NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Dibuang Karena Gendut, Dipilih Menjadi Ibu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Romansa pedesaan / Cewek Gendut / Cerai / Tamat
Popularitas:169k
Nilai: 5
Nama Author: CovieVy

Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.

Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.

Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.

Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.

Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.

Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.

"Kita menikah!"

Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.

Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32. Tiba-Tiba Cemburu

“Habis, Mas sih? Tiap kali ada janji, pasti selalu tidak jadi.”

Arven sedikit menahan napas. “Baiklah. Aku tidak akan pernah berjanji lagi.”

Mireya langsung menatapnya. “Bukan begitu.”

“Lalu?”

“Sebenarnya boleh berjanji, tetapi harus ditepati.”

Arven terdiam.

Mireya melanjutkan dengan suara lebih lembut.

“Elden masih kecil. Dia memang belum sepenuhnya memahami arti sebuah janji, tetapi dia sedang belajar.”

Tatapan Arven perlahan berubah serius.

“Kalau pada janji kecil saja kita sudah tidak bisa memenuhi, bagaimana dengan janji yang besar?”

Arven terdiam cukup lama.

Ia menoleh kepada Elden yang sedang bermain di dekat kebun.

Anak itu mungkin belum memahami banyak hal. Namun setiap kali Arven mengatakan akan melakukan sesuatu, Elden selalu mengingatnya.

Arven menghela napas. “Kamu benar.”

Mireya sedikit terkejut. “Mas mengakuinya?”

Arven menoleh. “Kenapa? Aku tidak boleh mengakui kalau aku salah?”

Mireya tersenyum kecil. “Boleh. Syukur lah kalau gak ngeyel."

Arven kembali menatap Elden. “Mulai sekarang, aku akan lebih berhati-hati sebelum berjanji.”

Mireya mengangguk. “Bukan hanya lebih berhati-hati.”

Arven mengangkat alis. “Lalu?”

“Kalau sudah berjanji, harus berusaha untuk menepatinya.”

Arven sejenak hanya menatap mereka bergantian, dan akhinya mengangguk. “Baik.”

Mireya tersenyum. “Begitu lebih baik.”

Arven menatap istrinya beberapa detik. “Sepertinya aku memang masih harus banyak belajar," ucapnya dengan pelan.

Mireya terkekeh. “Tidak apa-apa. Kita bisa belajar bersama-sama.

.

.

Di saat malam semakin larut, Elden telah tertidur dengan pulas di tengah-tengah mereka.

Napas anak itu terdengar teratur. Ketika tubuhnya bergerak, kaki bocah itu langsung mendarat di wajah Arven.

"Aaagh," lenguhnya berat.

Arven yang tadinya terlelap tersentak dengan rasa yang cukup perih. Dengan pelan, ia menurunkan kaki Elden dari wajahnya.

Ia pun duduk mengusap wajah yang tadi kena kendangan dan melirik putranya. "Kamu lagi mimpi main bola?"

Mireya ikut terduduk juga. "Kenapa, Mas?"

Lalu tatapannya berpindah pada Mireya. "Kaki anakmu sampai ke wajahku."

Mireya sontak tertawa. "Nah itu yang aku rasakan tiap hari."

"Kamu tak tidur?" tanya Arven melihat wajah Mireya yang lelah.

Raut wajah Mireya tiba-tiba berubah dan menggeleng tipis.

"Kamu memikirkan Syahzan?"

Mireya menunduk. Ia tak memungkiri, bayangan masa lalu tentanga mantannya kembali berputar di kepalanya semenjak kabar yang dibawa Arven.

Tak bisa dipungkiri, lima tahun pernikahan bukanlah waktu yang singkat.

Arven mengembuskan napas panjang seakan telah tahu jawaban meski mulut Mireya tak bersuara.

"Jadi benar? Hanya dia yang ada di hatimu?"

"Mas ... Aku tak berkata begitu." Mata Mireya menyipit.

Arven akhirnya bangkit dan turun dari ranjang. Gerakannya membuat Mireya menoleh memasang wajah heran.

Ia berjalan mengitari sisi ranjang, lalu berhenti tepat di hadapan Mireya.

Mireya mendongak menatap wajah yang kali ini memasang raut yang tak bisa diartikan.

“Mas, kenapa—?”

Arven menundukkan badan dan membungkam bibir Mireya dengan bibirnya. Mireya tersentak dan mendorong tubuh Arven.

"Jadi benar, kamu masih memikirkannya?" bisiknya menarik dagu Mireya dan kembali menekankan bibirnya ke bibir perempuan itu.

"Hmm ... hmmmppp ..." Mireya gelagapan mencoba mendorong Arven tetapi kekuatannya ternyata tak bisa mengalahkan Arven.

