NovelToon NovelToon
REINKARNASI ALKEMIS SUCI

REINKARNASI ALKEMIS SUCI

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: ARIYANTO

Xue Xiao adalah seorang alkemis hebat nomor satu di alam abadi, bahkan bakatnya di gadang-gadang akan mampu memecahkan batasan alam abadi dan membuka jalur kenaikan menuju alam Dewa yang telah tersegel selama jutaan tahun melalui Dao alkimia.

Namun pada suatu saat, Xue Xiao dikhianati oleh sahabat dan kekasihnya untuk merebut Artefak Dewa yang dimiliki Xue Xiao.

Selama ratusan tahun, Xue Xiao hanya berfokus pada Dao Alkimia. Meskipun kultivasinya tinggi, namun dibandingkan mereka yang menempuh jalur Dao beladiri tentu ia tidak bisa menjadi lawan.

Hingga akhirnya, Xue Xiao yang terpojok dan putus asa, memilih untuk meledakkan dirinya dan menyeret para penghianat itu untuk menemaninya di jalan kematian.

Tapi tak disangka, Artefak Dewa yang ia miliki justru menyelamatkan jiwanya disaat-saat terakhir dan membawanya ke dunia yang sama sekali baru, bahkan merekonstruksi tubuh fisiknya yang sudah hancur berkeping-keping.

bagaimana perjalanan Xue Xiao di dunia baru, ikuti terus cerita ini

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARIYANTO, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28

Xue Xiao tidak mengerti apa yang dimaksud mikro-vibrasi itu, "Sampaikan pada tuanmu," ucap Xue Xiao sambil berdiri. Posturnya yang tegak membuat ruangan itu terasa mengecil. "Aku akan datang besok. Bukan untuk diadili, tapi untuk melihat seberapa kokoh balai kalian saat aku menginjakkan kaki di sana. Sekarang, keluar. Kalian menghalangi cahaya matahari yang masuk ke klinik ku."

Zhao menelan ludah. Ia tahu ia tidak bisa memenangkan pertarungan di sini. Dengan wajah yang kaku, ia memberi isyarat pada kedua rekannya untuk pergi. "Besok pagi pukul sembilan. Jika Anda tidak datang, jangan salahkan kami jika kami bertindak kasar."

Setelah ketiga orang itu pergi, suasana klinik kembali sunyi, namun keheningan itu terasa sangat berat. Lin Qingyan menatap tumpukan abu di atas meja dengan tangan gemetar.

"Master Xiao... Anda baru saja membakar jembatan terakhir," bisik Qingyan.

Xue Xiao kembali duduk, wajahnya kembali datar seolah tidak terjadi apa-apa. "Jembatan itu memang sudah rapuh sejak awal. Terlebih lagi, aku tidak membutuhkan jembatan untuk menyeberangi sungai kecil seperti ini. Aku lebih suka berjalan di atas airnya langsung."

Ia kemudian menoleh ke arah tangga. "Meiling, keluar dari sana. Aku tahu kau mengintip sejak tadi."

Han Meiling pun muncul dari balik pilar di lantai dua, wajahnya penuh kekhawatiran namun ada binar kekaguman di matanya. "Master... apakah mereka akan menyakiti kita?"

Xue Xiao menatap gadis kecil itu, dan untuk pertama kalinya, ada sedikit kehangatan di matanya. "Selama aku masih bernapas, tidak akan ada satu helai pun dari rambutmu yang akan disentuh oleh bajingan-bajingan itu. Kemarilah, duduk di sampingku. Aku akan mengajarimu cara mengatur napas agar kau tidak perlu lagi takut pada intimidasi murahan seperti tadi."

Sepanjang sore itu, Xue Xiao tidak mengobati pasien lagi. Ia justru menghabiskan waktunya mengajari Han Meiling teknik pernapasan dasar sebuah metode yang disebut Pernapasan Akar Bumi. Ini bukan kultivasi Qi yang rumit, melainkan cara untuk menguatkan organ dalam melalui ritme udara.

Lin Qingyan memperhatikan dari kejauhan. Ia melihat bagaimana Xue Xiao, pria yang begitu dingin dan mematikan, bisa begitu sabar membimbing Han Meiling. Ia mulai menyadari bahwa Xue Xiao bukan hanya seorang alkemis abadi yang kuat, tapi juga seseorang yang sangat kesepian, yang mencoba membangun dunianya sendiri di tengah kebisingan modernitas yang kacau ini.

Malam harinya, setelah Lin Qingyan pulang dengan perasaan campur aduk, Xue Xiao berdiri di balkon lantai tiga. Ia menatap ke arah utara, tempat kediaman Keluarga Wang berada, dan ke arah timur, tempat Balai Asosiasi Seniman Beladiri berdiri tegak.

