NovelToon NovelToon
Ranting Patah

Ranting Patah

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cerai / Pelakor / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami / Pihak Ketiga
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Atha Diyuta

Rumah tangga yang hancur ibarat ranting yang patah.Takan bisa disambung kembali.

Begitupun hati seorang istri yang telah dipatahkan bahkan dihancurkan takan mudah untuk sembuh kembali.

Seorang istri dan seorang ibu akan tetap kokoh saat diuji dengan masalah ekonomi namun hatinya akan remuk dan hancur saat hati suaminya tak lagi untuknya..
apa yang tersisa?
rasa sakit, kekecewaan dan juga penyesalan.

Seperti halnya yang dialami oleh Arini dalam kisah yang berjudul " Ranting Patah "


Seperti apa kisahnya?
Akankan Arini bertahan dalam pernikahannya?



Baca selengkapnya!!!


Note: Dukung kisah ini dengan cara baca stiap bab dengan baik,like,komen, subscribe dan vote akan menjadi dukungan terbaik buat author.

Dilarang boom like ❌
lompat bab ❌
komentar kasar atau tidak sopan ❌



Terimakasih, sekecil apapun dukungan dari kalian sangat berati untuk author 🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Klek

Sekali tekan hendel pintunya terbuka,disitu Arjun tersenyum tipis.

" Bodoh! Kalian sungguh ceroboh." Batin Arjun.

" Emmpppthhhhh pelan mas ada anak kita didalam sini." ucap indah disela-sela kenikmatannya.

" Nikmati saja sayang sudah lama semenjak kamu tinggal dengan si brengsek aku tidak menjajah tubuhmu, tiga hari ini belum puas rasanya bagiku dibandingkan dengan hari-hari menunggumu dengan si brengsek itu!" Ucap laki-laki yang tengah berada diatas indah,mengukungnya dan menjadikan wanita hamil itu sebagai landasan pacunya.

" Aahhhh uuuuuhhhhhh hhhhhhhh ahhhhh emmmmptttttthhh mas aku mau,aahhhhhhhhhhh."

Desahan indah kembali lolos saat ia mendapatkan pelepasan untuk kesekian kalinya.

Laki-laki diatasnya tampak tersenyum penuh kemenangan ia semakin mempercepat hentakkannya hingga tak selang beberapa lama tubuhnya bergetar,cairan hangat menyembur dirahim indah,keduanya terkapar tanpa sehelai busana dengan nafas yang masih tersengal,kondisi kamar dengan pakaian yang berantakan kesana kemari menunjukkan bagaimana buasnya mereka melakukan semua itu sebelum Arjun datang.

" Mas aku lelah." lirih indah.

" Apa anak kita baik-baik saja!" ucap suaminya.

" Em!"

indah hanya mengangguk meng iyakan.

Cup

"Teruslah seperti ini,aku tidak ingin melihatmu dengan si brengsek itu lagi.Rasanya dadaku bergemuruh hanya dengan membayangkan si brengsek itu menjamah tubuhmu dan ini,ini hanya milikku! Si brengsek itu harus membayar mahal karna sudah berani menyentuhnya." Ucap Doni, tangannya terus saja memegang kesayangannya yang masih basah karna sisa cairan kenikmatannya yang belum indah bersihkan.

" Berapa yang harus saya bayar!"

Suara Arjun membuat dua orang yang masih sama-sama telanjang itu blingsat.

Indah gegas menarik selimut dan menutupi semua tubuhnya sementara Doni dengan santainya mengambil celananya dan mengenakannya.

" Wah wah jagoan kita datang, bagaimana apa tadi seru?" tanya Doni.

" Brengsek!"

Bugh bugh

Arjun melayangkan pukulan bertubi-tubi ke wajah doni.

Doni yang belum siap badannya sampai terhuyung kebelakang,sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.

" Stoop! Mas sejak kapan kamu disini? kamu mau apa?" todong indah yang ternyata lebih membela Doni.

