NovelToon NovelToon
BABY-NYA OM GALAK

BABY-NYA OM GALAK

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Sugar daddy / Cinta Seiring Waktu / Duda / Konflik etika
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda SB

Ketika gadis SMA memilih kerja sampingan sebagai seorang sugar baby.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda SB, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Strategi Edo

Lelahnya pertempuran membuat Yuna tertidur pulas dalam pelukan Bastian. Pria itu memeluk Yuna dengan posesif, erat, seperti ia tidak rela kehilangan Yuna.

Ponsel milik Yuna terus berdering. Menampilkan nama sang nenek yang terus menghubungi tiada henti. Satu kali, dua kali, tiga kali, ponselnya terus dsn terus berdering. terhitung ada puluhan pesan dan panggilan tak terjawab.

Eengghh!

Yuna menggeliat, saat ia merasakan beban dari tangan besar yang melingkar di permukaan perutnya.

"Jam berapa ini?" Yuna membuka kedua mata yang terasa berat. Tubuhnya remuk redam, kelelahan sangat jelas ia rasakan. tetapi ada senyum yang terukir, saat melihat wajah tenang Bastian yang masih tertidur pulas.

"Ganteng!" komentar Yuna, jari telunjuknya menelusuri hidung mancung Bastian.

"Mau menggodaku lagi, hmm?" ucap Bastian dengan suara serak yang membuat Yuna terkejut.

"O-om!" Yuna mundur, tapi tarikan tangan Bastian membuat bibir mereka kembali bertaut. "Jangan lagi!" lanjut Yuna manja, setelah ciuman mereka terlepas.

Yuna bersandar di dada Bastian. Nyaman dan hangat. Ia betah berlama-lama dalam pelukan pria dewasa yang sedikit demi sedikit, namanya mulai terpatri dalam relung hatinya.

Kriiing!

Untuk yang kesekian kalinya, ponsel milik Yuna berdering. Dengan rasa malas dan enggan, Yuna meraih benda pipih yang membuat kesadarannya langsung merangkak naik sampai 100%.

"Gawat!" panik Yuna, saat melihat jam di ponselnya.

"Ada apa?" Bastian penasaran. Melihat wajah panik Yuna.

Yuna dengan panik dan terburu-buru, menjelaskan sedetail mungkin kondisi yang sedang dihadapinya.

"Jadi selama nenek kamu ada disini, kita gak bisa tinggal bareng gitu?" terselip rasa tak rela dalam nada yang Bastian ucapkan.

"Maafin aku ya Om? Tapi aku janji, setelah nenek pulang... aku pasti langsung balik ke sini lagi?" Yuna berusaha untuk meyakinkan. Ia sendiri sebenarnya juga tak rela berpisah dari pria itu.

"Kalau aku lagi pengen gimana?" Bastian menarik pinggang Yuna. Membuat tubuh mereka rapat tanpa jarak.

"Aku akan cari alasan. Om, please! Izinin aku ya? Nenek sangat penting bagiku?" mohon Yuna dengan sangat.

Tak tega melihat sorot mata Yuna yang memelas. Bastian pun mengizinkannya, meskipun dari dalam lubuk hatinya, ia tidak ingin berpisah dari Yuna. Karena kenyamanan sudah dari dapatkan dari siswa SMA itu.

"Aku akan mengantarmu pulang?" putus Bastian. Tak mungkin ia membiarkan Yuna pulang sendirian ditengah malam begini.

"Terima kasih Om!" Yuna mencium pipi Bastian sebagai ucapan terima kasih.

Yuna bersiap secepat mungkin. Ia tidak berani menjawab panggilan telepon dari neneknya. Ia takut, sangat takut. Membayangkan bagaimana marahnya wanita tua itu.

"Apa aku antar kamu sampai ke dalam rumah? sekalian biar aku jelasin ke nenek kamu?" Bastian sangat tak tega, melihat ketakutan di wajah cantik Yuna.

"Jangan Om! yang ada nanti nenek malah makin marah dan apa yang aku lakukan bakal ketahuan!" tolak Yuna.

Ia tak berani melakukan hal itu. Baru membayangkannya saja, sudah membuatnya semakin ketakutan. membayangkan amarah, lalu wajah pucat neneknya karena penyakit jantungnya yang kumat. Membuat nyali Yuna menciut seketika.

Bastian memacu laju mobilnya dengan kencang. Membelah jalan malam yang sepi dan lengang. Yuna menggenggam erat seatbeltnya, tatapan matanya tertuju pada jalanan, yang sebenarnya tidak benar-benar ia perhatikan. Karena fokus dsn pikirannya melayang pada sang nenek yang pastinya menunggu dengan marah.

"Hati-hati ya? Kalau ada apa-apa hubungi aku?" pesan Bastian, mencium kening Yuna dengan lembut.

Hati Yuna menghangat di tengah kepanikan. "Terima kasih ya Om udah ngertiin aku?"

Bastian mengangguk. Yuna bersiap turun, tapi sebelum membuka pintu, ia menatap Bastian sekali lagi.

"Aku masuk dulu ya Om? Om hati-hati di jalan?"

Yuna keluar dari mobil. Jantungnya berpacu kencang, langkahnya terasa berat, setiap tapak kakinya mendekati pagar hitam yang menjulang.

