NovelToon NovelToon
Bos Tampan Itu Kekasihku

Bos Tampan Itu Kekasihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kaya Raya / Fantasi Wanita
Popularitas:215
Nilai: 5
Nama Author: Rachel Imelda

Novel ini berpisah tentang Aulia, seorang desainer muda berbakat yang bercita-cita tinggi. Setelah berjuang keras, ia akhirnya mendapatkan pekerjaan impian di perusahaan arsitektur terkemuka, dipimpin oleh CEO yang karismatik dan terkenal dingin, Ryan Aditama.
Sejak hari pertama, Aulia sudah berhadapan dengan Ryan yang kaku, menuntut kesempurnaan, dan sangat menjaga jarak. Bagi Ryan pekerjaan adalah segalanya, dan tidak ada ruang untuk emosi, terutama untuk romansa di kantor. Ia hanya melihat Aulia sebagai karyawan, meskipun kecantikan dan profesionalitas Aulia seringkali mengusik fokusnya.
Hubungan profesionalitas mereka yang tegang tiba-tiba berubah drastis setelah insiden di luar kantor. Untuk menghindari tuntutan dari keluarga besar dan menjaga citra perusahaannya, Ryan membuat keputusan mengejutkan: menawarkan kontrak pernikahan palsu kepada Aulia. Aulia, yang terdesak kebutuhan finansial untuk keluarganya, terpaksa menerima tawaran tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachel Imelda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku nggak main-main

Arka membeku. Nama Papanya disebut dengan penuh kebencian. Ia tersadar, pria di depannya ini bukanlah sekedar saingan cinta, melainkan ancaman yang nyata bagi keluarganya.

Malam itu, Arka kembali ke Penthouse dengan wajah mendung. Ia menemukan Ryan sedang membaca buku di ruang tengah.

"Pa," panggil Arka serius. "Siapa itu Clarissa? Dan apakah ia punya anak laki-laki seumuranku?"

Ryan meletakkan bukunya, matanya berubah menjadi sangat waspada.

"Kenapa kamu bertanya soal itu, Arka?" tanya Ryan.

"Karena aku rasa, musuh Papa sedang berdiri di depanku setiap hari di depan kampus." jawab Arka.

"Musuh Papa?" tanya Ryan menyelidiki.

"Ada seorang mahasiswa pindahan dari London, namanya Ian, dia selalu menyebut nama Papa dengan penuh kebencian. Dan dia bilang, sampaikan salam dari Clarissa untuk Papa." Arka menatap wajah Papanya yang berubah menjadi serius.

"Siapa Clarissa itu, Pa?"

Ryan menghela napas panjang. Sebuah reaksi yang jarang dilihat Arka dari Papanya yang biasanya selalu tampak memegang kendali. Ryan memberi isyarat agar Arka duduk di hadapannya. Suasana di Penthouse itu tiba-tiba merasa berat, seolah bayangan masa lalu yang sudah lama terkubur mulai merangkak naik ke dinding-dinding mewah mereka.

"Duduklah Arka, sepertinya waktu yang selama ini Papa takutkan sudah tiba," ujar Ryan dengan suara rendah namun mantap.

Ryan menatap lurus ke mata putranya. Clarissa bukan sekedar musuh bisnis, dia adalah wanita yang terobsesi pada kekuasaan dan pada Papa, jauh sebelum Mama ada di hidup Papa. Keluarganya, Keluarga Wijaya dulu bersaing ketat dengan Aditama. Dia juga dijodohkan oleh kakek buyutmu dengan Papa, tapi Papa menolaknya. Karena penolakan itu, dia melakukan segala cara untuk menghancurkan pernikahan Papa dan Mamamu. Mulai dari fitnah, sabotase, hingga menggunakan rahasia masa lalu Papa."

"Rahasia apa, Pa?" tanya Arka ingin tahu.

"Tentang seseorang bernama Sarah di Amerika. Clarissa mencoba memanipulasi fakta untuk membuat seolah-olah Papa punya anak lain selain kamu, agar kakek buyutmu membuang Papa dari ahli waris. Dia ingin Papa hancur, supaya dia bisa memili serpihannya," Ryan menjelaskan dengan pahit. "Tapi kejujuran Mamamu yang menyelamatkan semuanya. Karena kekalahan memalukan itu, keluarga Clarissa bangkrut dan mereka menghilang ke luar negeri. Papa pikir dia sudah menyerah."

Ryan bangkit dan berjalan menuju jendela besar yang menghadap lampu-lampu Jakarta. "Jika pemuda bernama Ian itu benar anaknya, berarti dia dibesarkan dengan satu tujuan: membalas dendam padaku melalui kamu. Dia tidak mengejarmu karena ingin berteman, Arka. Dia ingin mengambil apa yang kamu cintai, sama seperti ibunya mencoba mengambil apa yang Papa cintai."

Arka mengepalkan tangannya. Dia mendekati Alana, Pa. Dia menggunakannya untuk memancing emosiku."

"Alana? Siapa dia? Pacar kamu?"tanya Ryan menatap lekat-lekat mata putranya.

"Alana mahasiswi pindahan dari Bandung, dia partnerku dalam salah satu tugas yang diberikan oleh dosen." jawab Arka.

