Raka Atmadja adalah pewaris tunggal Keluarga Atmadja.
"Ambillah, anggap saja itu ganti rugi dariku atas hilangnya keperawananmu!"
"Dasar Kau pria brengsek!!! Tidak aku sangkah di muka Bumi ini ada pria brengsek seperti dirimu!"
"Kau pikir dengan Uang itu, Kau bisa mengembalikan keperawananku yang sudah Kau nikmati! Tidak akan pernah sebanding dengan uang mu Tuan!!! Jangan berpikir uang Anda bisa membeli segalanya! Anda salah besaaar Tuan!"
"Jangan berteriak di depanku!! Kau pikir kau itu siapa? Kesalahan terletak pada dirimu sendiri. Datang dalam keadaan mabuk ke kamarku lalu membuka seluruh pakaianmu sendiri dan meminta sesuatu yang harusnya nggak akan aku lakukan. Coba Kau berpikir sejenak Pria mana yang akan menolak? Apa lagi saya memang Pria normal yang tertarik dengan lawan jenis. Wajar saya menerima kemauan panas Anda!"
Kisah Raka menemukan sang pujaan hati bernama Eva, saat melakukan one night stand yang membuatnya hamil. Apakah Raka akan menerimanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM29 : SAH
Raka pulang ke Aparteman dengan Eva disampingnya. Berjalan menyusuri koridor , dengan hening keduanya tiba didepan pintu. Lalu Raka membuka Pintunya , sedangkan Eva dengan tenang masuk kedalam dan meletakkan Tasnya. Langsung menuju Dapur. Raka pun mengikutinya , Berdiri didepan Pintu , dan menatap pada Eva.
" Kenapa sih Kamu langsung mau masak. apa kamu tidak capek?" Tanya Raka..
" Tidak pak. . . sudah tugas saya. " ucap Eva tanpa menoleh pada Raka.
Raka pun berjalan , menghampiri Eva. Kemudian memeluknya dari belakang. Eva terhenti dari mencuci beras , karena pelukan Raka itu.
" Saya lelah , Besok kita sudah bertolak ke Singapura lalu ke phuket. Kamu sudah tahu kan? Dua hari lagi pernikahan kita akan digelar , sesuai kemauan Nenek. Kita akan menikah dengan tema padang rumput di salah satu Resort di sana." ucap Raka yang berbicara dari belakang Eva.
Embusan nafas Raka terasa di kuping Eva, hangat. Pelukan yang hangat itu dirasakan Eva sangat terlepas dari tubuhnya yang penat.
" Pak Raka , Istirahat dahulu. Nanti kalau sudah masak saya panggil pak Raka." ucap Eva ingin Raka melepaskan pelukannya.
" Tolong jangan panggil saya seperti dikantor , ini dirumah. Tinggal kita berdua , apa kamu tidak mau belajar memanggil suamiku."
Sontak Eva berbalik karena kaget.
" Serius pak Raka mau dipanggil seperti itu?" Tanya Eva polos.
" Iya. . . saya gak mau dipanggil bapak sama kamu, kan kamu bukan anak saya atau lagi di perusahan saya."
" Baiklah , akan saya ingat. Nanti kalau sudah terbiasa , baru saya panggil Pak Raka seperti kemauan Pak Raka." ucap Eva kemudian melanjutkan untuk menyiapkan masakannya.
Raka pun tersenyum , dia pun membalikkan badannya dan berjalan menuju Kamarnya. Membersihkan diri sejenak. Usai mandi , dia kembali turun kebawah berniat membantu Eva.
" Auugh. . ." Teriak Eva.
Dengan cepat Raka yang baru keluar dari kamarnya menuju Dapur.
" Ada apa Eva?" Tanyanya khawatir.
" Tidak apa - apa pak. " ucap Eva menyembunyikan jarinya.
Raka yang curiga , menarik tangan Eva.
" Apa yang tidak apa - apa. Ini berdarah Eva." ucap Raka menarik jarinya dan mengarahkan ke mulutnya. untuk memberhentikan Darahnya. Eva menjadi malu , dia memerah. tidak sengaja saat mengiris bawang , jarinya pun teriris.
