Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.
Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.
Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.
Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
01| Perjodohan
Lelaki tampan dengan balutan jas mahal berwarna hitam memasuki kantor yang sebentar lagi akan berubah menjadi miliknya.
Dengan wajah yang terlihat tegas, lelaki yang menjabat sebagi CEO itu berjalan dengan angkuh dan penuh wibawa. Semua karyawan menundukkan kepalanya memberi salam kepadanya, tak terkecuali. Lelaki itu melangkah ke arah lift khusus untuk pemilik perusahaan ini.
“Maaf, maafkan saya,” ucap salah satu karyawannya yang tidak sengaja menabraknya, wajahnya mulai datar dan ia tidak suka ada orang asing menyentuh tubuhnya. Baik di sengaja atau pun tidak sengaja.
“Apakah matamu sudah tidak berfungsi?” ucap sarkas darinya membuat karyawan tersebut menundukkan kepalanya takut.
“Kau tidak perlu bekerja di sini lagi!” serunya tegas membuat karyawan tersebut gemetar ketakutan. Ia tidak bisa apa-apa saat dua satpam menyeretnya paksa untuk keluar, semua karyawan yang melihat kejadian itu terdiam dan merasa kasihan dengan karyawan yang baru saja di pecat itu.
“Kau sangat kejam dan angkuh,” gumam seseorang yang menatap bagaimana sikapnya terhadap karyawannya sendiri. Orang itu menatapnya dengan tatapan sedihnya, ia sudah tidak mengenalnya lagi, sikapnya sudah berubah sangat jauh dan itu membuatnya merasa terluka.
Jeon Jason nama lengkap dari lelaki yang baru saja memecat karyawannya sendiri, hanya karena tidak sengaja menabraknya.
Jason memasuki ruangannya dan di sambut oleh sekretaris cantik dengan pakaian seksinya. Jason hanya melirik muak sekretarisnya itu, ia sangat benci dengan wanita yang berpenampilan seperti itu dan baginya sangat menjijikkan untuk dilihat, kecuali kekasihnya yang sudah menjalin hubungan dengannya selama sebulan ini.
“Bagaimana bisa kau memecat orang begitu saja?” suara dengan penuh ketegasan itu menyambut Jason yang baru saja sampai di ruangannya. Jason melihat tuan Jeon, ayahnya yang sedang duduk di sofa.
“Dia sudah bersikap kurang ajar, karena menyentuhku!” jawab Jason dengan santai membuat ayahnya menghembuskan napas dan menyuruhnya untuk duduk. Tuan Jeon sengaja menemui putranya untuk membicarakan sebuah hal yang sangat penting.
“Ayah ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting kepadamu!” ujar tuan Jeon setelah menyesap kopi di cangkir. Jason hanya terdiam menunggu ayahnya melanjutkan ucapannya.
“Ayah ingin kau menikah!” seru tuan Jeon membuat Jason sedikit terkejut, ia masih muda dan ia tidak ingin sebuah hubungan yang seserius itu.
Lagi pula, ia baru saja menjalin hubungan dan tidak mungkin ia langsung menikah begitu saja. Ayahnya ini memang sangat pintar mengada-ngada, Jason menyandarkan punggungnya di sofa dan tersenyum kecil.
“Ayah sedang bercanda? Aku baru saja menjalin hubungan dengan Heori satu bulan. Tidak mungkin aku langsung mengajaknya untuk menikah,” jelas Jason.
“Ayah tidak bilang kau harus menikahi Heori itu! Ayah sudah menemukan calonmu, sebentar lagi dia akan datang!” Kata tuan Jeon membuat Jason mengepalkan tangannya.
“Jadi, maksud ayah aku di jodohkan begitu?” tanya Jason dengan nada tidak terima.
“Ayah tidak akan memberikan harta Ayah kepadamu kalau kau menolak perjodohan ini!” tegas tuan Jeon yang tidak bisa di bantah oleh Jason.
Mereka berdua sama-sama terdiam cukup lama, tatapan tajam dan dingin satu sama lain membuat suasana ruangan menjadi cukup mencekam. Terdengar suara langkah kaki yang mulai mendekat, sekretaris Jason memberitahu kalau ada ingin bertemu dengannya dan Jason menyuruhnya untuk masuk ke dalam.
“Tuan Jeon memanggil saya?” tanya seseorang dengan suara lembutnya membuat Jason langsung mengalihkan pandangannya.
Jason melihat seorang wanita cantik dengan balutan baju kerja dan ada kartu nama perusahaannya, ternyata wanita itu salah satu karyawannya.
