NovelToon NovelToon
Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Turunnya Naga Suci: Bangkit Dalam Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Action / Reinkarnasi / Balas Dendam
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

Di Benua Langit Sembilan, Xiao Yuan adalah jenius tak tertandingi yang memegang Sumsum Naga Suci. Namun, di malam pernikahannya, ia dikhianati oleh tunangannya, Ling’er, yang meracuninya dan membedah tulang naganya untuk diberikan kepada kekasih gelapnya. Xiao Yuan dibuang ke Jurang Keputusasaan dalam kondisi cacat.
Namun, takdir tidak berhenti. Roh Naga Kuno yang tertidur di dasar jurang menyatu dengan jiwanya yang hancur. Dengan bantuan Yun’er, gadis misterius dari klan terbuang, Xiao Yuan merangkak naik dari neraka. Kali ini, ia tidak akan menjadi pelindung dunia, melainkan Dewa Naga yang akan menghancurkan siapa pun yang pernah menginjaknya. "Jika langit menghalangi jalanku, aku akan merobek langit!".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Tamu Tak Diundang di Pelelangan

Kota Bulan Sabit adalah pusat perdagangan paling ramai di wilayah timur. Tembok kotanya yang tinggi berlapis batu granit putih tampak berkilau di bawah sinar matahari sore. Namun, di balik kemegahannya, kota ini adalah sarang bagi para penguasa yang haus akan harta dan kekuatan.

Hari ini, suasana kota jauh lebih padat dari biasanya. Rumah Lelang "Bintang Tujuh", tempat pelelangan paling bergengsi di benua, sedang mengadakan acara tahunan. Kereta-kereta kuda mewah berbaris di sepanjang jalan utama, membawa para tetua sekte dan bangsawan kaya.

Di antara kerumunan itu, dua sosok berjalan dengan tenang. Xiao Yuan mengenakan jubah hitam panjang dengan tudung yang menutupi sebagian wajahnya. Di sampingnya, Yun’er mengenakan cadar tipis, namun keanggunan gerak-geriknya tetap mengundang perhatian beberapa orang yang lewat.

"Yuan, tempat ini sangat ramai. Bagaimana kita bisa masuk tanpa undangan?" bisik Yun’er cemas. Matanya melirik ke arah penjaga gerbang pelelangan yang mengenakan zirah perak lengkap.

Xiao Yuan tersenyum tipis di balik tudungnya. "Undangan hanyalah selembar kertas bagi mereka yang lemah. Bagi mereka yang punya 'sesuatu' yang diinginkan dunia, gerbang akan terbuka sendiri."

Xiao Yuan berjalan mendekati meja pendaftaran. Seorang pria paruh baya dengan kumis tipis menatapnya dengan pandangan meremehkan. "Mana surat undanganmu, Nak? Jika tidak punya, menyingkirlah. Jangan menghalangi jalan tamu terhormat."

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Xiao Yuan meletakkan sebuah botol kecil dari porselen giok ke atas meja. Botol itu berisi sedikit air dari Mata Air Roh Kehidupan yang ia ambil dari dasar jurang.

Pria berkumis itu mengerutkan kening, lalu membuka tutup botolnya dengan malas. Namun, begitu aroma murni yang menyegarkan menyebar di udara, matanya membelalak lebar. Tangannya gemetar saat ia segera menutup kembali botol itu.

"Ini... ini adalah Cairan Roh Murni tingkat tinggi! Dari mana kau mendapatkannya?" suara pria itu berubah menjadi sangat sopan, hampir menghamba.

"Apakah itu cukup untuk memberiku kursi di ruang VIP?" tanya Xiao Yuan datar.

"Tentu! Tentu saja, Tuan! Maafkan kekasaran saya sebelumnya. Silakan, lewat jalur khusus ini!" Pria itu segera memanggil pelayan tercantik untuk mengantar Xiao Yuan dan Yun’er masuk.

Di dalam aula lelang, suasananya sangat mewah. Lampu kristal besar menggantung di tengah, memancarkan cahaya keemasan. Xiao Yuan dipandu ke balkon VIP lantai dua yang tertutup tirai sutra, memberikan pandangan luas ke seluruh aula.

Begitu ia duduk, mata Xiao Yuan langsung menyapu ruangan. Dan di sana, di balkon VIP tepat di seberangnya, ia melihat mereka.

Lu Chen duduk dengan angkuh, mengenakan pakaian sutra biru langit yang mewah. Di sampingnya, Ling’er tampak bersandar manja di bahunya. Ling’er terlihat lebih cantik dari sebelumnya, kulitnya memancarkan cahaya lembut tanda bahwa ia telah mengonsumsi banyak pil obat berharga.

Krak!

Tanpa sadar, pegangan kursi kayu di tangan Xiao Yuan retak. Kemarahan yang ia tekan selama tujuh hari terakhir nyaris meluap saat melihat mereka tertawa bahagia di atas penderitaannya.

"Yuan, kendalikan dirimu," bisik Yun’er sambil memegang tangan Xiao Yuan. "Ingat rencana kita."

Xiao Yuan menarik napas dalam-dalam, menenangkan aliran energinya yang bergejolak. "Aku tahu. Aku tidak akan membunuh mereka di sini. Itu terlalu mudah. Aku ingin mereka merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya secara perlahan."

Pelelangan dimulai. Satu per satu barang berharga terjual dengan harga fantastis. Hingga akhirnya, sang juru lelang membawa sebuah kotak kayu hitam yang memancarkan aroma harum yang menenangkan.

"Hadirin sekalian, inilah barang utama kita malam ini! Pil Pemurni Jiwa Tingkat 5. Pil ini mampu memurnikan jalur meridian dan memperkuat pondasi tulang bagi siapa pun yang baru saja mengalami kenaikan tingkat!"