" Nih sudah berhenti , hati - hati jangan membuat saya khwatir." ucap Raka kemudian pergi duduk kearah meja makan.
" Apa yang harus saya kerjakan?" Tanya Raka kemudian.
" Tidak ada , ini hampir selesai." ucapnya perlahan.
Raka tidak mau berdiam , kemudian dia berinisiatif mengambil Piring dan Nasi menghidangkannya ke meja makan. Bersamaan dengan itu , Eva mempersiapkan masakan yang sudah masak.
Mereka pun menghabiskan masakan Eva tanpa bersisa. Kemudian Raka merasa Puas , selalu menyukai masakan Eva.
" Siap ini biar saya yang mencuci Piring. Kamu pergilah bersih - bersih. Habis itu kita akan mengepack barang. Besok pagi - pagi harus sudah ke bandara. " ucap Raka mengangkat piring bekas mereka makan.
Eva yang merasa tidak enak meninggalkan Raka dengan setumpukan cucian kotor merasa Khawatir. Apa iya Presdir seperti Raka bisa mencuci Piring.
Usai mandi , Eva keluar dengan Koper yang sudah dipegangnya , dilihatnya Raka yang sudah melipat pakaiannya ke Koper , kemudian Eva masuk membantu Raka , melipat seluruh pakaian yang mau dibawanya.
" Barang kamu jangan ada yang tinggal. Kita seminggu di Phuket." ucap Raka mengingatkan Eva.
"Baik Pak.." jawab eva gugup.
" Ini sudah siap , barang kamu gimana?" Tanya Raka.
" Sudah siap semua Pak Tadi saya sudah mengepack duluan."
" Untuk Gaun pernikahan kamu , sudah saya suruh Rere membawanya. Teman - teman kamu besok semua akan datang." ucap Raka memberi semangat.
" Benarkah Pak? Mereka diundang? " Tanya Eva dengan senyum sumringanya.
" Iya. . . semuanya satu perusahaan termasuk Office Girl di lantai kalian si Ridah , sudah diundang juga. Jadi kamu tidak kesepian kan. Oya. . . kamu memang tidak masalah , keluarga kamu tidak ada yang datang?"
Eva pun terdiam . Keluarga yang mana yang mau diundangnya. dia saja terbuang sudah belasan tahun tidak pernah berjumpa. Raka yang menangkap tatapan Eva pun mengerti.
" Maaf jika saya menyinggung , tapi saya harus bertanya pada kamu."
" Tidak ada pak yang perlu diundang , saya tidak punya keluarga." ucap Eva kecut.
" Baiklah. . . berarti kamu sudah siap ya."
Siap mengurusi semua keperluannya. Mereka kembali ke kamar masing - masing. Untuk tidur lebi awal , karena mau bangun pagi mempersiapkan tempat mereka untuk menggelar acara.
-------------------
Eva bangun lebih awal dan hanya menghidangkan roti dan teh untuk sekedar mengisi perut sebelum berangkat ke Bandara. Dia pun bersiap lalu membangunkan Raka. Kemudian bersamaan turun kebawah. Leo yang sudah datang , membantu mengangkat Koper Eva dan Raka. Sambil memakan sarapan dan Teh hangat Eva dan Raka makan dengan menikmatinya.
Lalu mereka mengampiri Leo yang sudah menanti didalam Mobil. Masih dengan Rasa mengantuk , Eva ingin sekali meletakkan kepalanya Karena menuju ke bandara memakan waktu tak singkat dari Apartemen Raka. Raka yang melihatnya terkantuk itu menarik kepalanya dan meletakkan kepala Eva di atas pundaknya.
" Tidurlah , nanti saya bangunkan kamu." ucap Raka perhatian.
Eva pun menuruti , dia tertidur. Raka pun tersenyum kecil. Baginya Eva menurut seperti itu adalah hal yang sangat baik.
Tiba di Bandara , Raka pun membangunkan Eva. Kemudian mereka bertiga berjalan masuk mencari keberadaan Lusi dan keluarga Raka. Dengan memakai First Class penerbangan Mereka pun sangat leluasa. Eva yang masih merasakan kantuk , masih juga melampiaskan tidurnya dengan menyenderkan kepalanya kebagian kaca. Lusi hanya tersenyum saat , Raka yang menatap juga ke Eva. Sangat senang rasanya bagi Lusi , akhirnya misinya menikahkakan cucunya dengan orang yang tepat berhasil.
