NovelToon NovelToon
HOPE

HOPE

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:156.8k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Kecelakaan mengerikan membuat Sakalingga Ibra lumpuh, membuatnya kehilangan semangat hidup. Ia pesimis akan pulih kembali dan menolak semua bentuk terapi yang disarankan.

Sebagai terapis andal, Jenaka Tatjana yang ditawari pekerjaan untuk membantu memulihkan kondisi pria itu merasa tertantang. Meskipun awalnya kesulitan menangani sikap Lingga yang penuh amarah, perlahan-lahan pesona Jenaka mulai membuat Lingga membuka diri.

Namun, ketika Lingga menyatakan cinta, akankah Jenaka percaya itu bukan sekadar rasa terima kasih dari sang pasien kepada terapisnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Bibirnya Lingga turun ke rahang Jenaka, lalu menciuminya. “Aku mohon izinkan aku bercinta denganmu, aku begitu menginginkanmu hingga sekujur tubuhku nyeri. Aku tidak bisa tidur karena memikirkanmu. Izinkan aku menjadi pria yang sempurna saat bersamamu, Aku mohon buatlah aku menjadi utuh kembali,” pinta Lingga.

Jenaka menghabiskan waktu begitu lama mengurus pria itu, terlalu sering merasakan penderitaan Lingga, merasakan kesakitannya, merayakan kemenangan yang dicapainya, dan mencintainya. Bagaimana bisa ia menolak Lingga? Terlebih ia akan segera pergi, dan takkan pernah tahu seperti apa rasa Lingga yang memabukkan. Tetapi, Jenaka gemetaran karena ketakutan apa yang akan Lingga lakukan kepadanya. Luka yang Cakra tinggalkan di benak Jenaka membuat wanita itu terpuruk terlalu dalam, membuat ia tak berani lagi merasakan kenikmatan bersama pria.

Ketika Lingga berguling, membuat Jenaka panik serta merasa mual. Lingga melihat ekspresi terpaku di mata Jenaka dan berbicara lemah lembut kepadanya, untuk membuat Jenaka menyadari siapa dia. “Tidak apa-apa sayang,” gumam Lingga menenangkan. “Kau tahu aku takkan menyakitimu, aku tak akan pernah menyakitimu. Kita lepaskan ini darimu,” ucapnya sambil mendorong turun gaun yang menggunduk di pinggang Jenaka.

Lingga bertumpu di siku dan menatap Jenaka, mereguk semua detail tubuh Jenaka yang selama ini hanya ada di bayangkannya saja. Lingga menruh tangannya di perut Jenaka dan mengelus lembut kulit wanita itu yang sehalus sutra. Satu jarinya masuk ke pusar mungil Jenaka, dan wanita itu lagi-lagi terkesiap.

Meski kuku Jenaka menghunjam bahu Lingga hingga kulit Lingga teriris, ketakutan tidak beralasan itu sudah pergi dalam benaknya. Tatapan Jenaka terkunci pada Lingga, membiarkan pria itu tahu bahwa ia bersedia melakukan itu semua demi Lingga. Meski takut, ia memercayai Lingga, dan ia akan memberikan hadiah terakhir kepada Lingga, yaitu kenikmatan yang dimiliki tubuhnya.

Tangan Lingga meluncur, menjelajah, seperti yang selama ini sering dia lakukan. Jenaka mengertakkan gigi karena terkejut dan berusaha mengendalikan tubuhnya yang bergerak secara naluriah, Jenaka merapat ketika tangan Lingga hendak menyelinap ke area sensitif Jenaka.

“Jangan di tutup,” ucap Lingga. “Aku takkan menyakitimu, aku janji.”

Jenaka menelan ludah dan perlahan berhasil meraih kembali kendali dirinya, ia memaksa kakinya santai. Sekujur tubuh Lingga mulai bergetar, dipenuhi butiran keringat, kulit wajahnya memerah seperti demam tinggi, Jenaka merasakan kulit pria itu yang panas di bawah sentuhannya.

Jenaka menurunkan satu tangannya yang gemetaran dari bahu Lingga dan menyentuh wajah pria itu, dan meletakkan jemari di bibirnya. “Tidak apa-apa,” bisik Jenaka lirih. “Aku siap.” ia berbaring di samping Lingga.

“Tidak, kau tidak siap,” erang Lingga. “Aku ingin menunggu sampai kau siap.”