Prok prok prok

" Hebat sekali kamu indah? Kamu tanya mau apa saya kesini? Katakan bayi siapa yang ada dalam perut kamu,bayiku atau bayi ba*****n itu!" teriak Arjun sembari menarik selimut yang menutupi tubuh indah yang masih polos.

"CK!sial!" desis Doni saat melihat Arjun mendekati Doni.

Perkelahian tak bisa dihindarkan indah hanya bisa berteriak untuk melerai.

Bugh

" Aaaaaakkkkkh!"

Tubuh indah terhuyung kebelakang hingga membentur tembok karna dorongan yang cukup kuat dari Doni yang salah sasaran, Doni yang hendak memukul Arjun tak sengaja mengenai indah yang hendak mengentikan mereka.

" Indah!" teriak Doni dan Arjun bersaman.

Tubuh indah sudah merosot dan tergeletak dilantai,darah segar menetes melalui tengah-tengah selangkangannya.

Doni yang panik lantas menggendong indah sementara Arjun yang masih syok hanya terdiam mematung.

🍃🍃🍃🍃🍃

" Ini babak trahir siapa yang menang akan mendapatkan hadiah dari bunda dan Oma." ucap Arin saat Hanif,Dinda dan Hans kembali setelah lomba balap sepeda.

" Okee hadiahnya biar ayah yang tentukan." ucap Hans penuh siasat.

" Dasar otak licik!" lirih Sri,Hans yang menangkap itu hanya mengedipkan salah satu matanya.

" Wah-wah seru nih,apa hadiahnya untuk yang menang ayah?" Tanya Dinda yang tampak antusias.

" Kaka yakin Kaka yang menang putran ke dua dan ke tiga saja Kaka yang menang." sela Hanif.

" Oke oke baiklah, siapapun yang menang dia berkah menentukan hadiahnya ke bunda,bukan begitu bunda?" Tanya Hans dengan senyuman mencurigakan.

" Apa arti senyuman mas Hans,apa yang sedang dia rencanakan." Batin Arin.

" i-iya sayang betul kata ayah,bunda yang akan memberikan hadian sesuai dengan permintaan kalian.Baik juara 1,2 ataupun 3 semua akan dapat hadiah dari bunda.Iya kan Oma?" Kini indah menoleh kearah Sri dan Sri hanya menjawabnya dengan anggukan kepala.

"Baik,bunda janji akan mengabulkan apapun keinginan dari pemenangnya.Bukan begitu bunda?" Lagi-lagi Hans menatap Arin penuh arti.

" I-iya mas!" jawab Arin tergagap.

" Bunda kenapa panggil mas kan kita udah sepakat selama permainan ini bunda panggil ayah ngga boleh panggil mas!" protes Dinda saat Arini melanggar peraturan yang sudah dibuat oleh Hanif.

" Ini bagian dari tugas sekolah Kaka bund jadi bunda harus ikuti peraturannya,ngga susah Bun hanya panggil ayah bunda saja selama permainan!" ucap Hanif saat membacakan peraturan permainan.

" Iya-iya maaf,iya ayah nanti bunda akan mengabulkan apapun keinginan dari yang bisa menang.Sudah cukup begitu?" tanya Arin sembari menatap wajah kedua anknya bergantian.

Hans tersenyum tipis saat mendengar jawaban dari Arin,tak ada hentinya Hans memanfaatkan kedua anaknya untuk memojokan Arin.

" Terimakasih bunda!"

Kompak ketiganya mengatakan itu saat mendengar jawaban dari Arin.

" Cup,doakan adek ya Bun!" ucap si bungsu lalu pergi ke arah Sri dan mencium kedua pipi Sri.

" Doakan adek ya Oma." ucap Dinda

" tentu saja sayang!"

" Cup cup! Doakan Kaka jadi pemenangnya bunda." Kini giliran Hanif yang mencium pipi dan kening Arini,kemudian beralih ke Omanya.

" Kaka pasti menang kan Oma?" cup cup

Hanif mencium kedua pipi Sri dan tersenyum penuh arti,hanya dia dan Sri yang tau apa arti senyuman itu.

