NovelToon NovelToon
Radar Cinta Andara

Radar Cinta Andara

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Diam-Diam Cinta / CEO / Keluarga & Kasih Sayang / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / Tamat
Popularitas:38.8k
Nilai: 5
Nama Author: Melisa ekprisa

Setelah kematian Panca, kekasihnya tujuh tahun yang lalu. Andara mencoba menyibukkan diri untuk karirnya. Tidak ada ketertarikan untuk mengenal cinta.

Andara gadis muda yang cantik dan energik, dia berhasil menempati posisi manajer di sebuah perusahaan fashion. Usianya sudah memasuki 27 seharusnya memikirkan pernikahan. Akan tetapi belum ada lelaki yang bisa masuk ke hatinya.

Butuh waktu bagi Dara untuk membuka hati pada pria lain. Entahlah, ada magnet tersendiri membuat dia malas memikirkan pasangan.

Ervan Prasetya, pria matang yang punya jabatan bagus di perusahaan tempat kerja Andara. Mereka di pertemukan dalam sebuah kerja sama tim. bagaimana Tom dan Jerry mereka selalu bertengkar.

Tapi ternyata itu yang membuat Ervan makin penasaran dengan Dara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa ekprisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30

Selesai sholat di musholla. Ervan mengajak Dara mencari makan. Ervan bilang dia penasaran dengan masakan Padang. Dara masih mencoba jaga jarak dari Ervan dia langsung to the points.

"Tadi anda bilang mau bicara? Katakan saja apa yang mau di bahas. Tidak usah berbelit-belit." ucap Dara sambil melemparkan pandangan ke arah lain.

"Iya, tapi. Aku sangat lapar. Bagaimana bisa kita bicara kalau perut sedang kosong. Kalau kamu tidak mau makan temani aku makan. Mama dan papa sedang sibuk sama urusan mereka masing-masing." jelas Ervan.

Dara tidak peduli alasan Ervan. Dia tetap mau pulang ke apartemennya. Kalau soal lapar dia bisa makan di rumah. Banyak stok makanan, menurutnya kalau tidak terlalu urgent buat apa makan di luar.

"Yasudah kalau kamu mau pulang. Aku ikut. Kamu bisa masak nggak? Kalau tidak biar aku yang masak." ucap Ervan.

"Maaf, Pak. Tapi ini sudah jam delapan lewat. Tidak baik seorang lelaki di tempat perempuan lama-lama" suara Dara terkesan mengusir kehadiran Ervan.

"Aku cuma butuh teman cerita, Dara. Itu saja. Kenapa kamu kesannya sangat membenciku. Salah ku apa?" Ervan masih tidak terima di usir Dara secara halus.

"Pak, saya tidak benci anda. Cuma dalam hal bertamu ada etikanya. Kita bukan suami istri, bukan juga pasangan ataupun saudara. Jadi jangan memperumit hidup saya." Dara masih berusaha mengusir Ervan.

"Kau tahu sepanjang aku bekerja di perusahaan ini, baru kali ini merasa cemas dengan seorang staf. Aku tidak tahu apa ini perasaan yang bagaimana. Tapi aku ...."

"Apa?"

"Aku jatuh cinta sama kamu, Dara! Itu yang aku rasakan sejak kamu tiba-tiba memeluk saat pertama kali kita bertemu. Seperti ada devaju yang menyapa."

Dara menyunggingkan senyuman. Orang yang mau mendekati pertunangan tiba-tiba mengungkapkan perasaannya. Sama seperti kak Panca yang dulu memilih dirinya demi membatalkan pertunangan dengan Kinara.

Flashback 9 tahun yang lalu

"Kalau kakak mau melamar aku, maaf. Aku belum siap menikah muda. Masih banyak yang harus aku kejar." Kata Dara lirih.

"Aku cuma punya waktu hari ini, Dara. Meyakinkan kedua orangtuaku untuk membatalkan pertunangan sangat sulit. Dan ini jalan nekatku, Andara Danuarta."

