NovelToon NovelToon
EMOSI BERJILID

EMOSI BERJILID

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Penyesalan Suami
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Farhan bercerai dengan Sinta, wanita yang ia nikahi selama tiga belas tahun. . Farhan jatuh cinta dengan wanita lain,, maka Sinta memilih mundur.

Setelah perceraiannya Farhan menikahi wanita pujaannya itu. Rani seorang janda beranak satu bernama Claudia. Sosok wanita rapuh, yang selalu membutuhkan dirinya. Farhan ingin jadi seseorang yang dibutuhkan di dalam keluarga. Tidak seperti Sinta yang terlalu mandiri.

bagaimana kisahnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HAMIL

Waktu kembali berlalu, sudah tiga tahun. Rani menjadi istri. Tetapi hingga detik ini. Tanda-tanda kehamilan belum nampak.

Namun, Farhan tak pernah menuntut, Rani pun akhirnya pasrah. Hingga datang suatu pagi. ...

"Hueek!" Rani muntah-muntah.

"Sayang, kau kenapa?" tanya Farhan langsung panik.

Rani menggeleng pelan, ia memang belum makan semenjak semalam.

"Mungkin maag, tadi malam nggak sempat makan," jawabnya lalu ia memuntahkan cairan bening yang sangat pahit.

"Astaga, sayang. Kita ke dokter ya!" Rani menggeleng pelan.

"Mas, aku istirahat aja ya. Kamu aja yang antar Claudia sekolah," pinta Rani memohon.

"Aku nggak kuat untuk jalan," lanjutnya lalu tiba-tiba ia pingsan.

Farhan gegas menangkap tubuh istrinya, bersamaan dengan masuknya Claudia.

"Mama!" pekik gadis kecil itu.

"Sayang, ayo ikut Ayah!" sahut Farhan pada Claudia.

"Huuuu ... Mama kenapa Yah ... Hiks!"

"Tenang sayang. Kita bawa ke rumah sakit ya!" sahut Farhan menangkan.

Mereka masuk mobil, setelah Farhan yakin semua pintu terkunci. Barulah ia menjalankan kendaraan itu dan melaju ke rumah sakit terdekat. .

Sesampainya di sana, ia langsung berteriak pada tim medis. Sementara Claudia terus menangis.

Farhan menggendongnya dan mengikuti brangkar istrinya. Keduanya duduk dan menunggu.

Setelah lima menit, seorang perawat keluar.

"Keluarga Pasien Rani!" Farhan berdiri.

"Saya, Sus," ujarnya sambil menggendong Claudia.

"Silahkan masuk Pak!" suruh perawat.

Ketika masuk, ia mendapati Rani sudah duduk dengan mata berkaca-kaca. Di sisinya dokter tersenyum.

"Selamat Pak, istri anda tengah hamil. Untuk lebih jelas dan terperinci. Silahkan periksakan lagi ke dokter kandungan," ujar dokter itu.

"Hore. .. Aku punya adik!" seru Claudia bersorak.

Dokter keluar, Rani duduk di pinggir brangkar. Farhan mendekat dan mencium kening istrinya.

"Alhamdulillah sayang," ujarnya bersyukur.

"Kita periksa langsung?" ajak Farhan.

"Mas, pekerjaanmu bagaimana?" tanya Rani khawatir.

"Tak usah cemaskan itu. Aku sudah telepon Lina untuk menangani sebentar," jawab Farhan santai.

Lalu mereka pun ke dokter kandungan. Di sana, Rani diperiksa secara cermat.

"Wah ... Jika dilihat dari ukuran, embrio sudah berkisar empat sampai lima mingguan," ujar dokter kandungan ketika melihat layar USG.

Rani menatap kantung embrio dengan mata berbinar. Setelah diperiksa, ia mengusap pelan perutnya.

"Tolong jaga janinnya ya. Bunda harus banyak makan-makan bergizi dan vitamin. Istirahat cukup dan jauhi over thinking," jelas dokter sambil menulis resep vitamin.

"Ini ada beberapa vitamin untuk kesehatan janin dan ibunya. Sekali lagi selamat ya Pak, Bu!" ujar dokter itu memberi selamat.

"Terimakasih, Dok!" sahut Rani dan Farhan juga tersenyum.

Keluar dari ruang dokter kandungan, langkah Rani terasa ringan—seolah lantai rumah sakit berubah menjadi awan.