Ryan berbalik, menatap Arka dengan sangat tajam. Tatapan seorang CEO sekaligus seorang ayah yang protektif. "Itu strategi klasik Wijaya. Mereka akan mencari titik terlemah dalam hatimu. Jika kamu peduli pada gadis itu, maka dia berada dalam bahaya besar. Ian, atau siapapun namanya, tidak akan ragu mencelakakan orang tak bersalah demi membuatmu menderita."

"Lalu apa yang harus aku lakukan, Pa? Apa aku harus meminta Kakek mengirim pengawal?" tanya Arka.

Ryan menggeleng kecil. "Kakek Surya akan bertindak terlalu keras, dan itu akan menarik perhatian media. Kamu sudah dewasa, Arka. Kamu memiliki otak arsitek. Jangan menyerang fondasinya secara kasar, tapi caru celah dalam strukturnya. Ian merasa ia berada di atas angin karena dia pikir kita tidak tahu siapa dia."

Ryan mendekati Arka dan menepuk pundaknya dengan kuat. "Berikan dia panggung yang dia inginkan, tapi pastikan kamu yang memegang kendali lampunya. Dan yang terpenting... jaga Mamamu. Jangan biarkan dia tahu seberapa serius masalah ini sekarang, Papa nggak ingin Mamamu cemas."

Malam itu, Arka kembali ke kamarnya dengan pemahaman baru. Ia membuka laptopnya dan menatap foto Alana di grup WA kelas mereka. Alana yang keras kepala, Alana yang tidak tahu apa-apa, kini terjebak diantara dua kubu yang sedang berperang.

"Kamu salah pilih lawan, Ian," bisik Arka pada kegelapan malam. "Papa mungkin pernah pingsan saat melihat darah saat aku lahir, tapi aku dibesarkan oleh arsitek dan petarung. Aku tidak akan membiarkanmu menyentuh Alana, apalagi keluargaku."

Arka kemudian mengetik pesan singkat kepada Mira, asisten senior Papanya yang kini sudah menjadi orang kepercayaan keluarga.

"Tante Mira, aku butuh data lengkap tentang Ian Wijaya. Termasuk catatan medis dan setiap akun bank yang dia gunakan di london. Kita lakukan ini dengan cara Aditama."

Mira yang kini menjabat sebagai Chief Operating Officer di Aditama Group namun tetap menjadi tangan kanan kepercayaan keluarga, segera.bergerak begitu menerima pesan dari Arka. Di ruang kontrol keamanan Aditama Tower ia berdiri di belakang tiga staf IT jenius.

"Lacak identitas asli mahasiswa pindahan bernama Ian. Fokus pada koneksi finansial dengan keluarga Wijaya di London. Saya ingin mengetahui siapa yang mendanai mobil sport dan gaya hidupnya di Jakarta," perintah Mira dengan nada dingin yang tidak bisa dibantah.

Hanya dalam hitungan menit, salah satu staf berseru," Ketemu, Bu! Transaksi masuk ke rekening lokal atas nama Christian Wijaya berasal dari perusahaan cangkang di Caymans yang terafiliasi dengan Clarissa Wijaya. Foto paspor aslinya keluar. Namanya adalah.... Christian Wijaya."

Mira menatap.layar besar itu dengan mata menyipit. "Kirim semua data ini ke ponsel Tuan Muda Arka. Dan pastikan tim keamanan lapangan memantau radius 500 meter di sekitar kampus tanpa terlihat.

Keesokan harinya, Arka mencegat Alana di parkiran kampus, saat gadis itu baru saja turun dari ojek online. Wajah Arka tampak sangat serius, namun itu justru membuat Alana semakin antipati.

"Alana, ikut aku sebentar. Ada hal penting yang harus aku bicarakan tentang Ian," ujar Arka sambil berusaha meraih lengan Alana agar menjauh dari kerumunan.

Alana menepis tangan Arka dengan kasar. "Apa lagi sih, Arka? Belum puas kemarin merusak acara malam akrab? Sekarang mau menjelek-jelekkan Ian lagi?"

"Dengarkan aku dulu! Ian itu bukan siapa yang kamu kira. Nama aslinya Christian, dia datang ke sini dengan niat jahat karena dendam masa lalu keluarganya pada keluargaku. Kamu cuma dijadikan alat, Alana!" suara Arka meninggi karena cemas.

Semua mata memandang ke arah mereka berdua. "Beruntung banget si Alana, di deketin sama Arka." kata beberapa mahasiswi yang merasa iri dengan Alana.

Alana tersenyum sinis, menatap Arka dengan pandangan meremehkan. "Dendam keluarga? Niat Jahat? Kamu kebanyakan nonton drama atau gimana? Kamu itu cuma iri karena ada cowok lain yang lebih asyik, lebih perhatian dan nggak serangan kamu!"

Suara Alana juga semakin meninggi, tapi karena dia melihat para mahasiswa dan mahasiswi lain pada memperhatikan mereka dia pun terdiam.

"Aku nggak main-main, Alana. Ini masalah keselamatanmu juga!" tegas Arka lagi.

Bersambung.....

1
mamayot
haiiiii aku mampir thor. semangat
Rachel Imelda: Makasih.....😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!