Arabela, terpaksa harus berlapang hati menerima kenyataan pahit. Perempuan cantik itu harus rela meninggalkan sang kekasih demi menuruti perintah keluarga untuk menikah dengan kakak ipar nya sendiri.
Adila, kakak kandung Arabela meninggal karena melahirkan seorang putri, hingga keluarga memutuskan untuk menikahkan arabela dengan Vano Herlambang,
bagaimana kisah Arabela dengan Vano? apakah mereka menemukan kebahagiaan atau sebaliknya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Retmiduski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. sate kenangan
" ayolah Ra, sesekali kasih pelajaran kepada kulkas dua puluh pintu tersebut, aku saja berani untuk off kan ponsel ku, apa kamu tidak membayangkan bagaimana murkanya mas Vano jika dia tahu istri nya bersama aku yang tampan ini? " Ucap Bara kepada Ara, Bara memang sengaja mematikan ponsel miliknya demi memberi pelajaran kepada sang Kakak yang telah menyia-nyiakan gadis baik seperti Ara.
" Tapi ini udah panggilan yang ke dua puluh tujuh kali nya , kalau dia tambah marah gimana?" Ara yang sudah tidak enak dengan panggilan telfon Vano yang selalu dia acuhkan alias tidak di peduli kan nya.
" Marahkan balik dong, ampun deh .Tadi aja nangis nangis sakit hati karena ucapan mas Vano , sekarang malah nggak enak karena mengabaikan nya, wanita memang aneh sulit di mengerti" cecar Bara yang tidak habis pikir dengan Ara.
Itulah Ara, sangat gampang memaafkan seseorang dengan lapang hati. Ucapan dan perkataan Vano barusan memang menyakiti nya tapi dia berusaha mengerti dan memahami kenapa Vano mengatakan semua itu.
" Bukan gitu juga kali Bar" jawab Ara kesal
" Terus apa dong? Apa kamu sekarang nggak marah lagi karena hanya mas Vano berusaha menghubungi kamu puluhan kali? Hanya gitu doang marah nya ara?" Ujar bara tidak percaya
" Untuk apa marah terlalu lama hanya untuk menyakiti diri dan hati sendiri. Aku memaafkan semuanya tapi bukan berarti aku melupakan atau pun diam Bar, aku akan melakukan saran dan ide kamu. Jika nanti masih gagal , aku akan mencari ide yang lain hingga aku lelah sendiri atau berhasil merebut hati mas Vano " ujar Ara kepada Bara yang melihat gadis di hadapannya itu dengan kagum atas kepribadian yang dimiliki oleh gadis yang di samping nya tersebut
" Itu baru Kakak ipar aku, tapi sebelum itu apa hati kamu masih terisi oleh lelaki masa lalu mu? Jika masih maka aku berharap dengan berjalan nya waktu masa lalu mu pelan pelan terkikis oleh mas Vano , dan begitu juga dengan mas Vano , hatinya yang baru terisi oleh mu. Posisi kalian hampir sama , hanya saja disini kalian tidak ada bekerjasama tapi percayalah Ra, perjuangan kamu tidak akan sia sia apa lagi sudah hampir magrib dan perut juga mau di isi ayok kita cari tempat sepi hahaha" ujar Bara di ujung kalimat membuat sedikit lelucon untuk mencair kan suasana
" Hahaha hahaha sepi? Kuburan, kamu aja sendirian yang kekuburan aku mah Oga " Ara berdiri dan ingin berjalan
" Ayok kita cari tempat makan , hitung hitung ucapan makasih ke aku, karena udah nemenin kamu setengah hari . Dan menyogok driver kamu " ucap Bara yang juga berdiri
" Menyogok driver?" Tanya ara
" Iya, saya menyuruh driver kamu pulang dan tentunya menyuruh dia sedikit berbohong kepada suami kamu Hahhaha" ujar Bara tertawa. Sebelum mengikuti Ara ke dalam taman Bara terlebih dahulu meminta kepada driver yang mengantar kan Ara untuk segera pulang dan meminta tidak membocorkan kepada siapa pun Ara dimana dengan alibi Masalah keluarga.
