NovelToon NovelToon
Menikahi Pangeran Nakal

Menikahi Pangeran Nakal

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: micemicu

Pangeran Nicholas Veer Ralph, putra bungsu dari Raja Luther pemimpin Kerajaan Tharvis, terkenal sebagai seorang yang angkuh, pemarah, dan pemberontak. Bahkan reputasinya sebagai seorang pemain wanita telah tersebar luas di seluruh negeri. Sikapnya yang sangat berbeda dari kedua saudara kandungnya membuatnya menjadi sorotan. Demi mengubah perilakunya, Raja Luther berencana menjodohkannya dengan Putri Madeleine, dengan harapan bahwa pernikahan akan membawa perubahan. Namun, Nicholas menolak dengan keras dan malah mencari pasangan yang bisa dia kendalikan. Dalam pencariannya, Nicholas bertemu dengan Anastasia Rosalie, seorang perempuan baik hati dan lembut dari kalangan bawah. Dia menjebak Anastasia agar mau menikah dengannya untuk memenuhi ambisi pribadi, tanpa memikirkan konsekuensi yang mungkin akan terjadi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon micemicu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pulang

...⚜️⚜️⚜️...

Akhirnya, Nicholas pulang juga. Suasana kompleks Istana Riverdale sama sekali tidak berubah sejak ia meninggalkannya seminggu yang lalu demi perburuan di Hutan Barat. Tetap saja terasa ramai, formal, dan membosankan bagi pria berjiwa bebas sepertinya.

"Tolong rawat Ochiro dengan baik. Beri dia vitamin terbaik," titah Nicholas seraya menyerahkan tali kekang kuda jantan kesayangannya kepada pengawal istal. Wajah tampannya menyiratkan keletihan yang amat sangat, namun raut dinginnya tetap mendominasi. Ia ingin segera membersihkan diri karena seluruh tubuhnya sudah terasa pegal dan lengket.

"Baik, Tuanku Pangeran," jawab pengawal itu sembari menunduk hormat.

Tanpa berlama-lama, Nicholas langsung melangkah lebar menyusuri koridor megah istana menuju paviliun timur, tempat kamar pribadinya berada.

Sepanjang jalan, para pelayan dan pengawal yang melintas bergegas menepi dan memberikan penghormatan.

Namun, sang pangeran tidak merasa perlu bersikap ramah, ia berlalu begitu saja bagai angin malam. Orang-orang istana tidak terkejut lagi dengan sikap amgkuh tersebut. Mereka sudah terbiasa dengan kesombongan dan kepribadian sedingin itu yang melekat pada diri Nicholas.

Tentu saja di balik punggungnya, diam-diam para pelayan kerap berbisik, membandingkan sang pangeran dengan sang istri baru. Baru beberapa minggu menetap di istana, Putri Anastasia telah menjadi sosok favorit semua orang karena keramahan dan ketulusan senyumnya. Bertolak belakang dengan Nicholas yang irit ekspresi, yang jika sedang merengut, para pelayan sering bergosip jengkel secara diam-diam bahwa wajah sang pangeran menjadi mirip dengan Ochiro, kuda jantannya.

Tentu saja itu rahasia tingkat tinggi, jika sampai telinga Nicholas, hukumannya bisa sangat mengerikan.

Nicholas mengernyitkan dahi begitu langkah kakinya tiba di depan kamar. Pintu kayu berukir itu tampak terbuka lebar. Mengapa Anastasia membiarkannya terbuka? Apakah sedang ada pembersihan kamar?

Ia melangkah masuk dengan cepat. Namun, ketika berdiri di ambang pintu, ia mendapati siluet seorang wanita yang sedang memunggunginya, sibuk merapikan tumpukan seprai di atas ranjang besar mereka. Dari postur tubuhnya yang lebih mungil, jelas itu bukan Anastasia. Istrinya memiliki perawakan yang lebih tinggi dengan rambut pirang keemasan yang teramat khas.

Menyadari ada langkah kaki kokoh yang mendekat, gadis yang sedang merapikan ranjang itu menoleh. Ia tersentak kaget dan seketika menundukkan kepala sedalam mungkin begitu mengenali siapa yang datang.

