NovelToon NovelToon
Calon TUMBAL

Calon TUMBAL

Status: tamat
Genre:Fantasi / Spiritual / Matabatin / Thriller / Iblis / Horor / Tamat
Popularitas:678.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Ratna Jumillah

"Kamu spesial, Jingga.. Kalo ada yang nanya wetonmu, jangan di kasih tau ya, nak."

"Kenapa, uti?"

"Karena mereka bisa menyakitimu, lewat hari lahirmu.
Weton kelahiran itu ibarat senjata mematikan bagi orang jahat yang mau berbuat jahat padamu, maka dari itu jangan beritahukan wetonmu pada sembarang orang!"

Jingga, memiliki nama panjang Radenaruna Jingga. adalah gadis spesial yang menjadi incaran makhluk ghoib. Dia lahir di detik - detik kematian ibunya, dan hal itu menjadikan dia memiliki kemampuan melihat hantu dan berkomunikasi dengan mereka (Indigo).

Sampai suatu hari dia di adopsi oleh majikan mendiang ayahnya saat akan menginjak SMP dan ikut tinggal di Jakarta. Dia mendapati kejanggalan dan keanehan di rumah orang tua angkatnya itu. Banyak Arwah - arwah yang menangis meminta tolong dan ada juga yang selalu mengganggu Jingga!

Apa sebenarnya yang terjadi di rumah itu?? Misteri apa yang tidak di ketahui oleh Jingga??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS. 30. Menstruasi pertama Jingga.

Jingga terbangun dan langsung duduk dengan nafas tersenggal - senggal, mimpinya terlalu nyata sampai dia berkeringat sangat banyak. Jingga melihat kesekelilingnya dan tak melihat keberadaan Raka, ia melihat jam yang ternyata sudah jam 8 malam.

"Astagfirullah, aku melewatkan sholat Maghrib." Gumam Jingga, ia hendak bangun tapi dia merasa di bagian bawahnya terasa basah dan licin.

Jingga bergegas bangun dan terkejut mendapati di ranjang nya terdapat banyak sekali darah yang mengotori sprei nya, Jingga pun pias dan lemas melihat darah sebanyak itu.

"Ya Allah, aku berdarah?" Jingga melihat sumber darahnya yang ternyata berasal dari bagian bawahnya.

Jingga tentu bingung harus berbuat apa, dia tahu itu adalah menstruasi pertama nya tapi dia tidak memiliki pengalaman apapun jadi dia kebingungan sekarang. Jingga langsung menggulung sprei yang terkena oleh darahnya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi, ia langsung mengguyurnya di wastafel dan menguceknya menggunakan sabun.

Tapi saat ia sedang mengucek noda darah itu, tubuhnya merinding seolah ada yang sedang memperhatikan dirinya.

"Wsshghhsshhhshshhh..." Jingga mendengar suara - suara aneh, seperti orang berbisik tapi lebih dsri satu orang.

Jingga kembali keluar setelah selesai mencuci darah di spreinya lalu dia mengambil pakaian ganti dan kemudian dia mencuci pakaian nya yang terkena noda darah juga, setelah semua sudah bersih barulah Jingga mandi. Saat Jingga mengguyur tubuhnya, darahnya mengalir masuk ke dalam selokan air dan Jingga memperhatikan itu.

Di luar kamar mandi, Delima masuk kedalam kamar dan tak mendapati Jingga. Delima membawa makanan di baki ia lalu meletakan makanan itu di meja dan ia mendengar suara gemericik dari kamar mandi.

"Jingga, kamu mandi nak?" Panggil Delima dari luar.

"Iya, ma." Sahut Jingga dari dalam kamar mandi.

Delima melihat ranjang Jingga yang tak di pasangi sprei, ia pun mengernyitkan keningnya saat melihat bercak noda merah yang sangat banyak di kasur Jingga. Dengan bergegas dia mendekati ranjang dan memperhatikan dengan seksama noda merah apa itu, dan wajah nya sedikit pias saat tahu itu darah dari bau amis nya.

"Jingga! Kamu kenapa, nak!?" Teriak Delima, ia sampai berdiri di depan pintu kamar mandi.

Tak berselang lama Jingga keluar menggunakan pakaian baru dan dari luar Delima bisa melihat tumpukan sprei dan pakaian Jingga yang basah bekas di cuci. Delima langsung masuk kedalam kamar mandi dan menyentuh setumpuk kain basah itu lalu menatap Jingga.

"Sayang, kamu.." Delima menggantungkan ucapan nya.

"Jingga haid pertama, ma." Ujar Jingga.

