NovelToon NovelToon
Selingkuhan CEO

Selingkuhan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Aliansi Pernikahan / Persaingan Mafia
Popularitas:737
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15: Perangkap di Gudang Senyap

Pukul 22:00 Malam: Gudang Pelabuhan Utara

Lokasi pertemuan adalah sebuah gudang tua di pelabuhan utara—wilayah netral yang sering digunakan untuk transaksi besar pasar gelap. Berbeda dengan gudang tempat Kaleb Sanjaya diikat, tempat ini bersih, dengan pencahayaan rendah yang terasa profesional.

Natalie (kembali sebagai Natalie yang licik dan ambisius) duduk sendirian di meja logam, dikelilingi oleh peti kemas tinggi. Ia membawa koper kecil yang di dalamnya berisi flash drive kosong yang dilindungi enkripsi. Ia mengenakan earpiece mikro tersembunyi; Ares mendengarkan setiap kata.

Di kejauhan, Natalie bisa merasakan kehadiran Rook. Dan di atap bangunan yang lebih tinggi, ia tahu Ares sedang mengawasinya melalui kamera termal dan drone pengintai.

Natalie menunggu, membiarkan keheningan dan ketegangan bekerja. Ia tampak santai, kakinya disilangkan, seolah-olah dia adalah pemain besar yang kebetulan sedang bersantai.

Tak lama kemudian, sebuah mobil SUV hitam berhenti di luar. Dua pria keamanan yang besar masuk lebih dulu, memeriksa ruangan. Kemudian, seorang pria yang jauh lebih ramping dan berpakaian rapi masuk. Dia adalah Tuan Leo, perwakilan resmi dari pesaing Ares, seorang pria yang dikenal karena kesabarannya yang menipu.

Tuan Leo menghampiri meja Natalie, menarik kursi, dan duduk. Dia tidak menyapa.

"Kau berani," kata Tuan Leo, suaranya tenang, menilai Natalie dari ujung rambut hingga ujung kaki. "Seorang pelayan yang mencoba menjual majikannya sendiri."

Natalie menyeringai kecil, senyum yang dingin. "Saya adalah pengusaha, Tuan Leo. Tidak ada loyalitas di pasar ini, hanya peluang. Saya mengambil risiko besar untuk mengambil barang ini dari bos saya yang berhati-hati. Tapi saya tahu nilai informasi ini."

Tuan Leo mengangkat alisnya. "Nilai? Setelah kami membayar Sanjaya untuk informasi yang tidak lengkap? Kami sudah tahu Tuan Ares membuangmu setelah kau mengambil data hard drive itu. Kau hanya barang sisa yang dijual Ares."

Natalie tertawa, tawa yang tajam dan palsu. "Tuan Ares tidak membuang saya. Dia menahan saya. Dia pikir saya ketakutan dan dia ingin menyimpan saya sebagai koleksi rahasia. Tapi saya tidak sebodoh Claudia. Saya tahu nilai saya. Saya melihat apa yang Ares sembunyikan."

Ia mendorong flash drive kosong itu ke tengah meja.

"Ini adalah petunjuk ke 'Buku Merah'. Ares tidak pernah menyimpannya secara digital. Dia menyimpannya di tempat yang hanya diketahui oleh orang kepercayaannya. Dan saya adalah orang kepercayaan itu. Berapa harga yang bersedia Anda bayar untuk kejatuhan Ares?"

Umpan Tertelan

Tuan Leo mengambil flash drive itu, memutarnya. Dia tidak memeriksa datanya, tetapi melihat reaksi Natalie.

"Kami ingin Buku Merah, Nona. Itu adalah urat nadinya. Berikan kami itu, dan kau bisa memiliki kekayaan yang membuat Ares terlihat seperti pengemis."

Natalie menyandarkan tubuhnya ke belakang, menunjukkan keberaniannya. "Aku tidak hanya butuh uang. Uang datang dan pergi. Saya butuh kekuatan. Saya tahu cara mengoperasikan pelabuhan, saya tahu cara memindahkan aset, dan saya tahu cara berbicara kepada orang-orang Ares yang korup. Saya ingin bagian dari pelabuhan di wilayah timur, Tuan. Itu adalah harga saya untuk 'Buku Merah'."

Di earpiece-nya, Natalie mendengar napas Ares yang menahan diri, hampir tidak terdengar, isyarat untuk melanjutkan. Permintaannya sempurna: ambisi yang logis dan sulit dipercaya.

Tuan Leo tersenyum, senyum yang kini mengandung rasa hormat yang licik. "Kau gadis yang berani. Permintaanmu besar, tapi sepadan. Bagaimana kau akan membuktikan bahwa kau bisa membawa kami ke Buku Merah?"

"Saya akan berikan koordinat palsu. Anda mengirim orang terbaik Anda, dan jika Anda kembali tanpa hambatan, saya akan membawa Anda langsung ke tempat penyimpanan aslinya," kata Natalie, menahan napas. "Ares tidak akan pernah menduga saya yang membocorkannya."

