NovelToon NovelToon
Dewa Petir Kehancuran

Dewa Petir Kehancuran

Status: tamat
Genre:Perperangan / Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Anonim

Di sebuah keluarga kultivator hidup anak bernama Lei Nan, meskipun dirinya dulu di agung-agungkan sebagai seorang jenius, namun terjadi kecelakaan yang membuat lenganya lumpuh, karena hal itu dirinya menjadi bahan cemohan di keluarganya, tapi hal itu berubah ketika dirinya tidak sengaja tersambar petir yang langsung mengubah hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anonim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Matahari Hitam

Menyaksikan hal itu, Lei Nan mengerutkan alis dan berjalan mengarah pria itu.

"Itu demi keselamatan semua, nona," ucap pria itu membela dirinya.

"Jin Zu, itu karena kau egois. Jika bukan karenamu, mungkin Chu Ling masih hidup," ucap Yi Hua penuh emosi.

Pria itu hanya diam dan pergi. Saat pria itu berpapasan dengan Lei Nan, ia hanya memandang dingin Lei Nan sebelum berlalu pergi.

"Nona, bagaimana kabarmu?" sapa Lei Nan berjalan ke arah Yi Hua.

"Dari mana saja kau?" ucap Yi Hua dengan nada emosi. Selama hampir satu minggu, dirinya tidak melihat Lei Nan.

Mendengar itu, Lei Nan hanya bisa menggaruk kepalanya. Memang benar, setelah selesai tes ketiga, dirinya tidak memiliki waktu untuk bertemu Yi Hua karena lebih mementingkan misinya.

"Aku hanya mengerjakan misi," jawab singkat Lei Nan.

"Hmmm, baiklah. Cepat masuk, tepat sekali dirimu datang. Aku sedang memasak makanan," ucap Yi Hua masuk ke kediamannya.

Lei Nan akhirnya masuk ke dalam kediaman Yi Hua. Di sana, dirinya melihat meja dengan beberapa hidangan yang sudah disiapkan. Lei Nan duduk di meja dan Yi Hua menyajikan semangkuk sup di depannya. Ia segera menyantapnya dengan lahap.

"Lei Nan, aku dengar dirimu baru saja menyelesaikan misi?" tanya Yi Hua.

"Benar, nona. Aku dan timku baru saja menyelesaikan misi pertama kami," jawab Lei Nan.

"Baguslah kalau begitu. Tapi ingat, Lei Nan, kau harus bijak memilih timmu," ucap Yi Hua.

"Ada apa, nona?" tanya Lei Nan penasaran karena sebelumnya ia mendengar pertengkaran Yi Hua dengan pria yang baru saja dilihatnya.

"Sudahlah, aku hanya ingin kau berhati-hati saja," jawab Yi Hua yang tidak ingin menjelaskan lebih lanjut.

Lei Nan hanya mengangguk. Ia tidak memaksa Yi Hua untuk berbicara lebih banyak karena jelas terlihat bahwa Yi Hua benar-benar marah pada pria itu.

"Oh iya, Lei Nan. Apakah di timmu ada seorang perempuan?" tanya Yi Hua.

"Bu... nona, kenapa bertanya seperti itu?" tanya Lei Nan yang mulutnya masih berisi makanan.

Yi Hua melihatnya dan inisiatif mengelap mulut Lei Nan. Ia melakukannya tanpa menyadari betapa dekat mereka.

"Apakah kau tidak bisa lebih hati-hati kalau makan?" ucap Yi Hua sambil mengusap mulut Lei Nan.

Lei Nan terdiam. Wajah cantik Yi Hua tepat di depannya membuatnya merasa malu. Wajahnya memerah, dan anehnya, saat Yi Hua dan Lei Nan saling berpandangan, mereka berdua membeku dan wajah mereka memerah.

Yi Hua segera duduk kembali di kursinya, hampir jatuh karena terlalu kikuk. "A-aku hanya bertanya saja. Apa memang tidak boleh?" ucap Yi Hua malu dan segera menyantap makanan di depannya.

Lei Nan yang melihatnya hanya tersenyum kecil dan akhirnya tertawa. "Hahaha, nona, kau sangat lucu saat sedang malu."

"Ah, sudahlah. Cepat habiskan makananmu dan cepat pergi dari sini," ucap Yi Hua masih dengan wajah memerah menuju dapur.

Lei Nan yang memandangnya dari belakang hanya tersenyum kecil. Ia mulai suka dengan gadis itu, namun dirinya sama sekali tidak berpikir tentang romansa sekarang. Yang penting saat ini adalah menemukan ibunya.

Di dapur, Yi Hua dengan kesal memotong-motong sayuran. "Yi Hua bodoh, Yi Hua bodoh... ah..." batin Yi Hua semakin memerah saat mengingat kejadian sebelumnya.

Setelah menyelesaikan makan, Lei Nan merasa segar dan berenergi kembali. Ia bangkit dari tempat duduknya dan menghadap Yi Hua yang masih sibuk di dapur. "Nona, terima kasih atas makanannya. Aku harus pergi sekarang untuk melanjutkan latihanku."

Yi Hua keluar dari dapur, menatap Lei Nan dengan mata lembut. "Baiklah, Lei Nan. Hati-hati di jalan. Jangan terlalu memaksakan diri."

Lei Nan mengangguk dan tersenyum. "Tentu, Nona. Sampai jumpa lagi."

Saat Lei Nan meninggalkan kediaman Yi Hua, pikirannya masih dipenuhi dengan berbagai hal. Dirinya masih bingung karena banyaknya puzzle yang belum tersusun dari identitas ayahnya, tentang ibunya, bahkan tentang dirinya yang memasuki Aula Informasi.

