NovelToon NovelToon
Kesalahan Satu Malam

Kesalahan Satu Malam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Cinta setelah menikah / Romansa / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:17.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ikromatul Fasila

Kesalahan satu malam yang mengubah hidup Hanum, dimana di malam itu seseorang datang dan merenggut kehormatan yang selama ini Hanum jaga. Steven Nicholas Dirgantara adalah lelaki yang telah memperkosa Hanum, Steven adalah aktor terkenal juga seorang pengusaha, keluarganya juga adalah keluarga paling kaya di kota ini. Hingga hari dimana Hanum mengandung anak dari Steven dan Hanum harus melahirkan anak itu karena bagi keluarganya dia adalah pewaris selanjutnya dari keluarga Dirgantara. Akan tetapi kejadian tidak terduga terjadi dimana Hanum mengalami keguguran hingga membuat keluarga Steven merasa kecewa dengan Hanum karena tidak bisa menjaga anak itu dengan baik.

Saat itu juga Hanum memutuskan untuk pergi dari kehidupan Steven di saat benih cinta mulai tubuh.

Bagaimana kelanjutan cerita nya, apakah Steven akan mencari Hanum atau membiarkan cinta itu pudar seiring berjalannya waktu simak terus kelanjutan ceritanya dalam novel Kesalahan Satu Malam..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikromatul Fasila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Mendengar apa yang dikatakan oleh sang Dokter, Steven langsung terdiam tidak percaya dengan apa yang terjadi saat ini.

"Tidak! Itu tidak mungkin, tidak mungkin anak ku meninggal. Kalian pasti salah,"

"Tuan, mohon tenangkan diri Tuan dan terima kenyataan bahwa anak Tuan benar-benar sudah meninggal. Saya mohon ijin pamit dulu," kata sang Dokter lalu berjalan pergi meninggalkan keluarga Dirgantara.

Saat ini Steven terlihat sangat sedih atas kehilangan anak nya, bahkan semua keluarga Dirgantara juga ikut merasakan apa yang Steven rasakan kecuali Mommy Steven yang tersenyum saat mendengar kabar itu.

"Bi, bagaimana bisa Hanum terjatuh?" tanya Steven kepada Bibi Ani.

"Saya juga tidak tau Tuan kenapa Nyonya bisa terjatuh, saya sudah menemukan Nyonya dalam keadaan berdarah," jawab Bibi Ani ketakutan saat Steven bertanya kepada dirinya.

"Kalian berada dimana? Kenapa kalian berdua tidak menjaga Hanum dengan baik?" Steven tampak marah kepada Bibi Ani dan juga Paman Herman.

"Steven! Kau jangan menyalahkan Bibi Ani dan juga Paman Herman, semua ini adalah kesalahan Hanum sendiri. Dia yang telah lalai menjaga anak yang tengah dia kandung bahkan dia berjalan cukup jauh dari Villa," kata Mommy Steven dengan menghentikan Steven yang menyalahkan Paman Herman dan juga Bibi Ani.

"Sudahlah, sekarang kalian semua harus tenang. Kita akan menanyakan masalah ini kepada Hanum saat dia sadar nanti," kata Kakek lalu berjalan pergi meninggalkan mereka semua.

Saat ini Steven masih menunggu di luar ruangan Hanum karena kondisi Hanum yang lemah paska pendarahan tadi.

"Steven, Mommy ingin berbicara sesuatu dengan kamu," ucap Mommy Steven duduk di samping Steven.

"Ada apa Mom?" jawab Steven tanpa melihat ke arah Mommy nya.

"Stev, untuk apa kau bersedih dengan kematian anak yang bahkan tidak pernah di inginkan kehadiran nya itu," ucap Mommy Steven berusaha untuk menghasut Steven agar membenci Hanum karena Mommy Steven tau bahwa saat ini Steven mulai menaruh hati pada Hanum.

"Apa maksud Mommy?" tanya Steven dengan wajah terkejut nya mendengar apa yang dikatakan oleh Mommy nya.

"Stev, Hanum tidak pernah menginginkan anak itu. Mungkin semua ini adalah alibi yang Hanum lakukan untuk membunuh anak nya sendiri. Kau tau bahwa kau telah merusak masa depan Hanum dengan memperkosa dia waktu itu dan mungkin ini adalah salah satu cara untuk membuat kau dan juga keluarga Dirgantara merasakan kecewa karena pewaris yang kita nantikan telah tiada,"

"Mom, jangan asal bicara. Hanum tidak mungkin melakukan hal seperti itu," Steven tampak masih membela Hanum bahwa Hanum tidak akan sekejam itu membunuh anaknya sendiri.

"Stev, coba kau pikir dengan akal sehat mu. Bagaimana bisa Hanum terjatuh di saat kondisi jalan yang terlihat mulus bahkan tidak ada batu atau apapun yang membuat Hanum terjatuh. Bahkan saat Bibi Ani menemukan Hanum dia sudah dalam keadaan yang cukup parah, di sana Hanum juga hanya seorang diri jadi tidak mungkin jika ada seseorang yang mendorong nya. Stev, dia melakukan nya dengan sengaja agar anak yang di nantikan oleh keluarga Dirgantara itu meninggal. Hanum tidak pernah ingin memberikan anak itu kepada keluarga kita, Hanum hanya ingin kita semua merasakan kehancuran melihat pewaris keluarga Dirgantara telah tiada," ucap Mommy Steven masih berusaha membuat Steven membenci Hanum.

