Genre : Dark fantasi, Sistem, Cool head protagonis, supranatural meta, misteri
Namaku Yun fei, seorang Streamer konten horor yang berusia 20 tahun tidak secara tidak sengaja menemukan ponsel hitam yang bertahun-tahun mati kembali menyala.
Dalam ponsel tersebut tidak ada aplikasi lainnya. Namun, terdapat 1 aplikasi yang mengembangkan sebuah Kota Hantu?
Sejak itu, Aku telah mengalami serangkaian kejadian supranatural. Mulai dari gadis dalam cermin yang berdarah, Arwah pendendam, Komplek yang ternyata kuburan angker, dan serangkaian hal misik lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon trishaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi sampingan selesai!
Dalam salah satu kamar lao yang masih belum di renovasi, nampak Yun fei memperhatikan sebuah dinding dengan aura gelap terpancar di sana.
Dinding tersebut terlihat di tambal dengan papan kayu, aroma busuk yang tertutupi kamper begitu tercium dengan jelas walaupun Yun fei menutup mulut dan hidungnya dengan sapu tangan.
"Papan kayu ini terlihat masih baru, di lantai dekat dinding juga terdapat paku-paku yang berserakan." gumam Yun fei saat melihatnya.
Dari abnormalitas, jejak darah dan bau busuk yang tercium tertutup dengan kamper, Yun fei menduga terdapat jenazah Li Hao tersimpan di dalam sana.
Sementara itu, di sisi lain nampak Lin mei melayang di sekitar mencari benda keras. Benda itu nantinya akan Yun fei memukul dinding tersebut.
Setelah beberapa saat melayang kesana dan kemari mencari benda keras, Lin mei menemukan sebuah palu dalam kamar mandi kamar. Letaknya terdapat di bawah wastafel kamar mandi.
Selain palu, Lin Mei juga menemukan linggis, paku, dan gunting rumput di sana. Lin mei berpikir, disini ada beberapa pembunuh yang meletakkan alatnya. Menjadikan tempat ini ruang penyimpanan.
"My lord, saya menemukan Palu!" Lin Mei berteriak memanggil Yun fei agar datang.
Mendengar panggilan Lin Mei, Yun fei segera datang menghampiri arah suara lin Mei berada, setelah Yun fei berjalan beberapa langkah, sampailah Yun fei di kamar mandi menemukan beberapa alat.
"Kau menemukan banyak alat?" tanya Yun fei.
Lin mei menggelengkan kepala, "Tidak! Dari awal semua benda ini memang sudah ada."
Memilih mengambil sebuah palu, Yun fei kembali ke dinding tempat Li hao tersimpan, sampai di dinding, Yun fei lalu segera menghancurkan papan tersebut.
Begitu hancur, aromanya begitu kuat membuat Yun fei mual. Tapi, ini adalah misi walaupun sampingan dia tidak bisa menolak hadiahnya. Lebih penting, tugas sampingan ini berada tepat di hadapannya.
2000 poin jumlah yang lumayan, di tambah mungkin Yun fei mendapatkan bonus karena menyelesaikan tugas sebelum jam 04.00 pagi. Memikirkan semua ini membuat Yun fei tersenyum dari balik masker.
Setelah beberapa kali menghantam papan kayu dengan palu, akhirnya jenazah Li hao tiba-tiba jatuh hampir mengenai tubuh, beruntung Yun fei berhasil menghindari, jika tidak mungkin Yun fei mendapat hal merepotkan kedepannya.
Pada saat Jenazah Li hao jatuh, Yun fei mengambil 4 langkah mundur dan membuang nafas. "Fyuh... Yang tadi hampir saja, jika saya jenazah mengenai tubuh saya mungkin polisi akan curiga pada saya, ini merepotkan."
Kemudian Yun fei menutup hidungnya walaupun sedang menggunakan masker sapu tangan, "Tapi, aroma formalin dan busuk sangat menyengat!"
Tanpa sengaja Yun fei melihat sesuatu di sebelah jenazah Li hao. Membuat Yun fei penasaran untuk melihatnya sedikit lebih dekat.
Tepat di sebelah jenazah Li hao, terdapat jenazah lain dengan gender pria. Tapi, kondisi fisik jenazah tersebut sangat mengerikan. Anggota tubuh seperti kaki dan tangan di jahit terbalik.
Setelah itu Yun melangkah mundur dan tiba-tiba nada dering pemberitahuan yang sangat familiar, terdengar dari saku kiri celananya.
Mendapati itu, Yun fei merogoh saku kiri celananya dan mengeluarkan ponsel hitam. Pada layar ponsel terdapat nyala cahaya redup dan dingin, sebuah kata notifikasi tertulis dengan warna darah.
[Kring!]
________________________________________
Judul : Permohonan terkahir
Level kesulitan : Sangat mudah
Deskripsi :
Anda melihat Arwah malang, tolong dia untuk agar mendapat ketengan. Sepertinya Arwah itu meminta bantuan Anda. Dia seperti tertarik.
Tips bermain :
Cari jasadnya sebelum jam 04.00 pagi, dan juga tolong bantu meringankan beban hukuman dari temannya.
Hadiah : 2000 poin.
Hukuman : Tidak ada.
________________________________________
[Saya memuji kebaikan Anda!]
[Anda menemukan jenazahnya dan membantu meringankan hukuman temannya, dengan cara tidak menyebarkan seluruh kebenaran pada orang lain!]
[Arwah Li hao tersenyum senang melihat kebaikan Anda dari belakang!]
Kring!
[Mendeteksi beberapa faktor yang mempengaruhi hadiah tugas dan saya akan meningkatkan hadiah yang Anda dapatkan!]