Dirinya mulai curiga dengan sosok ayahnya karena pendekar hebat seperti Yi Feng mengenalnya itu bisa di ketahui dari saat ayah Lei Nan dengan enteng menyebut pak tua Feng.

Sebenarnya, setelah menyelesaikan misi pertama mereka, satu bulan dari sekarang akan ada seorang pengawas yang mengawasi tim mereka atau lebih tepatnya akan menjadi guru mereka karena setiap tim pengawas akan dipilih oleh Aula Informasi sendiri untuk mendampingi mereka, atau lebih tepatnya seorang eksekutor.

Aula Informasi tidak hanya melakukan pencarian informasi tetapi juga melakukan misi rahasia, dan setiap pengawas biasanya berada di tingkat Inti Emas. Tugas pengawas hanya untuk mengawasi jalannya misi, karena jika salah satu tim ada yang tertangkap, maka anggota tersebut akan langsung dieksekusi oleh pengawas untuk menjaga kerahasiaan Aula Informasi.

Memang terdengar kejam, karena Aula Informasi adalah sebuah organisasi yang sangat rahasia. Bahkan, mereka tidak segan-segan menghancurkan keluarga yang berafiliasi dengan mereka jika membocorkan informasi tentang Aula Informasi sekecil apapun.

Aula Informasi sendiri memiliki tingkatan di dalamnya. Seorang pengawas adalah murid senior, diikuti oleh tetua, 10 Tetua Agung, dan terakhir adalah pemimpin yang dijuluki Sang Matahari Hitam.

Mereka bisa di bedakan dengan plakat yang mereka pakai, mulai dari tembaga, silver, emas, ungu dan yang terakhir hitam untuk seorang pemimpin.

Lei Nan mendengar semua informasi itu saat dirinya melakukan perjalanan menuju Aula Informasi dari cerita Yi Feng, yang menjelaskan bahwa dan bahkan dirinya hanyalah seorang tetua dan jauh dari tingkat Tetua Agung.

Jika orang sekuat Yi Feng hanyalah seorang tetua, Lei Nan tidak membayangkan sekuat apa seorang tetua agung dan bahkan pemimpin Aula Informasi yang dari kata Yi Feng bahkan seluruh tetua agung jika melawanya bersama-sama kecil kemungkinan bisa menang.

Saat sampai di kediaman yang disediakan Aula Informasi, Lei Nan cukup puas dan berjalan masuk. Dirinya bisa merasakan aliran qi yang kental. Jika dibandingkan dengan kediamannya sebelumnya, tempat ini jauh lebih baik.

Dirinya segera menuju halaman belakang dan mencoba berlatih pisau terbang. Ia mencoba mengalirkan qi kepada pisau terbang itu namun hanya sebentar sebelum ia kelelahan.

"Kenapa pisau ini sangat aneh? Qi-ku seperti tersedot saat mengalirkan qi kepadanya," batin Lei Nan.

Sore hari itu dirinya terus berusaha mengendalikan pisau terbang itu. Meskipun banyak yang masih harus dipelajari, dirinya berhasil mengalirkan petirnya kepada pisau terbang itu dan saat melemparkan pisau itu ke arah pohon.

Boom!

Pohon itu segera meledak dan gemericik petir masih tertinggal di sana. Lei Nan tersenyum puas dengan hasil yang didapatnya. Dan saat melihat langit dirinya melihat tak lama lagi malam akan datang dan dia segera masuk kediamanya.

1
Solardy Lardy
hanrong👍👍👍
Solardy Lardy
mantap💪💪💪👍
pampam
jika musuh ada aura api, kenapa Lei Nan tidak mengeluarkan aura petirnya, aura air, aura cahaya, aura kegelapan, aura àngin dll..
pampam
jika ada qi api pasti ada qi air, qi racun, qi angin, qi petir, qi es, qi tanah, qi cahaya, qi kegelapan dll
Assolole
Ayamnya lg Kena Flu... Bunyinya Lucu. Kukuruyuk jd Kukuruk🤣🤣
pampam
jika mau kuat banyak menyerap sumber kuatan dong, bukan nya mencari pencerahan, pencerahan itu jika sulit memecah suatu teknik
pampam
sebuah mayat, kok mayat loh anggap buah thor
pampam
orang tua taik, masak anaknya di bully, dia tidak tahu, apalagi punya jabatan ketua klan, walaupun anaknya cacat, tidak juga dibiarkan akan bunuh oleh anggota klan nya sendiri
pampam
jika mau kuat ya berusaha dong, sudah ada kesempatan di lembah petir, kan bisa memperkuat diri dan menaikkan ranahnya, jangan hanya ranah masih rendah
septian arista
teman-temannya bagaimana
septian arista
kenapa harus selalu ada adegan bertarung hanya untuk memperebutkan seorang wanita
septian arista
ini terus tiga orang temannya dari Aula informasi ke mana
septian arista
terus nasib teman-temannya bagaimana
septian arista
loh kok berkultivasi di kamar penginapan nanti kalau ada ledakan energi gimana apa nggak hancur penginapan itu
aim pacina
kok pakai kain sarung? 😄
aim pacina
takuuut
Tisya
nabrak melulu
Rino Wengi
mengalah ternyata
Rusdi Bintang
terlalu ber tele" skip
Nh4Fi
caranya tertawa, dn setiap ucapanny mmbuatku brfikir, karakter antagonis.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!