Farel adalah seorang Ceo tampan yang bersikap dinggin bertemu dengan gadis cantik yang cuek bernama Nayla.
hal itu membuat pertengkaran bak kucing dan anjing jika mereka bertemu.
Namun karena takdir, mereka di satukan dalam ikatan cinta pernikahan.
Apakah mereka akan bersatu atau bahkan mereka akan berpisah?
Bagaimana kah kelanjutan nya?
Simak terus ceritanya ya
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar, dan vote nya ya readersku😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
keteledoran
Suara adzan subuh berkumandang.
membangunkan Farel dari tidurnya, dan ia pun membangunkan Naila mengajak shalat subuh berjamaah, namun Naila tak bergeming, masih pulas dengan tidur nya.
Ia lalu mengambil wudhu dan shalat subuh di kamar.
Naila terbangun saat farel sedang Shalat merasa malu.
"Ya Allah.. harusnya aku bersyukur, mempunyai suami yang taat kepadamu, ku malu pada diriku sendiri karena belum menjadi istri yang baik untuknya"
Dan ketika Farel selesai berdoa Naila berpura pura masih tertidur.
"Nay, bangun.. udah pagi"
"iya"
"Bangun sendiri atau gue bangun in?"
"Hemmmbtzz"
Farel yang tak sabar akhirnya mendudukkan paksa Naila.
"Apaan sih! iya gue bisa sendiri"
.
7.30
Setelah berpamitan ke Bu Naya dan pak Juna akhirnya mereka kembali pulang ke rumah Farel.
"Mampir nggak nih?"
"Nggak"
"Yakin?"
"Iya"
"Nay"
"Kenapa?"
"Nggak jadi deh"
"Aneh deh"
Tak lama kemudian ponsel Farel berbunyi.
"Halo, iya han"
"Oh, di cancel dulu"
"kalau udah masuk lagi aja kita atur"
"Iya, thanks Han"
Farel menutup ponselnya
"Emangnya kapan mulai masuk kerja lagi?" tanya Naila penasaran
"Secepatnya"
"Emm... Aku masih bisa kerja kan?"
"Bisa... asalkan nggak bikin ribut aja"
"hah??? serius?"
"Santai aja, nanti saya bakalan professional kok sama bapak Farel"
Farel refleks melirik tajam ke arah Nayla.
Naila meringis seperti tak berdosa.
40 menit kemudian...
Rumah nampak sepi, bu Rara dan pak Hadi pun nampak tak berada di rumah.
"Mama pergi kayaknya"
"Iya, mungkin ke rumah nenek"
Naila mengangguk angguk mengerti.
Farel masuk kedalam kamarnya, dan Naila duduk di taman belakang rumah.
"Sebenarnya baik sih dia, tapi....?"
"Tapi apa ya..."
"Udah ah"
Naila masih bermain dengan fikiran nya selama berjam jam di taman..
Setelah merasa jenuh, ia pun kembali masuk ke dalam kamarnya.
"Nggak ada dia? kemana?" gumam Naila saat mendapati farel tak ada di kamarnya.
"Mungkin ke kantor" fikir Naila
ia pun lalu memutuskan mandi.
dan setelah mandi ia masih memakai (handuk baju) nya lalu mengambil buku bacaan dari meja dan membacanya di kasur.
1 jam berlalu.
"bruukkk!!!" buku terjatuh dari genggaman Naila,
Naila mengantuk
"Hoaammm... ngantuk, tidur bentar deh"
karena sudah tak tahan dengan rasa kantuknya, Naila masih membiarkan dirinya memakai (handuk) nya
Tanpa disadari, setelah Naila sudah pulas dengan tidur nya Farel masuk ke kamarnya lalu di kejutkan dengan pemandangan Naila yang tertidur masih dengan (Handuknya), sehingga memperlihatkan sedikit kedua gunung kembar nya belum terbalut bra.
"glek" Farel menelan Saliva nya
Farel terdiam sejenak.
"Gi*a nih anak, mancing gue apa gimana sih? tidur belum ganti!!"
Akhirnya Farel memberanikan diri untuk membangun kannya.
"Nay"
dengan menepuk nepuk Pipi Naila
"Nay"
"Naaaay"
Setelah panggilan yang terakhir akhirnya Naila bangun dan terkejut karena melihat Farel sudah berada di kamarnya.
"Hahhhh.... jangan macam macam Lo ya" kata Naila reflek menutup dadanya menyilang dengan kedua tangan nya.
"Kenapa? bukan kah kita sudah sah menjadi suami istri? dan halal bagi ku melihat semuanya dari mu"
"aduhhhh!! ini gara gara gue yang teledor! Naila.. Naila.. arghhh!!!"
"dan karena kamu sekarang sudah membuat ku ingin melahap mu, jadi ku akan meminta hak ku sekarang" kata Farel dengan berarah maju ke arah Naila dan Naila pun semakin mundur.
Hingga Naila terhenti karena sebuah tembok yang tak memungkinkan untuk mundur kembali.
"Nggak!!! apa yang akan Lo lakuin?"
"Jangan bertingkah bodoh nay, kamu pasti udah tau tujuan dari pernikahan itu apa?"
"Ya, salah satunya adalah mendapatkan keturunan"
"Gue tau! tapi gue belum siap"
kata Naila agak memelas.
Kini farel sudah berdiri di depan Naila
Lalu menarik dan menyilangkan tangan Naila di atas kepalanya
Naila yang tak kuat dengan tenaga farel akhirnya tak bisa menghindar.
"Lepasin gue.."
Farel yang seperti sudah kelaparan tak menghiraukan suara Naila.
ditariknya handuk Naila sampai terlihat gundukannya.
"Jangan" Isak Naila
Farel terdiam.
dan akhirnya farel membatalkan dan menutupi kembali dengan Handuknya.
"Oke gue tau Lo belum siap, maafin gue" kata farel lalu meninggalkan Naila
Naila menangis
"Maafin gue, gue bener bener belum siap"
Baca Part awal kayaknya seru..