Arin hanya mampu bergumam dalam hati,ia tak tau apa yang tengah direncanakan oleh anak-anaknya,Sri dan Hans.

" Pasti dong Kaka,jangan mau kalah sama ayah!" ucap Sri.

" Cup.ayah pasti jadi pemenangnya." Ucap Hans setelah secara spontan melakukan penyerangan dengan mencium pipi Arin tanpa aba-aba saat Arin lengah.

Tubuh Arin seakan membeku mendapatkan serangan dadakan dari Hans.

Wajahnya bersemu merah karna ternyata anak-anaknya mentertawakan dia dari jauh.

Sri yang pura-pura tidak melihat menyembunyikan senyumannya.

" Astaga,mas Hans bisa-bisanya dia terang-terangan melakukan itu didepan anak-anak dan ibu.Mau ditaruh dimana mukaku." batin Arin.

Untuk menutupi rasa gugupnya Arin bangkit dan pura-pura pergi untuk mengambil camilan.

Rumah sakit ,bakti mulia.

" Dokter, dokter tolong dokter!" teriak Doni sembari berlarian dengan indah digendongannya sementara Arjun berjalan mengikuti dari belakang.

" Ya Tuhan apa yang terjadi pak!" tanya beberapa suster yang datang membawa kursi roda.

" Tolong dia sus dia sedang hamil dan ada darah keluar dari jalan lahirnya sus, tolong dia sus selamat anak saya!" Doni terlihat sangat panik karna indah tak ada hentinya mengeluarkan darah.

" Baik pak,bapak tunggu disini biar kami yang bawa masuk kedalam." Ucap seorang suster.

"Mas sakit mas sakit!" desis Indah.

" Sabar ya sayang!" ucapnya.

Sementara Arjun hanya diam sembari menatap keduanya dengan otaknya yang sudah berisik.

Bugh

" Semua ini gara-gara kamu brengsek! Kalau sampai terjadi sesuatu dengan indah ataupun bayi itu saya tidak akan segan membuat perhitungan!"

Mendapat serangan dari Doni Arjun hanya diam membeku,otaknya tak bisa lagi berfikir apapun selain hanya diam.Tubuhnya juga sudah lemas,entah apa yang ia rasakan,Arjun hanya diam dan menerima pukulan bertubi-tubi dari Doni.

" Stop!"

Suara bariton seseorang menghentikan Doni.

Bersambung....

1
rian Away
HALU GOBLOK
Atha Diyuta
🤭
Atha Diyuta
sayangnya tidak
Atha Diyuta
terimakasih ka
Utayiresna🌷
menjemput🤣
Atha Diyuta: 😄😄😄😄😄😄
total 1 replies
Utayiresna🌷
ah panasnya
Utayiresna🌷
dan janji harus ditepati
Utayiresna🌷
hai hai aku mampir hehe😄
Blueberry Solenne
Wah berat dong ninggalinnya kalau masih rindu
Atha Diyuta: btuul
total 1 replies
Blueberry Solenne
wah pinternya, tinggi juga tu nilainya
Atha Diyuta: 😊😊😊😊😊
total 1 replies
ginevra
ahh ... mending tinggalin aja lah .. toh kamu juga udah berusaha kan....
Atha Diyuta: di bab selanjutnya ka
total 1 replies
ginevra
hadehh... si ibu pinter banget aktingnya....
Atha Diyuta: ibu nya drama
total 1 replies
Fairuz
semangat kak jangan lupa mampir juga yaa
Atha Diyuta: siap ka terimakasih
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
kelamaan drama
Atha Diyuta: 🙏siap menerima kritik dan sarannya ka ☺️☺️
total 1 replies
ginevra
wah... main serong suami mu
Atha Diyuta: /Sob/
total 1 replies
ginevra
emang susah sih punya mertua tukang ikut campur...
rian Away: AH INI SIH TANDA TANDA SELINGKUH BJIR
total 2 replies
Atha Diyuta
ayo mampir dan ramaikan gais
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!