NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5.Hari pertama menjadi Nyonya Dakizan

wajah Anggiba memerah menahan malu melihat Hazard terus memandangi Ia tadi saat mengganti baju.

Dan kini Ia berjalan di belakang pria itu sambil tertatih-tatih, rasa sakit bagian Intinya terasa sakit membiat Ia kesusahan saat berjalan.

Namun naas harus menyambut orang tua yang menjadi suaminya itu.

Ia ingin tetap di kamar, tapi pria itu terus memaksa sekan tak memberikannya izin untuk menolak ajakan nya.

Seandainya saja Ia tak pingsan tadi siang, mungkin pria itu masih melakukan kegiatan panas yang menyakitkan untuk bagian intin Anggiba.

Hana yang berjalan di belakang Anggiba merasa kasihan padanya,Hana sekarang di tugaskan melayani Nyonya Darkizan selama Anggiba menikah dengan Tuan Hazard.

Anggiba tertinggal jauh di belakang Hazard,bahkan punggung pria itu sudah tak terlihat.

Hana yang kasihan mendekat dan menopang Anggiba. "Nyonya mari saya bantu, pelan-pelan saja Non, nyonya besar dan Tuan besar belum datang," ujar Hana meraih tangan Anggiba dan memegang bahu Anggiba.

"Terima kasih, maaf merepotkan," ucap Anggiba.

"tidak apa-apa, ini sudah tugas saya menjaga Anda nyonya, saya di tugaskan untuk melayani Anda."

Anggiba menatap Hana Ia merasakan ketulusan yang di berikan Hana padanya. Dan tak lama pegangan Hana terlepas kala melihat orang tua Hazard sudah duduk di meja makan.

Anggiba belum bergeming dari tempat."Non, duduk, "bisik Hana.

Anggiba lantas duduk tapi tidak di samping Hazard, Hazard pun tak peduli.

"Jadi ini calon istri baru kamu," ucap wanita paruh baya yang terlihat tak suka padanya.

"apa maksudnya istri baru? apa pria ini duda, ataukan aku yang kedua? " batin Anggiba sekilas melirik Hana yang membalas senyum tipis.

"ya ma, pa, ini istri Hazard."

"Jangan pernah memperlihatkan Ia ke publik Hazard, dari wajahnya saja terlihat bukan dari keluarga bangsawan," tegas pak Azam dingin.

"Benar, kami mengizinkan kamu menikah dengan dia bukan berarti kamu bebas memperlihatkan dia pada dunia, dan jangan lupa Hazard, kalau kamu tunangan shara wiratama, kalau sampai dia tahu semua ini bisa kacau semuanya!" Helena nampak muak dengan pembahasan ini.

"dan kamu, jangan hanya karena kamu menyandang Nyonya Darkizan bisa seenaknya paham!" Helena menatap Anggiba tajam.

Anggiba hanya mengangguk. "Saya juga tidak akan menikah dengan dia, kalau bukan karena Shara terus menunda pernikahan ini, saya tidak bisa menahannya, dan tak bisa melakukan hubungan intim tanpa hubungan resmi."

Diam-diam Anggiba melirik Hazard, ada perasaan lega saat Ia yang menjadi pertama bagi pria itu, dan begitupun Ia.

"Tinggal sewa pelacur, dan kamu akan mendapatkannya,"ucap Helena santai seraya melirik tajam Anggiba yang diam-diam melirik putranya.

Anggiba lantas kembali menunduk." punya saya terlalu berharga untuk memasuki sesuatu yang sudah di cicipi oleh pria lain,"tukas Hazard datar.

"Terserah, asal jangan pernah membawanya ke kota," titah Papa Azam.

Tak terasa ternyata lama obrolan mereka, cuaca mulai gelap."kenapa dia masih disini? Mama tidak mau makan bersama Orang biasa seperti dia,"tekan Mama Helena.

Anggiba yang sudah terbiasa mendapati perilaku seperti itu lantas akan berdiri.

"Duduk,"titah Hazard." Dia istriku ma, selama dia menjadi istriku dia bukanlah orang biasa."

"kamu membelanya?dia bukankah hanya budak nafsu Hazard!" tekan Helena pada status Anggiba.

"Memang," jawaban Hazard membuat sakit hati Anggiba semakin besar.

"lalu kenapa orang rendahan seperti dia! harus makan bersama kita Hazard!"

"Karena dia istriku," jawab Hazard.

Helena kembali membuka suara namun elusan tangan sang suami menghentikan dirinya.