Tangannya tak pernah lepas dari perutnya. Masih datar. Masih belum terlihat apa-apa.

Namun baginya… dunia sudah berubah. Claudia berjalan di samping Farhan sambil meloncat kecil.

“Ayah… nanti aku jadi kakak beneran ya?” tanyanya berbinar.

Farhan tersenyum, mengusap kepala gadis kecil itu.

"Iya ... sekarang Claudia akan jadi kakak.yang hebat!" jawabnya bangga.

Mereka naik mobil, Farhan membukakan pintu untuk istrinya. Rani tersenyum, ia masuk dengan hati berbunga-bunga. Claudia duduk dibelakang. Farhan menarik sabuk pengaman pada anak sambungnya itu.

Setelahnya, ia pun naik dan menjalankan mobil itu. Sesekali ia memelankan laju kendaraannya. Rani terkekeh melihat kehati-hatian suaminya.

"Mas, laju kendaraan kita kalah sama mobil butut di depan!"

"Nggak apa-apa. Yang penting selamat!" jawab Farhan santai.

Sampai rumah, pintu pagar terbuka secara otomatis. Farhan membukakan lagi pintu mobil untuk istrinya. Rani seperti ratu, tetapi Farhan suaminya itu memang meratukannya. Claudia pun dibantu turun olehnya.

"Oke sekarang kalian aman di rumah. Aku kerja dulu ya," Rani mengangguk.

"Aku nggak sekolah?" tanya Claudia polos.

Farhan tertawa, ia mengangguk.

"Iya. Claudia libur dulu jaga Mama ya. Besok baru sekolah!" jawab Farhan.

"Horee ... Siap jaga Mama!" serunya memberi hormat.

Rani dan Farhan tertawa, lalu Farhan pun pamit pergi ke kantornya. Rani mengelus perutnya, tersenyum penuh arti.

"Kamu harus laki-laki!" gumamnya dalam hati.

Tak terasa, siang datang. Farhan meninggalkan pekerjaannya untuk sholat dan makan. Lalu ponselnya berdering.

"Pak, Den Leo dan Den Ardian kembali tidak dijemput Bu Sinta," ujar seseorang dari seberang telepon.

Farhan menghela nafas panjang, ia benar-benar tak habis pikir dengan. Perbuatan mantan istrinya.

"Baik, saya akan suruh Pak Supri untuk menjemput mereka. Terimakasih Pak atas laporannya!" ujar Farhan lalu menutup sambungan telepon.

"Sinta. .. Berapa banyak uang yang kau cari?" keluhnya.

Sementara di sekolah, Leo dan Adrian duduk menunggu. Leo sudah kelas dua SMP sementara Adrian mau masuk SMP.

"Kak, aku mau jadi tentara!" ujar Adrian memecah keheningan.

"Apa. Kenapa?" tanya Leo.

"Seneng aja, kayaknya gagah gitu!' jawab Adrian mantap.

"Kalau gitu kamu harus rengking satu terus biar dapat beasiswa!" ujar Leo memberi semangat.

"Kak."

"Hemmm!" sahut Leo.

"Kakak nggak penasaran kenapa bisa masuk SMP yang sama? Kan Kakak tau sendiri. Kalau persaingannya berat?" tanya Adrian penasaran.

Leo terdiam, waktu mau pendaftaran. Pihak sekolah sudah menetapkan jalur hijau untuk anak-anak berprestasi. Tetapi nilainya kurang untuk masuk jalur hijau itu.

"Pasti Bunda yang usaha ...," jawab Leo yakin.

"Are you sure? Bunda aja sekarang telat lagi jemput!" sahut Adrian tak yakin justru.

"Jujur Kak, waktu itu aku lihat Ayah pas pendaftaran khusus," ujar Adrian.

Leo menoleh padanya, lalu kembali menatap arah gerbang, ia menggeleng pelan.

"Nggak mungkin. Ayah sudah punya keluarga baru ... Dia nggak mungkin Ingah kita!" sahutnya.

Tak lama sebuah mobil sedan datang, Supri keluar dan berjalan masuk. Keduanya pun berdiri.

"Pak Supri!' sapa Leo dan Adrian.

"Iya Den. Tunggu ya, Bapak lapor guru piket dulu!" ujar pria itu. Leo dan Adrian mengangguk.

Setelah itu Supri keluar kantor guru dan mengajak dua anak majikannya pulang.