“Tidak apa-apa,” ulang Jenaka, disertai rintihan.

Semua cinta yang Jenaka rasakan untuk Lingga meluap dan membuat tubuhnya melemas. Dengan mata terbuka lebar dan tatapan terpaku pada wajah pria itu, Jenaka tahu dia adalah Lingga, dan ia bersedia melakukan apa pun untuknya. Meski jantungnya seperti menggedor keras rusuknya dengan kekuatan yang meremukkan, dan sekujur tubuhnya berguncang keras, Jenaka mencengkeram bahu Lingga dan menariknya merapat.

Lingga mencoba bersikap lembut, tapi dua tahun terkurung di kamar meluluhlantakkan banyak kendali dirinya yang normal. Ketika akhirnya tak berjarak dengan Jenaka, Lingga mengerang dan menghunjam tubuh Jenaka dengan satu gerakan kuat.

Air mata panas seolah membakar kelopak mata Jenaka, lalu menetes ke pipinya. Ia tidak menduga akan merasakan nyeri seperti itu lagi, tapi ia tak menjauh dari Lingga. Ia tetap berbaring pasrah dan menunggu. Ia mulai menangis sungguhan, bukan karena nyeri yang berangsur memudar, melainkan karena menyadari Lingga memberikannya keutuhannya lagi sebagai wanita.

Bertahun-tahun ia hidup dalam ketakutan, butuh seorang Lingga untuk membuat Jenaka menyadarinya, butuh Lingga untuk membuat Jenaka mencintai sebesar itu hingga ia bisa mengatasi masa lalunya.

Lingga mengangkat wajah dan melihat air mata Jenaka, wajah pria itu seketika memucat. “Tidak,” katanya dengan parau. “Jee, apa yang kulakukan? Aku akan berhenti... Aku tidak ingin menyakitimu”

Jenaka tidak berhasil mencegah air matanya yang berbaur dengan tawa. Ia memeluk Lingga erat-erat, mencegah Lingga menjauh. “Jangan berhenti,” katanya dengan penuh suka cita, kata-kata itu seperti tersumbat di tenggorokannya. “Tidak, jangan pernah berhenti...”

Lingga menghentikan ocehan Jenaka dengan bibirnya, menciumnya dalam-dalam dan liar, kelegaan seakan membuatnya mabuk. “Sudah lebih dari dua tahun, Sayang…”

“Kalau begitu lakukanlah sampai selesai,” ucap Jenaka lembut, sorot matanya bercahaya. “Yang ini untukmu.”

Lingga menciumnya lagi, lebih kuat daripada sebelumnya. “Yang berikutnya nanti untukmu,” janjinya dengan serak, sesaat sebelum dia lepas kendali. Jenaka memeluk Lingga rapat-rapat, menerima hujaman dahsyat darimpria itu, kemudian dalam sekejap badai gairah itu berlalu dan Lingga terkulai.

Jenaka bisa merasakan jantung Lingga berdebar kencang dalam kesunyian setelah itu, merasakan napas hangat pria itu di bahunya, butiran keringat menetes dari tubuh Lingga dan menetes ke kulitnya. Jenaka merapikan rambut Lingga yang acak-acakan, membetulkan letak kepala pria itu agar lebih nyaman di bahunya.

Lingga menggumamkan sesuatu dan menangkup payudara Jenaka, lalu hanyut dam mimpi indahnya. Sementara Jenaka menatap lampu yang masih menyala terang, mereka tidak terpikir memadamkan lampu lebih dulu sebelum bercinta.

Kelelahan membuat tubuh Jenaka berat, tapi ia tidak bisa tidur. Malam ini menjadi titik balik yang penting dalam hidupnya, Lingga mengajarinya agar tidak lagi takut pada sentuhan pria, tapi bagaimana kalau pria itu bukan Lingga? Jenaka tidak menginginkan pria lain, Cinta yang Jenaka rasakan hanya untuk Lingga, itulah yang membuatnya dapat mendobrak penjara rasa takut, dan tanpa cinta itu Jenaka tidak akan berani.

Jenaka sadar, hal ini tak mungkin pernah terjadi lagi. Ia tak sanggup membiarkan ini terjadi lagi. Ia terapis, Lingga pasiennya. Ia mengkhianati etika profesionalnya sendiri, sepenuhnya melupakan peraturan dan standar yang ia tetapkan bagi diri sendiri. Ini kesalahan terbesar yang pernah ia lakukan, dan ia merasa mual dan jijik.

