NovelToon NovelToon
Anak Yang Tidak Di Akui

Anak Yang Tidak Di Akui

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Pengkhianatan
Popularitas:55.5k
Nilai: 5
Nama Author: Elvy Anggreny

Elfa adalah seorang gadis 17 tahun, dia siswi berprestasi di sekolah, Elfa sangat cantik, pintar dan polos. Hanya satu kekurangannya dia bukan anak orang kaya. Dia hidup bersama ibunya yang hanya seorang tukang cuci. Elfa masuk ke sekolah itu melalui jalur beasiswa.
Elfa bukan hanya pintar dan cantik tapi dia adalah kekasih seorang Aditya siswa paling tampan di sekolah dan idola semua siswi.
Elfa terlalu mencintai Aditya, ia akan melakukan apa saja untuk Aditya. Hingga satu malam dengan kata sebagai bukti cinta. Elfa menyerahkan kesuciannya kepada Aditya.
Dari kejadian satu malam itu , Elfa hamil anak Aditya. Ia mengatakan pada Aditya tentang kehamilannya tapi Aditya memaksa Elfa mengugurkan kandungannya.

"Gugurkan kandunganmu, jangan berharap aku akan bertanggung jawab. Kau sadar? Kita ibarat langit dan bumi. tidak akan mungkin bersatu" Ucap Aditya

Seluruh tubuh Elfa bergetar "aku bersumpah ....!!! kau tak akan pernah mendengar suara tangisan bayi dalam hidup mu "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvy Anggreny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Aditya mematung di balik pohon besar di seberang jalan, bersembunyi, nafasnya kian memburu. Kenapa dia melakukan ini ? Aditya kehilangan kepercayaan diri sejak melihat Elfa kemarin. Kali ini bukan ketakutan akan penolakan yang ia pikirkan tapi ia takut dengan debaran jantungnya yang berdegup kencang.

Aditya merasakan tubuhnya menegang saat ia melihat sosok yang ia tunggu sejak pukul tujuh pagi itu muncul.

Elfa baru saja turun dari mobil, langsung masuk dalam butik, Aditya memaksakan langkah kakinya yang tiba-tiba terasa berat kembali menuju butik.

"Aku harus bicara padanya" Aditya membatin.

Tinggal lima langkah lagi, ia akan masuk kedalam butik namun langkah Aditya berhenti di tempat, ia berdiri mematung ketika seorang anak laki-laki berdiri tepat di hadapannya, Aditya merasakan oksigen di sekitarnya seolah olah lenyap, tubuhnya bergetar hebat, kakinya lemas seolah-olah tidak ada tenaga.

Bahkan keringat membasahi tubuhnya, Aditya pucat bak mayat.

"Sebentar saja Ryan, aku ingin menemui ibu dulu. kamu tunggu di sini ya. Tidak sampai sepuluh menit kok "

Di bawah terik matahari, dengan jarak lima langkah ia bisa melihat jelas rupa anak itu. Garis rahang nya, bentuk hidungnya, alis nya bahkan sorot matanya yang tajam dan tegas seperti cermin masa remajanya. Ia seperti melihat dirinya sendiri, sementara di dalam mobil yang terparkir di seberang jalan. Hendra berulang kali meyakinkan penglihatannya.

Dia tidak ingin percaya tapi di sana jelas dia melihat dua sosok yang sama sedang berdiri. Walaupun, sosok remaja itu berdiri menyamping namun itu tetap menunjukkan bahwa pria di sampingnya adalah salinan Aditya.

"Ya Tuhan... apakah dia..?"

Sementara Aditya masih membeku di tempatnya berdiri, menatap remaja bertubuh tegap itu. Jantung Aditya berdegup kencang, bibirnya bergetar, pucat ...ia ingin mengucapkan sesuatu namun kata katanya seperti tertinggal di tenggorokannya..

"Baiklah aku tunggu di sini saja Vin.."

Bukk....

Gavin berbalik, ia mendengar suara benda jatuh dan itu membuatnya menoleh ke samping.

"Tuan...." Hendra berlari saat ia melihat Aditya jatuh terduduk di lantai keras trotoar.

Gavin menatap tajam pria di samping, Gavin tak bergerak sedikitpun. Tak ada raut terkejut. Tatapannya datar tanpa ekspresi. Hendra yang melihat itu sangat terkejut. Ia bahkan berpikir apakah anak di depannya ini tidak menyadari bahwa Aditya memiliki wajah yang sama dengannya.

"Tuan... Ayo berdiri, anda kenapa..?" Hendra mengangkat tubuh Aditya yang berat, seolah-olah tubuhnya tidak memiliki

Gavin melihat bibir pria di depannya bergetar, ia bisa melihat pria itu ingin bicara tapi tak mampu mengeluarkan kata kata.

"Vin...dia.. "suara Ryan yang terdengar serak, menyadarkan Gavin dari tatapannya yang menghunus bak pedang pada Aditya.

