NovelToon NovelToon
Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Falling In Love Again: First Love, First Hurt

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mafia
Popularitas:159.8k
Nilai: 5
Nama Author: Demar

Sejak kecil Celine Attea selalu berdiri di sisi Ethan Solomon Montgomery, Presiden Direktur Montgomery Group sekaligus pemimpin organisasi dunia gelap Amox. Celine adalah satu-satunya perempuan yang mampu masuk ke semua pintu keluarga Montgomery. Ia mencintai Ethan dengan keyakinan yang tidak pernah goyah, bahkan ketika Ethan sendiri tidak pernah memberikan kepastian. Persahabatan, warisan masa kecil, ketergantungan, dan cinta yang Celine perjuangkan sendirian. Ketika Cantika, staf keuangan sederhana memasuki orbit Ethan, Celine merasakan luka bertubi-tubi. Max, pria yang tiba-tiba hadir dalam hidup Celine membawa warna baru. Ethan dan Celine bergerak dalam tarian berbahaya: antara memilih kenyamanan masa lalu atau menantang dirinya sendiri untuk merasakan sesuatu yang baru. Disclaimer: Novel ini adalah season 2 dari karya Author, “Falling in Love Again After Divorce"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Demar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengejar Kesempatan

Gedung utama Montgomery Corp pagi ini tidak hanya dipenuhi langkah kaki cepat dan bunyi sepatu formal. Seluruh lantai dari divisi keuangan hingga operasional, bergerak dalam irama yang sama: penasaran, terkejut, sekaligus bersemangat.

Di setiap meja kerja, terselip sebuah amplop tebal berwarna cream dengan segel lilin berlogo Montgomery yang dicetak timbul. Undangan resmi yang tidak dikirim melalui surel, tapi diserahkan langsung sebagai bentuk pernyataan kelas dan kekuasaan.

Ethan Solomon Montgomery dan Celine Attea.

Nama itu cukup untuk menghentikan percakapan apa pun. Ethan Montgomery, Presiden Direktur muda, pewaris dinasti Montgomery, pria yang dinginnya menjadi legenda di kalangan staf. Dan Celine Attea, wanita yang selama ini berdiri di sisinya dengan latar belakang yang tak jauh berbeda.

Tak ada kecemburuan di antara para staf. Hanya pengakuan dalam diam: jika ada wanita yang pantas berdiri di sisi Ethan Montgomery, maka itu memang Celine.

Di sudut lantai departemen keuangan, Cantika berdiri mematung. Jemarinya menggenggam undangan itu sedikit terlalu erat, seolah kertas tebal bertekstur halus itu memiliki berat yang jauh lebih besar dari seharusnya. Detak jantungnya tidak selaras dengan kebisingan sekitar, terlalu cepat dan intens.

Baru kemarin ia membiarkan dirinya mengakui sesuatu yang tidak seharusnya tumbuh. Kekaguman dan perasaan yang bahkan belum sempat diberi nama. Dan pagi ini semuanya runtuh oleh selembar undangan. Ethan sudah memiliki kekasih, dan besok ia akan menikah.

“Cantika.”

Suara Rania membuatnya tersentak. Undangan itu hampir terlepas dari tangannya.

“Kau sakit?” Rania mengerutkan dahi. “Wajahmu pucat.”

Cantika buru-buru menggeleng, memaksa senyum yang terasa asing di wajahnya. “Tidak apa-apa. Aku hanya ikut senang.”

Rania tidak curiga. Wajahnya justru berbinar. “Aku juga! Ya ampun, Pak Ethan dan Bu Celine itu serasi sekali. Tampan dan cantik, sama-sama pintar, sama-sama kaya.” Ia terkekeh kecil, larut dalam khayalannya sendiri. “Aku bahkan tidak bisa membayangkan wajah anak mereka nanti. Pasti sangat sempurna.”

Cantika menunduk sedikit, menahan sesuatu yang mengganjal di dadanya.

Rania mendekat, menurunkan suaranya. “Pulang kerja nanti, ayo kita belanja. Ini pesta Montgomery, Cantika. Kita tidak bisa datang asal-asalan.”

Cantika menggeleng cepat. “A-aku masih punya gaun di rumah, Ran.”

Rania menatapnya lebih lama, kali ini lebih lembut. Ia menyentuh lengan Cantika pelan. “Aku traktir.”

“T-tidak usah,” Cantika berusaha menolak.

“Tidak apa-apa,” potong Rania tegas, namun hangat. “Pestanya pasti megah. Kita harus terlihat pantas, supaya tidak dipandang rendah.”

Cantika terdiam sebelum akhirnya mengangguk kecil, lebih karena kelelahan batin daripada persetujuan. Undangan di tangannya mengingatkannya bahwa ada dunia yang boleh ia kagumi dari jauh, namun tidak akan pernah ia masuki.

Tapi…

Apa benar sudah tidak ada kesempatan lagi?

