kelahiran seorang anak lelaki bernama Hong Bai disertai tragedi berdarah. ia kehilangan orang tua dan seluruh kerabatnya. bahkan ia harus menghabiskan masa kanak kanaknya dalam longsoran salju.
namun dibalik semua musibah itu, dia mendapat warisan 3 pusaka yang paling dicari dalam dunia persilatan. sehingga dia harus berjuang dan berlatih keras agar dapat menghadapi musuh-musuh yang menginginkan ketiga pusaka tersebut.
karena kegigihannya ia tumbuh menjadi seorang pendekar berilmu tinggi dan selalu mengulurkan tangannya untuk membantu orang lain.
ikutilah Kisah perjalan Hong Bai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adhy johannis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terluka
Pagi itu seperti biasanya Hong Bai dan Tiau shi bersantai dibalkon paviliun sambil menikmati sarapan. sementara itu tampak ada tiga orang memasuki halaman paviliun dengan memakai jubah kuning bergambar tangan, berwarna merah darah di bagian dada.
setelah mereka memasuki Paviliun terdengar keributan yang membuat Hong Bai dan Tiau shi turun untuk melihat. ternyata ketiga orang tersebut ingin bertemu dengan Hong Bai.
" siapa kalian" kata Tiau shi
" apakah kamu pemilik paviliun senjata sakti" kata seorang mewakili ketiga temannya
" saya saudaranya, untuk apa kamu mencari adik Hong"
" kami utusan aliansi tapak dara ingin menyampaikan pesan ketua untuk pemilik paviliun senjata sakti sekaligus memberikan cendramata dari ketua"
" apa pesan ketua tapak dara untuk saya" kata Hong Bai
" ada dua pesan yang harus kami sampaikan, yang pertama aliansi tapak dara meminta pemilik paviliun senjata sakti untuk tidak mencampuri urusan aliansi tapak darah. yang kedua ketua berpesan kalau pemilik paviliun senjata sakti ingin bantuan aliansi tapak darah, maka datanglah ke hutan tengkorak untuk menemui ketua" kata utusan itu
" untuk yang pertama saya tidak bisa menjamin. selama kalian tidak membuat keributan dengan orang terdekat saya maka saya pun tidak akan mempersoalkan hal itu. untuk yang kedua akan aku penuhi kalau aku membutuhkan aliansi tapak darah" kata Hong Bai
" untuk apa aliansi tapak darah memberikan hadiah pada adik Hong" ucap Tiau shi
" ketua ingin menjalin hubungan dengan pemilik paviliun senjata sakti"
"mana hadiah itu" kata Tiau shi dengan ketus
utusan tertua menoleh kepada salah satu temannya dan teman itupun mengeluarkan sebuah kotak dan menyerahkannya pada Hong Bai.
setelah menerima kotak itu Hong Bai membuka kotak itu dan isinya adalah dua mutiara hitam putih. setelah melihat hadiah itu Hong Bai menyerahkannya kepada Tiau shi untuk disimpan. Tiau shi menerima kotak itu dan membuka bahkan mengambil kedua mutiara tersebut untuk memeriksa keaslian mutiara hitam putih. setelah memeriksa mutiara itu dengan seksama Tiau shi kemudian menyimpannya.
" sampaikan ucapan terima kasih ku kepada ketua aliansi tapak darah" kata Hong Bai dengan tersenyum
" baik tuan, akan kami sampaikan. satu hal yang kami lupakan selain ketua mengutus kami ketua juga mengutus dua dewa aliansi untuk menguji kepandaian pemilik paviliun senjata sakti. menurut perhitunganku sebentar sore mereka akan tiba" kata perwakilan utusan aliansi tapak darah
Hong Bai hanya mengangguk dan tersenyum. setelah mengatakan hal tersebut ketiga utusan aliansi tapak darah berpamitan meninggalkan paviliun senjata sakti.
baru satu Bakaran dupa setelah kepergian ketiga utusan itu Hong Bai merasakan kehadiran dua aura yang cukup kuat.
" kakak Tiau, kita kedatangan tamu" kata Hong Bai pada Tiau shi
" sepertinya mereka yang dimaksudkan oleh ketiga utusan tadi adik Hong"
" apakah kita harus menyambut mereka "
" biarkan aku yang menyambut mereka" kata Tiau shi sambil melangkah keluar dari paviliun
setelah sampai diluar Tiau shi menggunakan Sona persuasinya untuk mencari keberadaan dua dewa aliansi tapak darah. ahirnya Tiau shi melihat keberadaan mereka disalah satu pohon besar disamping paviliun. Tiau shi mendorong tangannya kearah pohon tersebut. Sambaran hawa panas menyambar kearah kedua dewa yang bersembunyi diatas pohon itu. tampak daun daun langsung hangus ketika dilewati Sambaran hawa tenaga dalam Tiau shi. tampak dua bayangan menyambut hawa tenaga dalam Tiau shi. mereka bertiga secara bersamaan mengerahkan tenaga dalam masing masing untuk menindih lawan mereka.
walaupun melawan dua orang Tiau shi tidak gentar. awalnya Tiau shi hanya mengerahkan setengah tenaga dalamnya untuk mencoba kekuatan tenaga dalam lawannya. namun setelah terjadi bentrokan tenaga dalam Tiau shi merasakan sesak pada dadanya. tandanya dia mulai terdesak dalam bentrokan tenaga dalam tersebut.
hal ini membuat Tiau shi mengeluarkan pekikan nyaring seperti suara pekikan burung rajawali sambil mengerahkan seluruh tenaga dalamnya. akibatnya kuda kuda kedua dewa mulai berguncang dan mundur kebelakang satu langkah. namun tiba tiba pancaran tenaga dalam Tiau shi mendadak menghilang, akibatnya Tiau shi terlempar kebelakang seperti daun kering. Hong Bai yang baru tiba terkejut dan bergerak cepat menyambar Tiau shi. ternyata Tiau shi sudah pingsan dan mengalami luka yang cukup serius. saking marahnya Hong Bai melepaskan jurus tingkat delapan dari tapak cahaya menggetarkan langit. tampak ribuan cahaya menyambar kearah kedua dewa. dua dewa aliansi tapak darah berusaha keras menghindari Sambaran tapak cahaya namun hanya sebagian saja yang berhasil mereka hindari. tampak beberapa Sambaran tapak cahaya menghantam telak dua dewa aliansi tapak darah. mereka terlempar hingga keluar dari kompleks paviliun. hanya dewa Kana yang masi dapat bangkit walau dengan susah payah. sedangkan dewa kiri sudah kehilangan nyawa sebelum menyentuh tanah.
tanpa menghiraukan nasib kedua dewa aliansi tapak darah, Hong Bai menggendong Tiau shi kedalam paviliun untuk diobati. sedangkan dewa kiri kabur dengan membawa jenasa dewa kanan.
bersambung......
ayo bantu autor dengan tinggalkan komentar.
ditunggu kelanjutannya