NovelToon NovelToon
Duo Joker

Duo Joker

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Dosen / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:748.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Dipa dan Gilang membuat resah tetua di keluarganya, karena sampai sekarang masih berstatus jomblo. Mereka pun berinisiatif untuk mencarikan jodoh yang tepat untuk keduanya.

Ternyata perjalanan mencarikan jodoh untuk kedua pria itu tidak semudah membalik telapak tangan.Butuh trik khusus dan rencana matang agar keduanya bisa mendapatkan jodoh sesuai keinginan masing-masing.

Seperti apakah jodoh yang akan menjadi pendamping hidup mereka? Sanggupkah calon jodoh mereka menghadapi tingkah keduanya yang ajaib dan terkadang membuat malu sampai ke ubun-ubun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Merindukanku

"Kei.. sebenarnya aku sudah menyukaimu sejak lama. Menyukaimu sebagai wanita, bukan sahabat. Aku... mencintaimu."

Keira menghentikan langkahnya. Apa yang ditakutkan terjadi juga. Fahril mengungkapkan perasaan padanya. Melihat Keira yang hanya diam terpaku, Fahril merasa kalau dirinya akan ditolak. Namun dia masih berharap Keira menerima perasaannya, walau kemungkinannya kecil.

"Kamu ngga harus menjawabnya sekarang. Kamu bisa memikirkannya dulu. Aku janji, hubungan kita tidak akan berubah walau kamu menolakku."

Mendengar itu, Keira melanjutkan lagi langkahnya. Fahril ikut berjalan di sisinya. Sesekali dia mencuri pandang pada wanita di sampingnya. Keira menghentikan langkahnya. Setelah dipikirkan, dia harus segera memberi keputusan agar tidak mengganggu hubungan mereka nantinya.

"Ehm.. Fahril.."

Fahril menghentikan langkahnya. Dia berdiri di samping Keira yang tengah memandangi matahari yang menunjukkan sinar kemerahan. Sebentar lagi sang Surya akan kembali ke peraduannya.

"Jujur aja aku kaget mendengar pengakuanmu. Aku benar-benar tidak menyangka kalau aku sespesial itu di matamu. Terima kasih sudah menyukaiku begitu lama. Terima kasih juga kamu sudah menjadi sahabatku selama ini. Tapi Fahril.. Aku minta maaf kalau tidak bisa membalas perasaanmu. Bagiku, hubungan kita hanya sebatas sahabat saja. Aku nyaman bersamamu sebagai sahabat. Tapi jika lebih dari itu, aku tidak bisa."

Walau kecewa, namun Fahril sudah siap untuk menerima kemungkinan terburuk. Ternyata Keira tidak merasakan hal yang sama dengannya. Dipandanginya wajah Keira, walau berusaha menutupi, namun tetap tersirat gurat penyesalan di wajah cantik wanita itu.

"Aku ngga apa-apa, Kei.. Tenang aja. Aku bilang gini karena ngga mau memendamnya lagi. Seperti yang kubilang, apapun jawabanmu, hubungan kita tidak akan pernah berubah."

"Terima kasih, Fahril."

"Bagaimana dengan Dipa? Apa kamu menyukainya?"

"Entahlah, dia itu pede sekali."

"Hahaha.. Tapi kalau kamu bersamanya, hidupmu akan lebih berwarna. Selain itu dia juga lelaki yang baik dan aku yakin dia akan bertanggungjawab padamu, mampu melindungimu dengan baik dan pastinya menyayangimu."

"Kamu ngga cinta sama Dipa kan? Kok mujinya kaya lagi muji pujaan hati."

"Hahaha.. Kamu ada-ada aja. Kita memang bersaing, tapi tetap harus fair. Aku mengatakan ini karena memang benar dia pria yang baik. Aku mencintaimu, Kei dan aku mau kamu mendapatkan pria yang baik. Pria yang baik untukmu menurutku adalah Dipa."

"Kamu dibayar berapa sama dia?"

Hanya tawa Fahril saja yang terdengar. Dia meminta Keira bergaya dengan latar matahari terbenam.

Sementara itu, tak jauh dari mereka, Dipa dan Poonam tengah duduk santai di kursi pantai. Keduanya juga tengah menikmati keindahan sunset di Pantai Senggigi.

"Bagaimana kondisimu?" tanya Dipa.

"Sudah baikan. Maaf aku sudah menyusahkanmu."

"Apa ada sesuatu yang mengganggumu? Apa kamu trauma dengan air terjun?"