Beberapa jam kemudian , Pesawat mendarat dengan sukses. Mereka tiba dengan selamat , disambut dengan pekerja Lusi untuk membawa mereka ke Hotel. Sebelum mereka melakukan aksi pertama sebelum pernikahan dimulai , Mereka masing - masing beristirahat sejenak.
Lalu baru dalam alam sadarnya , Eva yang pertama kali menginjakkan kaki di Negara lain pun menatap pada suasana Hotel yang juga berpapasan dengan Bule. Dia berdecak kagum , betapa Baiknya Tuhan Masih memberikan dia lembaran yang indah untuk dia nikmati. Dari arah belakang , Raka mengajak Eva untuk bertemu dengan beberapa keluarga Raka yang di undang. Menikmati makan malam mereka , Papa dan mama Raka yang melihat kedatangan Raka dan Eva tersenyum senang.
" Ayo duduk disini, kita makan malam sejenak." ucap sang mama mengajak Eva duduk disebelahnya.
Raka pun mengambil posisi duduk disebelah papanya. Dengan hening , keluarga mereka menikmati makan malam mewah itu. Setiap menu datang silih berganti di meja mereka. Eva yang melihat kehatangan Keluarga menjadi semangat menikmati makan malam yang belum pernah dia santap.
" Makanlah Eva , mana yang menurut selera kamu. " ucap Lusi yang duduk didepannya.
" Iya Nek , terimakasih." Jawab Eva dengan senang.
Usai acara makan malam , mereka berkumpul di aula Hotel. Tempat di mana , mereka sekeluarga membicarakan acara besok. Eva dan Raka hanya duduk bersamaan , mendengar segala yang dibicarakan Pihak Keluarga dengan bagian yang mengurus pernikahan Mereka.
" Kita akan berangkat ke Cruise Raka , bawa Eva. Kalian seharusnya sudah menginap malam ini di Hotel yang sudah disediakan disana." ucap Lusi memberikan perintah.
Karena besok pagi mereka harusnya sudah mengikuti jadwal dari WO yang sudah menyediaakan semuanya. Syukurnya tidak telat , Raka dan Eva bergegas kembali ke Hotel bersama Leo membawa barang bawaan mereka untuk pindah ke Kapal yang akan membawa mereka ke perairan Phuket besok.
Menempuh tempat Yang dituju , akhirnya mereka pun tiba. Tampak kapal putih , yang sudah berhiaskan lampu didalamnya. Sangat indah malam hari penuh cahaya lampu dari Seisi ruangan kapal , berulang kali Eva terkagum senang.
" Ayo masuk , anginnya sangat kencang." ucap Raka menarik tangan Eva.
" Selamat malam Tuan dan Nyonya , silahkan ikuti saya untuk kekamar kalian." ucap salah satu orang utusan Lusi.
Mereka pun mengikuti pekerja neneknya. Menaiki anak tangga , dengan menggenggam erat tangan Eva Raka pun menjaganya dari belakang. Hingga tiba dikamar mereka. Kamar kusus untuk pengantin.
" Disini Tuan , maaf saya permisi." ucap pekerjanya.
Lalu Eva menatap pada pemandangan diluar , melihat dari balik Jendela. Seperti Mimpi batinnya.
Raka yang melihatnya senang pun ikut juga senang. tidak menyangkah kali ini dia membawa Gadis yang akan diajadikan Istri.
" Tidurlah , pemandangan besok pagi akan lebih Indah. Besok kita harus bangun terlalu pagi." ucap Raka yang sudah rebahan diatas Ranjang King Size itu.
" Baik ..." ucap Eva kemudian , duduk ditepi ranjangnya.
" Tidurlah , kenapa duduk? Pakai selimut kamu. Jangan sampai kena Flue tidak akan baik untuk besok." kali ini mata Raka mulai terpejam.
