NovelToon NovelToon
Dear Unforgettable Story

Dear Unforgettable Story

Status: tamat
Genre:Obsesi / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daena

Katarina Ayudia adalah siswi genius penerima beasiswa yang hidup sederhana, sementara Alarick Valerius adalah putra tunggal konglomerat sekaligus ketua geng motor yang ditakuti. Cinta mereka yang membara harus menghadapi tembok besar bernama Victoria Valerius, ibu Alarick, yang merancang fitnah keji untuk memisahkan mereka. Victoria mengancam masa depan Kate dan memanipulasi Alarick hingga pria itu percaya bahwa Kate adalah gadis oportunis yang telah mengkhianatinya dengan banyak pria.

Perpisahan pahit selama bertahun-tahun meninggalkan luka mendalam, Kate hidup dalam kemiskinan dan kerja keras demi bertahan hidup, sementara Alarick tumbuh menjadi CEO dingin yang menderita trauma psikologis berupa rasa mual hebat setiap kali menyentuh Kate karena bayangan fitnah masa lalu.

langsung baca aja dear😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Martabat Sang Penakluk

Siang itu, matahari di atas kampus Harvard terasa menyengat, namun atmosfer di pelataran utama jauh lebih dingin saat sebuah mobil mewah berhenti tepat di jalur pejalan kaki.

Aldrian Cavanough keluar dari mobilnya. Wajahnya yang biasanya terlihat hangat dan romantis kini tampak kusut, matanya cekung, dan harga dirinya yang dulu setinggi langit kini sedang dipertaruhkan.

Ia datang untuk satu tujuan, memohon pengampunan Andrea agar aliansi bisnis antara Cavanough dan Sterling-Valerius tidak hancur total, dan agar ia tidak kehilangan piala paling berharganya.

Saat Andrea melangkah keluar dari gedung fakultas bersama Maya dan beberapa asistennya, Aldrian langsung menghadang.

"Andrea! Tunggu!" teriak Aldrian, suaranya sedikit parau.

Andrea berhenti. Ia tidak terkejut, tidak juga takut. Ia hanya berdiri di sana dengan kacamata hitam yang menutupi matanya, melipat tangan di dada dengan keanggunan yang mematikan.

Di belakangnya, Xavier muncul dari kerumunan mahasiswa, berdiri dalam jarak yang cukup dekat untuk mengawasi, namun cukup jauh untuk tidak terlihat ikut campur.

"Mau apa lagi, Aldrian?" tanya Andrea, suaranya sedatar es yang membeku di kutub.

"Andrea, aku mohon... beri aku kesempatan kedua. Malam itu aku dijebak, aku mabuk, aku tidak tahu apa yang aku lakukan!" Aldrian mencoba meraih tangan Andrea, namun Andrea segera menariknya dengan gerakan jijik.

"Dijebak?" Andrea tertawa kecil, suara tawa yang paling merendahkan yang pernah didengar Aldrian. "Seorang pria dewasa yang sudah malang melintang di dunia malam sepertimu, tertangkap basah di atas ranjang dengan pelayan, lalu menyalahkan alkohol? Betapa menyedihkannya alasanmu."

Beberapa mahasiswa mulai berkumpul, mengeluarkan ponsel untuk merekam drama yang tak ternilai ini.

"Aku mencintaimu, Andrea! Kita baru saja menikah!"

Andrea melepas kacamata hitamnya, menatap Aldrian dengan mata yang memancarkan kebencian murni sekaligus rasa kasihan yang menghina.

"Dengar baik-baik, Aldrian. Di mataku, kamu bukan lagi suamiku. Kamu bahkan bukan lagi seorang pria. Kamu hanyalah sampah yang tidak sengaja singgah di hidupku. Sampah yang baunya sudah tercium bahkan sebelum aku sempat membuangnya ke tempat yang benar," ucap Andrea dengan nada yang sangat jernih agar semua orang bisa mendengarnya.

Wajah Aldrian memerah padam. Kata sampah itu menghantam harga dirinya tepat di ulu hati. Ia adalah seorang Cavanough, pria yang terbiasa dipuja, namun di depan gadis Valerius yang jauh lebih muda darinya ini, ia merasa seperti debu yang tidak berarti.

"Kamu... kamu terlalu sombong, Andrea! Kamu pikir kamu siapa?!" desis Aldrian, suaranya bergetar karena malu yang amat sangat.

"Aku adalah orang yang baru saja menghapus namamu dari hidupku dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam," balas Andrea dingin.

"Sekarang, pergi dari sini sebelum aku menyuruh keamanan menyeretmu keluar seperti anjing liar yang mengganggu."

Aldrian hanya bisa mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kukunya melukai telapak tangannya sendiri. Ia ingin memaki, ia ingin marah pada kesombongan gadis ini, namun ia tidak punya kekuatan. Ia menyadari satu hal, ia sudah kehilangan segalanya.

Xavier, yang berdiri tak jauh dari sana, menatap pamannya dengan pandangan yang sulit diartikan. Ia melihat bagaimana Andrea menghancurkan harga diri Aldrian tanpa sedikit pun ragu.

Andrea kemudian berbalik, mengabaikan Aldrian yang mematung di tengah kerumunan mahasiswa yang mencemoohnya. Saat ia berjalan melewati Xavier, langkahnya sedikit melambat. Matanya bertemu dengan mata Xavier selama satu detik, sebuah tatapan yang penuh rahasia.

Andrea melanjutkan langkahnya menuju mobil, tetap tertatih namun tetap anggun. Ia telah memenangkan pertempuran publiknya. Ia bukan hanya seorang korban, ia adalah sang Ice Queen yang baru saja membakar hangus masa lalu yang mengkhianatinya.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear😍

1
anggita
ikut ng👍like aja+iklan☝. moga novelnya lancar.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!