Cantika bergerak gelisah sejak pagi. Sejak undangan itu tergeletak rapi di sudut mejanya, pikirannya tak pernah benar-benar kembali ke ritme kerja. Angka, laporan, dan layar komputer hanya lewat tanpa makna. Ada sesuatu yang terus mendorong dadanya dari dalam, cinta juga harapan. Tanpa sadar kakinya melangkah menuju lift. Jemarinya menekan angka 36 dalam diam.

Lantai eksekutif selalu terasa berbeda, lebih sunyi dan lebih dingin. Udara beraroma mahal tercium saat pintu lift terbuka. Cantika melihat seorang office girl membawa nampan kopi menuju ruangan Presiden Direktur. Ia melihat sekitar, memastikan lorong kosong.

“Itu untuk Pak Ethan?” tanyanya, suaranya dibuat setenang mungkin.

Office girl itu mengangguk. “Iya, Bu.”

Cantika mengambil nampan itu dengan gerakan terkontrol. “Biar saya saja yang antar. Sekalian saya ingin mengantarkan berkas.”

“Tapi, Bu…”

Cantika tersenyum lembut, “Tidak apa-apa.”

Office girl itu ragu sejenak, lalu mengangguk. “Terimakasih, Bu.” katanya sebelum berlalu dari hadapan Cantika.

Cantika menarik napas panjang, merapikan rambutnya sebelum mengetuk pintu.

“Masuk,” suara Ethan terdengar datar dari dalam.

Cantika melangkah masuk. “Selamat siang, Pak,” katanya sopan, lalu meletakkan kopi di sisi meja kerja Ethan.

Ethan hanya melirik sekilas, tanpa mengucap apa pun ia kembali fokus pada layar laptopnya. Wajahnya tetap sama, selalu tenang dan tak tersentuh. Namun justru ketidakpedulian itulah yang membuat jantung Cantika berdebar lebih cepat. Ia berdiri di sana, mengumpulkan keberanian untuk bicara.

“S-saya ingin mengatakan sesuatu, Pak,” ucapnya akhirnya, suaranya sedikit bergetar.

Ethan menoleh dengan tatapannya singkat, isyarat tanpa kata agar Cantika berbicara.

Cantika mengeluarkan sesuatu dari saku roknya, sebuah gelang emas putih. Ia mengulurkannya dengan kedua tangan. “Saya menemukan ini di kursi kemarin. Apakah ini milik Bapak?”

Ethan mengangguk, mengambil gelang itu. Jemarinya menutup benda tersebut seolah tidak ada makna apa pun di baliknya.

Cantika masih berdiri di sana.

“Ada lagi?” tanya Ethan singkat.

Keberanian Cantika nyaris runtuh, tetapi ia memaksakan diri. “Apa… kita pernah bertemu sebelumnya?” katanya, nada suaranya tanpa sadar menjadi lebih personal.

Wajah Ethan tetap datar.

Cantika tersadar. “M-maaf, Pak. Saya hanya merasa pernah melihat Anda sebelumnya.” Ia menunduk, hendak berbalik.

“Bagaimana keadaan adikmu?” suara Ethan menghentikannya.

Cantika menoleh, terkejut. Sorot matanya melunak. “Dia sudah lebih baik, Pak.”

Ethan mengangguk kecil. “Jika kau membutuhkan sesuatu, datanglah padaku.”

Kalimat itu sederhana. Namun bagi Cantika, terdengar seperti perlindungan. Seperti pintu yang terbuka sedikit di dunia yang selama ini tertutup rapat baginya. Ia menatap Ethan lebih lama dari seharusnya. Sesuatu di dadanya menghangat, berkembang tanpa kendali.

“Saya…” suaranya bergetar. “Saya menyukai Bapak.”

Ethan tidak bereaksi.

“Saya tahu ini terlalu cepat. Saya tahu ini tidak pantas,” lanjut Cantika terburu-buru, air matanya menggenang. “Saya tidak tahu kenapa bisa seperti ini. Tapi saya rasa saya mencintai Bapak.”

Tatapan Ethan bagitu tenang, sulit bagi Cantika untuk mengerti arti di baliknya.

“Apa undangan di mejamu tidak cukup jelas?” kata Ethan pelan. “Besok saya akan menikah.”

Cantika mengangguk, air matanya jatuh. “Saya melihatnya, tapi perasaan saya terlalu besar.” Ia menarik napas, hampir terisak. “Bapak memberi saya perhatian yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya.”

Ia memberanikan diri melangkah setengah langkah lebih dekat. “Izinkan saya berada di sisi Anda.”

Ethan menatapnya lurus. “Apa yang kau miliki sehingga merasa pantas berdiri di sisiku?”

Cantika terdiam, lalu menggeleng kecil. “Saya tidak akan menuntut apa pun. Saya tidak akan memberi tahu Bu Celine atau siapa pun.” Air matanya jatuh satu per satu. “Saya hanya ingin selalu ada untuk Anda.”

Kata-kata itu belum sepenuhnya selesai ketika wajah Cantika mendadak pucat. Ia meringis, memegangi kepalanya.

“Sakit…” bisiknya.