Eva pun mencoba untuk merebahkan tubuhnya , ditatapnya langit - langit kamar itu mencoba menerima kenyataan yang baru. Dia akan menjadi seorang Istri dari Raka. Sesuatu yang tidak terbayangkan. Dilihatnya ke arah Raka yang sudah tertidur dengan nyenyak. Eva pun mencoba untuk tertidur.
-------------------------
Paginya Eva dan Raka sarapan dengan dibantu oleh pekerjanya , diruangan terpisah Eva sudah didandani begitu Juga dengan Raka. Dari luar sudah terdengar suara tamu yang sudah meramaikan tempat acara.
"Acara ini akan di mulai dari acara hiburan, hingga nanti tiba di Phuket semua tamu akan di antarkan ke tempat acara sesungguhnya,” bisik Leo pada Raka.
“Baiklah.. atur saja sesuai dengan kemauan Nenekku, Leo. Oh ya.. Apa aku terlihat tampan?” tanya Raka ke Leo.
“Wah.. Pak.. anda kapanpun dan di manapun selalu tampan.” Leo memuji dengan senyuman manisnya.
“Kau terlalu memuji,” ucap Raka kemudian beranjak untuk menatap dirinya di cermin.
Leo hanya tersenyum, seusai mendapat perintah dari Raka, Leo pamit dar kamarnya menuju ke kamar Lusi. Eva sudah berasa menegang, saat dirinya sudah tampak cantik dengan riasan wajahnya yang sangat elegan, gaun pengantin yang tampak bersinar, dia gugup. Syukur ada para sahabatnya yang menemani Eva di kamarnya.
“Jangan gugup, masih ada beberapa waktu untuk bersantai,” ucap Casandra menangkan hatinya.
“Duh.. San Aku sangat gugup.” ucap Eva menatap Casandra.
“Kau sangat cantik, tidak perlu gugup. Pikirkan saja dirimu sedang di alam mimpi, Agar Kau bisa tenang,” Varel mendekati keduanya.
“Benar yang di katakan Varel, Va.” Jimmy menimpali.
“Agh … Aku senang banget kalian ada untukku di sini,” ucap Eva haru.
“Kami juga senang, karena dirimu kami mendapatkan fasilitas semewah ini, Gila kan Rel ...Naik kapal pesiar menuju tempat pernikahan. Benar-benar mewah Va,” ucap si Jimmy kagum.
“Iya… Kau sangat beruntung punya Pak Raka Va, Kau memang pantas, karena Kau gadis yang sangat baik. Waty… Panasssss.” Ujar Casandra.
“Hemmm benar itu San, si Waty panas kek kebakaran dia,” ucap Jimmy.
“Kalian jangan merusak perasaan bahagianya, berikan kata-kata penyemangat!” Varel menatap tajam.
“Sudah…Aku melihat kalian saja sudah sangat bersemangat.” Eva menyentuh tangan Casandra, menatap pada Varel dan Jimmy.
Ketiganya memeluk Eva dengan sangat mesra, “Kami turut senang atasmu sayang,” ucap Casandra.
“Benar.. Jangan sampai menangis, riasanmu bisa luntur!” ancam Jimmy.
“Kami di sini bersamamu,” Varel menimpali.
***
Seiring berjalannya waktu, Kapal tiba di tempat tujuan utama, dengan cepat para staff dan keamanan memberikan pelayanan untuk seluruh tamu, dan juga pengantin. Seluruh rombongan di bawa ke tempat acara sesungguhnya. Sampai di tempat acara, mata seluruhnya di suguhkan dengan pemandangan serba hijau kombinasi bunga putih. Langsung saja acara di mulai, sesuai dengan acara yang sudah di tetapkan.
Raka yang memakai Stelan Jas Putih dengan gagah berani dia berdiri menuju pelaminan menanti kedatangan Eva.
" Marilah kita sambut , Mempelai Wanita kita." Seru pembawa acara dengan gegap gempita suara musik mengalun merdu , Eva berjalan memasuki tempat acara dengan musik Romantis mengalun menemani perjalan Eva menuju posisi Raka.
Raka yang dari jauh menatap pada Eva yang berjalan dengan elegan dengan Gaun putih melapisi tubuh mungilnya. Dengan hiasan Bunga putih dimana - mana , Eva mulai menghampiri Raka dan Raka mengulurkan tangannya.