"Ya ampun, ya sudah ayo duduk dulu. Mama minta bibi bawakan pembalut buat kamu ya, kamu makan dulu nak." Ujar Delima, ia lantas menggandeng Jingga dan duduk di kursi belajarnya.

Delima keluar dari kamar dan wajah nya berubah menjadi serius sekarang, ia pun menuruni lantai dua dan turun ke lantai 1. Sementara Jingga, ia mulai menyentuh sendok di piring yang berisi makanan nya tapi ia mendengar bisikan.

"Tolong.."

DEG!!

Suaranya sangat dekat, itu suara Ika yang ada di dalam mimpinya. Jingga langsung meremang karena takut sosok yang mengejarnya di dalam mimpi sungguhan ada di dekatnya sekarang, Jingga berdoa dalam hatinya dan tangan nya mengepal kuat sendok yang ia pegang.

Jingga mendengar sesuatu yang merayap di atas plafon, bahkan debu - debu halus berwarna putih juga jatuh di meja belajar Jingga. Jingga mendongak ke atas dan terlihat sosok mengerikan menempel di atap seperti cicak, Jingga langsung berteriak..

"AAAA!!!"

Jingga bangun dan berlari menuju pintu keluar, dan saat membuka pintu ia menabrak Raka yang hendak masuk, Jingga langsung sembunyi di belakang tubuh Raka dengan nafas tersenggal - senggal.

"Astaga! Lu ngapain si!?" Ujar Raka, ia kaget tentu saja.

"Bang Raka, ada setan!" Ujar Jingga, sambil memegang lengan Raka kuat - kuat.

"Setan?!" Raka langsung menatap kedalam kamar tapi tidak ada siapapun.

"Lu tuh tukang halu, ya!? Jangan kebanyakan nonton horor makanya!" Ujar Raka.

Jingga melihat kedalam dan memang tidak ada siapa - siapa. Dan saat itu juga Delima sampai di atas bersama pelayan tua, pelayan tua membawakan pembalut untuk Jingga.

"Kenapa nak?" Tanya Delima.

"Au nih anak, katanya liat setan." Ujar Raka.

DEG!

Delima terkejut.

"Bang, kamu jangan masuk kedalam kamar dulu. Jingga, ayo ikut mama." Ujar Delima dan menggandeng Jingga masuk kedalam kamar mandi.

Raka kebingungan apalagi saat pintu kamarnya di tutup dan di kunci dari dalam, pelayan tua juga ikut masuk dan mengambil sprei dan pakaian Jingga yang terkena noda darah.

"Lah, gimana si." Raka kebingungan, tapi akhirnya dia duduk dan menonton tv di depan kamar nya yang ada sofa untuk menyantai juga.

Tapi entah mengapa, Raka merasakan merinding. Belum pernah dia merasakan merinding seperti itu, seolah - olah ada yang sedang menatapnya.

"Kok kaya ada yang lg ngeliatin gue, ya. Tapi nggak ada siapa - siapa." Gumam Raka, sambil matanya melihat kesana kemari.

Sementara Delima, ia mengajari Jingga bagaimana caranya memakai pembalut. Jingga pun merasa lega setelah akhirnya darahnya sudah tidak meleber kemana - mana.

"Maaf ma, kasur nya kotor sama darah nya Jingga." Ujar Jingga ketika ia selesai dan kini di luar kamar mandi.

"Nggak apa - apa, nak. Itu tanda nya anak mama udah remaja, karena udah haid." Ujar Delima, tersenyum.

"Makasih, ma." Ujar Jingga.

"Iya nak, tapi mama mau tanya.. tadi bang Raka bilang kamu liat setan?" Tanya Delima, seketika Jingga terdiam.

"Emang mama percaya hal itu ada?(Hantu)" Tanya Jingga akhirnya.

"Mama percaya ghoib itu ada, jadi Jingga cerita aja.." Ujar Delima, Jingga pun mengangguk.

"Jingga liat.." Ucap Jingga menggantung. Entah mengapa hatinya seolah berkata bahwa ia tidak boleh mengatakan nya pada Delima, apalagi dia melihat pelayan tua yang juga dengan serius menatapnya.

Delima dan pelayan tua itu sudah sangat serius ingin mendengar apa yang Jingga katakan, bahkan pelayan tua sudah maju satu langkah mendekat pada Jingga.

"Lihat apa, nak?" Tanya Delima, tatapan nya sangat serius.

"Jangan bilang bang Raka ya, ma.Tadi aku cuma nakutin bang Raka aja hehe..." Ujar Jingga, sambil menyengir.

Seketika tatapan serius dari Delima dan pelayan tua itu berubah menjadi senyum, Delima menghembuskan nafas dan mengusap kepala Jingga.