Dara kaget saat Panca membungkuk di hadapannya.

"Andara Danuarta, Will you marry me!"

"Dara," sahut Panca.

"Iya." ucapnya lirih.

"Apa bisa mendapatkan jawaban tadi?"

"Kasih alasan aku untuk bisa menerima kak Panca."

"Aku sudah jatuh cinta sama kamu sejak kita bertemu di sekolah pertama kalinya. Dan itu membuatmu istimewa di mataku."

Dara tersenyum kecil.

"Istimewa? Apa yang istimewa dari aku, Kak? Bukannya kakak tahu kalau aku selalu sinis sama kak Panca."

"Kamu itu mahal Dara. Dengan sikap yang seperti itu sudah menjaga harga diri kamu. Ya, walaupun kadang nyelekit." Panca menggenggam erat jemari Dara.

"Masa?" Dara mengalihkan pandangan kearah lain.

Panca berhenti melangkah. Lebih tepatnya berdiri sangat dekat dengan gadis pujaan hatinya.

"Aku disini untuk memperjuangkan seorang gadis cantik. Aku yakin bukan hal sia-sia karena usaha tidak mengkhianati hasil. Kamu tahu kenapa aku memilihmu daripada Nara. Karena aku tahu, jiwa ku bukan di sana, tapi disini, di hadapanku."

"Aku juga mau menjemput kamu untuk acara nanti malam. Paling tidak lebih semangat untuk membatalkan pertunangan pilihan orangtuaku."

Dara tertawa kecil. Dia memang bukan pertama mendengar gombalan Panca. Dulu waktu datang ke Paris juga bicara begitu. Nyatanya, dia menemukan Panca sudah punya seseorang.

"Sudah jelas kan, aku hanya alat. Bagaimana aku bisa percaya? kakak mau menerima Kinara, itu artinya kakak juga punya perasaan sama dia. Dari cara kakak memperlakukan dia saja kelihatan sudah bahagia.

Kenapa harus menjadikan aku pelarian? dengan alasan perjodohan. Klasik banget."

"Kamu cemburu pada Nara?" ucap Panca kemudian. Belum lagi pemuda mendekatkan diri membuat Dara sedikit salting.

"Aku bukan cemburu sama Kinara. Tapi bagaimana aku bisa percaya sama anda Panca Buana Laksono, kalau anda belum menyelesaikan urusan sama mereka. Sama orangtua anda, sama Kinara dan keluarganya."

"Aku akan bilang sama mereka untuk membatalkan pertunangan kami. Aku akan ....."

"Kakak bilang life must go on. Kakak pernah bilang kalau penolakan aku adalah pemacu untuk menerima perjodohan itu. Jadi? ketika kita bertemu kembali, kenapa kakak berubah pikiran?"

"Itu namanya...." belum selesai Panca menjelaskan sudah di jeda sama Dara.

"Plin-plan! Kakak cuma jadikan aku alasan untuk membatalkan pertunangan" jawab Dara langsung berjalan meninggalkan Panca.

"Tapi aku memang mencintai kamu, Dara. Kamu bahkan sudah pernah menolak aku pas kamu SMA. Aku tidak masalah, karena saat itu kamu masih pelajar. Kamu menolak ku saat aku datang ke Paris. Juga tidak masalah, karena itu terlalu mendadak buat kamu.

Tapi...."

" Tapi apa, Kak?" tanya Dara kemudian.

"Tapi saat kamu pergi mendapati aku bersama Kinara, itu aku semakin yakin kamu sebenarnya mencintaiku. Perasaan kita tidak pernah saling mengingkari. Hanya saja keadaan yang memaksa kita seperti ini. Aku harap ini yang terakhir kalinya pernyataan cintaku sama kamu, Dara.

Kalau kamu mencintaiku kita sama-sama berjuang untuk mendapat restu mama dan papa. Kita yakinkan mereka untuk membatalkan perjodohan dengan Nara. Karena apa, sejak awal aku hanya menganggap dia adik saja." kata Panca.

