Empat tahun menikah tanpa cinta dan karena perjodohan keluarga, membuat Milea dan Rangga Azof sepakat bercerai. Namun sebelum surat cerai diteken, Rangga mengalami kecelakaan hebat yang membuatnya koma dan kehilangan ingatan. Saat terbangun, ingatannya berhenti di usia 22 tahun. Usia ketika ia belum menjadi pria dingin dan ambisius.
Anehnya, Rangga justru jatuh cinta pada Milea, istrinya sendiri. Dengan cara yang ugal-ugalan, manis, dan posesif. Di sisi lain, Milea takut membuka hati. Ia takut jika ingatan Rangga kembali, pria itu bisa kembali menceraikannya.
Akankah cinta versi “Rangga 22 tahun” bertahan? Ataukah ingatan yang kembali justru mengakhiri segalanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter — 30.
Milea tidak langsung menoleh saat merasakan kehadiran Ethan di belakangnya.
Ia tahu pria itu ada di sana—bukan karena suara langkah, melainkan karena naluri. Naluri yang terbentuk dari berminggu-minggu merasa diawasi. Dan dari trauma masa lalu yang tidak pernah benar-benar hilang, juga dari kesadaran bahwa Ethan tidak akan datang jika tidak merasa memiliki peluang.
“Apa kau selalu berdiri seperti itu?” suara Milea terdengar santai, nyaris ramah. “Atau aku hanya terlalu lama membuatmu menunggu?”
Ethan terkejut setengah detik, lalu tersenyum.
“Kau selalu tahu keberadaanku,” kata pria itu, lalu duduk di kursi seberangnya tanpa diminta.
Milea akhirnya menoleh. Tatapannya tenang, tidak dingin, tidak hangat—hanya wajah netral. Sikap yang membuat Ethan semakin yakin bahwa dia sedang berada di ambang kemenangan.
“Apa kau memilih tempat ini untuk menghindari suamimu? Kau menemukan bukti baru kalau dia berselingkuh?”
Milea tersenyum tipis. “Ya, aku dapat kabar soal pengkhianatan Rangga dan Jenny. Tapi dia masih mencariku, dan aku tak mau dikejar pria brengsek seperti dia.”
Ethan menyandarkan tubuhnya dan menyeringai. “Lalu apa rencanamu sekarang? Asal kau tau... aku akan selalu ada untukmu, Lea.”
Milea mengangkat bahu. “Untuk sementara ini, aku hanya ingin pergi. Sejak awal pernikahan... semua orang menuntutku kuat, tapi aku lelah terus berpura-pura tegar. Apalagi sekarang, setelah dikhianati. Tak pernah ada yang bertanya apakah aku masih sanggup bertahan.”
Ethan menatap Milea lebih dalam, inilah Milea yang ia tunggu... Milea yang retak.
“Aku satu-satunya yang tahu dirimu, Lea. Kamu terlalu berharga untuk laki-laki pengkhianat seperti Rangga.” Kata pria itu lembut.
Milea menunduk, mencerna ucapan itu. Dalam hati, dia mencibir dan menertawakan Ethan.
“Ayo jalan-jalan. Aku akan membuat perasaanmu lebih baik,” ujar Ethan sambil berdiri dan mengulurkan tangan.
Milea ragu sejenak. Namun akhirnya dia menerima uluran tangan itu, lalu mereka pergi bersama.
Di rumah Rangga, suasana berubah menjadi mencekam.
Salah satu orang suruhannya menelepon. “Tuan… Pak Ethan terlihat masuk dan keluar dari hotel kecil di pinggir kota, bersama seorang wanita.”
Rangga menegakkan tubuh. “Wanita siapa?”
“Ada kemungkinan… Nyonya Milea.”
“Kau yakin?”
“Kami melihat dari jarak aman, mereka berbincang cukup lama.”
Rangga berdiri dengan wajah tegang. “Sial! Untuk apa Milea bertemu Ethan? Apa mereka kembali bersama? Apa Milea nggak takut lagi pada pria itu?”
Arga mengatupkan rahang, dia tahu Milea tidak akan sebodoh itu.
“Ayo ke sana,” kata Rangga sambil mengambil kunci mobil lalu melangkah pergi.
“Oke, tapi kita awasi dari jauh,” ujar Arga.
Jenny pun ikut mereka.
Setelah kembali dari jalan-jalan, malam itu Milea menerima ajakan Ethan makan malam. Ia mengenakan gaun sederhana, rambut tergerai. Tidak ada riasan berlebihan. Penampilannya nyaris rapuh, dan itu disengaja.
“Kau sangat cantik,” ucap Ethan saat mereka duduk di restoran kecil.
Milea hanya tersenyum.
“Setelah mendengar ceritamu tentang pernikahanmu dengan Rangga, dia sebenarnya telah mengurungmu... Milea, dalam sebuah pernikahan.”
Kalimat itu membuat Milea tertawa kecil. “Kau benar.“
Ethan mendekat tubuh, tangannya terangkat menyentuh pipi Milea. “Pada akhirnya, kau kembali padaku.”
Di sudut ruangan, seseorang mengawasi—orang suruhan Rangga. Sementara itu, Rangga sendiri mengintai dari tempat tersembunyi. Dia tak ingin Ethan tahu bahwa mereka berada di tempat yang sama.
Milea tidak menghindar, dia membiarkan Ethan mengira dirinya menang. Namun saat itu tiba-tiba wajahnya memucat, rasa mual menyerang mendadak. Milea refleks berdiri dan setengah berlari ke toilet. Dia muntah berkali-kali, hingga sebuah pikiran menghantam benaknya—bulan ini dia belum datang bulan.
Apa aku hamil?
Yang membuat Milea makin terkejut, Ethan ikut masuk ke dalam toilet dan menatapnya.
Sorot mata pria itu mengerikan, Ethan maju selangkah. “Jangan bilang… kau hamil anaknya?”
Jantung Milea berdegup kencang. Kali ini, rasa takut benar-benar muncul. Jika dia memang hamil, Milea yakin Ethan bisa saja melakukan sesuatu pada anaknya.
Milea buru-buru menggeleng. “Tidak mungkin! Saat berhubungan, kami selalu pakai pengaman,” jawab Milea dengan suara mantap.
Barulah wajah Ethan mengendur, senyum kembali terbit di bibirnya. Dia menepuk punggung Milea perlahan. “Aku hanya khawatir padamu. Setelah ini, aku akan mengantarmu ke rumah sakit untuk periksa.”
Mendengar itu, sekujur tubuh Milea merinding. Namun dia memaksakan diri tetap tenang dan membalas senyuman Ethan.
semangat berkarya ka💪💜
Makasih kak, ceritanya bagus banget... Sukses terus yah Kak, aku tunggu karya kak Re selanjutnya... 😇😇😇
Tapi oke lah, sekarang kalian udah nikah.. dan sah secara hukum dan agama.. ☺
aku senang bahagia melihat mereka berdua bahagia 😍
huaaaaaa dah tamat l, aslinya belum rela pisah dgn mereka, tapi ada pertemuan pasti ada perpisahan.
terimakasih thor ceritanya luar biasa, sukses terus dgn karya-karyanya di novel 💪
cengeng bgt deh aku, sedih seneng terharu nangis 🙈
lagian hati Nara dah buat Langit kok, dia dah mulai cemburu gitu, apalagi cintanya Langit dari dulu hanya untuk Nara 😁