"Tidak. Aku hanya teringat saat aku dan Zubi mengalami kecelakaan. Waktu itu mobil kami terperosok masuk ke jurang. Kondisinya hampir sama dengan tempat yang kita kunjungi. Yang terbayang di kepalaku adalah ketika Zubi menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuanku."

"Aku turut berduka cita."

"Itu sudah lama berlalu. Aku sudah baik-baik saja sekarang. Bagaimana denganmu?"

"Aku? Ada apa denganku?"

"Fahril sedang berjalan-jalan dengan Keira. Apa kamu tidak cemburu?"

"Cemburu, tapi aku harus memberikan kesempatan pada Fahril untuk mengungkapkan perasaannya."

"Apa kamu tidak takut Keira membalas perasaannya?"

Tidak ada jawaban dari Dipa. Dia melihat pada Fahril dan Keira. Nampak Fahril sedang mengambil foto Keira. Hanya foto wanita itu saja, Fahril tidak ada niatan foto bersamanya. Dipa mengulum senyum kecil.

"Kenapa kamu tersenyum?"

"Sepertinya Fahril sudah ditolak oleh Keira."

"Oh ya? Dari mana kamu tahu?"

"Lihatlah mereka, kalau Keira menerima perasaan Fahril, mereka pasti foto berdua. Tapi hanya Fahril saja yang mengambil foto Keira. Pasti dia sudah ditolak."

"Benar juga. Sepertinya kamu tidak punya saingan lagi. Kamu harus mengejarnya sampai dapat."

"Tapi sayangnya, sepulang dari Lombok, aku tidak berencana menemuinya dulu."

"Kenapa?"

"Aku akan menghilang supaya dia merindukanku."

"Rencanamu boleh juga. Tapi hati-hati, jangan sampai Keira diambil orang. Jangan terlalu lama menjauhinya."

Hanya senyuman saja yang diberikan oleh Dipa. Dia akan memainkan teknik layangan sesuai petunjuk dari Rena. Pria itu memang diarahkan oleh Abi untuk berkonsultasi pada Rena. Semalam Dipa sudah menghubungi Rena dan mengatakan situasi hubungannya dengan Keira. Rena meminta Dipa menjauh sebentar dari Keira, biar wanita itu merasa kehilangan. Namun sebelumnya dia harus menempel seperti perangko, membuat Keira terbiasa dengan kehadirannya.

Puas berfoto, Keira dan Fahril mendekati Dipa dan Poonam. Keira duduk di samping Poonam. Wanita itu meminta maaf karena sudah membawa ke tempat yang membangkitkan trauma Poonam. Dipa melihat pada Fahril, walau berusaha bersikap biasa namun nampak sedikit kekecewaan di wajahnya. Pasti Keira baru saja menolaknya.

"Apa kamu sudah mengatakannya?" tanya Dipa setengah berbisik.

"Hem.."

"Lalu, apa jawaban Kei?"

"Apa perlu kujelaskan apa jawabannya?"

Dipa terkekeh pelan. Ternyata benar tebakannya, Keira menolak pernyataan cinta pria itu. Melihat matahari yang sudah terbenam sempurna, Keira mengajak anggota tur kembali ke hotel. Mereka akan melakukan acara terakhir, makan malam serta pesta perpisahan.

🌵🌵🌵

Di sebuah resto yang sudah disewa sebagai tempat makan malam, semua anggota rombongan berkumpul. Mereka menikmati makan malam istimewa. Selain makan malam, Keira juga menggelar perpisahan. Wanita itu maju ke depan untuk menyampaikan pidato singkatnya.

"Terima kasih untuk semua yang sudah mempercayakan hari libur kalian pada Happy Travel. Aku harap kalian puas dengan pelayanan kami dan jangan lupa menggunakan kembali jasa kami jika berkunjung ke sini."

"Tentu saja, kami senang selama perjalanan ini. Mungkin lain waktu, aku akan kembali ke Indonesia dan menjelajahi daerah lain."

"Kalau tidak ingat aku harus kembali bekerja, rasanya aku masih betah di sini. Terima kasih, Keira. Kamu sudah membawaku ke tempat-tempat yang indah."

"Aku juga senang berjalan-jalan dipandu olehmu dan Fahril. Kalian yang terbaik."

"Bagaimana kalau kita foto bersama?"