Ia melepaskan ikat rambutnya, membiarkan rambut hitam panjangnya terurai diterpa angin malam. Di tangannya, ia memegang sebuah biji tanaman kecil yang ia bawa dari Shennongjia, biji Pohon Giok Abadi. Nama ini adalah yang Xue Xiao berikan untuk tanaman ini.

"Dunia ini mungkin miskin energi spiritual," bisik Xue Xiao pada bulan yang tertutup awan. "Tapi darah dari para naga palsu itu mungkin cukup untuk memberi nutrisi pada bibit ini."

Xue Xiao mengepalkan tangannya, dan malam itu, di dalam kegelapan kliniknya, sebuah rencana besar mulai terbentuk. Ia tidak akan hanya bertahan, ia akan mulai menanam pengaruhnya, satu per satu, hingga seluruh Shanghai menyadari bahwa ada seseorang yang tidak bisa diikat oleh hukum manusia mana pun.

...

Pagi hari di distrik Jing-an dimulai dengan rintik hujan tipis yang membasahi tanah dan pepohonan. Xue Xiao berdiri di depan cermin di lantai tiga kliniknya. Kali ini ia mengenakan jubah rami hitam panjang yang diberikan oleh Lin Qingyan, potongannya sederhana namun memberikan kesan agung yang kuno. Rambut hitamnya dibiarkan terurai, hanya diikat sedikit di bagian belakang.

Di bawah, Pak Tua Han sedang menyiapkan payung dengan tangan gemetar. Ia tahu ke mana tuannya akan pergi pagi ini. Ke Balai Asosiasi Seniman Beladiri, tempat yang bagi orang biasa seperti dirinya adalah sarang para dewa perang yang tidak tersentuh hukum.

"Master Xiao, apakah Anda benar-benar harus pergi sendiri? Nona Lin baru saja menelepon, dia bilang akan menjemput Anda dengan pengawal keluarga Lin," ucap Pak Tua Han dengan nada khawatir yang kental.

Xue Xiao menuruni tangga kayu dengan langkah yang santai tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, seolah-olah kakinya tidak menyentuh lantai. "Keluarga Lin sudah terlalu banyak ikut campur, Pak Tua. Jika aku terus bersembunyi di balik ketiak mereka, orang-orang di kota ini akan mengira aku hanyalah seekor kucing peliharaan yang pandai mencakar. Terlebih lagi, aku tidak ingin berhubungan terlalu dalam dengan keluarga-keluarga bangsawan ini. Yang aku inginkan hanyalah menjalani hidupku dengan damai dan riang,"

Xue Xiao mengambil payung bambu miliknya, bukan payung lipat modern yang ditawarkan Pak Tua Han. Ia berjalan keluar, melewati pintu kaca otomatis yang berdecit pelan. Di trotoar, sebuah mobil sedan hitam sederhana sudah menunggu. Bukan mobil mewah keluarga Lin, melainkan taksi umum yang ia pesan melalui bantuan Han Meiling semalam.

Perjalanan menuju pusat kota memakan waktu tiga puluh menit. Sepanjang jalan, Xue Xiao hanya menatap rintik hujan yang menghantam kaca jendela mobil. Ia memikirkan betapa rapuhnya tatanan dunia ini. Di Alam Abadi, jika seseorang dihina, mereka akan menyelesaikannya dengan pedang dan nyawa. Di sini, manusia menciptakan gedung-gedung besar dan meja-meja perundingan hanya untuk menutupi rasa takut mereka akan kekerasan yang murni.

Setelah dua puluh menit perjalanan, taksi berhenti di depan sebuah kompleks bangunan bergaya arsitektur Tiongkok klasik yang dikelilingi oleh pagar besi setinggi tiga meter. Di atas gerbang utama, tergantung sebuah papan nama kayu besar dengan ukiran emas bertuliskan "Asosiasi Seniman Beladiri Shanghai". Dua patung singa batu raksasa berdiri di sisi gerbang, mata mereka tampak mengawasi setiap orang yang lewat dengan tatapan yang mengancam.

Xue Xiao turun dari mobil. Begitu kakinya menyentuh lantai granit di depan gerbang, ia bisa merasakan getaran energi yang berbeda. Sepertinya ada ratusan praktisi beladiri di dalam sana, sebagian besar adalah semut yang tidak berarti, namun ada beberapa titik energi yang cukup stabil, mungkin mereka yang sudah mencapai tingkat Pemurnian Jantung atau lebih tinggi.

Dua penjaga berseragam hitam dengan lambang harimau di dada menghalangi jalannya. "Berhenti! Tunjukkan tanda pengenal atau surat undanganmu!"

Xue Xiao tidak berhenti melangkah. Ia hanya mengangkat tangan kirinya, membiarkan sisa abu dari amplop merah kemarin yang telah ia kumpulkan tertiup angin dari telapak tangannya. "Aku datang untuk memenuhi undangan sampah yang kalian kirimkan kemarin."

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!