Tuan Leo mengangguk. Dia mengangkat tangannya, memberikan isyarat kepada pria keamanannya.

"Kami setuju dengan harga itu," kata Tuan Leo. "Berikan kami koordinatnya. Tapi ingat, Nona. Jika ini adalah jebakan, kami akan tahu. Dan kami akan datang untukmu."

"Saya tidak berbohong," balas Natalie, tatapannya dingin.

Jebakan Sempurna

Natalie memberikan koordinat palsu—sebuah lokasi yang sangat jauh dan tidak penting, tetapi terdengar kredibel di jaringan logistik Ares.

Tuan Leo berdiri. "Senang berbisnis denganmu, Natalie. Kami akan menghubungimu setelah misi ini selesai. Kau bisa pergi."

Saat Tuan Leo dan pengawalnya berbalik dan berjalan menuju pintu keluar, Natalie merasakan adrenalinnya memuncak. Misi selesai.

Namun, Tuan Leo berhenti di ambang pintu dan berbalik. Ada kilatan yang berbeda di matanya.

"Ah, satu hal lagi, Nona Natalie," kata Tuan Leo. "Kau benar-benar tidak pandai menyembunyikan masa lalumu. Kami melihatmu di Eclipse. Dan kami juga tahu bagaimana Ares mengambilmu keluar dari klub itu. Tapi kami menemukan satu hal lagi yang menarik."

Tuan Leo mengeluarkan ponsel dari saku jasnya dan menampilkan foto. Itu adalah foto buram Natalie yang berciuman dengan Ares di penthouse, yang diambil dari jarak yang sangat jauh menggunakan telephoto lens.

"Kami tahu kau bukan hanya pengkhianat. Kau adalah kekasih rahasia Ares. Sekarang, pertanyaannya, Nona," Tuan Leo menyeringai jahat. "Mengapa seorang pengkhianat yang dicintai begitu bersemangat untuk menjual orang yang dicintainya?"

Natalie membeku. Rencana Ares tidak memperkirakan foto intim ini bocor. Pengamanan penthouse pasti ditembus.

"Kau adalah umpan, Nona. Dan kami baru saja membalas Ares dengan umpan yang jauh lebih baik," kata Tuan Leo, mengangkat tangannya ke arah pria keamanannya. "Ambil dia. Ares akan melihat bagaimana kami berurusan dengan kelemahannya."

Saat pria keamanan bergerak menuju Natalie, semuanya meledak.

Pembersihan

"Rook! Sekarang!" teriak Ares melalui earpiece Natalie.

Sebelum pria keamanan itu mencapai meja, lampu di gudang meledak, membuat ruangan gelap gulita. Suara tembakan otomatis memecahkan keheningan, tetapi bukan dari Rook. Tembakan itu datang dari titik-titik yang tersembunyi.

Tuan Leo menjerit. Pria keamanannya roboh.

Dalam kegelapan, Natalie melompat ke bawah meja. Ia mendengar langkah kaki cepat—Rook.

"Natalie, tetap di bawah!" perintah Rook, suaranya terdengar dari segala arah.

Tiba-tiba, sebuah senter menyala di atas Natalie. Tuan Leo, dengan pisau terhunus, berdiri di depannya.

"Kau akan mati di sini, jalang!" geram Tuan Leo.

Saat pisau itu turun, suara tembakan terdengar lagi, lebih keras dan lebih dekat. Tuan Leo tersentak, pisau itu jatuh. Tuan Leo roboh tepat di samping meja Natalie.

Lampu darurat berwarna merah menyala. Natalie melihat Tuan Leo tersungkur, dan berdiri di belakangnya, menodongkan senjata dengan tangan mantap, adalah Ares.

Ares tidak hanya menonton dari kejauhan. Dia turun ke lapangan. Dia berdiri di sana, tanpa ekspresi, tetapi matanya memancarkan amarah yang dingin.

Rook muncul dari kegelapan, mengamankan perimeter.

Ares melepaskan tembakan terakhir ke tubuh Tuan Leo, sebuah double tap yang dingin dan mematikan.

Ia menjatuhkan senjatanya. Ia berjalan ke meja, mengabaikan mayat di kakinya. Ia meraih Natalie, mengangkatnya, dan memeluknya erat-erat.

"Kau aman," bisik Ares, suaranya serak. "Aku tidak akan pernah membiarkan mereka menyentuhmu."

"Foto itu," Natalie terengah-engah. "Mereka melihat kita."

Ares melepaskan Natalie. Ia menatapnya, ada darah musuh di bajunya, namun dia tersenyum.

"Ya. Mereka melihat kita. Dan mereka melihat apa yang terjadi pada siapa pun yang mencoba menyentuhmu. Operasi selesai, Natalie. Perang usai. Dan kau, ma chère," kata Ares, memegang wajah Natalie di antara kedua tangannya, "Kau baru saja memenangkan semuanya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!