NovelToon NovelToon
Gadis Mungil (Menikah)

Gadis Mungil (Menikah)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Motifasi_senja

Kelanjutan dari Gadis Mungil (I Love You)

Beralih dari kerumitan di masa lalu, setelah terpuruknya keluarga Agus, kini Mona harus menghadapi kehidupan baru. kehidupan setelah lulus SMA, bersiap untuk menikah dan apa yang akan di lakukan setelah menikah.

Mona dan Arga, masih saling mencintai dengan cara mereka masing-masing. pertengkaran, kenyolan seperti biasanya.


jika ada kesalahan nama tokoh maupun tempat, mohon di mengerti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Datang Ke Butik

Sambil menunggu ibunya melayani para mengunjung, Mona memilih duduk di sofa tunggu sambil menikmati buah apel yang tadi ia bawa dari rumah. Duduk dengan kaki menjuntai di atas pembatas sofa, pandangan Mona tertuju pada sebuah toko roti yang letaknya berseberangan dengan butik ini.

Cukup lama Mona termenung di sana. Setelah kurang lebih sepuluh menitan, sampai buah apel itu habis, barulah Mona berdiri. Kakinya berbelok menuju tempat sampah yang terletak di sudut ruangan. Setelah itu, Mona berbalik lagi dan mulai melihat-lihat beberapa gaun cantik yang membalut pada manekin.

Semuanya nampak indah dan cantik. Siapapun yang memakainya, pastilah akan terlihat seperti seorang putri dalam negri dongeng. Sambil menyungging senyum, Mona tiba-tiba membayangkan dirinya sedang berada di dalam sebuah gereja, berjalan anggun dengan memakai gaun cantik tersebut. Semua mata memandangnya takjub. Sekejap kemudian, Mona langsung terkekeh sendiri dengan pikirannya itu.

“Siang Nona, ada yang bisa saya bantu?” tanya Santi saat ada seorang wanita berparas cantik masuk ke dalam butiknya.

Mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala, Santi mulai menyusuri tampilan wanita cantik ini, mulai dari baju seksi yang ia kenakan, lalu beralih pada rambut pirangnya dan mata birunya, membuat Santi menebak bahwa wanita yang berdiri dengan senyuman di hadapannya bukanlah berasal dari negara ini.

Kemungkinan darah campuran. Itu tebakan Santi.

Setelah empat langkah masuk ke dalam, barulah wanita itu menjawab sapaan Santi. “Saya ingin mencari gaun untuk pesta, mungkin di sini ada?”

Santi tersenyum lagi. Lalu mempersilahkan wanita itu untuk berpindah ke ruangan sebelah di mana beberapa gaun yang di peruntukkan khusus untuk sebuah acara selain gaun pernikahan.

“Silahkan, Nona.” Santi mempersilahkan. Jade pun masuk dan hendak mulai melihat koleksi gaun itu.

“Kak Jade?” suara lembut itu mengucapkan nama Jade. Mona yang sedari tadi sudah duduk di sofa kini berdiri lagi.

“Mona?” Jade sama terkejutnya. Dengan terpaksa, Jane melempar senyum seramah mungkin. “Kau di sini?” tanya Jade bersahabat. Mona mengangguk.

“Kalian saling kenal?” tanya Santi.

Jade dan Mona sama-sama mengangguk.

Tidak bisa berbohong, dengan adanya Mona di sini, sebenarnya membuat Jade terlihat jengkel. Meskipun wajahnya terlihat tersenyum, tapi ketahuilah, di dalam hati Jade sedang menggerutu.

Untuk saat ini, sepertinya bukan langkah yang tepat untuk mendekati ibu Arga.

“Silahkan, Nona, mau pilih yang mana?” Beralih dari pembicaraan kenal saling mengenal, Santi mengubah topik pembicaraan ke semula.

Jade mengangguk lalu mengikuti langkah Santi. Sementara Mona, Ia memilih masuk ke ruangan Santi karena sudah merasa bosan berada di sini.