Tubuhnya limbung, lalu jatuh lemas tak bertenaga.

Ethan bergerak cepat, menangkapnya sebelum benar-benar terjatuh, lalu membaringkannya di sofa.

“Apa yang terjadi?” tanyanya, nadanya lebih rendah.

“Saya pusing, Pak” jawab Cantika lemah. “Saya tidak tidur semalaman karena harus menjaga adik saya.”

Ethan menatapnya sejenak, lalu berjalan ke mejanya dan menekan interkom.

“Panggil Paman Jerry sekarang!”

1
Arieee
celine 💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
nyonya
paling si ethan entr jadi uring²n saat ditinggal celine atau kebalikannya menjelajah cinta🤣
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
baru ngeh klo sinopsis di depan diganti🤭
Seela New
waktu yg akan menjawab..
siapa pemilik takdir mereka ..
kalea rizuky
nah gini donk celine jangan lemah
kalea rizuky
nunguin nup berasa nungguin dpet arisan lama bgtttt
itin
karna faktanya rasa ketakutan kehilangan setelah baru menyadari bahkan belum sepenuhnya nyatanya keraguan itu masih ada. masih abu abu cuman menipis. dan ethan belum yang benar benar mencintai celine.
Elin Erliana
perasaanku JD ikut gamang thor
Irma Luthfah
iya itu yg lebih baik untuk kalian
Fazira Aisyah
part Celine dan Ethan yg mengandung bawang 😭😭, part yg aku tunggu" dr lama, Celine mengambil sikap yg tegas dgn cara yg lembut dan dewasa, Kalian memang butuh ruang untuk sendiri" , Terutama tuk Ethan, untuk menguji sedalam mana rasa Cinta di hatimu tuk Celine,... Bertemu lah kembali dengan versi yg lebih matang dan dewasa , (Di tunggu nikah part duanya ya Thor, tentunya dengan mempelai yg sama , ETHAN ❤ CELINE)
Felycia R. Fernandez
naaaah bener nih...
menguji seberapa dalam hati kalian masing masing
olyv
Hhhmmm berat bgt yaa cel.. kamu hebat... sampai bertemu di versi yang lebih terbaik 😢💪👍
astr.id_est
see you at the best point according to destiny 👍🥺
SL
mau Thor cerita Celin dan Ethan mirip dengan cerita sekawan kami...dalam kelompok pertemanan kami adacyang pacaran dr SMP dulu sampai kuliah...cew nya yang dulunya setengah mati kecintaan nah cow nya kaya biasa aja..pas PPL beda tempat si cow mulai beda dan ada perhatian ke cew lain nah gadoh tu dianggap sicow selingkuh tp teman cew sadar klo selama ni dia yang over protektif maka dibebaskanlah...sebulan kayanya cow nya datang mohon ampun GK bisa pisah padahal kawanku bilang " udah GK papa..aku GK maksa lagi ketimbang nti kita dah nikah trus kamu nyalahkan aku Krn belum puas masa2 remaja.gt lah..pkoknya aku lupa dulu..😄", cow nya setuju tp tetap berteman katanya...eh ..si cow kepanasan klo kawanku ni setiap Deket cow lain...ada ulahnya...sampe pas siap wisuda Dateng kerumah temanku ngelamar keortunya...Krn ortu DA kenal ya udah kawanku akhirnya Nerima...padahal saat terakhir putus GK ada status apapun cuma berteman tp lagaknya itu 🤭🤭😄...intinya klo jodoh pasti kembali...
keren karyamu Thor...ditunggu kelanjutannya..👍👍
yuna
celine kamu bijak banget. karakter celine ini kasian loh padahal. tapi dia punya mental yg bagus. sekarang tinggal Ethan mau gimana. 😓
astr.id_est
bawang ny banyak euy 🥺😢🤧🤧🤧
Rani Saraswaty
akirnya kluarlah kebijakan yg penuh air mata dan kelembutan🥹🥹
JR Rhna
sedihnya thor😭😭😭
Rahayu Ayu
Menjauh untuk memastikan hati,
Mencoba hubungan baru untuk mengetahui seberapa besar ukuran cinta Ethan untuk Celine.
jangan tanyakan cinta Celine untuk Ethan,karna apapun yg Ethan lakukan tidak bisa membuat Celine mengurangi rasa cintanya untuk Ethan.
Sekarang waktunya Ethan untuk Intropeksi dan membuktikan pada Celine dan pada dunia siapa sebenarnya orang yg pantas ada di hati Ethan dan pantas mendapatkan cinta Ethan sepanjang hidup.

mencoba untuk
Fazira Aisyah: setuju bgt 👍👍👍
total 1 replies
dika edsel
mau apa lo...mau menggatal lagi...??? heh wanita setres...pergi jauh2 sono,sadar posisi kau siapa?? hadeeeh selama msh ada Cantika.. entah knp darah tinggi ku akan sering kumat..., bawaannya pngen memgumpat aja, pelakor kelas teri.. hempaskan saja..!!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!