Dara hanya menundukkan kepalanya. Dia sebenarnya memang mencintai Panca. Sudah lama sejak kedekatan mereka ketika Dara masih SMA. Tapi saat itu mamanya sangat keras melarang anaknya pacaran. Bahkan kata mamanya izinkan pacaran ketika Dara tamat kuliah.

Dara juga Om Panji pernah hampir tunangan sama mamanya dulu. Sebelum pada akhirnya Mama nya lebih memilih Papanya. Dia juga sering mendengar kalau Tante Echa sangat mencemburui mamanya. Karena om Panji masih care sama keluarga mamanya.

Itulah makanya Tante Echa sangat menentang hubungan dia dan Panca.

"Ini perjuangan terakhir aku, Dara. Sebelum aku di paksa mama dan papa untuk menerima Kinara. Aku di paksa mereka karena perusahaan papa taruhannya. Tapi aku akan jadi orang yang paling jahat jika menerima Kinara."

Flashback off

"Dara..." Suara Ervan membuyarkan lamunannya pada masa lalunya bersama Panca. Dara tersadar kalau jarak mereka sangat dekat.

"Aku serius sama kamu. Aku mencintaimu, Dara. Sejak pertama kali bertemu sama kamu. Bukan sekedar suka belaka. Kalau kamu mau aku akan datang ke rumah malam ini sama mama kamu." kata Ervan.

"Jangan gila, Pak. Apa yang anda perbuat akan membuat hidup saya semakin rumit. Dan maaf saya tidak bisa menerima perasaan anda." Dara berjalan menjauhi Ervan. Entahlah harus nya lega bersikap tegas pada Ervan. Tapi kenapa ada yang masih mengganjal.

"Bapak pulang saja ini sudah malam." Dara memilih berjalan menuju lift.

Ervan akhirnya memilih pulang ke rumah. Dara menatap punggung atasannya. Entah kenapa dia merasa sangat jahat. Akan tetapi dia memang harus tegas.

"Maafkan saya, Pak. selama kasus kak Panca belum ada titik terang saya belum bisa membuka hati pada pria manapun." ucap Dara lirih.

...****...

Yuk mampir ke karya temanku. Di jamin baper dan mengandung bawang.

1
SANG
Lanjut 👍💪👍💪👍💪
SANG
Semangat ya thor👍💪
SANG
Emangnya ada apa sih
SANG
Kamu tanya siapa, ya......
SANG
Semangat ya👍💪
SANG
Aku kasih like ya Thor👍💪
SANG
Aku kasih suka ya Thor👍💪
SANG
Oh begitu ya
SANG
Cepat amat, amat aja ngak cepat
ZasNov
Setuju banget.. 👍
ZasNov
Kakak madu 😆 aku tiba2 inget winnie the pooh. Ada2 aja nih julukan buat Panca..
mama Al: wkwkwwk kalo kangen main ke Panji.
total 3 replies
ZasNov
Soalnya kalau diundang, takut calon pengantin cwonya pengen batal nikah.. 😆
ZasNov
Oh gt ya, baru tau aku..
ZasNov
Dara susah move on dari Panca, karena kenangan dan kebaikannya memang tdk akan bisa dia lupakan.. Tapi hidup hrs terus berjalan kan Dara..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☕︎⃝❥☠️⃝♛ ⃟$𝑅..‮☾☠️:➢
Lanjut ceritanya seru👍
Drezzlle
betul itu nasihat yang benar. Hidup terus berjalan
ZasNov
Ciee Ervan.. Berharap Dara jadi pengantinnya kamu ya.. 😆
ZasNov
Dara & Ervan.. bisa photo dulu berdua, anggap aja photo prewedding 🤭
ZasNov
Kalau memang hanya salah paham, semoga bisa cpt diluruskan ya 🥺
ZasNov
Semoga Keyla mendapatkan ibu sambung yang baik hati ya. Bukan hanya mencintai Papanya tapi juga Keyla..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!