[Hadiah : 2500 poin, pertemanan dengan Arwah Li hao dan Jiang lin]
Membaca notifikasi tersebut, Yun fei mendadak punggungnya merinding. Karena notifikasi tersebut menyinggung kata orang lain, yang artinya ponsel terus mengawasi Yun fei.
Sambil meneguk ludah dan berkata, "Oke, ponsel ini membuat saya semakin takut. Siapa di belakangnya kenapa dan apa tujuannya dengan saya?"
Semua pertanyaan ini membuat Yun fei merenung, di samping Yun fei terlihat Lin mei sangat heran dengan hobi Yun fei, sering menatap ponsel mati.
Terkadang setelah menatap ponsel mati tersebut cukup lama kemudian merenung, seperti sehabis membaca suatu informasi yang memusingkan.
Lalu Lin mei menepuk pundaknya, "My lord, apakah Anda sakit?"
Seketika Yun fei tersadar menoleh ke arah Lin mei disebelahnya, "Ah! Maaf membuat kamu khawatir, saya baik-baik saja. Saya tidak sakit."
"Syukurlah, Anda baik-baik saja." Lin mei tersenyum dan dalam senyumnya Lin mei masih kebingungan melihat hobi Yun fei.
Tepat Lin mei mengatakan hal tersebut, tiba-tiba pintu kamar di dobrak dengan keras. Sosok laki-laki berbadan besar, tinggi, dan memegang chainsaw di tangannya muncul.
Seluruh celemek kulit berwarna hitam dan chainsaw laki-laki itu, berlumuran darah. Bahkan daging yang tercincang dan usus menempel pada chainsaw serta tubuh dan celemek. Nampaknya, laki-laki tersebut selesai menghabisi semua rekan pembunuhnya.
Warna hijau terlihat di lubang topeng karung di pada matanya, Yun fei dan Lin mei sudah menebak jika ini perbuatan Lin feng, Arwah itu berniat membalaskan dendam atas penghinaan Yun fei.
Yun fei bergumam, "Ini dia yang merepotkan! Saya tidak yakin bisa melewati ini dengan mudah!"
"Hmm? Itu apa?" Namun, perhatian Yun fei sedikit teralihkan melihat benang menempel pada kepala pembunuh yang memegang chainsaw.
Selagi berpikir, pembunuh tersebut berlari ke arah Yun fei sambil mengangkat tangan, menunjukkan mata chainsaw yang masih terus berputar dengan ganas dalam kegelapan.
Begitu berada di hadapan Yun fei, pembunuh ganas tersebut langsung mengayunkan chainsaw ke arah Yun fei. Dengan dibantu Li mei yang memegangi punggungnya, Yun fei berhasil menghindar dengan bergulir ke arah kanan, tanpa sengaja jenazahnya Li hao terpotong menjadi dua.
"Argh!" Li hao tiba-tiba muncul dari dalam bayangan Yun fei, terlihat marah sampai wajahnya terdistorsi melihat pembunuh tersebut.
Memotong jenazahnya dirinya sendiri, tentu berhasil memicu api kemarahan Li hao, segera sebuah palu terlempar ke arah pembunuh tersebut. Sayangnya, si pembunuh berhasil menangkis dengan chainsaw di tangannya.
Tetapi, kemarahan Li hao tidak berhenti sampai di sana. Linggis, paku, dan gunting rumput terlempar satu persatu. Beruntung paku yang dilempar oleh Li hao berhasil mengenai kakinya.
Dari sisi lain Yun fei berbisik, "Lin mei, Apa kamu juga bisa melemparkan benda seperti Li hao?"
Lin mei menjawab, "Saya bisa melakukannya, itu cukup mudah. Hanya perlu merasuki benda yang akan di gerakan. Tapi, saya hanya bisa merasuki satu benda saja."
Yun fei tertarik, "Hanya satu? Kenapa?"
"Li hao bisa menggerakkan banyak benda di waktu yang bersamaan karena membagi jiwanya menjadi beberapa bagian kecil." Lin mei sedikit menjelaskan konsep Arwah merasuki benda.
Dalam hati Yun fei bergumam, "Jadi ini? Salah satu konsep di balik portegeis?"
Beberapa saat setelah Yun fei bergumam, kemudian Yun fei mengeluarkan cutter dari saku jaket, lalu dia menyerahkan cutter pada Lin mei.
Pada saat itu, disisi pembunuh tengah di sibukkan menghindari dan menepis benda yang terlempar oleh Li hao, Yun berpikir menyusun rencana.
Yun fei menjelaskan, "Lin mei, kamu masuki cutter ini sebentar. Saya ingin melempar ke arah benang di atas kepalanya, apa kamu melihatnya?"
Lin mei menggelengkan kepala, "Maaf! Saya tidak bisa melihatnya." Dia menjawab dengan murung.
Tersenyum, kemudian Yun fei mengelus kepalanya dengan hangat berkata, "Itu tidak masalah! Kamu hanya cukup membuat lintasan saat saya melempar cutter tidak berbelok."
"Baiklah." Sambil menjawab Lin mei lalu menyentuh cutter di tangan Yun fei, tiba-tiba tubuhnya terserap masuk kedalam benda tersebut.
"Jika dugaan saya tepat, Pembunuh tersebut sedang di kendalikan, bukan dirasuki seperti kasus Lan jing. Saya masih ingat perkataan sungguh sulit baginya mengendalikan semua pembunuh."
Selesai mengatakan hal tersebut, Yun fei bersiap melempar cutter sekuat tenaga. Setelah merasa bidikan cukup akurat, Yun fei langsung melempar dengan sekuat tenaga.
Selera humornya ke Yun Fei bagus pake banget
Sempet blunder beberapa menit akoh