawab An. dan membuat Annchi. semakin kesal kepada putrinya. Bai hanya bisa meringis mendengar ucapan sang adik, sedangkan Huwa Ming hanya menundukkan kepalanya untuk menahan tawa dirinya
Semua pun langsung menatap pria yang baru saja turun dari pohon, istri paman pertama pun maju untuk melihat bukti yang dimaksud istri dari keponakannya itu
Tuan Yu Weng menatap menantunya seolah dia bertanya dari mana menantunya mendapatkan orang yang bela diri tinggi itu. Bao-yo juga penasaran dengan laki yang turun di atas pohon depan rumahnya itu, tapi dia sadar mungkin istrinya belum siap untuk menceritakan siapa mereka
Annchi pun mendekati sang suami dan dia pun berbisik yang membuat telinga Bao-yo memerah
"Hust... hust... nanti kau jangan seperti itu ya, kalau kau seperti itu aku tidak akan segan untuk memotong burung mu itu" bisik Annchi. Bao-yo hanya mengangguk cepat agar tak menjadi masalah di rumah tangganya itu
Sedangkan tuan Tuan Yu Weng, menatap remeh ke arah istri dan kakak pertamanya dia sebenarnya sudah muak dengan tingkah keluar kandungnya itu Jadi sekarang dia sudah tidak perduli lagi dengan keluarga yang dulu selalu menekannya itu
Istri Paman pertama pun membaca berkas yang diberikan oleh lelaki yang menutup wajah dengan topeng, lelaki bertopeng itu pun langsung menatap Annchi. Annchi yang ditetap oleh lelaki bertopeng itu pun mengangguk mengizinkan lelaki itu untuk kembali ke bayang-bayang kediamannya
Husss....
Lelaki bertopeng itu pun hilang dari pandangan semua orang, istri paman pertama membaca setiap huruf yang menempel di kertas berwarna coklat itu
PLAK
BUG
Satu tamparan dan satu kali tendangan dari istri paman pertama itu membuat semua orang terkesima
"Dasar lelaki brengsek Jadi selama ini kau berselingkuh dengan wanita sialan ini? kau benar-benar manusia tidak tahu diri, Aku menyesal telah menikah dengan laki-laki yang selalu ditentang oleh keluargaku...... kalau tahu kau hanya lelaki brengsek yang tidak bisa setia denganku, mungkin aku akan menuruti keinginan orang tuaku untuk menikah dengan sepupu jauh, aku akan menuntut sertai setelah ini dan aku juga akan membawa anak-anakku beserta mas kawin Yang aku bawa dari rumah orang tuaku, jangan lupa keluarga kalian memiliki hutang besar kepadaku" teriak Istri paman pertama. wajah keluarga Bao pun pucat Pasih, mereka tahu istri dari Paman pertama nya itu memiliki peran penting di rumah mereka, jangan lupakan rumah yang dibangun luas oleh istri paman pertama itu buat ditempati oleh orang tua Bao
"Sa sayang aku bisa menjelaskan semua ini.... bukti-bukti Yang Kau dapatkan itu semuanya bohong, aku tidak mungkin menyakiti wanita yang aku cintai" ucap lirih Paman pertama sambil memegang burung puyuhnya yang ditendang oleh sang istri
"Waw.... sakit pasti sakit" gumam Bai. semua orang yang mendengar ucapan Bai pun mengangguk. bagaimana tugas sakit tendangan kencang itu membuat Paman pertama bawa terpental
"Paman..."Seru An. Bao-yo pun melihat kakak dari ayahnya itu
"Cih... cinta mu itu hoaks... sayangmu itu hoaks" ucap Annchi. keluarga Sin menyimak dari tadi. Mereka juga Diam dan berjaga-jaga untuk membantu keluarga Bao-yo. mau keluarga utama Bao mengganggu keluarga kecil Bao-yo
Istri paman pertama pun, langsung membawa kedua putranya pergi dari sana untuk kembali ke rumah Bao. Mereka ingin mengambil beberapa barang milik mereka dan kembali ke rumah orang tua dari istri paman pertama itu
"Sayang tunggu... Aku bisa jelaskan semuanya, jangan pergi dulu, surat yang mereka berikan itu kepadamu bukti-bukti palsu" ucap teriak Paman pertama Bao. dia pun langsung berdiri dan mencoba mengejar istri dan anak-anaknya, sedangkan keluarga utama Bao menatap Annchi. mereka sebenarnya bukan tidak tahu kalau Paman pertama berselingkuh dengan istri Tuan Yu Weng, dan mereka memilih menutup mulut dan menekan Tuan Yu Weng, agar tetap di bawah kekuasaan kakek tua Bao
"Pelgi Cana... talian lihat butan Paman peltama ayah Tu itu, tutang celingtuh... jadi jangan lupa tembalitan Mac tawin ibu tu" ucap An. semua orang menatap An dengan tidak
"Ayo kita pergi... kau Bao-Yu... hidupmu akan menderita tinggal di rumah Putra Muh yang tidak tahu diri ini, kau tahu bukan putramu ini tidak memiliki apapun untuk dibanggakan" ucap kakek tua Bao. Tuan Yu Weng mendengus saat mendengar ucapan tak jelas itu
Istri Tuan Yu Weng ingin mendekati suaminya tapi langsung dihadang oleh An
"Mau apa? nenet cihil tidat boleh mendetati ayah tami" ucap An. Tuan Yu Weng pun yang berada di belakang cucu perempuannya pun hanya tersenyum haru kalau dia sedang dibela oleh cucu yang ditelantarkan selama itu
"Kau dengar itu? cucuku meminta kau pergi dari sini..... jangan sampai wajahmu aku hancurkan karena kau sudah menghianatiku" ucap tegas Tuan Yu Weng. istrinya pun menatap tidak percaya kalau suami yang selama ini dia berani bertindak
"dengal itu nenet cihil Pelgi......
BERSAMBUNG.........