"Kamu mau ngisengin abang ya?" Ujar Delima.

"Iya, ma. Abis abang juga suka iseng." Sahut Jingga.

Delima menatap pelayan tua yang berdiri tak jauh dari Jingga, entah apa maksud dari tatapan nya itu tapi pelayan tua itu mengangguk dan pergi sembari membawa sprei dan pakaian basah milik Jingga.

"Kirain mama kamu beneran, mama takut jadinya." Ujar Delima, JIngga pun tersenyum tak enak hati jadinya.

"Maaf ma, udah bikin mama panik." Ujar Jingga, Delima pun tersenyum dan mengusap kepala Jingga.

"Nggak apa - apa, ya udah mama turun dulu ya, kamu makan makanan kamu terus kalau sudah habis taro di depan kamar aja." Ujar Delima, Jingga pun mengangguk.

Delima berjalan keluar dari kamar Jingga dan sebelum pergi, Delima menatap Jingga yang tak sadar jika dirinya di tatap oleh Delima dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Setelah Delima keluar dan terdengar bunyi pintu yang tertutup Jingga menoleh ke arah pintu juga dengan tatapan yang tak bisa di artikan.

'Kenapa aku merasa takut saat mama bertanya padaku?' Batin Jingga..

BERSAMBUNG...

1
manira zhang
ceritanya sangat seru banyak plot twist nya, tencu othor🥰
manira zhang
kasian ustadz Ali, pdhal mau aku ajak ta'arufan belio🤧
Sativa Kyu
👍👍👍
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Terimakasihh kak❤️
total 1 replies
wahyuni yuni
seru nih ada lanjutannya/Drool/
syska
ᴋᴇʀᴇɴ ʙᴀɴɢᴇᴛ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
sᴇᴘᴇʀᴛɪ ᴋɪsᴀʜ ɴʏᴀᴛᴀ..
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Terimakasih kak, sudah baca sampai akhirr🥰
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Ya allah... Airlangga... 🥺🥺 Kamu tersiksa karna ulahmu sendiri...
Desyi Alawiyah
Berarti ada yang salah sama salepnya.. 😮
Desyi Alawiyah
Ah masa sih Delima udah bawa Ika ke dokter... perasaan dibiarin aja deh Ika sakit kaya gitu... 😌
Desyi Alawiyah
Lah kamu marah-marah mulu sih, Raka.. Jingga adikmu loh sekarang...
Mila helsa
d episode jingga k rumh itu,,kt nya lbih nyamn SM BBI tua itu,.?
Mila helsa
ky nya ayh jingga d jadiin tumbal SM majik nya deh,lnjutt ahh
Mila helsa
lah,,ustad nya,mninggoy,kirain berilmu tinggi yg akn sllu bantuin ji ngga ,gitu🤣🤭
Mila helsa
baru mmpir nih KA,STLH bc kisa Rumah eyang,.aku lari ke profilmu,.mau maraton LGI ah bc nya,.suka bget SM kisah2 horor,.
siapa tau ini jg g KLH seru dr Rumh eyang,
🦊☕︎⃝❥𝐇𝐀𝐊𝐔𝐍𝐀🏴‍☠️࿐: Makasii banyak kak,, semoga akak suka kisah nya..
total 1 replies
arif irawan
wingi wewe gombel, saiki ganti
opo enek sift jogo wit iku
Mila helsa: 🤣🤣🤣,iya y KA,.mungkin itu suaminya wwe gmbok🤣🤭
total 1 replies
Siti Sopiah
ala Thor pak ustadz kan seorang Hero di cerita in kok malah kamu bunuh Thor
Sandisalbiah
Airlangga baru dr pasar itu juga kan.. beneran mereka kah.. pelaku pesugihan...?
Sandisalbiah
tuh kan.. ada sesuatu dgn majikan ayah Jingga... sesuai judul.. mereka akan jadikan Jingga sebagai calon tumbal...
Sandisalbiah
sedikit curiga si ama mereka ini.. muncul setelah 2 thn kematian ayah Jingga, kalau emang mereka peduli dan bersimpati harusny langsung melayat saat beliau meninggal kan..? udah gitu kematian ayah Jingga yg tak wajar, bisa aja mereka yg punya pesugihan dan ayah Jingga yg jd tumbalnya dan sekarang Jingga di jemput buat persediaan wadal selanjutnya.. siapa tau kan..? 🤔🤔
♨ˢᶜ𝓐𝔂⃝❥ 🪐⃞⃝𝓞𝓻٭ ρι
😭😭😭😭😭😭
Irwan Marzuki
koq rumah mewah lantanga kayu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!