“Iya, kau bisa duduk di sebelah Jason!” perintah tuan Jeon membuat Jason mau pun karyawannya itu sama-sama terkejut mendengarnya, dengan langkah ragunya sang karyawan melangkah mendekati mereka dan duduk di sebelah Jason setelah menundukkan kepalanya sekali.
“Ini adalah Min Ara, calon istrimu!” ujar tuan Jeon membuat Jason terkejut, ia langsung bangkit dari duduknya dan menatap tajam ke arah Ara yang sedang menundukkan kepalanya.
Apa kata ayahnya? Wanita itu adalah calon istrinya? Karyawannya dan pastinya berbeda kasta dengan dirinya.
“Kau apakan Ayahku sampai dia memilihmu menjadi untuk calon istriku?” tanya Jason yang terus menatap tajam Ara.
“Jason! Jaga ucapanmu!” ucap marah tuan Jeon membuat Jason memutar bola matanya jengah. Ayahnya sudah gila menjodohkannya dengan orang miskin seperti wanita itu.
“Ayah tidak lihat dia itu miskin! Lebih baik aku menikahi Heori, wanita kaya dan berkelas,” ujar Jason membuat Ara menaikkan pandangannya. Ara menatap Jason yang terlihat sangat marah.
“Berani kau menatapku seperti itu?” tanya Jason kepada Ara yang begitu berani menatapnya.
“Ayah tidak akan merestuimu kalau bukan Ara calonnya dan ingat kau tidak akan menerima warisan kalau tidak mau menikah dengan Ara. Kau tinggal pilih akan menikah dengan Ara atau Heori itu? Ini keputusan Ayah yang tidak bisa di bantah!” pertanyaan yang sangat sulit untuknya. Jason menatap Ara dan ia sangat marah kepada Ara.
“Baik aku akan ikuti keinginan Ayah,” jawab Jason membuat ayahnya tersenyum senang.
“Besok kalian akan menikah dan semuanya sudah di persiapkan. Ara… kau akan tinggal di rumah hadiah pernikahan dariku dan Ibu Jason. Kalian akan tinggal di sana berdua, di sana juga kalian harus belajar mandiri,” jelas ayah Jason sambil mengusap puncak kepala Ara.
Jason yang melihat itu mengepalkan tangannya, ia tidak bisa menolak keinginan ayahnya. Karena, ia tidak akan mendapatkan warisan nantinya. Ia tidak bisa hidup tanpa harta, karena sedari kecil dirinya selalu di manjakan dan selalu di turuti keinginannya.
“Aku ingin pernikahannya tertutup dan hanya di datangi oleh keluarga saja! Tidak ada publikasi,” pinta Jason membuat ayahnya menatap ke arah Ara. Ara menganggukkan pelan kepalanya. Tuan Jeon menghela nafas dan menganggukkan kepalanya.
“Baik, kalau itu keinginanmu. Ayah akan turuti asalkan kau bersikap baik kepada menantu Ayah!” titah tuan Jeon membuat Jason menatap heran ayahnya.
“Kenapa Ayah bersikap seperti kepadanya? Apakah dia adalah wanita simpanan Ayah?” pertanyaan Jason membuat hati Ara terasa pedih. Tuan Jeon menatap tajam putranya yang sudah berbicara kurang ajar terhadapnya.
“Kau tidak bisa menjaga ucapanmu? Kau bisa saja menyakiti hati Ara!” seru marah tuan Jeon membuat Jason tertawa kencang.
“Ada apa ini? Kenapa Ayah membelanya sampai begitu? Ah—aku mengerti, apakah wanita ini sedang mengandung anak Ayah?” tuan Jeon langsung menampar keras putranya yang sudah kelewatan.
“Kurang ajar! Ayah tidak pernah mengajarkanmu berbicara seperti itu! Jaga ucapanmu atau posisimu akan di gantikan oleh Ara!” ancam ayahnya membuat Jason terdiam. Ia tidak tahu kenapa ayahnya bersikap seperti itu kepada Ara… bahkan sangat menjaga perasaan wanita itu.
“Aku akan membalasnya. Tunggu saja penderitaanmu akan di mulai sebentar lagi!” gumam Jason dengan mengepalkan tangannya sambil terus menatap tajam Ara yang baru saja keluar dari ruangannya bersama ayahnya.
...***...
Selamat datang di ceritaku yang berlatar negeri ginseng atau Korea.
Semoga kalian suka sama ceritanya