NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Sang Mafia

Gairah Cinta Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Sugar daddy / Mafia / Romansa / Chicklit / Tamat
Popularitas:127.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ibu.peri

Arsenio Wickley, seorang mafia yang berusia 39 tahun. Semenjak kejadian kekasihnya pergi karena kesalahan pahaman, semenjak itu Arsenio menutup hatinya untuk semua wanita. Tapi, kehadiran seorang gadis mengubah pendiriannya. Clara datang kepadanya, dan berniat menjadi sugar baby Arsen. bukan karena uang tapi karena ia butuh kasih sayang yang tidak ia dapat dari orang tuanya.
" Om, aku mau jadi sugar Baby om" ucap Clara sambil menatap wajah Arsen.

" Apa kau tahu, apa yang dilakukan Sugar Baby?" Arsen mendekati wajah Clara, membuatnya sedikit gugup.

" Memang apa yang harus aku lakukan?" tanya Clara yang penasaran, ia hanya tahu sugar baby itu hanya menemani makan, dan jalan-jalan.

" kau harus menemaniku tidur, apa kau mau?" Arsen semakin memojokkan tubuh Clara.

" tidak!! aku tidak mau.." Clara berlari saat mendengar ucapan Arsen.

" Dasar bocah ingusan" ucap Arsen seraya menggelengkan kepala.

Nantikan kisah kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ibu.peri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertahanan diri Arsen

Di saat Arion tengah sibuk menarik tangan Clara menuju parkiran, Dion datang dan langsung merebut lengan gadis itu. Mereka seperti dua anak kecil yang memperebutkan mainan kesayangan.

"Lepaskan dia, Clara pulang denganku!" seru Arion, bersikeras menarik tubuh Clara agar masuk ke mobilnya.

"Dia tidak aman bersamamu. Aku akan mengantarnya pulang!" balas Dion tak kalah keras, kembali menarik Clara ke sisinya.

Clara yang berada di antara dua pria itu hanya bisa meringis. Kepalanya sedikit tertunduk, rambutnya berantakan, dan gaunnya tampak kusut akibat tarik-menarik yang tak berkesudahan.

"Lepas... sakit..." gumamnya pelan.

Di sisi lain, Mathew hanya menyilangkan tangan di dada, menonton tanpa niat ikut campur. Ia tampak tenang, nyaris seperti sedang menonton adegan drama yang seru.

Namun tiba-tiba, langkah kaki berat terdengar dari kejauhan. Clara yang sedang menahan sakit ditangannya, langsung menoleh begitu sosok familiar keluar dari mobil hitam yang berhenti tak jauh dari mereka. Mata Clara berbinar, senyum lebarnya merekah.

"Ahh... Om tampanku sudah datang," ucapnya dengan nada senang meski tubuhnya masih limbung.

Arion yang mendengar ucapan Clara langsung menegang. Wajahnya memucat dalam hitungan detik.

"Sial... matilah kita..." desisnya lirih, tubuhnya refleks menegang saat melihat Arsen melangkah cepat dengan wajah dingin dan rahang mengeras.

Tanpa aba-aba, Arion dan Dion melepaskan cekalan mereka, membuat Clara terjatuh terduduk di lantai parkiran. Namun yang mereka khawatirkan bukan soal Clara terjatuh, melainkan...

Bugh!

Satu pukulan keras mendarat tepat di rahang Arion hingga tubuhnya terhuyung dan jatuh menabrak pintu mobilnya.

Bugh!

Satu lagi mengenai Dion, meski sempat mencoba menghindar, tetap saja tinju Arsen berhasil menyentuh sudut wajahnya. Dion meringis menahan perih.

Sementara Mathew, sudah lebih dulu menjaga jarak.

Clara yang masih terduduk memegangi lututnya, meringis sambil melirik ke arah Arsen. "Om..." keluhnya manja, lalu tangannya berpindah memegangi bokongnya sendiri, mengeluh, "Sakit sekali..."

Tanpa berkata-kata, Arsen langsung membungkuk dan mengangkat Clara dalam pelukannya, membawanya menuju mobil. Matanya menyapu dingin pada ketiga pria yang kini berdiri kaku tak berani mendekat.

Namun ketika Arsen hendak menempatkan Clara di kursi penumpang, gadis itu mendadak memeluk lehernya erat-erat, menolak dilepas.

"Aku tidak mau," ucapnya manja, wajahnya menempel di dada Arsen.

"Kita pulang, Clara." Arsen menatap wajah gadis itu yang terlihat semakin manja.

"Aku ingin dipeluk," ucapnya sambil memejamkan mata, seolah menyandarkan seluruh rasa lelahnya di pelukan Arsen.

Arsen mendesah pelan. Mau tak mau, ia mengangkat tubuh Clara ke pangkuannya dan duduk di kursi belakang mobil, mengganti posisinya menjadi sopir sekaligus sandaran bagi Clara.