Sementara di toko kue Sinta. Ruangan itu penuh sesak oleh pelanggan, bahkan sampai satu meter antrean.

Sinta sibuk di dapur, berteriak-teriak pada bawahannya.

"Cepat pagang loyang ini di oven besar!" serunya.

"Macha habis Bu!" seru manager toko.

"Oke, aku siapkan macha. Dista, kamu rounding semua adonan yang sudah ditimbang!' sahutnya sambil memerintah.

"Baik, Bu!"

"Bu ... Nggak jemput anak sekolah?" tanya Riana assiten barunya.

Sinta yang tengah mengambil macha berhenti. Tangannya menggantung di udara. Tetapi ia sangat yakin jika Farhan sudah ambil alih itu semua.

"Saya tadi sudah suruh supir untuk jemput anak-anak!" jawabnya berbohong.

"Pesanan lapis legit dua karton!" seru salah satu pelayan.

Ruangan itu pun riuh dengan semua kegiatan. Hingga waktu makan siang habis. Barulah toko itu sedikit lengang.

"Astaga, sudah pukul setengah dua!" seru Riana menatap jam dinding.

"Yang mau istirahat ayo. Gantian!" serunya pada para karyawan baking.

"Oke!" sahut mereka semangat.

Ting! Lonceng pintu berbunyi, seorang pelanggan datang. Sinta langsung menyambutnya.

"Selamat siang, boleh saya pesan snack lima puluh kotak!'

"Oh bisa, boleh tunggu ya!' ujar Sinta semangat.

Ia mengepak sendiri pesanan itu dengan sangat cepat dan rapi. Pelanggan puas dan langsung beri rating bintang lima.

Sinta menatap layar ponselnya, akun tokonya kini sudah punya nama di media sosial. Sudut bibirnya naik. Kepuasan dan rasa bangga hadir.

Sementara itu, Farhan ditelepon seseorang.

"Sama-sama telah menjadi pelanggan kue dari mantan istri saya. Tapi, bisakah saya minta Bapak dan kolega Bapak untuk mengurangi pesanan pada toko itu. Saya rasa, beri sedikit rejeki untuk toko lainnya," pintanya.

"Oh, baik Pak. Saya akan sedikit kurangi. Sebenarnya rasanya sama saja dengan toko kue yang dekat sini. Tetapi kami pesan itu karena Bapak Farhan saja," ujar pria di seberang telepon.

bersambung.

Hahaha ... Sinta nggak sadar kalau tokonya berkembang bukan karena usaha dia.

Next?

1
vania larasati
lanjut kak
Atik Marwati
kan..kan..mau selingkuh lagi cari yg katanya sempurna...😤😤
Atik Marwati
anak orang kaya tapi kekurangan gizi🥺🥺
Atik Marwati
anak anaknya Sam binasih ditinggal akhirnya Farhan yang jemput
Atik Marwati
anaknya empat ya... kasihan yang 2 masak ga di ingat sih..
Serli Ati
ah...pasti Rani buat alasan sambil bermanja dengan Farhan dan Farhan pasti percaya apa yg dikatakan rani dan masalah selesai dech, Rani merasa aman.
Serli Ati
ah....istri Soleha yg manja dan penurut Farhan memang selalu membutuhkan uang Farhan ya, semoga Rani bisa membuka mata dan hati Farhan utk melihat keburukan dan tipu muslihat Rani yg telah menjerat leher dan meruntuhkan rumah tangganya terdahulu.
Atik Marwati
kelihatan belangnya sekarang...rasakan Farhan
Atik Marwati
🧐🧐🧐
vania larasati
lanjut kak
Serli Ati
sungguh malang nasib Farhan istri tua yg setia tapi mandiri dan ambisius istri muda yg manja, tamak dan rakus hanya ingin menguasai harta saja Farhan saja.
dewi: tp ms mending yg pertama lah mnrt aq ms bisa di beri pengertian pelan2 dr pd istri kedua
total 1 replies
nurry
lanjuuuuttt
nurry
nah sekarang puyeng kan Bu Rani 😄
nurry
sama-sama gila kakak 😄😄😄
nurry
wah wah wah Rani mulai gak jujur sama Farhan, hati2 main api kalo kebakar gosong 😄
nurry
set dah Rani 😬
nurry
astaga Rani 😬
Atik Marwati
berharap dapat berlian ternyata krikil...
vania larasati
lanjutt kak
vania larasati
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!