NovelToon NovelToon
Cinta Untuk Bian

Cinta Untuk Bian

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Twdyaaa

Realitanya,kita tidak pernah tahu bagaimana jalan menuju takdir itu sendiri

yang membuat kita menerka-nerka dimana kaki ini akan menapak esok hari.


'Tuhan tidak pernah salah dan tidak pula terlambat dalam menetapkan suatu takdir kepada hamba-Nya'


'Kamu tahu sayang?aku bertaruh dengan diriku sendiri bahwa suatu saat hatimu yang sempit itu akan menjadikanku tempat pulang yang paling nyaman untuk kamu singgahi'.~ Elvita



'pernikahan ini hanya sementara,Sampai Kakak pertamaku melahirkan anak pertamanya mari mengurus surat perceraian'~Bian


Pernikahan yang awal nya berdasarkan kesepakatan itu akhirnya mengungkap tabir lama kedua keluarga yang hampir diambang kehancuran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twdyaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

malam pertama yang sempat tertunda.

setelah perkataan Bian beberapa hari yang lalu membuat hubungan kedua nya semakin dekat.

Yang dia suka dari Bian adalah laki-laki itu tidak pernah memaksa nya untuk melakukan malam pertama mereka secepatnya.

Elvita pikir dia pun sudah sepenuhnya siap jika Bian akan meminta haknya sebagai seorang suami dalam waktu dekat.

Dia hanya ingin menjalani pernikahan ini dengan sepenuh hati,seperti kata Bian yang ingin memulai semua nya dari awal.

"kita akan mengunjungi rumah Daddy Malam ini" ucapan Bian seketika membuat Elvita teringat tradisi keluarga tersebut yang akan berkumpul setiap malam Minggu untuk sekedar saling menyapa dan makan bersama.

Kedua nya berbincang di atas kasur tanpa canggung saling berhadapan.

Hari ini Bian tidak berencana untuk datang ke kantor dan memilih bermalas-malasan dirumah bersama Elvita.

entahlah semenjak keberadaan Elvita dirumahnya dia jadi lebih menyukai waktu liburnya.

"apakah kak Aisyah akan datang?" Tanya Elvita.

Mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu,dia pikir pasti tidak mudah untuk menyembuhkan diri.

"Brian dan Istrinya sudah lebih dulu datang,mereka berencana menginap beberapa hari disana" jawab Bian.

"ahh...baiklah"

Bian mendekati Elvita dan memasukkan nya kedalam pelukannya yang membuat gadis itu sedikit terkejut dengan gerakan Bian yang tiba-tiba.

"Apakah kamu mencintai ku Elv..?"

pertanyaan Bian jelas saja membuat Elvita mendadak malu hingga wajahnya memerah.

"Kamu tidak perlu menjawabnya,meskipun kamu belum sepenuh nya mencintaiku tapi aku akan membuat kamu nyaman berada di sekitarku dan jatuh cinta sepenuhnya kepadaku Elv" Bian menjauhkan tubuhnya dari Elvita agar gadis itu tidak melihat raut wajah kecewanya.

Elvita bukannya tidak mau menjawab,hanya saja dia masih malu untuk mengakui perasaanya terlebih laki-laki dihadapannya ini belum pernah mengatakan dengan jelas apakah dia juga mencintai dirinya atau hanya sekedar merasa nyaman?

"Bi..."

'hmmmm'

Bian hanya ber dehem ketika Elvita memganggilnya.

Bian pikir hubungan kedua nya memang belum sedekat itu untuk membuat Elvita mencintainya.

dia tidak ingin memaksakan perasaan gadis itu agar membalas perasaannya.

"aku hanya malu jika harus jujur kepadamu.." Elvita mengatakannya sambil memeluk erat Bian dan memasukkan wajahnya ke dalam dada bidang laki-laki itu untuk menetralkan rasa malu nya.

ohh ayolah,sikap Elvita justru membangkitkan gairahnya seketika.

Tanpa banyak bicara Bian mencium Elvita yang membuat gadis itu makin gelagapan dibuatnya.

Ciuman yang awalnya begitu lembut menjadi menggebu-gebu dan saling menuntut.

Elvita pikir laki-laki ini begitu pandai membuatnya merasa melayang dan tidak terkendali.

bahkan dia tidak sadar jika ciuman Bian sudah turun ke lehernya seakan laki-laki itu ingin mengajaknya untuk melakukan malam pertama mereka yang sempat tertunda.

"Bian..."

Elvita menahan tangan suaminya yang baru saja akan membuka kain penutup di tubuh nya,membuat Bian sadar jika Elvita menolaknya.

'ahhh bukankah dia terlalu cepat memintanya?'