Mobil pun melaju pelan. Di tengah perjalanan, Clara yang duduk di pangkuan Arsen mulai menggelinjang kecil, tubuhnya bergerak-gerak, membuat Arsen kehilangan konsentrasi.

Wajah Clara kini menempel di leher Arsen, dan napas hangatnya menggoda kulit lelaki itu.

Tak hanya menempel, bibir Clara mulai mengecup pelan leher Arsen.

"Clara, berhenti," ucap Arsen dengan rahang mengencang, berusaha menahan has rat yang mulai mengusik ketenangannya.

"Om... aku ingin..." bisik Clara dengan suara berat, tubuhnya yang menggeliat di atas pangkuan Arsen membuat napas lelaki itu memburu.

Arsen menarik napas panjang, menepikan mobil ke pinggir jalan. Ia menatap Clara dengan sorot tajam, lalu memegang kedua bahu gadis itu.

"Diamlah. Kalau tidak, kau pasti akan menyesalinya," ucapnya lirih namun tajam, menahan gejolak yang sudah sampai ubun-ubun.

Namun Clara malah tertawa pelan, matanya mengerling nakal. Ia mendekatkan wajahnya dan—

Cup.

Satu ke cu pan lembut mendarat di bibir Arsen, lalu Clara tertawa geli.

"Aku suka ciu man yang Om berikan waktu itu..."

Arsen menahan diri, tetapi ketika bibir Clara kembali mendekat, ia tak bisa lagi mengelak.

Saat Clara hendak menjauh, Arsen menarik tengkuk gadis itu, menempelkan bi bir mereka dalam ciu man yang lebih dalam dan pa nas. Clara sempat terkejut, namun kemudian membalas, menikmati sensasi lembut sekaligus membakar.

De sa han kecil keluar dari bibir Clara, tubuhnya merapat. Tangan Arsen mulai menelusuri punggungnya, lalu perlahan melepaskan tali gaun Clara. Dalam hitungan detik, belahan tu buhnya yang meng go da terbuka lebar.

Namun di tengah gelombang has rat yang mulai membakar, Arsen tiba-tiba menghentikan ciu man nya. Ia menarik napas panjang, menutup matanya sejenak seolah mencoba menahan badai yang mulai tak terkendali dalam dirinya.

"Cukup," gumamnya pelan dengan suara berat.

Clara masih terengah di pelukannya, napasnya naik turun, wajahnya merah padam. Ia menatap Arsen dengan mata setengah tertutup, seolah tak rela kebersamaan mereka terputus begitu saja.

Namun Arsen tak memberi ruang untuk protes. Ia kembali membenahi gaun Clara, lalu meletakkan gadis itu dengan hati-hati di kursi penumpang, memastikan sabuk pengamannya terpasang dengan benar. Setelah itu, tanpa berkata apa-apa lagi, ia kembali ke balik kemudi dan melajukan mobil menuju apartemen miliknya.

Sepanjang perjalanan, keduanya terdiam. Hanya suara napas dan detak jantung yang terasa begitu keras di dalam kabin mobil.

Setibanya di apartemen, Arsen turun lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Clara. Ia menggendongnya masuk—tanpa bicara, tanpa senyum. Wajahnya tetap datar, tapi matanya mengandung bara yang belum padam.

Begitu pintu apartemen tertutup di belakang mereka, suasana langsung berubah. Arsen membaringkan Clara di atas sofa, lalu menatapnya dengan intens.

"Aku sudah cukup menahan diri," ucapnya lirih namun dalam, seolah memperingatkan, seolah meminta izin—meski ia tahu, izin itu sudah tersirat sejak ciu man pertama.

Clara hanya mengangguk pelan. Tatapan matanya berbicara lebih banyak dari kata-kata. Ada ketundukan di sana, ada rasa percaya, dan ada keinginan yang tak bisa disembunyikan.

Tanpa membuang waktu, Arsen kembali men ci um gadis itu, kali ini lebih dalam, lebih pa nas. Tangannya menjelajahi setiap le kuk tubuh Clara dengan gerakan lembut namun pasti. Ia tahu batasnya, tapi ia juga tahu, malam ini bukan tentang menahan diri.

Ciu man Arsen turun perlahan ke pelipis, kemudian ke sudut bi bir Clara—menguji reaksi, membangun ketegangan. Clara memejamkan mata, napasnya memburu, tubuhnya mulai bergetar oleh gelombang sensasi yang mulai membuncah.

Bibir Arsen akhirnya menangkap bi birnya secara utuh. Ciu man nya dalam dan lambat, seperti ingin menuliskan sesuatu di dalam dada Clara lewat setiap de sa han yang mengalir di antara mereka. Tangannya menjelajah, mengusap sisi leher Clara, lalu turun ke pundaknya—melepas satu persatu tali gaun dengan kesabaran yang mematikan.

