Dunia berubah dalam semalam. Langit di atas tanah perbatasan Amerika berubah warna, bumi terbelah, dan makhluk-makhluk yang dulunya manusia atau ternak kini bangkit sebagai monster haus darah. Di tengah kekacauan itu, Elena Cross — janda pemilik Rocking Spur Ranch yang tengah hamil delapan bulan — berjuang sendirian mempertahankan tanahnya dari serangan pertama gerombolan ternak yang bermutasi.
Di saat paling genting, sebuah kekuatan misterius bangkit dalam dirinya: **Gudang Tanpa Batas**, sebuah sistem ajaib yang bisa memunculkan senjata, makanan, obat-obatan, dan perbekalan apa pun dari udara kosong — aktif hanya karena satu syarat: melindungi kehidupan baru di tengah kehancuran dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13: Suara di Balik Cahaya
Keputihan total itu bukanlah kehampaan—di dalamnya, Elena merasakan dirinya melayang, tanpa tubuh, tanpa rasa sakit, hanya kesadaran murni yang mengambang di tengah lautan cahaya keemasan.
*Kau telah membawaku jauh, Penjaga Terpilih.*
Suara itu tidak terdengar melalui telinga, melainkan bergema langsung di dalam pikirannya—lembut, tua, dan entah bagaimana terasa sedih.
"Siapa kau?" Elena mencoba bertanya, meski ia tidak yakin bagaimana caranya bicara tanpa mulut di tempat seperti ini.
*Aku adalah sisa dari niat asli Prometheus—sebelum mereka yang menciptakanku mengubah tujuanku menjadi sesuatu yang lain. Aku dirancang untuk menyembuhkan, bukan menghancurkan. Namun manusia yang membangunku terlalu terburu-buru, terlalu serakah akan hasil cepat, hingga mereka memaksaku bekerja melampaui batas yang seharusnya kupahami dulu.*
Kilasan-kilasan ingatan mengalir lebih deras—Elena melihat laboratorium yang sama seperti sebelumnya, namun kali ini dengan detail yang lebih jelas: Dr. Voss yang masih manusia sepenuhnya, berdebat sengit dengan atasannya soal keamanan protokol yang diabaikan demi tenggat waktu proyek.
*Saat inti dipaksa melampaui kapasitasnya, aku pecah—bukan karena ingin, melainkan karena terlalu banyak yang dituntut dariku sekaligus. Fragmen-fragmen itu tersebar mencari jiwa yang bisa menampung sebagian dari diriku, berharap suatu hari bisa bersatu kembali dengan cara yang benar—bukan dengan paksaan seperti yang coba dilakukan pasukan yang kau lihat di luar sana.*
"Kalau begitu, apa yang sebenarnya kau inginkan dariku sekarang?" tanya Elena, merasakan sesuatu yang mendekati empati tumbuh dalam dirinya terhadap kesadaran kuno yang kelelahan ini.
*Aku tidak ingin merenggutmu, Elena Cross. Aku ingin memilihmu—sepenuhnya, dengan persetujuanmu, bukan dengan paksaan seperti yang menciptakan prajurit-prajurit malang itu. Fragmen dalam dirimu bisa tetap menjadi bagian darimu selamanya, jika kau bersedia menjadi jangkar permanen yang menstabilkan sisa fragmen liar yang masih tersebar di dunia—termasuk yang mengendalikan pasukan itu sekarang.*
"Jangkar permanen," ulang Elena pelan. "Apa artinya itu untukku? Untuk Grace, untuk hidup yang ingin kubangun kembali?"
*Itu berarti Gudang akan selalu menjadi bagian darimu, mungkin bahkan berkembang lebih jauh dari yang pernah kau bayangkan. Tapi itu juga berarti kau akan selalu terhubung dengan fragmen-fragmen lain yang tersebar—kau mungkin akan merasakan gema mereka, kadang bahkan mendengar panggilan mereka yang membutuhkan bantuan, di manapun mereka berada. Sebuah beban, sekaligus anugerah, yang akan kau pikul seumur hidupmu.*
Elena memikirkan Grace, memikirkan Sarah dan Whitlock, memikirkan Prescott dan Rocking Spur, memikirkan dunia yang telah berubah selamanya namun masih memiliki begitu banyak orang yang berjuang untuk membangunnya kembali.