"Mohon ampun, Tuanku Pangeran. Irene tidak tahu bahwa Tuanku sudah kembali ke istana. Irene sudah meminta izin dari kepala pelayan untuk merapikan kamar ini," tutur Irene dengan suara yang sedikit gemetar menahan takut.

Nicholas menghentikan langkahnya, menatap Irene dari atas ke bawah dengan pandangan menilai yang dingin namun tajam. "Irene?" ucap Nicholas pelan, mengulang nama itu. "Aku belum pernah melihatmu di sekitar paviliun ini sebelumnya."

Irene semakin merapatkan jemarinya, isu mengenai tabiat kejam Nicholas menjadikannya kian gugup. "Benar, Tuanku. Irene adalah pelayan baru yang ditugaskan langsung oleh Yang Mulia Baginda Raja untuk menjadi dayang pribadi bagi Putri Anastasia."

Mendengar nama Anastasia disebut, fokus Nicholas seketika terengat kembali. Egonya yang sempat teralih oleh kehadiran orang asing di kamarnya langsung berpusat pada sang istri.

“Di mana istriku?" tanya Nicholas ketus, memutus pembicaraan.

"Tuanku Putri Anastasia saat ini sedang berada di area istal utama, Pangeran."

Kening Nicholas seketika terlipat dalam. "Untuk apa dia ke sana siang-siang begini?"

"Putri Anastasia sedang belajar berkuda, Tuanku."

"Dengan siapa?" desak Nicholas, intonasi suaranya mendadak turun satu oktav, menyiratkan ketidaksukaan.

"Bersama Kesatria Stephen dan Kesatria Eilish, Tuanku."

Sialan, batin Nicholas bergegas mengumpat. Sudah menduga hal seperti ini akan terjadi. Anastasia tidak mungkin tiba-tiba memiliki ide untuk belajar berkuda di tengah terik siang jika tidak ada yang menghasutnya. Hanya dengan mendengar nama kedua kesatria itu saja sudah sukses menyulut api di dalam dada Nicholas, apalagi membayangkan mereka berinteraksi dekat dengan istrinya.

Stephen dan Eilish adalah orang-orang kepercayaan di kubu Pangeran William, sang Putra Mahkota. Nicholas teramat membenci apa pun yang berkaitan dengan faksi saudaranya itu.

Nicholas mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Tanpa memedulikan Irene lagi, ia berbalik dan melangkah tergesa-gesa keluar dari paviliun. Auranya mendadak menggelap, dipenuhi rasa tidak suka yang membakar dada.

"Tuanku Pangeran, ini hidangan telur rebus setengah matang yang Anda minta—" Seorang pelayan dapur mencoba mendekat sembari membawa nampan perak, namun Nicholas mengabaikannya mentah-mentah, terus melesat menuju arah istal udara terbuka dengan langkah besar-besar.

Sementara itu di area istal, suasana tampak jauh lebih ceria. Stephen dan Eilish berjalan mengapit Anastasia di sisi kanan dan kiri, menuntun sang putri melewati barisan kandang-kandang kuda kerajaan yang bersih.

Seorang penjaga istal senior mendekati mereka dengan senyuman hangat. "Selamat sore, Putri Anastasia," sapanya hormat.

Anastasia membalasnya dengan lambaian tangan dan senyum yang merekah manis.

"Sir Gobin, kami ke sini untuk mencari seekor kuda yang tenang dan sehat untuk Putri Anastasia. Beliau berniat untuk mempelajari dasar-dasar berkuda hari ini," ujar Stephen menjelaskan maksud kedatangan mereka.

"Oh, tentu saja dengan senang hati, Putri! Seluruh kuda di sayap ini adalah hewan-hewan pilihan yang jinak. Anda bebas memilih mana yang paling membuat Anda merasa nyaman," sambut Sir Gobin dengan ramah.

Eilish memberikan isyarat anggukan kecil, mempersilakan Anastasia untuk melihat-lihat.