Apa pun yang terjadi, Jenaka harus ingat tidak lama lagi ia harus pergi, ia hanya bagian sementara dari hidup Lingga. Ia bodoh jika menghancurkan kariernya demi kesenangan singkat. 

Seharusnya aku tidak melakukan ini, pikir Jenaka. Pantas saja Lingga tertarik padanya karena saat ini hanya ia satu-satunya wanita yang tersedia di dekat Lingga. Tetapi, setelah Lingga kembali ke aktivitasnya Lingga akan dekat dengan berbagai wanita yang ia sukai seperti sebelum ia mengalami kecelakaan dan Lingga melupakannya.

Dengan lembut Jenaka menggeser Lingga ke samping, Lingga terlihat pulas sekali sehingga bulu matanya pun tidak bergerak. Dengan gerakan lambat dan hati-hati Jenaka duduk, memungut baju tidurnya, mengenakannya sebelum berdiri. Saat berdiri, ia merasakan nyeri yang tidak tak asing di tubuhnya, tapi ia tetap memaksa diri berjalan tanpa suara ke pintu dan keluar sambil menekan sakelar untuk memadamkan lampu.

Di kamarnya, Jenaka terbaring di atas ranjang ranjang. Ia takkan bisa tidur, terlalu banyak sensasi dan kenangan yang berperang dalam benak dan tubuhnya. Jam di dinding menunjukkan pukul tiga lebih sedikit, jadi sekalian saja ia bergadang.

Jenaka merasakan kehampaan yang ganjil, penyesalan membakar habis kenikmatan yang ia temukan dalam pelukan Lingga dan tidak menyisakan apa pun untuknya.

Dalam pelukan Lingga, Jenaka merasa sangat hidup, seolah semua yang membelenggunya musnah. Kenyataan yang ada adalah menjelaskan bahwa kebersamaan mereka malam ini tidak berarti apa pun bagi Lingga selain mereguk kepuasan singkat untuk tubuhnya yang ingin bercinta. Jenaka sudah menduga itu, tapi ia tetap menerimanya.

Jenaka meringis dalam hati saat pikiran itu melintas, dan dengan perasaan terusik ia berjalan ke luar kamar menuju taman. ia menggigil ketika udara dingin di taman membelai kulitnya yang panas, namun ia tak begitu memperdulikannya.

Malam ini batinnya seperti roller coaster, membuatnya tertegun dan bingung. Ia merasakan pergeseran emosi dari ketakutan menjadi menerima, lalu suka cita, disusul penyesalan, menerima lagi, dan sekarang ketakutan lagi, rasa takut tidak bisa memunguti kepingan-kepingan hidupnya, takut hidupnya setelah meninggalkan Lingga akan menjadi begitu hampa hingga tidak berguna.

1
RithaMartinE
luar biasa
Ersa
yakin aka selesai malam ini??
Ersa
jgn terus bermonolog dg pikiran & asumsi mu sendiri Jee, bicarakan saja dg lingga
Ersa
melting aku Bang
Ersa
jian ngeyel mrengkel tenan Jenaka ki🤲🏻
Ersa
jantung & hatiku berasa gak aman🤭
Ersa
cinta at first sight 🥰
Ersa
ya Allah aku sempet feeling klo mrk menikah krn kasus rudap*ksa Aya Selama menikah cakra merudap*ksa Jenaka
Ersa
lingga jadi ahli Terapi meraba🤣
Ersa
typo ya 🤭
Ersa
Jee...Sayang... aahh meleleh..
Ersa
simbiolisme mutualisme sama2 saling menguntungkan... jenaka perlahan sembuh dari trauma dekat dg lelaki ,lingga sembuh dari kelumpuhan
Ersa
Modus🤣
Ersa
usil apa medium tuh😁
Ersa
🤣
Ersa
jenaja butuh Terapi mental & sentuhan ketulusan hati
Ersa
atokah mrk menikah krn kejadian rudap*aksa
Ersa
🥰🥰
Ersa
cakra mantan Suami Jenaka ?? rudap*ksa??..🤔
Ersa
lalu bgmn saat menikah dg cakra, apakah tdk pernah disentuh?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!