Beginikah rasanya kegembiraan menjadi Ratu sehari. Batin Eva berkata dengan senyuman yang tiada henti menghiasi wajahnya. Raka menggenggam tangan Eva , seraya tersenyum ikut bahagia.
Gaun bernuansa Putih , dengan berbentuk sedikit kembang melapisi lekukan tubuhnya. sangat cocok untuk Eva yang memang pembawaan tubuhnya sederhana tapi cantik serta elegan.
Tepuk tangan para sorak sorai tamu membuat kedua pengantin itu tersipu malu. Dari jauh , teman - teman Eva Sepeti Varel , jimmy dan Casandra sangat kagum pada Eva yang anggun. Tak pelak , Casandra menangis Haru untuk kebahagiaan Eva. Dia bersyukur menyaksikan langsung acara kebahagiaan sahabatnya.
Berbedah dengan waty , dia yang melihat kebahagiaan Eva yang sangat mewah itu hatinya panas dan merasa dongkol. Entah dari mana selalu datang kebaikan untuk Si Eva. Apa lagi dia sudah resmi menjadi Istri seorang Presdir.
Eva dan Raka kemudian berjalan bersama , menumui para tamu undangan. Raka yang menggenggamnya sedari tadi , terasa tidak ingin berpisah dari Eva. Dia membawa Eva , memperkenalkan Eva pada rekan bisnisnya. Melewati setiap meja bulat dengan kursi yang dipasang Pita berwarna Putih , dengan para pelayan yang menghidangkan menu disetiap meja , lantunan para Band serta artis yang sudah diundang oleh WO melantun merdu , musik dan lagu romantis pun tak luput dari pernikahan Raka dan Eva. Eva meminta izin sejenak untuk menghampiri sahabat somplaknya.
" Jangan Lupakan malam pertama , gimana ya rasanya malam pertama dengan Anak tunggal Atmadja Itu." bisik Casandra kemudian.
" Hem Otak Lo itu San. Mesti diperbaiki , ngeres amat sih Lo." ucap Jimmy.
Eva malah tersenyum , dia saja tidak memikirkan sampai kesitu. Dasar Casandra , pikirnya.
Kemudian Raka menghampiri teman - teman Eva. Lalu semuanya pada posisi siap , dan memberikan ucapan selamat pada Raka.
" Selamat Pak Presdir , atas pernikahan Pak Presdir dan Eva." ucap Varel menjabat tangan Raka diikuti Jimmy dan Casandra.
" Terima kasih." ucap Raka tersenyum. " Kalian nikmatilah hidangan yang sudah tersedia." ucap Raka kemudian.
" Baik Pak." ucap mereka.
" Oya pak Raka! Tolong bahagiaakan Eva ya pak. Jaga dia seperti Pak Raka menjaga diri Pak Raka sendiri." ucap Casandra spontan dengan mata yang berkaca-kaca.
Raka yang mendengarnya tersenyum .
" Sebagai suami sudah tugas saya menjaga dan membahagiakan Istri saya. " kemudian Raka menggengam erat tangan Eva.
Casandra dengan senang mendengar ucapan Raka itu. Dia percaya dengan omongan Raka barusan , Casandra yakin Eva akan bahagia.
“Benar yang di katakan Pak Raka,” ucap jimmy.
“Baiklah.. Saya izin membawa Eva ke kamar, sepertinya dia sudah lelah. Kalian… nikmatilah acara dari pesta ini.”Raka tersenyum senang.
Raka mendapatkan perintah dari sang Nenek untuk meninggalkan acara yang memang sudah hampir usai. Sang Nenek takut, karena Eva sedang berbadan dua. Jadilah Raka memilih untuk mengikuti perintah sang Nenek, membawa Eva kembali ke kamar.
BERSAMBUNG
------------------------
Jangan Lupa untuk VOTE MEREKA. VOTE KALIAN SANGAT BERARTI. YANG TIDAK TAUH CARA VOTE , BISA KE DESKRIPSI HALAMAN NOVEL DIDEPAN YA. ADA TULISAN VOTE TINGGAL DI KLIK AJA. TERIMAKASI.
👍👍🙏