" Masalah suami istri? Kamu bilang seperti itu kepada driver nya? " Ujar Ara tidak percaya
" Iya, aku bilang kamu lagi merajuk sama mas Vano hahaha eh pak driver nya langsung paham dan mengerti karena dia juga pernah mengalami ya sudah pulang deh " Bara memasuki mobilnya
" Cepatlah masuk Kakak ipar , jika tidak ingin Vano mengutus para anak buah nya untuk mencari keberadaan kita " teriak Bara dari dalam mobil
'' apa dia bisa melakukan semua itu? " Tanya Ara tidak percaya setelah menduduki bokong nya di mobil.
" Menurut kamu? Apa sih yang nggak bisa di lakukan oleh suami mu itu ? Selain mengubah takdir tapi hahahah hahaha" jawab Bara
" Bara Bara kamu kapan serius nya sih jadi orang, bercanda terus " Ara yang kebingungan melihat perbedaan yang signifikan antara suami nya dan adik ipar nya ini.
" Satu Minggu lagi saya akan bergabung di A.W group. Maka kamu akan melihat keseriusan saya tapi bohong hahaha hahaha "
" Bara !"
" Iya satu Minggu lagi aku akan ikut membantu mas Vano , karena biang kerok akan kembali ke tanah air tapi mungkin tidak sampai satu Minggu lagi, tergantung si biang kerok tersebut " ujar bara dengan nada dan ekpresi yang serius
" Biang kerok?" Tanya Ara bingung
" Hmm kamu belum tahu ya ra? Nanti kamu juga akan tahu, keluarga besar kita memiliki sisi buruknya dan itu dari pihak papa . Papa memiliki adik tiri yang bernama Beni . Mungkin untuk saat ini sampai di situ dulu yang kamu tahu Ra " ucap Bara mengobati sedikit penasaran Ara.
" Aku baru tahu, dan Om beni akan kembali ke Indonesia?" Tanya Ara
" Bukan tapi anak nya Alex , Alex yang brutal , brengsek, penjahat kelamin , pencandu, semua ada dengan dirinya serta ingin merebut semua hak papa " jawab Bara sedang kan Ara hanya Mangut Mangut mendengar kan Ucapan Bara.
" Aku tahu kamu baru tahu semua ini, karena mbak Dila pasti tidak pernah menceritakan hal hal negatif dari keluarga suami nya sendiri. Itulah salah satu hebat nya Kakak kamu Ra, tidak heran jika kamu juga tidak kalah hebat dari mbak Dila " sambung Bara dengan ekspresi kagum kepada wanita yang telah meninggal tersebut.
" Kamu benar Bar, dan aku masih banyak belajar dari mbak dila. Semoga kamu dan mas Vano selalu bersama dan bersatu ya Bar untuk mempertahankan hak dan milik kalian berdua" ujar Ara bersungguh sungguh
" Bukan milik kalian, tapi kita , kau Alana dan generasi penerus selanjutnya termasuk istri dan anak saya nanti meskipun hilal nya masih jauh dan belum jelas ".
" Phfftttt hahaha hahhs hahha Bara bara kadang aku bingung mana yang serius dan mana kamu yang bercanda " ujar Ara tidak tahan lagi untuk tertawa.
" Sama saya juga bingung Hehehhe. Tapi Ra mungkin hari hari kedepannya akan lebih berat dari ini oleh mas Vano jadi aku mau bilang , tapi sebelumnya kamu jangan tersinggung dulu ya....'
" Bar, aku mengerti dengan kekhawatiran kamu, dan apa yang akan kamu ucap kan. Akan aku pastikan aku meletakkan semua pada tempat dan waktu nya. Akan aku usahakan masalah internal kami tidak akan mempengaruhi pekerjaan kantor mas Vano " jawab Ara meyakinkan Bara meskipun dia sendiri tidak yakin dengan hal tersebut.
" Kamu terhebat, yaess kita sampai" Bara turun dari mobil
" Aku ngak nyangka kamu bisa makan disini di tempat ini " Ara kagum dengan kesederhanaan Bara.