Clara menggeliat pelan saat udara malam menyentuh kulitnya yang terekspos. Arsen menatapnya sejenak, lalu me nge cup bahu yang terbuka dengan penuh penghormatan. Sentuhannya tak kasar, namun setiap gerakan seperti menyimpan kekuatan yang nyaris meledak.

“Akhh... Om…” suara Clara nyaris tak terdengar, setengah me nge rang. Tubuhnya menegang saat tangan Arsen menyentuh sisi perutnya, naik perlahan ke arah da da, hanya berhenti di atas kulit tanpa benar-benar menggenggam.

Arsen menunduk, men ci um da da Clara yang tertutup sisa kain gaunnya, lembut dan penuh penahanan. Ia men cum bu tanpa tergesa, tanpa menyentuh bagian yang paling pribadi. Tapi sentuhan dan ciu man nya menyalakan percikan yang tak bisa dipadamkan.

Clara tak kuasa menahan era ngan kecil yang lolos dari bibirnya. Ia menggenggam kerah baju Arsen erat-erat, menggeliat dalam rengkuhan yang tak sepenuhnya melepaskan, tapi justru menghantarnya ke titik puncak kenik ma tan yang membuat tubuhnya me nge jang dalam pelukan pria itu.

Ia mencapai kli m4ks, bukan karena disentuh secara langsung, tapi karena intensitas—karena semua kehangatan dan sentuhan lembut yang penuh gai rah dan penghargaan.

Tubuh Clara lemas di bawah Arsen. Ia menarik napas panjang, menatap langit-langit dengan mata berkaca. Arsen segera menarik selimut dari balik sofa, menutupi tubuh gadis itu, lalu mendekapnya dalam diam.

“Tidurlah… aku tidak akan ke mana-mana,” bisik Arsen sambil menyandarkan dagunya di kepala Clara. Walaupun Arsen sudah tidak bisa menahannya, tapi ia tidak ingin melakukan itu disaat Clara sedang mabuk.

1
Putri Diana Maswatu
Author,aku menunggu kisa Mattew 🥲
Ndha: Nanti di usahakan ya kak😁
total 1 replies
keira
tamat 😭😭😭😭😭
keira
sangat suka,bagus
Nani Te'ne
Suka
Ndha: makasih kak🤗🤗
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
cerita buat matt thor..harus ada! gw maksa🙂
Ndha: Waadduhh..😁
nanti diusahakan ya kak
total 1 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
lahhh🙃
vj'z tri
kenapa di akhir taruh bawang banyak banget loh 😭😭😭😭🤧🤧🤧🤧🎉🎉🎉🎉
Ndha
Hai.. ceritanya selesai ya😊
jangan lupa mampir di cerita baru author.
MEMBAWA BENIH SANG CASSANOVA

🥰🥰🥰
vj'z tri
sah sah sah 🎉🎉🎉🎉🎉🎉
partini
Jodi minta ma author lah dapat wanita yg cinta ma kamu setulus hati 🤭
partini: 🤣🤣🤣🤣 ga lah
total 2 replies
ollyooliver🍌🥒🍆
walaupun anton tdk menjadi ayah yg baik buat clara ttp dia adalah keluarga satu"nya, anton sdh mendapatkan balasan meski luka clara tdk sepenuhnya sembuh dan memaafkan bisa cukup membuat hatinya lega meski sulit menerima kembali.
Ndha: tull.. kak👍👍
total 1 replies
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉🎉🎉 lanjut Thor 🎉🎉🎉🎉
keira
👍👍👍👍👍semangat thor
Siti Amyati
sahabat jadi ibu tiri
Ndha: judulnya : Istri ayahku adalah sahabatku 🤭
total 1 replies
partini
om Arsen kan kaya bisa beli rumah lagi dong biar kenangan baru tercipta yg lama di kubur ajahhhhh
Ndha: mereka mau nostalgia kak🤭
total 1 replies
Muchamad Ridho
akhrnya muncul jg cerita vanya
Ndha: iya kak, hampir kelupaan 🤭
total 1 replies
vj'z tri
mommy Dady lagi lagi lagi lagi apa ya ?coba princess tanya author 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lupa kalau ada princess di sana 😅😅😅
Ndha: lagi ngemut permen wkwkwk
total 1 replies
vj'z tri
ehm ehm sesuatu 🤧🤧🤧
Siti Amyati
kan sekarang sudah beda ngga bisa bebas ada yg bakal ngangguin
Ndha: iya kak🤭 pasti digangguin terus Ama Ariel😆
total 1 replies
vj'z tri
papa Dedi 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 Arsen ganti nama jadi Dedi 😅😅😅😅🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ndha: wkwkwkwkw
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!