Keira menyambut baik usulan Kajol. Semuanya segera bergerak menuju satu titik untuk berfoto bersama. Dipa seketika menjadi pengarah gaya dadakan. Pria itu memasang tripod yang sengaja dibawanya. Ditarunya ponsel ke penyangga, kemudian melihat ke arah objek. Beberapa kali pria itu mengarahkan rombongan untuk bergerak ke kanan atau kiri. Setelah posisi dirasa pas, dia segera memasang timer lalu berlari menuju yang lain. Dipa berdiri tepat di samping Keira.

Beberapa kali Dipa mengambil gambar mereka. Dan di jepretan terakhir, dia membisikkan sesuatu ke dekat telinga Keira, membuat sang wanita menolehkan wajah padanya.

"Kapan aku bisa datang ke rumahmu untuk melamar?"

Terdengar suara kamera mengambil gambar dan bertepatan dengan itu, Keira sedang melihat pada Dipa.

"Kapan aku bisa melamarmu?" tanya Dipa lagi.

"Aku belum ada niatan untuk menikah sekarang."

"Kita memang tidak akan menikah sekarang. Aku kan belum melamarmu secara resmi."

Keira memutar bola matanya. Dia segera meninggalkan Dipa begitu saja. Dipa masih terpaku di tempatnya, memandangi Keira sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

🌵🌵🌵

Pesawat yang ditumpangi anggota rombongan sudah mendarat di bandara Soekarno Hatta pukul setengah sepuluh pagi. Mereka akan dibawa menuju hotel untuk transit. Penerbangan menuju Pakistan pukul dua siang nanti.

Poonam memeluk Dipa dengan erat. Sedih rasanya berpisah dengan pria yang sudah dianggapnya sebagai pengganti Zubair.

"Aku harap kamu baik-baik saja di sana. Jangan bersedih lagi. Kamu bisa menghubungiku kapan saja. Kamu sudah menyimpan nomorku, kan?"

"Sudah. Nanti aku menghubungimu kalau rindu padamu."

"Kamu harus menghubungiku."

"Kabari aku kalau kamu akan menikah dengan Keira. Tapi sepertinya aku tidak bisa datang."

"Kamu harus datang. Nanti aku akan meminta Kei menitipkanmu pada keluarganya di sana. Mereka pasti datang ke sini kalau Kei menikah."

"Kamu ini, sepertinya yakin sekali kalau Kei mau menikah denganmu."

"Lihat saja nanti," Dipa mengedipkan sebelah matanya.

Terdengar suara Keira meminta seluruh rombongan untuk segera menaiki bus yang akan mengantar mereka ke hotel. Dipa mendekati Keira yang berdiri di dekat pintu bus.

"Aku langsung pulang ke Bandung."

"Iya."

"Kamu kapan pulang ke Bandung?"

"Setelah mereka semua naik pesawat."

"Oke, jaga dirimu dan jangan merindukanku. karena rindu itu berat."

Dipa mengedipkan sebelah matanya. Kemudian pria itu berjakan menjauhi bus. Dia melambaikan tangannya pada Poonam, Kajol dan anggota rombongan lainnya. Terakhir dia memberikan fly kiss pada Keira.

🌵🌵🌵

Baru bisa up lagi. Masih sibuk nyiapin keperluan anak camping, mana yang satu lagi sakit. Mudah²an ke depannya ngga banyak bolong🙏

1
P_nR
keren pake banget 😘
tetap semangat dan terus berkarya 😘
Aura azzahwa
akaaiii,,,,lanjjuuutt biankaa🤣💪
Mama lilik Lilik
ceritanya luar biasa bagus banget, walaupun ad typo nya karena kita maklum KK nya pasti lelah hayati, terimakasih KK cerita nya selalu bikin ketawa,nangis sendirian,karena memang benar² bagus,ttp semangat berkarya, terimakasih 🙏
ida wati
iya mak sangat2 berkesan banget, kayak gak rela aja kalo ada part mereka pergi spt tetua kelurga Ramadhan /Sob//Sob//Sob/
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 puas banget akoh 🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
wapres jomblo melepaskan masa jabatan 🤣🤣🤣
ida wati
koplak 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
mamvus 🤣🤣🤣🤣
ida wati
wkwkwk
ida wati
asli mulut si Gilang minta dilakban
ida wati
aya2 waeee syaithon dipanggil ate /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ida wati
timpuk napa wakilin gw 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
wkwkwkkw 🤣🤣🤣
ida wati
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
ida wati
prettt 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
emang kudu di CT Scan kayaknya kepala si Gilang 😄
ida wati
somflak semuaaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!