“Menurut anda, gaun mana yang cocok untuk saya?” Jade bertanya pada Santi sambil mengamati beberapa gaun yang tergantung maupun yang ada di manekin.

Masih dengan senyum indahnya, Santi menjawab. “Sepertinya semua gaun di sini akan cocok jika Nona yang memakainya. Selain cantik, Nona juga memiliki tubuh yang bagus.” Santi memuji.

Jade langsung bersemu merah. Nampaknya, ibu Arga adalah orang yang sangat ramah. “Bisa tolong anda pilihkan untuk saya?” pinta Jade.

“Dengan senang hati,” balas Santi antusias.

Sambil bercengkerama kecil dan memilih dan memilah gaun, Jade terus mencoba berbicara supaya celah mendekati ibu Arga semakin lebih mudah. Setidaknya jika sudah ada perkenalan dan keakraban, bisa mempermudah awal rencana.

Cukup lama Jade memilih gaun yang sekiranya cocok. Tentu saja karena Jade ingin terus mengajak Santi mengobrol.

Setelah beberapa menit berlalu lagi, barulah Jade berhasil menemukan gaun yang sekiranya sudah cocok. Saat ini sambil memangku, gaun itu, Jade masih mengajak ngobrol Santi. Keduanya duduk di atas sofa.

“Maaf saya lancang, benarkah anda ibu, Tuan Arga?” tanya Jade.

Santi sedikit terkejut. Pasalnya selama ini tak ada seorang wanita, entah siapapun itu yang mungkin teman atau partner kerja Arga, tak ada yang Santi tahu.

“Benar. Apa kau mengenal Arga?”

Dengan bangganya, Jade mengangguk. “Ya. Saya mengenal Arga.”

“Apa kau teman atau sahabatnya?” tanya Santi penasaran. Yang awalnya ada ekspresi ramah, entah kenapa kini ada sedikit perubahan di wajah Santi.

“Mungkin sebentar lagi menjadi teman,” jawab Jade sambil mengulum senyum.

Apa maksudnya sebentar lagi? Santi bergumam di dalam hati.

Benar saja, perubahan raut di wajah Santi, nyatanya menunjukkan rasa ketidak sukaan pada Jade. Semenjak terakhir Arga bermasalah dengan Aura, jujur saja Santi paling tidak suka jika ada wanita lain yang mendekati Arga. Bukan apa-apa, Santi hanya tak mau kejadian buruk menimpa Mona lagi.

Sebuah penyesalan yang pernah terjadi karena tidak terlalu fokus melindungi Mona, membuat Mona beberapa kali mengalami luka. Entah itu luka dalam maupun luka bagian luar.

“Apa kau tahu sebentar lagi Arga akan menikah?” Santi bertanya dengan nada yang sedikit meninggi. Namun sepertinya Jade tidak menyadari hal itu.

“Arga menikah?” Jade terlihat terkejut. Tak mau menunjukkan rasa terkejut yang berlebihan, Jade mencoba tersenyum seolah mendapat berita yang bagus. “Kapan? Apa aku boleh datang?” Jade mencoba terlihat antusias.

“Semua teman Arga, boleh hadir dalam pernikahan Arga dan Mona.” Santi menjawab dengan mantap.

Ada kekecewaan di wajah Jade. Bukan hanya karena harapannya terlihat pupus, namun juga merasa tidak enak dan takut jika Aura sampai tahu. Kemungkinan wanita itu akan mengamuk menggila.

“Baiklah... ini sudah hampir sore, aku permisi.” Jade berdiri. Gaun dalam pangkuannya masih setia ia peluk. “Terimakasih untuk gaun yang cantik ini, mungkin bisa aku pakai untuk acara pernikahan Arga besok.”

Santi tersenyum getir. “Baiklah... mari ku antar, sekalian membungkus gaun itu.” Keduanya sudah menuju meja kasir.

“Jade? Kau di sini?” Arga yang baru datang berpapasan dengan Jade yang baru saja selesai membayar gaunnya.