Mata Lu Chen bersinar penuh nafsu. Inilah barang yang ia incar untuk menstabilkan Sumsum Naga Suci yang ia curi dari Xiao Yuan.

"Harga pembukaan: Seratus ribu koin emas!" teriak juru lelang.

"Dua ratus ribu!" Lu Chen langsung berteriak tanpa ragu, suaranya bergema di seluruh aula, menunjukkan dominasinya.

Para penawar lain terdiam. Mereka tahu Lu Chen adalah murid utama Sekte Awan Langit. Tidak ada yang mau mencari masalah dengan sekte besar itu.

"Dua ratus ribu koin emas untuk Kakak Senior Lu Chen dari Sekte Awan Langit! Ada lagi?"

Lu Chen tersenyum bangga, menatap Ling’er dengan penuh kemenangan. Namun, tepat sebelum palu diketuk, sebuah suara dingin terdengar dari balik tirai balkon seberang.

"Lima ratus ribu koin emas."

Seluruh aula mendadak sunyi. Ribuan pasang mata menatap ke arah balkon tempat Xiao Yuan berada.

Lu Chen mengernyit, wajahnya berubah merah padam karena merasa terhina. "Enam ratus ribu!"

"Satu juta," jawab Xiao Yuan tanpa jeda.

Lu Chen berdiri dari kursinya, matanya berkilat marah. "Siapa kau?! Beraninya kau menantang Sekte Awan Langit di depan umum!"

Tirai balkon Xiao Yuan perlahan terbuka. Xiao Yuan berdiri di sana, membiarkan cahaya lampu mengenai wajahnya yang pucat dengan rambut putih yang mencolok. Ia melepaskan tudungnya, menatap langsung ke arah Lu Chen dan Ling’er dengan senyum yang membuat bulu kuduk mereka berdiri.

"Aku? Aku hanyalah seorang penagih hutang yang datang untuk mengambil kembali apa yang seharusnya tidak pernah kau miliki," ucap Xiao Yuan dengan nada yang tenang namun menusuk.

Ling’er tersentak, wajahnya pucat pasi. Ia memegang lengan Lu Chen dengan erat. "Chen... suara itu... wajah itu... tidak mungkin! Dia seharusnya sudah mati!"

"Xiao... Yuan?!" Lu Chen menggeram, tangannya mencengkeram pedang di pinggangnya. "Kau sampah yang seharusnya membusuk di neraka! Bagaimana kau bisa ada di sini?!"

Keadaan di rumah lelang menjadi tegang. Penjaga lelang mulai mengepung balkon Xiao Yuan, sementara Lu Chen sudah siap untuk menyerang. Namun, Xiao Yuan justru mengeluarkan sebuah gulungan kuno yang mengeluarkan aura kematian yang mencekam. "Jika kau berani melangkah satu inci saja, aku akan meledakkan seluruh tempat ini dengan segel pemusnah jiwa ini," ancam Xiao Yuan. Di tengah kekacauan itu, seorang wanita misterius berbaju merah dari organisasi gelap muncul di belakang Xiao Yuan. Siapakah dia? Dan benarkah Xiao Yuan berniat menghancurkan tempat itu?

Xiao Yuan berdiri dengan tegak, membiarkan aura dingin dari tubuhnya merayap keluar dan memenuhi seisi aula. Keheningan yang mencekam menyelimuti para tamu lelang; mereka bisa merasakan tekanan yang begitu berat, seolah-olah ada seekor naga raksasa yang sedang mengawasi mereka dari balik punggung pemuda berambut putih itu. Lu Chen, yang tadinya penuh kesombongan, kini merasa tenggorokannya kering. Ia mengenali tatapan itu tatapan yang dulu penuh ketulusan, kini hanya menyisakan lubang hitam tanpa dasar yang haus akan pembalasan.

"Kau bicara soal neraka, Lu Chen?" Xiao Yuan terkekeh, suara tawanya terdengar seperti gesekan logam yang memilukan. "Aku sudah berada di sana selama tujuh hari tujuh malam. Aku melihat bagaimana kegelapan memakan cahaya, dan aku belajar bahwa di dunia ini, tidak ada tempat bagi orang baik. Kalian mencuri sumsum nagaku, menghancurkan masa depanku, dan berpesta di atas darahku. Apakah kau pikir aku akan membiarkanmu menikmati hasil curianmu dengan tenang?"

Ling’er bersembunyi di balik tubuh Lu Chen, tubuhnya gemetar hebat. Ia tidak bisa mempercayai penglihatannya. Pria yang dulu selalu memberikan segalanya untuknya pria yang rela mati demi melindunginya kini menatapnya dengan pandangan yang lebih dingin daripada kematian itu sendiri. Tidak ada lagi cinta di mata itu, yang ada hanyalah janji akan penderitaan yang tak berujung. Xiao Yuan mengangkat botol perak di tangannya, matanya berkilat saat ia menantang seluruh aula. "Hari ini, aku tidak hanya datang untuk pil ini. Aku datang untuk memberikan peringatan: Siapa pun yang bersekutu dengan Sekte Awan Langit, akan menjadi musuhku. Dan musuhku... tidak akan pernah melihat matahari terbit besok."

Bersambung....

1
Rebeka Saja
keren ka...
christian Defit Karamoy: trimakasih🙏
total 1 replies
Nur Aini
lanjut terus Thor
christian Defit Karamoy: siap kak 🙏
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku surgaku😍
christian Defit Karamoy
mantap
christian Defit Karamoy
mampir yuk di cerita baru thor
perjuangan suamiku:istriku Surgaku😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!