"Biar kan saja, aku tidak kenal....kamu tunggu di sini " Gavin hendak berjalan masuk menuju butik tanpa perduli dengan pria di sampingnya. Sementara Hendra yang berdiri di belakang Aditya melongo melihat sikap Gavin.

"Gavin........!" Gavin mengabaikan panggilan Ryan.

"Bener bener foto copy tuan Aditya " Hendra membatin melihat sikap Gavin.

Gavin, mendengar nama itu secara langsung keluar dari mulut teman Gavin. Aditya merasa dadanya di hantam godam. Ia ikut menyebut namanya "Gavin..."Bisik Aditya.

"Gavin, gimana kamu nggak kenal? Lihat kalian memiliki wajah yang sama... " dari sebuah teriakan yang keras perlahan lahan suara Ryan terdengar sangat lirih saat ia melihat Gavin menatap nya dengan rahang yang mengeras.

"Aku tidak tahu Ryan dan aku tidak perduli siapa dia, apa yang kamu pikirkan? kamu bisa diam kan ?"

Aditya tersentak, seluruh sendi di tubuhnya terasa lemas seketika. Ia merasa lebih sakit dari pada di tampar seribu kali "Aku tidak tahu dan aku tidak perduli " Aditya benar benar merasa dadanya sakit.

Apa yang ia harapkan? Gavin langsung mengenali nya? Apa Aditya berharap Gavin memanggilnya Ayah ? Aditya lupa kalau saat ini dia hanyalah seorang pria pengecut yang menyesali perbuatannya.

"Hendra...aku melihat nya, dia di sini..." ucap Aditya lirih.

"Tuan, apa maksud anda...?"

_____

Sementara Gavin yang telah masuk ke dalam ruangan ibunya, mengubah raut wajahnya seperti tidak terjadi apa-apa.

"Hei sayang, Selamat datang di tempat kerja ibu. Wah ...kok tumben sekali datang ke sini, nak ?" Elfa terkejut melihat Gavin yang berdiri di depannya

"Aku lupa mengambil uang yang ibu berikan tadi pagi "

"Kenapa kamu tidak menelpon ibu saja ?"

"Kebetulan ini jam istirahat Bu, Aku mengajak Ryan. Sekalian mentraktir dia di warung mas Sugeng, dan sekalian juga mau foto copy tugas sekolah"

"Oh baiklah, ibu pikir ada yang darurat sampai kamu ke sini. teman kamu mana ?"

"Di depan, aku suruh menunggu sebentar"

"Sayang, ini kan panas. Kenapa tidak di suruh masuk saja ".Elfa beranjak dari tempat duduknya. Ia hendak keluar melihat teman Gavin.

"Eh Bu, tidak usah di panggil. Ini aku mau pulang. Mana uangnya?"

Elfa kembali ke meja kerjanya, mengambil uang "Kok bisa ya kamu lupa sayang, padahal kan kalau udah menyangkut uang. Kamu tidak akan pernah lupa "

Gavin hanya tertawa kecil tidak merespon kata kata Elfa, Elfa melihat Gavin. Ada yang berubah. Biasanya Gavin akan menanggapi semua kata kata Elfa dengan bahasanya sendiri.

"Kamu baik-baik saja kan, Nak" Tanya Elfa.

"Gavin baik baik saja Bu, Ayo Bu.. Cepat kasih uangnya, Ryan bisa kekeringan di luar sana " kata Gavin dengan kata bercanda.

Elfa memberikan dua lembar uang seratus " Satu aja, dua ratus ini kebanyakan. Makasih ya.." Gavin mendekat dan mencium pipi Elfa.

Saat keluar dari ruang Elfa, karyawan Elfa yang masih berdiri di tempat mereka masing-masing. Menatap tak percaya dengan apa yang mereka lihat. Saat Gavin masuk tadi, ia bertanya ruangan Elfa " Boleh ketemu ibu?'

"Apa sudah membuat janji dengan ibu Elfa?"

"Kenapa harus buat Janji tante? Aku mau ketemu ibu " Gavin lupa membawa ponselnya dan itu memang kebiasaannya.. Pelupa

"Kamu siapa ?"

"Anak ibu, Namanya Elfa..." dan saat keluar, Gavin masih melihat tatapan tidak percaya dari karyawan ibunya.

"Itu serius anak ibu Elfa, mbak Lis ?" salah satu karyawan butik.

Elis yang sudah pernah melihat foto Gavin dan yang sudah paham dengan situasi yang di hadapi Elfa. Hanya mengangguk

"Dia tampan sekali.."

Di luar sana, Aditya masih berdiri, dia tidak perduli dengan panas matahari yang mulai membakar kulitnya. Hendra yang melihat bagaimana Aditya seperti ini. Hanya bisa terdiam dan ikut berdiri.

Saat bayangan Gavin di depannya, Aditya menelan ludah dengan susah payah. Ia ingin bicara tapi tak ada suara yang keluar.

"Gavin...." bisik Aditya parau, ia baru saja ingin berjalan mendekati Gavin. Ia melihat Gavin sudah duduk di atas motor dan hilang dari pandangannya.