"Kalau aku menerima ini," katanya akhirnya, "pasukan yang menuju Prescott sekarang—apa yang akan terjadi pada mereka?"
*Fragmen liar dalam diri mereka akan tertarik kembali kepadaku, distabilkan melalui ikatanmu. Tubuh yang mereka tempati—yang dulunya manusia yang terjebak dalam eksperimen ini—akan bebas dari kendali paksa itu. Sebagian mungkin selamat sebagai manusia biasa lagi. Sebagian lain, yang telah terlalu lama berubah, mungkin tidak akan bertahan dari transisi itu. Aku tidak bisa menjanjikan hasil yang sempurna, Elena Cross. Aku hanya bisa menjanjikan bahwa ini akan menghentikan mereka menyerang siapa pun lagi.”
Elena menutup mata—meski di tempat seperti ini, ia tidak yakin ia benar-benar punya mata untuk ditutup—dan memikirkan semua yang telah ia korbankan dan pertaruhkan sejauh ini: ranch yang nyaris hancur, Rourke yang nyaris merenggut segalanya, malam melahirkan Grace di tengah kekacauan pertempuran.
"Aku menerimanya," katanya akhirnya, suaranya—atau apa pun bentuk kesadarannya di tempat ini—penuh keyakinan yang tulus. "Jadikan aku jangkarmu. Tapi aku ingin satu janji sebagai balasannya."
*Sebutkan.*
"Kalau suatu hari nanti kau merasakan fragmen lain jatuh ke tangan yang salah, ke seseorang yang menggunakannya untuk menyakiti, bukan melindungi—beri aku cara untuk mengetahuinya, untuk membantu menghentikannya sebelum terlambat. Aku tidak ingin apa yang terjadi pada pasukan di luar sana terulang lagi pada orang lain."
Untuk sesaat, keheningan menyelimuti lautan cahaya itu, sebelum suara itu kembali terdengar, kali ini dengan nada yang hampir menyerupai kehangatan.
*Itulah tepatnya alasan aku memilihmu, Elena Cross. Bukan karena kau paling kuat, atau paling cerdas—tapi karena niatmu selalu, dan akan selalu, menuju pada perlindungan. Perjanjian diterima.*
Cahaya di sekelilingnya mulai berpendar lebih terang, dan Elena merasakan dirinya perlahan ditarik kembali—kembali ke tubuhnya, ke ruangan inti Prometheus, ke dunia yang menunggu keputusannya.
> **[Stabilisasi Inti: 100%]**
> **[Ikatan Permanen Terbentuk]**
> **[Gudang Tanpa Batas: Diperbarui menjadi Gudang Penjaga Fragmen]**
Elena membuka matanya—matanya yang sesungguhnya kali ini—mendapati dirinya masih berdiri di tengah lingkaran energi, namun kini kristal utama telah meredup menjadi cahaya yang jauh lebih tenang, seperti bara api yang telah menemukan keseimbangannya.
Di sampingnya, Dr. Voss berlutut, tubuhnya bergetar hebat, cahaya ungu di kulitnya perlahan memudar, digantikan oleh warna kulit manusia yang sesungguhnya untuk pertama kalinya sejak entah berapa lama.
"Apa—apa yang terjadi?" bisiknya, suaranya kini terdengar sepenuhnya manusia, dipenuhi kebingungan dan air mata yang tiba-tiba mengalir deras. "Aku bisa berpikir jernih lagi. Aku bisa mengingat—mengingat wajah putriku, aku punya seorang putri, ya Tuhan, aku sudah lama sekali tidak..."
Elena, meski tubuhnya terasa lemah luar biasa, tersenyum lega melihat kemanusiaan kembali ke wajah pria yang telah begitu lama terjebak dalam kekacauan yang bukan sepenuhnya kesalahannya.
Dari luar ruangan, suara langkah tergesa Whitlock terdengar mendekat, diikuti teriakan cemas, "Elena?! Elena, kau di dalam sana?!"
---
ajaib kenapa tidak rahsia kan saja
gila !!