NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Cowo Tantrum

Si Manis Kesayangan Cowo Tantrum

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Enemy to Lovers / Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:584
Nilai: 5
Nama Author: love_chan

Laura gadis berparas cantik, manis dan polos namun sayangnya dia sangat tak percaya diri dengan wajah nya itu. karena memiliki mata biru laut yang indah.
selama ini laura selalu berpikir hidupnya sangat kosong dan hampa meski ayah nya selalu memberikan cinta padanya, namun yang dia inginkan kasih sayang seorang ibu yang sudah lama dia tak merasakan.
tiba-tiba hidupnya berubah seperti tersambar petir setelah bertemu dengan laki-laki tampan. namun sifatnya yang membuat laura sangat kesal.
"ck, dasar jelek! minggir lo" ucapnya dengan mendorong tubuh laura yang mungil.
"yang seharusnya minggir itu lo, gak punya mata emangnya? padahal lo sendiri berdiri ditengah jalan dasar bigfoot!" sahut laura yang sedang membawa tumpukan penuh buku ditangannya.
kayden merigoh ponselnya disaku ia menekan aplikasi browser dan mencari nama bigfoot yang disebutkan laura.
telinga kayden memerah dia menatap tajam kearah laura. "hahaha, lo bilang gue apa tadi?"
"gue bilang bigfoot, lo tuli emang!" cetus laura

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon love_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Harapan

Tenggorakan nya terasa kering dengan malas kayden turun dari kamar untuk mengambil air, ia melihat allen dan bianca membicarakan sesuatu dan tampak terlihat bianca begitu kesal.

"Kenapa lagi tuh si babi?" Gumam nya.

Bianca pergi meninggalkan allen disana dengan marah, kayden yang malas ikut campur sama sekali tak ingin tahu apa yang sudah terjadi.

Kayden dengan santai melewati allen yang masih diam berdiri seperti patung disana, kayden melirik wajah allen yang terlihat begitu sedih dan itu pertama kali baginya.

Ia berjalan menuju dapur pikiran nya masih tertuju pada allen, untuk pertama kalinya kayden melihat ekspresi sedih seorang allen yang dingin seperti es.

"Apa gue salah liat ya?" Ucap kayden yang bertanya-tanya.

Nugroho menepuk pundak kayden yang membuat pemuda itu terkejut. "Astaga!"

Nugroho dengan wajah datar ciri khasnya tersenyum pada kayden. "Tuan muda kayden sedang apa disini?"

Kayden mengelus dada bidang nya. "Paman ngapain sih disini? Apa susahnya bersuara kalau jalan." Omel kayden.

Nugroho terkekeh dengan omelan kayden. "Maaf tuan muda, tapi saya merasa cara jalan saya tidak ada masalah." Sahut nugroho.

Kayden yang malas meladeni kepala pelayan itu lebih memilih pergi, nugroho tersenyum melihat pertumbuhan cucu bungsu dari keluarga alexander.

Kayden berjalan menuju kamarnya menggunakan tangga karena masih kepikiran dengan allen, ia dengan mengendap-endap pergi kelantai 4 untuk memastikan apa yang dia lihat tadi.

Kayden membuka sendal dan berjalan dengan perlahan menuju kamar allen, didepan kamar allen kayden mencoba mendengar suara dari balik pintu namun sama sekali tak terdengar.

"Sepi banget, dia masih hidup apa mati?" Celetuk kayden yang masih mencoba mendengar suara dibalik pintu.

5 menit kayden menguping seperti maling namun tak ada suara sama sekali, entah mengapa perasaan nya merasa aneh.

"Kenapa gue merasa merinding ya?" Ucap kayden sambil memegang belakang lehernya.

Suasana dilantai 4 terasa mencengkam, seluruh ruang sangat dingin sampai-sampai kayden kedinginan.

"Mentang-mentang yang punya lantai orang nya kaya es batu, seluruh ruangan dingin banget gila emang." Keluh kayden.

Allen yang dari tadi dibelakang kayden hanya diam memperhatikan adik bungsunya itu, ia sudah mendengar ocehan kayden yang menurutnya tak masuk diakal.

Suara bunyi telpon masuk kayden dengan semangat menempelkan telinganya kepintu kamar allen. "Suaranya kok kenceng banget sampai kedengeran keluar ya."

Allen merogoh ponselnya didalam saku celana dan melihat panggilan masuk. "Halo?" Allen menerima panggilan telpon.

"Iya baik, anda bisa atur jadwal dengan sekertaris saya besok. Kalau begitu saya tutup telponnya selamat malam."

Kayden mendengar percakapan allen sedang berbicara ditelpon begitu singkat, ia merasa bukan hanya dirumah diluar dan ditempat kerja sikapnya tak berubah.

"Gue heran, sebenarnya mami sama papi kasih makan apa sih kak allen? Ga mungkin dong dia dikasih es batu tiap hari sampai-sampai sikapnya kaya gitu." Celoteh kayden.

Allen ingin sekali menarik telinga kayden yang terus mengoceh tentang dirinya, tanpa mengatakan apapun allen meraih handle pintu kamarnya.

