NovelToon NovelToon
Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Tumbal Pasung Perjanjian Gaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Iblis / Kutukan / Hantu / Tumbal
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Aku tak ingat lagi apa yang terjadi padaku malam itu.

Saat terbangun, tiba-tiba saja diriku sudah berada di dalam sini. Sebuah kurungan berukuran 2x1 meter yang di susun oleh besi-besi, ada gelas air di sudutnya dan sebuah handuk kotor di pegangan pintu. Seperti kandang hamster berukuran manusia.

Tampak putung rokok di meja sana mengepulkan asap. Beberapa pakaian dan surban juga terlihat menggantung di tembok serta puluhan keris berdiri di lemari.

"Tutupi tubuhmu!!" Tiba-tiba seorang kakek tua mengejutkanku dari arah yang lain dengan melemparkan selembar kain jarik.

Aku baru sadar kalau sedari tadi tubuhku sudah tak mengenakan apa pun.

Kemana perginya pakaianku?

Hijabku?

HP ku?

Ya, tuhan.

Apa mereka benar-benar menghabisiku pada malam itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan Maaf

Adzan berkumandang.

Aku buru-buru bangun dari tidurku. Tapi yang pertama kali kulihat adalah, matahari sore yang tenggelam di balik jendela.

Magrib.

Aku sudah tidur selama itu?

Di mana Ndaru?

Aku berkeliling di kamar yang luas ini, hanya menemukan nampan berisi ayam goreng dan es teh yang tampaknya sudah mencair dari tadi. Tanpa basa basi, semuanya lenyap dalam sekali lahap.

Aku melihat ada kamar mandi di sudut ruangan ini, jadi aku memutuskan untuk melangkah ke sana, di langkah ke tiga aku baru ingat.

Sial.

Semalam Ndaru banyak mengeluarkan benihnya di dalam dan aku lupa membersihkan diri.

Aduh, bagaimana jika cairan-cairan itu berhasil membuahi sel telurku?

Aku nggak mau mengandung anak psikopat, nggak mau!

Buru-buru aku berlari ke kamar mandi, menyemprotkan tubuhku dengan jet shower. Saat aku membukanya, benar saja masih banyak lelehan lahar yang mengalir dari dalam. Aku yakin karena kelembaban dan hangatnya tubuhku, cairan-cairan itu tidak mengering.

...KLOOKKKK...

Suara pintu terbuka.

"Cantik, udah bangun ya?" Suara langkah kaki mendekat di balik pintu kamar mandi. "Buruan mandinya!"

Sial kenapa dia datang di saat seperti ini.

Aku sengaja berlama-lama di dalam, tapi tetap saja tak membuatnya pergi dari situ.

Saat aku membuka pintu kamar mandi, "Aku udah siap, Nih cantik!"

Sial.

Ndaru sudah telentang di atas kasur dengan belalai yang memanjang ke atas. Aku buru-buru menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam.

Dengan begini aku sedikit lega, meski harus bernapas di dalam ruangan 2x3 meter ini setidaknya aku tidak harus melayaninya lagi yang membuat tubuhku sakit semua.

Tapi ketenanganku itu hanya bertahan beberapa menit setelah tiba-tiba kunci pintu bergeser dengan sendirinya, "Kamu lupa, kalau aku punya semua kunci di rumah ini? Termasuk juga pintu surgamu? Hah?"

Dengan tatapan beringas Ndaru menyeretku ke bath-tab, menyalakan kran air hangat dan menceburkan kita ke dalam, "Kok, mandi sendirian, cantik?" ucapnya sambil menyeka pipiki dengan ibu jarinya.

"Eeergghhhh," pekikku sekuat tenaga.

Ndaru menggapai rambutku dengan lembut, menyusuri leherku dengan tangannya yang kekar. Entah kenapa dia tiba-tiba meremas rambutku yang ada di genggamannya dan,

...BLUPPHH PLUUPPPH PLUUPPPP...

...BYUUUURRRR...

Membawaku menyelam ke dasar bath-tab.

"Arggghhhh," jeritku.

...BLUUUPPHHHH PLURUPPHH PLUUPPPH...

...BYURRRR...

"Ooorrhhhhhhhhppppgg," isakku.

...BLUUUPPHHHH PLURUPPHH PLUUPPPH...

...BYURRRR...

"Arrgghhhhhh," teriakku.

...PLAKKKK...

"Hadap ke kamera!" tunjuk Ndaru ke arah tripod yang berdiri di depan kita. "Hey, Bobbi! Puas kamu?"

Sial.

Kapan dia membawa benda itu ke sini?

Perasaan, tadi tak ada tripod dan handphone itu.

"Sekarang, kamu minta maaf ke Bobbi!" paksa Ndaru sambil mengangkat kepalaku keluar bath-tab mendekati lensa kamera. "Ayoo!"

"Arggghhhh," jeritku histeris.

Entah kesurupan apa Ndaru tiba-tiba berbuat seperti ini. Dia lekas mengangkat kaki kananku dari belakang dan,

...Slleepph...

Dia kembali mengajakku bergaul dengan belalainya di depan kamera. Dia terus memaksaku untuk minta maaf kepada Bobbi, memberikan klarifikasi kalau aku memang bersalah dan bersedia di hukum seberat-beratnya.

Tapi aku tak bisa melakukannya dan Ndaru paham itu. Jadi dia mewakilkanku untuk melakukan klarifikasi.

Sepertinya dia menjadikan setiap hentakan dan perlakuan kasarnya terhadapku sebagai hukuman, dia juga tak segan memasukan gagang gayung ke dalam rahimku agar bisa meyakinkan Bobbi.

Setelah kita sama-sama lemas dan lagi-lagi Ndaru mengotori rahimku yang baru saja ku cuci, dia memutar ulang rekaman itu. Video sepuluh menit tentang klarifikasi akhirnya kita putar bersama.

"Maaf, cantik. Tapi aku harus melakukannya demi kebaikan kita." ucap Ndaru mengelus lembut pipiku. Kini aku duduk di pangkuannya sambil menonton Video yang kami rekam barusan. "Aku harus cepat-cepat mengirimkannya ke Bobbi. Kamu cepat ganti pakaian. Aku sudah belikan baju bagus yang cocok untukmu, ayo!"

Kami pun keluar dari kamar mandi, setelah aku membersihkan ulang tubuhku dan Ndaru membereskan alat-alat rekamannya.

1
arif didu
sadiiiiiis
arif didu
ndaru kesambet apaan thor
arif didu
sadis si thor
arif didu
gak kebayang gimana bentuknya si nur
arif didu
emg kades bejat
arif didu
mbak kunti jgn2
arif didu
sakti bener mbahnya
arif didu
duh temennya bejat pisan
arif didu
duh bisa kabur ga nur
arif didu
bisa2nya si nur malah basah
arif didu
emg knp si pada benci bgt sama kamis wage
arif didu
panca ga ingat?
arif didu
disini setannya Bahlil kah thor
arif didu
miris bgt nasibmu nur
arif didu
human trafikking
arif didu
perna juga ngalami ini...
arif didu
saking saktinya thor
arif didu
ni si bos gmna si tadi anak bua nya ga boleh nyentuh eh malah Muis suruh main sama nur
arif didu
bener2 ga pnya hati
arif didu
duhh nur km diperawanin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!