Steven terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh Mommy nya, hati Steven mulai mencurigai bahwa Hanum membunuh anaknya dengan sengaja.

''Mom, Steven lelah. Steven ingin beristirahat," kata Steven lalu berjalan meninggalkan Mommy nya.

Mommy Steven tampak tersenyum bahagia saat melihat Steven yang mulai terpengaruh oleh apa yang dia katakan.

"Sekarang aku harus membereskan Ibu si wanita kampung itu, enak saja dia mendapatkan perawatan yang bagus menggunakan uang dari keluarga Dirgantara. Jangan harap kau bisa menikmati uang dari keluarga Dirgantara." ucap Mommy Steven lalu berjalan pergi.

Malam hari pun telah tiba, saat ini Hanum sudah mulai membuka ke dua matanya. Hanum melihat sekeliling tempat yang Hanum tau bahwa saat ini dia berada di rumah sakit.

"Anakku?" gumam Hanum sambil memegang perut nya dan mengingat kejadian waktu diri nya di dorong oleh seseorang.

Betapa terkejutnya Hanum saat dia merasakan bahwa perutnya sudah rata.

"Anakku? Dimana anakku?" teriak Hanum histeris saat dia melihat perutnya sudah rata.

Perawat yang saat itu sedang menjaga Hanum pun langsung menghampiri Hanum.

"Nona, tenanglah," kata sang perawat berusaha untuk menenangkan Hanum.

"Dimana anakku? Sus, dimana anakku?" Hanum tampak menangis histeris.

"Nona, maafkan kami karena tidak bisa menyelamatkan anak Nona, anak Nona sudah meninggal," jawab sang perawat mengatakan kenyataan kepada Hanum.

Hanum langsung terdiam tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sang perawat.

"Tidak mungkin, itu tidak mungkin. Bagaimana mungkin anak ku bisa mati, hiks hiks," tangis Hanum terdengar sangat pilu.

Melihat Hanum yang menangis, sang suster pun pergi meninggalkan Hanum seorang diri untuk menenangkannya.

Selama semalaman Hanum memikirkan apa yang akan dia katakan kepada keluarga Dirgantara, Hanum mengerti pasti dirinya yang akan di salahkan karena tidak menjaga kandungan nya dengan baik hingga membuat dirinya mengalami keguguran. Hanum hanya bisa pasrah atas kejadian yang saat ini terjadi padanya dan Hanum akan menerima semua keputusan keluarga Dirgantara kepada diri nya nanti yang pasti akan meminta Steven untuk mengakhiri pernikahan nya ini.

Pagi hari telah tiba, saat ini Steven telah berada di ruangan Hanum. Steven tampak duduk sambil menatap dalam ke arah Hanum yang terlihat masih pucat.

"Hanum, kenapa kamu bisa terjatuh?" tanya Steven yang saat ini berada di depan nya.

"Aku tersandung," jawab Hanum singkat.

"Di bagian apa kamu bisa tersandung padahal di sana tidak ada bebatuan atau pun sesuatu yang bisa membuat kamu tersandung. Hanum, jangan bilang bahwa kau sengaja Ingi membunuh anak kita," ucap Steven dengan menahan air matanya sambil melihat ke arah Hanum.

"Membunuh anak kita?" ucap Hanum langsung menatap ke arah Steven.

"Iya Hanum, kau pasti sengaja bukan membunuh anak kamu sendiri," Mommy Steven tiba-tiba datang dan ikut pembicaraan mereka berdua.

"Hanum, aku tau bahwa kau sangat ingin membalas dendam atas apa yang telah Steven lakukan pada mu tapi kenapa kamu harus mengorbankan anak mu sendiri. Kau benar-benar Ibu yang kejam, kau bahkan membunuh anak yang belum lahir, kau hanya ingin memberikan harapan kepada keluarga Dirgantara setelah itu kau akan menghancurkan harapan itu. Benarkan Hanum?"

Hanum hanya diam saat mendengar apa yang dikatakan oleh Mommy Steven, kini Hanum mulai mengerti tentang apa yang telah terjadi padanya. Hanum curiga bahwa lelaki yang datang untuk mengganggu dirinya ada kaitannya dengan Mommy Steven.

"Hanum, kenapa kamu diam? Apakah yang dikatakan Mommy itu benar?" tanya Steven berusaha mencari jawaban kepada Hanum.

1
Iis Novitasari
mana bab 44 nya kak ko blum muncul
Iis Novitasari
lanjut
Cindy
lanjut kak
Hikari_민윤기
Hanum Lupa punya adik namanya Rika...
Hikari_민윤기
Dylan Wang
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
next
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
next
Cindy
lanjut
Cindy
lanjut kak
Cindy
lanjut
Cindy
next
Cindy
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!