"aku akan berhenti jika kamu tidak menginginkan nya Elv" ucap Bian dengan suara seraknya,dia berusaha menahan hasrat nya yang sudah diujung ketika belum mendapatkan izin dari gadis yang sudah terkukung sempurna di bawahnya.

"lakukan secara perlahan Bi,sebab ini kali pertama untukku" jawab Elvita pelan,dia mengalihkan pandangannya malu menatap Bian yang tiba-tiba terlihat begitu tampan dari biasanya.

bukankah ini sudah tugas seorang istri?jadi tidak ada alasan untuk Elvita menolak suaminya!

"aku akan bergerak secara perlahan"

ketika mendapatkan lampu hijau dari Elvita,Bian kembali mencium bibir gadis yang sebentar lagi akan menjadi wanita sepenuhnya.

membawa Elvita terbang menuju kenikmatan dunia dan mencapai pelepasan yang begitu indah.

Bukankah sangat indah mengarungi cinta bersama kekasih halal?

setelah selesai dengan kegiatannya Bian mencium kening Elvita dan menutup seluruh tubuh istrinya dengan selimut.

"Terimakasih sayang" ucap Bian sambil memasukkan Elvita kedalam pelukannya

Dia begitu bersyukur mengetahui wanita itu tidak menolaknya.

Bian berharap secepatnya ada janin yang akan berkembang disana,dan tentu saja akan membuat Elvita semakin terikat dengannya.

mendengar itu Elvita hanya mengangguk dan membalas pelukan suaminya.

'Ohh Elvita kamu sudah sepenuh nya menjadi seorang istri sekarang'

bayangan-bayangan kejadian tadi terus membuatnya malu.

bagaimana bisa dirinya terlihat begitu menikmati permainan yang dibuat oleh Bian bahkan mengeluarkan suara yang begitu memalukan baginya.

'bagaimana dia akan melihat Bian setelah ini'pekiknya!

Sesuai perkataan Bian,keduanya sudah bersiap untuk berkunjung ke manshion utama Arga...meskipun melewati sedikit drama saat akan mandi tapi Elvita bersyukur suaminya itu ternyata cukup telaten mengurus dirinya.

"ini akan sakit saat kamu berjalan Elv,biarkan aku membantumu kekamar mandi"

Elvita pun tidak menolak sebab yang dibawah sana memang terasa sedikit sakit dan perih.

"sayangg..."

Elvita menoleh ke arah Bian yang sedang menyetir di sebelahnya.

'sayangg?' demi apapun elvita sudah berusaha menghindari laki-laki itu setelah pergumulan panas nya tadi tapi Bian makin membuatnya salah tingkah dengan panggilan sayangnya.

"ada apa Bi..?" tanya Elvita

"apakah kamu menyesal telah memberikannya padaku?aku jadi merasa bersalah setelah meminta hakku jika kamu terus terusan menghindari ku" ucap Bian.

Dia takut Elvita hanya terpaksa menerima nya,karena tuntutan seorang istri.

"maafkan aku!aku hanya merasa malu...setelah ini aku akan membiasakan diri Bi" ucap Elvita merasa bersalah telah membuat Bian berpikir yang tidak-tidak.

"pada dasarnya pernikahan kita memang di awali dengan begitu buruk,aku menganggap hubungan ini tidak akan berjalan sebagaimana mestinya...kamu tahu Elv..?"

Elvita hanya mendengarkan perkataan suaminya dengan seksama

Elvita pikir bagaimana perlakuan Bian beberapa hari belakangan ini memang membuatnya menjadi nyaman dan merasa hangat.

salah satu tangannya menggenggam tangan Elvita berusaha meyakinkan wanita itu untuk tidak perlu merasa malu dihadapannya.

"akhirnya aku sendiri lah yang terjebak dalam permainan yang kubuat,aku yang awalnya tidak pernah merasa cocok dengan gadis manapun tapi kamu datang dengan segala keunikan mu...aku hanya merasa ingin melindungi kamu,pikiran jika suatu saat kita akan berpisah dan kamu melanjutkan hidup dengan menjadi istri dari laki-laki lain tiba-tiba membuat ku marah dan tidak terima..."

Elvita tertegun mendengar penuturan panjang suaminya.

"aku mencari cara untuk membatalkan perjanjian kita tapi terlalu gengsi untuk mengatakannya padamu,maaf kan aku Elvita karena sudah menjeratmu dalam hubungan ini sebab aku tidak akan pernah melepaskan kamu" Bian mengakhiri ucapannya.

Bagaimana mengatakannya?

perasaannya menjadi lega setelah mengungkapkannya pada Elvita.

dia hanya tidak ingin di masa depan hubungan mereka menjadi renggang sebab gengsi yang selama ini dia jaga.