" Kenapa kamu nggak Suka?" Tanya Bara
" Suka dong, wangi nya malah sampai ke sini , yok makan "
" Iya dong, meskipun di pinggir jalan , tapi ini sate Ter enak di kota ini " Bara duduk di kursi yang telah di sediakan yang di ikuti oleh Ara
" Sate dua seperti biasa mang" teriak Bara kepada penjual sate
" Oke den " ujar mamang penjual sate
" Wah satenya emang seperti biasa, tapi Aden kesini tidak seperti biasa, ada perempuan cantik di samping nya " ujar istrinya nya mamang tersebut
" Hahaha iya dong, Kakak ipar saya . Istrinya pak bos " ujar Bara memperkenalkan kepada suami istri penjual sate tersebut
" Ha' istrinya mas Vano? Kok beda ya? Mirip sih tapi ini bukan mbak Dila ya?" Ucap ibu ibu tersebut yang tidak tahu jika Dila telah meninggal dunia
Dan siapa sangka Vano bahkan juga langganan dengan sate pinggir jalan ini " iya mang buk, cerita nya panjang biar nanti mas Vano yang cerita kan ya, soalnya saya lapar " Bara tidak akan mau membicarakan mengenai masalah keluarga orang lain meskipun itu keluarga mas nya sendiri Bryan
" Tapi mungkin mamang dan ibu belum tahu jika mbak Dila Kakak kandung saya sudah meninggal dunia ketika melahirkan anak semata wayangnya" ara merasa mempunyai kewajiban untuk menyampaikan berita duka ini kepada orang orang yang mengenal Dila
" Apa? Astaghfirullah innalilahi wainnailaihi rojiun. Jadi mbak Dila udah meninggal dan mbak ini adik nya ? Yang sekarang menjadi istri nya mas Vano? " Tanya ibuk tersebut
" Iya buk , mohon doanya untuk Kakak saya ya buk mang, dan doakan juga supaya Alana anak nya mbak Dila dan mas Vano selalu sehat " ujar Ara dengan lembut
" Aamiin ya rabballalamin, inshaAllah mbak Ara Husnul khatimah dan Alana putrinya Selalu di beri kesehatan dan umur yang panjang. Sekarang saya Baru paham dan mengerti kenapa mbak Ara ini sekarang menjadi istri mas Vano. Tidak mudah memang , tapi ibuk yakin mbak Ara bisa " ucap perempuan paro baya tersebut dengan tulus
" Terimakasih buk "
" Udah buk, biarkan mas Bara dan mbak Ara nya makan, jangan di ajak ngobrol toh " ujar mamang dari depan sana
***
" Halo , berani menghubungi saya ? Kalian sudah menemukan istri saya?" ujar Vano yang masih dalam mobil
[Sudah bos , nyonya dan mas Bara lagi makan sate mamang pinggir jalan , sate langganan mas dan mbak Dila dulu ] tutttt Bryan mengakhiri panggilan telepon nya setelah mendengar laporan dari orang orang nya. Dengan cepat kilat langsung menuju tempatnya yang di maksud
" Hmmm saya sudah hampir gila mereka enak enakan makan sate " umpat Vano di dalam mobil
Tidak lama kemudian Vano sampai, sedikit tertegun karena tempat ini sering di kunjungi Dila tentu berdua dengan nya. Banyak kenangan dan cerita indah disini , sangat berat menginjak kan kaki namun demi Ara, Vano menguatkan hati dan pikiran nya
" Mas Vano" ujar Bara yang melihat ke parkiran mobil
" Huukk hukk " Ara yang keselek mendengar ucapan bara lalu menoleh ke belakang, siapa sangka orang yang membuat nya terkejut malah kini tepat di belakang nya dengan mata yang beradu pandang.
" Enak ya sate nya? Sampai sampai keselek gitu mendengar nama saya ?" Ujar suara Bariton tersebut tanpa ekspresi
Gluk gluk gluk air ludah kasar yang di telan Ara bahkan berbunyi " siapa sangka ucapan bara ternyata benar, Sangat muda dia menemukan aku" gumam Ara di dalam hati yang melihat Bara dengan santai nya makan sate tanpa mempedulikan tatapan mata mintak tolong nya.
" Mas kok berdiri aja, nggak makan sate? Enak apa lagi ada ceker ayam dan tukang tulang nya mantap , ayok duduk " ucap Bara seperti tidak ada kejadian apa apa
" Enak sate nya?" Ujar Bryan tetap melihat arah Ara
' enak banget malahan tapi terasa Ambar saat mas ada disini ' tentu saja kata kata ini hanya terucap di dalam hati
" Enak banget kok mas " jawab Ara berusaha santai namun tidak menawarkan makan kepada Vano.
' jangan harap aku menawarkan mas makan sate, kalau mau pesan aja sendiri. Biar tau rasa nya gimana nggak di hargai ' ucap Ara di dalam hati