NovelToon NovelToon
Tak Lagi Berharap KESEMPATAN KEDUA

Tak Lagi Berharap KESEMPATAN KEDUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Fantasi Wanita / Reinkarnasi
Popularitas:42.2k
Nilai: 5
Nama Author: RAYAS

hai semua ini novel pertama Rayas ya🤭
kalau ada saran atau komentar boleh tulis di kolom komentar ya. lopyouuuu 😘😘

Dalam keputusasaan, sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawanya di tahun 2025. Namun, maut ternyata bukan akhir. Safira terbangun di tubuhnya yang berusia 17 tahun, kembali ke tahun 2020—tepat di hari di mana ia dikhianati oleh adik tirinya dan diabaikan oleh saudara kandungnya hingga hampir tenggelam.

​Berbekal ingatan masa depan, Safira memutuskan untuk berhenti. Ia berhenti menangis, berhenti memohon, dan yang terpenting—ia tak lagi berharap pada cinta keluarga Maheswara.

kalau penasaran jangan lupa mampir ke novel pertama Rayas 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAYAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Awal yang Baru

Enam bulan telah berlalu sejak badai yang menghancurkan kediaman Maheswara mereda. Langit sore di Jakarta nampak lebih cerah dari teras rumah baru keluarga Maheswara di kawasan asri yang jauh dari hiruk-pikuk memori lama. Raga Maheswara benar-benar memenuhi janjinya; ia menjual rumah megah yang penuh dengan jejak pengkhianatan Ratih dan membeli sebuah hunian minimalis modern yang lebih hangat untuk mereka berempat.

Di ruang tengah, Raga sedang duduk membaca koran bisnis saat Safira turun dari tangga. Gadis itu tidak lagi mengenakan blazer kaku atau tatapan tajam yang menghunus. Ia mengenakan kaus rumahan yang nyaman, wajahnya bersih tanpa riasan tebal.

"Papa," panggil Safira lembut.

Raga menoleh, senyumnya langsung mengembang—sebuah pemandangan yang mustahil terlihat setahun lalu. "Sini, Sayang. Ada apa?"

Safira duduk di samping ayahnya, lalu tanpa ragu menyandarkan kepalanya di bahu Raga—tindakan yang sempat membuat Raka dan Bima syok saat pertama kali melihatnya bulan lalu. Perubahan ini bermula sejak mimpi itu; mimpi di mana mendiang mamanya datang dengan gaun putih, mengelus kepala Safira, dan membisikkan kata ikhlas. Sejak saat itu, tembok es yang dibangun Safira untuk ayahnya runtuh, meski ia tetap menjaga jarak yang sangat dingin terhadap dunia luar.

"Tadi pagi pengumuman ujian akhirnya keluar. Fira lulus dengan nilai tertinggi di lembaga homeschooling," ucap Safira manja sambil memainkan ujung koran ayahnya.

"Papa sudah yakin kamu pasti bisa. Anak Papa kan jenius," Raga mengusap rambut putrinya dengan penuh rasa sayang dan penyesalan yang masih tersisa.

"Tapi ada satu lagi, Pa. Surat dari Amerika juga datang tadi sore," Safira menarik sebuah amplop berlogo Harvard University dari balik punggungnya. "Fira diterima di Harvard Business School. Fira mau ambil kuliah di sana."

Raga terdiam sejenak. Ada rasa bangga yang membuncah, namun juga kesedihan karena harus berpisah dengan putrinya yang baru saja kembali ke pelukannya. "Harvard? Itu jauh sekali, Fira. Tapi... kalau itu maumu untuk masa depanmu dan Maheswara Group, Papa tidak punya alasan untuk melarang."

Hari Minggu tiba. Rumah yang biasanya tenang itu mendadak gaduh oleh suara teriakan dan tawa dari lantai dua. Teman-teman Raka dan Bima sedang berkumpul di ruang gaming untuk turnamen mingguan mereka.

Ada Bagas yang paling berisik dan selalu menjadi pemberi komando, Mufti yang tenang tapi jago mengatur strategi, Valen si narsis yang lebih sering sibuk membenahi rambut daripada melihat layar, Kalis yang paling kalem namun punya selera humor receh, dan tentu saja, Nathan.

Nathan duduk di pojok, jemarinya lincah memainkan controller, namun pikirannya tidak sepenuhnya ada di permainan. Sejak Safira kembali dan bertransformasi menjadi sosok yang begitu mempesona sekaligus sangat berwibawa, rasa sukanya yang dulu sempat terpendam kini tumbuh lebih kuat. Namun, ia tahu diri. Safira yang sekarang bukanlah Safira yang bisa ia dekati dengan sekadar kata-kata manis.

"Woi, Nath! Fokus! Karakter lo hampir mati itu!" teriak Bagas sambil menyikut lengan Nathan.

"Eh, sori, sori," gumam Nathan gugup.

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka. Safira masuk membawa nampan berisi camilan dan minuman dingin atas permintaan Raka tadi. Seketika, suasana ruangan yang tadinya riuh mendadak hening. Kehadiran Safira selalu memberikan aura intimidasi yang tak kasat mata bagi teman-teman kakaknya.

"Ini minumnya," ucap Safira singkat. Suaranya datar, wajahnya kembali ke mode "dingin" yang membuat siapa pun enggan menatap matanya terlalu lama.