“Hei Arga, kau di sini juga?” Jade pura-pura terkejut. Padahal ia tahu, di sini ada Mona tentu saja kemungkinan ada Arga.

“Iya,” jawab Arga. “Apa yang kau beli?” tanya Arga mencoba akrab.

Di belakangnya, tepat masih di depan meja kasir, Santi terlihat mencibir. Bahkan sikunya yang berada di atas meja kasir sempat di sikut oleh karyawannya. Santi hanya mendengus, sementara karyawan itu hanya terkekeh.

“Aku membeli gaun pesta, dan tidak di sangka ternyata ini butik ibumu.” Jade tertawa renyah seakan-akan baru menyadari bahwa dirinya baru mengetahui tentang butik ini

“Kalau begitu, lain kali kau bisa datang ke sini lagi,” tawar Arga masih dengan senyum rupawan, membuat Jade terlihat terpesona.

“Tentu saja, aku pas—.”

“Arga! Kau sudah di tunggu Mona di ruangan ibu.” Refleks karena sudah merasa gerah dengan keakraban keduanya, Santi memotong kalimat yang hendak di ucapkan oleh Jade.

Jade hanya bisa tersenyum pias. “Ya sudah, aku permisi. Ketemu lagi lain waktu.” Jade melambaikan tangan dengan satu kerlingan mata membuat Santi langsung terpekik.

“Eh!” Kedua bibirnya mengatup dengan kedua telapak tangan mendarat menutupinya. Di belakang, para karyawannya hanya cekikikan.

Arga berbalik begitu Jade sudah tak terlihat. “Di mana Mona? Apa dia sudah memilih gaunnya?”

Pertanyaan Arga tak langsung mendapat jawaban, tapi justru mendapat cibiran dan julingan mata dari Ibunya.

***

1
Qaisaa Nazarudin
Dasar Jalang,Kasih aja ke Dion,Kan dia suka cewek dewasa gak peduli kalo sudah bolong, Untung aja Arga gak mau dan tetap membatasi diri nya dari cewek kek gini..
Qaisaa Nazarudin
Ini jih sahabat paling Lucknut menjebak kawan ke kancah gak bener..
Qaisaa Nazarudin
Mending bawah umur,masih polos,Dari yg udah atas umur,atas bawah bolong..
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Indra Lesmana
bagus
Dhamayanthie Akbar
Kecewa
CUKUP T∆U $∆J∆
namanya Mona panggilannya oon😂😂
CUKUP T∆U $∆J∆
perasaan Meri dehhh🤔🤔knp jd Mira😂
CUKUP T∆U $∆J∆
sama2 bodoh yg akur ya😄😄
CANTIKA
minum kopi pahit yg panas biar seger😂😂
CANTIKA
judulnya gadis bodoh menikah ya Thor😂
maulana syarofa
perusahannya kan banyak, knp hadiahny g mobil?
Wahida Arfiani Smb
ending ta egk enak
egk thu sapa yg kirim fito mona ama varel ke hp arga.
Ros Mailis
Arga" seorang ceo kok jadi bodoh karna cinta dan perarturan yg dia buat sendiri wkwkwk
Ros Mailis
itu bodoh kok kewatan ya 😂😂😂😂
AL Vinoor
kalau hidup cuma makan tidur seharian,itu bukan cuma bodoh,tapi pemalas,karakter Mona ini kaya nya manusia yg betul betul takberguna ya Thor.
Pipitabc Rachma
lanjut donk...
Dyah Shinta
Hahahahahaaa... kasihan ayam gorengnya....
Dyah Shinta
Lha emang Mona dianggap masih anak2 atau bego sih... kapan dia mau dewasanya... Di season 1 dia dibilang cuma bodoh di MTK.
Mestinya ya paling engga dia bisalah menelaah situasi, mengerti masalah dalam keluarga... Duh author... please deh...
Dyah Shinta
Author ... di bab 'malas meladeni' Tora udah kasih tau ke Arga bahwa Jade itu mantan pacarnya 2 bulan waktu dia ke Amerika. Masak di part ini kudu kaget lagi tuh Arga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!