Mireya memukul dada bidang Arven dengan sisa tenaganya, tetapi erang protesnya tenggelam sepenuhnya di balik ciuman Arven yang semakin menuntut.

Tiba-tiba saja, emosi membakar pria itu, perpaduan antara cemburu dan rasa takut kehilangan, membuat setiap gerakannya terasa makin intens dan tak terelakkan.

Telapak tangan Arven mencengkeram erat tengkuk Mireya, mengunci pergerakannya agar tak lagi bisa berpaling. Napas Arven berembus memburu dan panas menabrak kulit pipi Mireya, memburu tiap inci pertahanan yang coba perempuan itu bangun. Usaha Mireya untuk mendorong bahu Arven justru dibalas dengan desakan tubuh yang makin menghimpit, merapatkan jarak hingga tak ada selapis udara pun tersisa di antara mereka.

Buku-buku jari Mireya yang semula memukul keras perlahan melemah, hanya bisa meremas kain piyama Arven saat pasokan udaranya makin terkuras. Ritme napas Arven yang berat dan tidak beraturan bergema di remang kamar yang sunyi.

Ketika Arven akhirnya memberi sedikit jeda, jarak mereka hanya terpaut seakan selembar kertas. Dahi mereka saling menempel, sama-sama naik-turun meraup udara dengan napas yang memburu.

Mata Arven yang tajam dan terluka menatap lurus ke dalam bola mata Mireya yang berkaca-kaca.

"Katakan padaku, Mireya..." bisik Arven dengan suara serak yang bergetar tepat di depan bibir istrinya. "... apakah hatimu masih milik dia?"

“Tidak, Mas. Bukan dia.”

Lalu Arven justru menangkap ada sesuatu yang tidak dikatakan Mireya.

“Kalau bukan dia, lalu kenapa kau takut menerimaku?”

*bersambung*

*Mohon maaf agak lama up bagian ini ya Kakakku, soalnya hari ini pekerjaan real life akuh cukup sibuk, jadi baru bisa up setelah sampai rumah* terima kasih ya udah menemani sampai bab ini. 😘😍❤️

1
Erna Masliana
tamat... bagus ceritanya
Erna Masliana
ya tujuanmu apa .. awalnya kan anak.. kenapa tiba-tiba serakah.. balik lagi cuman anak aja jangan ganggu rumah tangga orang gak baik
Erna Masliana
Pendem terus sampe bisulan
Erna Masliana
kamu pernah menikah juga bedanya kamu beneran putus hubungan dg mantan.. yang ini mantan serakah ingin merebut posisimu.. jadi kamu harus lebih pintar
Erna Masliana
baguslah Mireya mulai pinter
Erna Masliana
s serakahnya
Erna Masliana
Nindy pengangguran apa lagi cuti
Erna Masliana
kamu jebak Arven biar sampe hamil punya anak berharap jadi nyonya tapi hasilnya tak sesuai ekspektasi mu gitu... kenapa tidak move on..
Erna Masliana
dari sekian banyak murid..aneh banget bisa semuanya terpengaruh.. padahal anak anak tuh biasanya ngeyel loh
Erna Masliana
mamvus... kalo mau bertemu anak ..ya baik baik bertamu dg benar.. ini mah niatnya udah bukan anak lagi tapi keserakahan
Erna Masliana
maksa.. inti na mah..teu bogoh..teu hayang..bogohna ka Mireya
Erna Masliana
ganggu bae s Mireya
Erna Masliana
heh..jauh y
Erna Masliana
Pak Can bijak 👍
Erna Masliana
salahkan dirimu sendiri tidak mau jujur
Erna Masliana
tinggal bilang apa susahnya.. palingan jadi majikan lagi.. jangan buat orang yang menampung dan membela mu kelihatan bego di mata mantan keluarga bejatmu
Erna Masliana
jujur aku gak ngerti..masa Iddah itu di hitung setelah ketok palu atau kata talak?? terus yang namanya sidang perceraian setauku tidak ada yang sehari beres..sepupuku aja perlu 6bulan 3 kali sidang sampe ketok palu..kalo dalam Islam ya dihitung dari kata talaknya suami bukan dari ketok palu deh kayaknya
SoVay: boleh dbaca sampai selesai y kak, ceritanya udah tamat 🙏🍅
total 1 replies
Erna Masliana
ih hayang nga geplak s Mireya.. bertele tele..aku orangnya gak sabaran 😛
Erna Masliana
ya banyak.. karena kamu gak cari tau..gak nanya dg benar..kamu juga punya rahasia... jangan marah
Erna Masliana
greget ih...Mireya terlalu lemah.. sampe harus di bela anak kecil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!