*******

Di kamar, Anggiba tak henti-hentinya melihat Hazard yang fokus ke laptop."Ada apa? kenapa melihat saya begitu?"tanya Hazard membuat Anggiba membuang muka.

"Aku ingin bertanya?"

"tanyakan," jawab Hazard tanpa menoleh dan fokus pada pekerjaannya.

"Kenapa memilih aku sebagai budak nafsu Tuan?"

"Bukan saya yang memilihmu, tapi Pak Sam, asisten saya."

"Tuan sudah punya tunangan, kenapa malah menikah dengan gadis desa seperti aku?"

"Bukannya saya sudah bilang, saya sudah tidak tahan," ucap Hazard menahan sesuatu yang kembali.

Anggiba diam dan menggerakkan jemarinya di pinggir ranjang."Tuan, apa—"

Anggiba mendongak kala melihat kaki Hazard berdiri di depan mata."kamu terlalu banyak bertanya,"ucap Hazard akan mencium bibir Anggiba.

Anggiba segera menghindar meski pincang."Tuan, Aku mohon, ini sangat menyakitkan, beri Aku waktu untuk sembuh,"ujarnya mundur perlahan saat langkah Hazard mendekat.

"Kamu pikir saya peduli?"

Anggiba sudah menangis tak ingin mengulang kejadian tadi pagi, Ia bahkan berlutut dan menggosokkan tangan meminta ampun.

"Aku mohon Tuan, Ampun, tolong beri Aku waktu untuk sembuh."

"Tapi saya menginginkannya sekarang."

"Aku akan lakukan apapun, asal jangan cara itu."

"humm baiklah," ucap Hazard, tangannya dengan cepat menarik resleting celana ke bawah, dan menarik kepala Anggiba mendekat memaksa perempuan itu melakukan itu, agar semua hasrat yang Ia tahan sejak tadi tuntas.

Anggiba yang tak siap cukup kaget, ia sampai menangis segugukan.

********

Mata Anggiba tak bisa terpejam sejak semalam, bawah matanya jadi gelap karena begadang. Hazard tak membiarkan Ia pergi bahkan tak mau memberi jeda sedikit pun atas permainan nya.

Tubuhnya terasa remuk dan tak bertenaga untuk sekedar bergerak.

dan dengan santai Hazard pergi tanpa rasa bersalah, Anggiba memejamkan mata pelan meratapi nasib yang tak pernah Ia inginkan ini.

Hana masuk dan terkejut mendapati kamar sang majikan yang berantakan."Nyonya, mau mandi dulu?"

Anggiba menggeleng pelan dan mengeratkan selimut agar menutupi tubuhnya yang penuh tanda-tanda merah.

"Aku mau tidur Hana," ucap Anggiba pelan.

Baru saja Hana akan mengatakan Iya, Tapi Helena datang sambil marah-marah.

"Ini sudah pagi! kenapa kamu masih tidur! mentang-mentang menikah sama anak saya! kmau seenaknya ya! Bangun! Bangun kamu!" bentak Helena menyingkap selimut menampilkan pakaian dalam Anggiba.

Helena dan Hana cukup terkejut mendapati banyak Kiss mark di setiap kulit Athera."gragas juga tuh anak,"puji Helena pada sang putra.

Setelah berpakaian Anggiba di bawa berjemur di bawah terik matahari, hanya untuk membantu mertuanya mengambil bunga untuk ia taruh di vas bunga.

Langkah Anggiba yang ngangkang membuat Helena meringis." pasti sakit sekali,"gumam Helena pelan melihat Anggiba memetik bunga di temani Hana.

"iya Non, Tuan muda begitu ganas mainnya, sampai Nonya Anggi berteriak keras semalaman, lihat saja jantung mata Nonya Anggi pasti tidak tidur," ucap Sudara asisten Helena.

"Kalau begini terus, dia bisa hamil," gumam Helena.

"tidak akan Nyonya, karena saya sudah memberikan obat setiap mereka selesai berhubungan selalu ada pelayan yang memberikan minuman berupa jus atau jamuan."

Helena memberikan jempol pada sang Asisten.

saat Anggiba akan datang menghampiri Helena mengerutkan kening. Dan tak lama membulatkan mata kala Anggiba jatuh pingsan.

"Nyonya!"

Kalian lebih suka Anggiba gimana readers, haruskah Ia melawan?

Terima kasih sudah membaca sejauh ini, semoga kalian like juga yah?

Spam 🩵 buat Anggiba dong🖐 di kolom komentar.

1
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!