"Eh, makasih ya, Fira. Repot-repot banget," ujar Valen sambil mencoba memberikan senyum terbaiknya, namun hanya dibalas dengan tatapan kosong oleh Safira.

"Wah, makasih Dek Fira yang cantik!" seru Kalis berusaha mencairkan suasana.

Safira hanya mengangguk kecil, lalu berbalik untuk keluar. Namun, langkahnya terhenti saat Nathan memberanikan diri untuk bicara.

"Fira, selamat ya. Gue denger dari Bima lo keterima di Harvard," ucap Nathan dengan nada tulus.

Safira berhenti, menoleh sedikit tanpa benar-benar menatap Nathan. "Terima kasih," jawabnya pendek, sangat formal, seolah Nathan hanyalah orang asing yang lewat di jalan.

Setelah Safira keluar dan menutup pintu, Bagas langsung meledak dalam tawa. "Duh, Nathan... Nathan. Masih aja nyoba? Aura adeknya Raka itu kayak kutub utara, Bro. Lo baru mau deketin aja udah membeku duluan."

"Diem lo, Gas," gerutu Nathan pahit.

Bima yang sedang asyik makan keripik menimpali, "Nath, mending lo menyerah sebelum luka hati. Fira itu sekarang cuma manis sama Papa, gue, sama Raka. Di luar itu? Jangan harap lo bisa dapet senyumnya. Apalagi dia mau berangkat ke Amerika bulan depan."

Sore harinya, setelah teman-teman mereka pulang, Safira mengumpulkan Raka, Bima, dan Vian di ruang keluarga bersama Papa mereka.

"Fira sudah bilang ke Papa, dan sekarang Fira mau bilang ke kalian. Fira akan berangkat ke Boston bulan depan untuk mulai kuliah," ujar Safira.

Vian langsung memeluk kakaknya erat. "Kak Fira pergi lama? Vian ikut!"

Safira tersenyum—senyum yang hanya diperuntukkan bagi keluarganya. "Vian sekolah di sini dulu sama Papa dan Kakak-kakak. Nanti kalau liburan, Vian main ke tempat Kakak, ya?"

Raka menarik napas panjang. "Sebenarnya gue berat ngelepas lo, Fir. Baru aja kita kumpul lagi sebagai keluarga yang bener. Tapi gue tau, kapasitas lo itu terlalu besar buat cuma di sini. Harvard butuh orang kayak lo."

Bima mengangguk setuju. "Tenang aja, urusan kantor biar gue sama Raka yang jagain. Lo fokus belajar, tapi janji ya, tiap minggu harus video call. Kalau lo dapet cowok bule di sana, harus lewat seleksi gue sama Raka dulu!"

Safira tertawa kecil, suara tawa yang sangat langka. "Fira ke sana buat belajar, Kak Bima. Bukan cari pacar."

Raga menatap keempat anaknya dengan perasaan damai. Meskipun masih ada lubang di hati mereka karena masa lalu, melihat Safira yang kini lebih terbuka dan bahagia adalah penebusan terbesar bagi hidupnya.

"Malam ini, ayo kita makan di luar. Papa yang traktir. Rayakan keberhasilan putri kesayangan Papa," ajak Raga yang disambut sorakan gembira dari Vian.

Safira memandang mereka satu per satu. Ia akan pergi jauh, tapi kali ini ia pergi bukan karena diusir, melainkan karena ia memilih untuk terbang lebih tinggi dengan restu dari rumah yang kini benar-benar ia sebut sebagai rumah.

...****************...

safira Kirana by pinterest

Raka samudra maheswara (Raka)dan arka Bima maheswara (bima) (visual nya cuma satu karena kembar)

Ravian Pradipta maheswara (Vian)

Raga maheswara ( terlalu muda gak ya visual nya🤔)

Menurut kalian visual nya cocok gak 🤔🤔

Like dan komen nya jangan lupa ya guys 😘😘

1
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Sribundanya Gifran
lanjut up yg bnyak thor💪💪💪💪
eza
pelaminan? kayak nikahan
itu di depan kan?
"mimbar" kayak acara resmi,
kenapa gak diganti aja "panggung drama" gitu
Sribundanya Gifran
lanjur
laaa~
bagaimana nasib abian?
ay
sumpah ini karya novel yang paling menarik
ceritanya bagus jalan alurnya juga menarik bukan seperti kebanyakan novel yang lain terlalu lambat alurnya atau pun novel kecepatan
LING
menarik
LING
ini masih update kaga?
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
nama yg sbnernya siapa sih Thor. Arkan apa Abian.. klo nmnya kyk gini jd nnti d sangka plagiat Thor .. maaf
RAYAS: makasih kak udah ingatin🙏,,
total 1 replies
Cty Badria
lanjut 💪💪💪💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
Wahyuningsih
lanjut thor jgn lma upnya thor gk enak menunggu dikau up sehat sellu thor n jga keshtn tetp 💪💪💪💪 dlm upnya n makacih tuk upnya
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Sribundanya Gifran
lanjut
Lala Kusumah
kereeeeeennn Fira 👍😍💪
CaH KangKung,
🥀
CaH KangKung,
👣👣
Sribundanya Gifran
lanjut thor
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
omg nunggu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!