Huuh!

Yuna menghela nafas berat. Tangannya terkepal untuk memberikan kekuatan.

Setelah dibukakan pintu oleh satpam, Yuna mulai melangkah masuk dan melihat lampu ruang tamu yang masih menyala.

"Nenek pasti nungguin aku?" keringat sebesar biji jagung menetes dari pelipisnya.

Yuna tidak memiliki pilihan, selain menghadapi dan menerima konsekuensi apapun yang akan ia terima nanti.

"Assalamualaikum!" Yuna membuka pintu, dan benar saja... neneknya masih menunggu di sofa.

"Waalaikumsalam! akhirnya kamu pulang juga Yuna. Kamu baik-baik saja kan? kamu tidak terluka kan?" tanya nenek Rasmi panik.

Yuna mengerutkan kening, bingung tentu saja. Karena dalam bayangannya, ia akan kena marah dan bisa dipukul oleh neneknya. Tapi respon yang ia dapatkan, malah berbeda.

"Aku baik-baik saja Nek! kenapa nenek sangat panik?" Yuna menuntut neneknya kembali duduk di sofa.

"Kamu kenapa nggak ngasih tau nenek kalau kamu dan temanmu itu kecelakaan?"kata nek Rasmi dengan mata yang berkaca-kaca.

"Kecelakaan?" Yuna mati bertambah bingung.

"Edo yang kasih tahu nenek kalau kamu dan sahabatmu kecelakaan tadi sore. Nenek hampir aja mau nyusulin kamu ke rumah sakit. Tapi kata Edo keadaan kalian baik-baik saja dan setelah istirahat baru diperbolehkan pulang!" jelas Nek Rasmi.

Sekarang Yuna baru paham. Jika ini kebohongan yang Edo ucapkan untuk membantu menyelamatkan dirinya dari amarah sang nenek.

"Nenek jangan khawatir, aku sudah baik-baik saja kok!" Yuna dengan terpaksa mengikuti kebohongan itu.

"Alhamdulillah kalau begitu. Sekarang lebih baik kamu tidur!" kata Nek Rasmi.

Yuna mengangguk. Ia meminta maaf ke neneknya karena sudah membuat wanita tua itu khawatir. Setelah itu ia naik ke lantai atas, menuju ke kamarnya dengan hati yang terasa lega. Karena ketakutannya tidak terjadi.

"Sudah dipikirkan bagaimana caranya mengucapkan terima kasih padaku?" kata Edo yang tiba-tiba saja muncul.

"Aku tidak pernah minta dibantu olehmu!" kata Yuna tak suka. "jangan kira karena kamu sedang membantuku hari ini. Aku akan memaafkanmu... itu tidak akan mungkin!" lanjutnya dengan sengit.

Edo menyandarkan punggungnya di tembok sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Jika aku tidak membantumu. Apa kamu akan bicara jujur, Jika kamu baru saja melayani pria dewasa di sebuah apartemen!" ucap Edo dengan senyum semir yang terlihat di wajahnya.

"Kamu mengikutiku!" sengit Yuna marah.

Edo mengangkat kedua bahunya. "Anggap saja begitu! Jika kamu tidak mau pembuatan tercelamu itu diketahui oleh nenek. Sebaiknya kamu ubah sikapmu dan kembalilah menjadi Yuna yang manis!" dengan tampang yang sangat menyebalkan, Edo menyentuh dagu Yuna selalu mencium jarinya dalam dalam.

"Awas aja kalau kamu berani mengadukannya, sialan!" maki Yuna marah.

Edo sama sekali tidak terpengaruh dengan amarah Yuna. Melainkan ia malah tersenyum senang, berjalan meninggalkan Yuna sambil melambaikan tangan.

"Persiapkan dirimu untuk pergi ke sekolah bersamaku, Yuna. Setelah ini, kita akan kembali merajut kasih kita yang sebelumnya sempat terputus!"

Yuna berang. Ia ingin memukul, menuju, dan menendang wajah Edo yang sangat menyebalkan.

"Aku tidak akan sudi sialan!" Yuna menghentak-hentakkan kedua kakinya di lantai dengan kesal. Tapi apapun yang ia lakukan, tidak bisa mengubah keadaan. karena mulai besok pagi, iya harus pergi dan pulang ke sekolah bersama Edo. Pria yang sangat ia benci di muka bumi.

1
Aisyah Aisyah
cerita nya menarik
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
geli sih sama si Edo ...gak mau nabokin aja gitu kalo deketin kamu lagi Yuna ...

duh2 gimana ya kalo Bastian mau Nina ninu kan yuna lagi di rumah mama nya
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
seru juga cerita nya 🤣
Ira Janah Zaenal
Yuna kamu terlalu menggoda... jangan salahkan Bastian yg menempel terus padamu😍
Dew666
👍👍👍👍👍
Erita Simanjuntak
ceritanya bagus
Bunda SB: terima kasih
total 1 replies
Erita Simanjuntak
sangat bagus
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🪻🪻🪻🪻🪻
Dew666
💎💎💎💎
Dew666
❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹❤️‍🩹
Nurhartiningsih
lanjut
Nurhartiningsih
yuk lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!