Kayden terkejut tiba-tiba ada tangan dari belakang tubuhnya, ia menoleh kebelakang allen sudah berdiri disamping nya. Dan karena takut kayden melarikan diri sebelum allen memarahi nya.

Kayden berlari menuruni tangga menuju kamarnya dengan cepat membuka pintu dan mengunci.

"Gila! Berarti gue merinding karena ada kak allen dari tadi. Pasti dia dengar semua ocehan gue. Ah sial banget gue!!!!" Gerutu kayden dengan kesal.

*****

Allen berjalan menuju lemari es kecil yang sudah tersedia bir kaleng dan air mineral, ia mengambil beberapa kaleng bir dan berjalan menuju balkon kamar dan duduk kursi yang ada disana.

Allen membuka satu kaleng bir menikmati malam yang begitu cerah dari cahaya bulan, allen tak lupa menghisap nikotin dengan nikmat.

"Huft..."

Allen memikirkan hidupnya begitu monoton dan tak berwarna meski dilimpahi kasih sayang dari kedua orang tuanya. Namun, selama hidup 27tahun ia harus bisa seperti sang kakek memiliki wibawa dan tak mudah percaya pada siapapun. Selalu bersikap tak pandang bulu mau siapa pun dia, jika mengusik perusahaan dan keluarganya harus dilenyapkan.

Allen sudah dilatih dari umur 5tahun untuk bersikap dewasa sebelum waktunya, entah sudah berapa banyak nyawa yang dia lenyapkan dengan tangannya maupun orang kepercayaan nya.

"Gue gak bisa jadi kakak yang baik." Keluh allen. "Wajar kayden dan bianca gak suka sama gue, mulai sikap dan perlakukan gue selama ini sama mereka."

Allen berharap bisa akrab selayaknya adik dan kakak, ia ingin sekali kedua adiknya mengeluh dan meminta tolong ketika merasa lelah dan ada masalah.

Selama ini allen menghindari mereka berdua bukan karena tak sayang, allen tak ingin kedua adiknya melihat sifat yang menyeramkan darinya suatu saat nanti.

"Pasti bianca semakin benci diri gue yang kaya gini." Ucap allen sendu.

Allen menatap langit yang berharapa bisa menyampai betapa dia sangat menyayangi kedua adiknya.

*****

Pagi yang cerah, mulai terdengar suara ramai semua orang beraktivitas seperti biasa. Laura menggeliat matanya masih terasa mengantuk tapi dia harus bangun karena hari sudah tiba.

Laura membuka mata perlahan melihat kearah jam dinding menunjukan pukul 05:30 WIB. "Males banget sekolah."

Dengan berat laura bangun dari tempat tidur berjalan menuju kamar mandi, 25 menit mandi dan berpakaian keluar dari kamar untuk sarapan pagi.

Seperti biasa charles selalu menyiapakan sarapan sebelum pergi kepasar dan kekedai, laura sangat menikmati sarapan paginya hanya dengan telur mata sapi. Charles tak lupa menyiapkan bekal untuk laura.

Selesai sarapan ia segera berangkat karena setiap senin harus melakukan kegiatan upacara, laura yang selalu taat tak ingin dihukum seperti waktu itu karena ulah kayden.

Gadis itu denga bisa mengendarai sepeda menuju kesekolah sebenarnya hati kecilnya masih terluka namun, mencari ilmu adalah satu hal kewajiban yang harus dijalankan.

15 menit perjalanan akhirnya sampai disekolah, ia dengan ramah menyapa satpam sekolah disana dan memarkirkan sepeda dengan rapih.

Laura dengan wajah segar berjalan menuju kelasnya digedung B, tiba-tiba dari belakang seseorang merangkul laura yang membuatnya terkejut.

"Astaga.."

Laura menoleh kesamping ternyata karin lah yang merangkulnya dari belakang, gadis cantik itu tersenyum manis pada adik kelas nya yanh cupu.

"Hahaha kaget ya lo, sorry ya gue gemes banget pengen jahilin lo." Beo karin.

Laura memutar bola mata malas, entah mengapa ia merasa nyaman dekat dengan karin dan teman-teman nya. Laura melihat disekitar sama sekali tak melihat clara dan chika.

"Kak karin sendirian, kak clara sama kak chika mana?" Tanyanya.

"Ck, nanyain yang gak ada.." ambek karin yang memalingkan wajah.

Laura bingung dengan sikap karin tiba-tiba seperti itu. "Kenapa kak? Gue salah bicara ya." Laura menggaruk kepalanya yang tak gatal.

"Enggak sih, clara hari ini izin gak masuk ada urusan keluarga dan chika dia datang telat karena lagi ikut lomba IT." Sahut karina menggandeng laura.

Laura baru tahu jika chika ikut lomba IT menurutnya progammer itu sangat keren. "Gue baru tau kak chika pintar dibidang IT kak."

1
Ersa yuni Alfiani
fresh untuk dibaca
sunshine wings
🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️😅😅😅😅😅
sunshine wings
Kayden imaginasinya gilaaa.. 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Apa tak lebih kurangnya sakit mental ya begitu? 🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️🤷🏻‍♀️
sunshine wings: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!