Sepasang netra indah Anastasia pun mulai beredar dengan penuh binar antusias ke arah deretan kandang. Hingga akhirnya, pandangannya terkunci pada seekor kuda poni berbulu cokelat keemasan di sisi kiri.

"Aku menginginkan yang itu!" tunjuk Anastasia polos. "Warnanya benar-benar mirip dengan warna rambutku. Kupikir kami akan cepat berteman baik karena terlihat seperti saudara kembar," lanjutnya jenaka, memancing tawa kecil dari Stephen dan Sir Gobin yang terhibur oleh kepolosan sang putri.

"Baiklah, Putri Anastasia. Mohon tunggu sejenak, saya akan menuntunnya keluar," ujar Sir Gobin bergegas menyiapkan sang kuda poni.

Sementara itu, Eilish pamit sejenak untuk memeriksa kondisi kuda tempurnya sendiri di kandang seberang.

Tak lama, Sir Gobin kembali membawa kuda poni tersebut. Namun, begitu hewan itu meringkik pelan dan melangkah mendekat, nyali Anastasia mendadak menciut. Ia refleks melangkah mundur beberapa tapak dan menyembunyikan sebagian tubuhnya di balik punggung tegap Stephen.

"Ada apa, Putri?" tanya Stephen heran melihat perubahan sikap Anastasia.

"Ternyata... setelah dilihat dari dekat, ukurannya jauh lebih besar dari yang kubayangkan. Apakah dia tidak akan menendangku?" cicit Anastasia khawatir.

Stephen dan Sir Gobin tersenyum memaklumi.

"Percayalah pada saya, Putri, dia adalah salah satu yang paling tenang di istal ini."

"Tapi tatapan matanya tajam sekali, seolah-olah dia menganggapku sebagai musuh," bisik Anastasia lagi, menatap sang kuda poni yang sedang membuang muka ke arah lain dengan gaya acuh tak acuh. Huh, sombong sekali, gerutu Anastasia dalam hati.

"Mari saya bantu untuk naik ke atas pelana, Tuanku," tawar Stephen dengan sopan, seraya mengulurkan telapak tangannya sebagai tumpuan agar Anastasia bisa menaiki pelana yang telah terpasang kokoh.

Anastasia mengembuskan napas, mencoba memberanikan diri. Ia menyunggingkan senyum dan bersiap meletakkan telapak tangannya di atas uluran tangan Stephen. "Terima kasih, Stephen—"

"ANASTASIA ROSALIE!"

Gelegar teriakan bariton yang penuh penekanan itu seketika membelah keheningan istal. Anastasia tersentak kaget hingga hampir kehilangan keseimbangan jika saja ia tidak cepat menarik tangannya kembali. Ia menoleh cepat ke arah sumber suara dan mendapati Nicholas tengah berdiri beberapa meter dari sana.

Awalnya, binar kebahagiaan sempat melintas di wajah Anastasia begitu menyadari suaminya telah pulang. Ia bahkan berniat menyapa Nicholas dengan riang demi meminta pria itu saja yang mengajarinya berkuda. Namun, senyum itu seketika layu terengat dingin begitu melihat raut wajah Nicholas yang tampak mengeras dengan tatapan mata yang menggelap penuh kemarahan.

"Nicholas—"

Belum sempat Anastasia menyelesaikan kalimatnya, Nicholas sudah melangkah lebar, mencengkeram pergelangan tangan istrinya dengan protektif dan sedikit menyentak. "Ikut aku sekarang," desaknya tajam.

1
Mymy Zizan
q nunggu Anastasya tau kelakuan nik
Red Blossom
Thor Anastasia biar sama Lord Alfred aja.
micemicu: 🤭 nanti ceritanya jadi kisah cinta yg berbeda dong kak.. tp entar dipikirkan yaa
total 1 replies
paijo londo
kyaknya yg bakalan jadi budak cinta nih pangeran Nicholas deh sekarang kelihatan yg posesif sama Anastasia istri polosnya🤭🤭🤭
micemicu: iyaa nih, mulai rada rada diaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!