Genre: Dark Romance / Reverse Harem / Thriller Psikologis.
Premis Utama: Althea, seorang gadis yatim piatu yang bekerja sebagai pengarsip dokumen kuno, terjebak di dalam "Septem Foundation"sebuah yayasan elit rahasia di bawah kendali tujuh pria berkuasa dan manipulatif yang terinspirasi dari pesona member BTS.
Kehadiran Althea di mansion tersebut ternyata bukan kebetulan, melainkan sebuah jaring laba-laba yang sudah disiapkan sejak lama. Ketujuh pria ini memiliki masa lalu kelam yang terikat dengan Althea, dan kini mereka bersaing secara dingin sekaligus obsesif untuk saling memperebutkan hak "memiliki" dirinya. Cinta mereka yang awalnya terasa seperti perlindungan mewah perlahan berubah menjadi sangkar emas yang posesif, berbahaya, dan mematikan.
Ketegangan psikologis saat Althea mencoba mengungkap misteri ingatan masa lalunya yang hilang, sembari bertahan hidup di antara dominasi, manipulasi, dan cinta gila dari tujuh pria
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aera_yong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sensor yang Berubah Fungsi (3)
Selasa malam ditutup oleh keheningan digital yang mematikan setelah virus siber Suga melumpuhkan jaringan komunikasi Acheron Group di Jenewa.
Namun, Rabu pagi tiba dengan urgensi fisik yang jauh lebih nyata. Gerimis di atas hutan pinus Septem telah berubah menjadi hujan lebat yang menyapu dinding-dinding kaca paviliun lama, menciptakan suasana yang kian mencekam.
Tepat pukul delapan pagi, Althea melangkah masuk ke ruang pengembangan taktis di sayap timur mansion. Ruangan itu dipenuhi oleh aroma minyak pelumas senjata, bau logam panas, dan deretan layar holografik yang menampilkan cetak biru persenjataan.
Di tengah ruangan, J-Hope berdiri di samping sebuah manekin logam. Pria yang biasanya menyapa Althea dengan senyuman ceria dan kehangatan palsu itu kini tampak sangat berbeda.
J-Hope mengenakan pakaian serba hitam dengan rambut yang disisir rapi ke belakang, memperlihatkan rahangnya yang kokoh dan tatapan mata yang setajam elang.
Di atas meja stainless steel di depannya, terhampar sebuah korset dan jubah luar dari bahan sutra ringan berwarna putih perak.
Pakaian itu sekilas tampak seperti adibusana haute couture yang anggun, namun jika diperhatikan lebih dekat, jalinan seratnya jauh lebih padat dan berkilat ganjil di bawah lampu neon.
"Selamat pagi, Althea-ku," sapa J-Hope, suaranya rendah, kehilangan nada renyah yang biasa ia gunakan untuk memanipulasinya dari balik speaker. Ia mengambil korset sutra perak itu dengan kedua tangannya yang terbungkus sarung tangan karet tipis.
"Mengingat anjing-anjing Acheron sudah mulai mengendus batas hutan pinus, aku memodifikasi gaun sensor taktil mu menjadi Armor Taktis Ringan Septem-V1."
Althea melangkah mendekat, jemarinya menyentuh permukaan kain yang terasa dingin namun sangat lentur. "Apa yang diubah, Tuan J-Hope?"
"Segalanya," J-Hope melangkah ke belakang Althea, meminta izin dengan tatapan matanya sebelum perlahan memasangkan korset taktis itu di atas pakaian dalam Althea.
Jemari lentik J-Hope bergerak dengan ketangkasan seorang penjahit sekaligus ahli militer, menarik tali-tali pengikat di bagian punggung Althea hingga korset itu memeluk erat lekuk tubuhnya dengan presisi yang sempurna.
"Serat mikro di dalam kain ini tidak lagi ku kendalikan untuk mengirimkan stimulan listrik ke kulitmu untuk membatasi gerakmu," bisik J-Hope tepat di dekat telinga Althea, napas hangatnya terasa kontras dengan dinginnya logam di ruangan itu.
"Kini, sensor ini terhubung langsung dengan sistem pertahanan otomatis mansion. Serat karbon cair di dalamnya mampu menahan hantaman peluru kaliber 9 mm dan meredam benturan fisik tingkat tinggi."
J-Hope menarik napas dalam, memutar tubuh Althea agar menghadap ke arah layar hologram utama yang menampilkan denah perimeter terluar hutan pinus.
"Jika ada detak jantung asing yang mendekatimu dalam radius sepuluh meter, sensor di tengkukmu akan bergetar halus sebagai peringatan dini," J-Hope menyampirkan jubah luar perak ke bahu Althea, lalu mengancingkan nya dengan lembut di bawah dagu gadis itu.
"Dan jika sensor ini mendeteksi tekanan cengkeraman paksa dari orang asing... sistem pertahanan udara dan menara senapan otomatis yang dikomandoi Jungkook akan langsung mengunci koordinat tersebut dan menghancurkannya dalam waktu tiga detik."
Althea menatap pantulan dirinya di layar hologram. Di balik pakaian sutra perak yang anggun itu, ia kini dibungkus oleh teknologi pelindung yang mematikan.
Manipulasi yang ia lakukan di hari Rabu musim lalu telah mengubah J-Hope dari seorang pengawas yang posesif menjadi seorang perisai hidup yang fanatik.
"Kau membuatku menjadi umpan yang berjalan, J-Hope?" tanya Althea dengan nada menguji yang sangat tenang.
J-Hope melangkah maju, berlutut dengan satu kaki di hadapan Althea, lalu mendongak untuk menatap langsung ke dalam manik mata sang Ratu.
Tangannya yang terbungkus sarung tangan mencengkeram lembut jemari Althea, membawanya ke dahinya sendiri sebagai bentuk sumpah setia yang absolut.
"Kau bukan umpan, Althea. Kau adalah mahkota kami," bisik J-Hope, matanya berkilat penuh kegilaan yang protektif.
"Acheron mengira mereka bisa merebut mu karena kau adalah titik lemah kami. Mereka tidak tahu... bahwa dengan menyentuhmu, mereka sedang mengaktifkan mesin pembantai paling mengerikan yang pernah diciptakan Septem. Bersiaplah, Sayang. Besok adalah hari Kamis, dan Jimin sudah menyiapkan panggung politik untuk menyambut mereka."
---
Bersambung~