"Gavin..... tunggu nak, ini ketinggalan..! haa.. Anak itu, bukan Gavin namanya kalau tidak lupa dengan barang bawaannya" Elfa melihat buku milik Gavin.

"Elfa..."

Elfa menoleh tersentak, Elfa terpaku. Di sana dengan jarak yang begitu dekat Aditya berdiri menatap Elfa.

"Kamu hanya perlu tenang menghadapi dia, sayang...aku tahu kamu kecewa, sakit hati tapi jangan tunjukkan itu padanya. Kamu harus kuat sayang, hadapi apapun itu. Gavin butuh kamu dan dia selalu ada untukmu." Ucapan Steven terngiang di telinganya

Elfa menatap datar pada Aditya, pria yang pernah hidup dalam setiap detak jantungnya.

"Elfa... A..aa.. apa kabar?" Bodoh... pertanyaan yang akan membuatnya semakin terlihat seperti pria bodoh

"Baik..."

"Ak...aku.... "

"Kenapa? Apa yang kamu inginkan, apa kamu belum puas menghinaku, apa ini bagian dari rencana mu yang baru, apakah kamu ingin melihat aku yang dulu miskin tetap menjadi orang yang miskin..? "

Kalimat itu seperti sebuah sembilu yang menyayat jantungnya. Apakah dia terlihat seperti itu?

"Tidak... Demi Tuhan Fa..." Aditya menggeleng cepat. Aditya menatap lekat wajah Elfa. Dulu wajah itu sangat lembut, tatapan dan senyuman Elfa memberinya rasa nyaman. Kini wajah itu begitu dekat setelah melewati masa yang panjang, namun di sana tak ada lagi kelembutan, tatapan itu tidak memberikan rasa nyaman tapi tatapan itu memberi rasa sakit.

Aditya berdiri, dia tidak menjauh. Tekadnya sudah bulat. dia tidak kuat lagi menahan sesak yang ia rasakan.

"Elfa... Aku datang untuk minta maaf, aku sudah melakukan kesalahan yang sangat besar...aku kehilangan.."

Elfa menatap Aditya " Aku sudah melupakan itu semua. Apapun yang terjadi itu hanya masalalu "

Elfa berbalik meninggalkan Aditya yang berdiri di depan butik miliknya

Lelaki dengan tubuh yang tegap itu hanya menatap Elfa yang masuk.

" Tuan, sebaik-baiknya kita pergi dari sini.."

"Tapi...aku belum memohon ampunannya Hendra, dia belum memberikan maaf.."

"Lalu apa yang anda harapkan dari ibuku.....?"

.

.

.

Next

1
merry
bnr kt mmy cel jgn jahat jdi orgg,,, hnya krn km gk bs pyn ankk,, elfa tuu korbann gk kmu gk tau ap el ud lewatinn sm ank y gavinn,,, cb kmu bygnnknn di posisi el hmil di luar nikh dihujat anky juga Dihujat bhknn di Mata mu Gavin ank Haram gk pyn hak atas wrisann bpky itu, di Mata mu loh ank trim kmu blg ank Haram pdhll itu ank lakimu mu loh
Nesya
dasar orang2 egois sangat memuakkan
Nesya
emaknya aditya syok saat liat suami elfa 😂
Lydia
lah aneh si chelsea... malah salahin elfa... jelas2 korban... lama2 jd gila si chelsea atau cerai aja lah.... hehehe.... Lanjut Author. Terima Kasih.
Retno Harningsih
lanjut
Lee Mba Young
Seumur hidup Aditya gk akn punya anak lain.
Chelsea kl km ingin anak cerai lah ma Aditya 🤣😁. tp km kn bucin pingin anak biar jd pewaris semua harta.
tp kn orang kaya hrse bisa dong cerai dng Aditya 🤣🤭.
Ani Basiati
lanjut thor
Lala
si tua Bangka pinta kali Dy ektimg hadeh
💝F&N💝
thor, jangan biarkan gavin diambil oleh si surya atau si aditya itu. biar mereka merasakan kesepian.
Nesya
suryadi licik dasar 🙄
Nesya
ngak bisa hamil chelsea mulai gila, menyedihkan 🤣🤭
Nesya
betul ardian lebih baik pergi g usah ikut campur percuma bicara dengan orang bebal
Nesya
telak suryadi
Retno Harningsih
lanjut
Deliz Diaz Dla FM B
Lanjutannnnnnn
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Rika Rahim
knpa aditya gk di kasih paham sama chelsea kalau kena karma dengan masa lalunya aditya karena gk bertanggung sama orng yg di tinggalkan, coba kalau chelsea menikah dengan orang lain pasti sudah punya anak,
yunita
lnjutt
Happy Kids
walah mulai setres chelsea. elfa ga ngapa ngapain. ngiri bgt dah. smg ga sampe dicelakai elfa n bayinya sama chelsea perempuan odgj
💝F&N💝
up lagi thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!