"terimakasih Bi..." Elvita tidak tahu harus mengatakan apa selain berterima kasih,dia sangat terharu dan ingin menangis mendengar ucapan Bian.

Elvita pikir setelah ini dia tidak harus merasa malu lagi melihat bagaimana usaha Bian agar membuat hubungan keduanya tidak canggung dan semakin dekat.

...----------------...

*club malam ****

seorang laki-laki tua beranjak dari tempat duduk nya menuju pada seorang gadis cantik yang sudah dia beli dengan harga fantastis.

meski sudah memasuki usia yang seharusnya menikmati masa-masa bersama anak dan istri dirumah.

Tapi faktanya laki-laki itu tidak tertarik dengan yang namanya 'pernikahan'

diumurnya yang sekarang dia sama sekali belum pernah menikah atau menjalani hubungan serius dengan wanita manapun.

bukankah dengan uang semuanya bisa dia beli?

"aku menginginkan gadis dengan gaun merah itu berada di kasurku malam ini" ucapnya pada pemilik club yang dia datangi.

seperti sekarang!dia bebas memilih gadis manapun yang dia inginkan.

Di saat gadis itu dengan lihai menggoda dan menaikkan hasrat nya tiba-tiba ponselnya berdering yang membuat laki-laki itu mengumpat kasar.

'sh*t!siapa yang berani menganggu waktuku!' umpatnya.

"aku akan mengangkat telpon ku terlebih dahulu,setelahnya kita akan melanjutkan kannya" ucapnya pada gadis yang sedang berada dipuncak kenikmatannya itu.

saat melihat nama Anthony tertera di ponselnya,hasrat nya yang tadi menggebu-gebu seketika menghilang.

ketika dia hendak mengangkat nya tiba-tiba saja gadis itu menduduki kedua paha nya dan berusaha menggoda nya agar kembali pada permainan mereka yang begitu panas tadi.

'aku rasa laki-laki tua ini sangat kaya'pikir gadis itu.

bagaimana tidak?dia bahkan rela menggelontorkan dana yang fantastis untuk membeli dirinya.

tentu saja dia tidak ingin melewati kesempatan emas jika saja laki-laki ini tertarik dan menjadikannya pelanggan tetap atau lebih bagus lagi menjadikannya simpanan.

tapi khayalannya runtuh seketika ketika laki-laki ini menjadi murka dan mencekik leher indahnya.

"apakah pemilik club ini tidak memberitahu kamu jika aku paling tidak suka pada orang yang tidak menuruti ucapanku?pergilah sebelum aku benar-benar marah!" dia menghempas kasar tubuh gadis cantik itu

setelah lepas dan terbatuk-batuk akibat cengkraman laki-laki itu yang begitu kasar,dia begitu terkejut dan tanpa aba-aba langsung menyelamatkan diri dengan cepat keluar dari ruangan tersebut.

"halo,ada apa son.." tanyanya lembut pada Anthony

laki-laki itu begitu pandai memainkan nada suaranya.

"ahhh aku rasa tiba-tiba menjadi rindu pada Daddy ku,paman Nadiem" jawab Anthony

"kamu bisa menganggap ku seperti Daddy mu sendiri, Anthony!apakah paman perlu mengunjungi mu sekarang?"

laki-laki yang dipanggil Nadiem tadi menjawab dengan cepat.

"tidak perlu paman,aku hanya ingin menyapamu...lain kali aku Yang akan mengunjungimu"

mendengar itu Nadiem sedikit mengerutkan keningnya.

"maaf aku menganggu waktumu paman,kembalilah beristirahat" lanjut Anthony dan terdengar laki-laki itu mematikan telponnya tanpa sempat mendengar balasan Nadiem.

Dia bukan tidak tahu kenapa Anthony menelpon nya!tidak mungkin hanya sekedar menyapa?

Bisa dia tebak Anthony pasti sedang mencurigai sesuatu.apakah dia mengetahui nya?pikir Nadiem

tapi itu tidak mungkin,saat dia tidak meninggalkan satupun jejak dimasa lalu.

dia sudah menciptakan image yang baik dihadapan Anthony agar dapat mengendalikannya.

mendekati laki-laki muda itu dengan menjadi sosok figure ayah yang begitu dia butuhkan.

begitu mudah!

berbeda dengan Winda yang sudah kasar dan membuat kenangan buruk di antara ibu dan anak itu,Nadiem tentu saja bermain sangat cantik.

'bukankah rencananya selama ini berjalan mulus?'

......................

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

*maaf jika ada typo atau kesalahan dalam penulisan kata

1
Widya Ekaputri
buruan dibaca guyss author bakalan rajin update!!
Momoi'Zi
ih, aku suka loh sama alur cerita kamu, dan aku agak hate sama suaminya Helen, sok dingin banget 😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!