NovelToon NovelToon
TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

TERNYATA AYAHKU SEORANG JAGOAN

Status: tamat
Genre:Mafia / Menantu Pria/matrilokal / Mengubah Takdir / Suami Tak Berguna / Tamat
Popularitas:119.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Its Zahra CHAN Gacha

Ali seorang mantan tentara bayaran harus menyembunyikan identitasnya setelah memutuskan pensiun dan memilih hidup sebagai warga sipil. Namun siapa sangka kecelakaan yang menimpa putranya membuat ia terpaksa kembali menjadi jagoan dan meninggalkan kehidupannya yang membosankan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Ali mengambil amplop itu, "Kau tahu kan saat ini aku masih menjadi buronan kepolisian. Jika kau menyuruhku untuk melakukan pekerjaan ini, maka kau harus meminta kepolisian untuk mencabut status buron ku, agar aku bebas bergerak," ucap Ali

"Tentu saja, aku pastikan si pelapor akan mencabut laporannya dan kau sekarang bebas berkeliaran kemampuan kau mau," jawab Hera

Wanita itu terlihat menghubungi seseorang.

"Bereskan semuanya!"

Ali menyalakan rokoknya sembari mengamati Hera.

Lime menit berlalu Hera mengakhiri obrolannya.

"Semuanya sudah beres dan kau bisa menjalankan misi pertama mu," ujar Hera

"Ok," Ali mengangkat gelasnya dan menghabiskan minumannya sebelum pergi.

Ia menghentikan sebuah taksi, ia segera naik, "Senopati pak!" seru Al

Ia tak lupa memeriksa ponselnya untuk mengecek statusnya.

Ali tersenyum saat mengetahui dirinya sudah tidak menjadi buron polisi lagi.

Sopir taksi menghentikan mobilnya setibanya di jalan Senopati.

"Bapak Senopati sebelah mana pak, ini kita sudah sampai," ucap sang sopir

"Senopati hill Blok A 17,"

"Baik," jawab sang sopir melajukan kembali mobilnya.

Hanya butuh waktu setengah jam mereka sudah tiba di depan rumah mewah.

Ali segera turun setelah membayar ongkos taksinya.

Sejenak Ali memperhatikan kawasan hunian elite tersebut.

Seorang satpam datang menghampirinya.

"Maaf Bapak cari siapa?" tanya satpam itu

"Tunggul Osman Sadrach,"

"Oh pak Unggul, boleh lihat KTPnya?" tanya sekuriti itu

Ali mengeluarkan dompetnya dan memberikan KTP nya kepada satpam itu.

Setelah mencatat namanya, sekuriti itu mengembalikan KTP Ali.

"Rumahnya yang nomor 17, tapi Pak Unggul jarang di rumah. Dia sangat sibuk sehingga jarang di rumah. Tapi kalau Bapak ada perlu penting sebaiknya temui dia di tempat lain," ucap pria itu kemudian meninggalkannya

Ali kemudian menekan bel rumah di depannya. Tidak lama seorang gadis muda keluar dan membukakan pintu untuknya.

"Maaf Bapak cari siapa?"

"Aku ingin bertemu dengan Pak Tunggul, apa dia ada?"

"Bapak baru saja pergi jogging, kalau anda mau menunggu silakan masuk," jawab gadis itu

Ali kemudian masuk dan duduk di ruang tamu. Lelaki itu tampak mengamati foto-foto yang di pajang di dinding rumah mewah tersebut. Ali membuka lagi amplop pemberian Hera dan menyamakan foto yang ada di dalam amplop tersebut dengan gambar yang tertempel di dinding rumah.

"Brengsek!!" Ali segera beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan rumah itu.

Ali sempat menoleh kebelakang saat melihat seorang pria menggunakan pakaian olahraga memasuki kediaman Tunggul.

Ia segera mempercepat langkahnya meninggalkan kawasan hunian elite tersebut

**********

Ali memilih pulang ke rumah Kris untuk menjemput Beni. Beni terlihat senang saat ayahnya mengajaknya untuk pulang.

"Aku senang sekali akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan Ibu, terimakasih ayah sudah menepati janjimu," ucap Beni

"Sama-sama," Ali segera melesatkan sepeda motornya menuju ke kediaman Hari.

Setibanya di sana Beni segera mengetuk pintu rumah kakeknya tersebut.

*Tok, tok, tok!

Tidak lama Regina keluar membukakan pintu. Wanita itu tampak shock saat melihat sosok Beni.

Ia segera memeluk erat putranya itu.

"Apa aku tidak mimpi," ucapnya berkaca-kaca

"Ini real mah, gak mimpi," jawab Beni mengusap air mata Regina

"Terimakasih sayang sudah mau berjuang dan sembuh. Mamah senang sekali sampai bingung harus ngapain,"

Tidak lama Hari keluar, dan berkaca-kaca menatap Beni.

"Opah!" seru Beni kemudian memeluk kakeknya

"Syukurlah kamu sudah sehat kembali Ben, opah senang akhirnya kau bisa kembali tersenyum seperti dulu,"

Hari tampak mengusap lembut kepala Beni, sementara Ali membawa tas Beni masuk ke dalam rumah.

Seketika Hari mundur dan memberi jalan saat Ali hendak melintasinya.

Pria itu terlihat gemetar dan pucat saat berpapasan dengannya. Ia bahkan menundukkan wajahnya saat kedua bola mata mereka bertemu.

"Sekarang kau bisa tinggal bersama ibumu di sini. Untuk sekolah mu, mungkin besok kau baru bisa masuk lagi. Sekarang aku akan pergi ke sekolah mu," Ali kemudian mengeluarkan amplop coklat berisi uang dan memberikannya kepada Regina.

"Belikan keperluan sekolah untuk Ben, dan ajak ayah dan saudara mu makan-makan untuk merayakan kesembuhan Ben," ucap Ali

"Apa kamu tidak ikut?" tanya Regina

"Aku harus kembali bekerja, dan mungkin aku akan kembali minggu depan," jawab Ali

"Aku tidak mau menikmati uang haram, lebih baik kembalikan saja uang itu daripada kita nanti akan ditangkap polisi karena ikut menikmati uang hasil kejahatan seorang pembunuh bayaran!" celetuk kakak iparnya

"Kalau dia tidak mau jangan diajak, ajak saja yang mau. Lagipula menantu yang tidak punya penghasilan dan hanya numpang hidup kepada ayah mertuanya memang tidak perlu di kasih hati. Ia menyebut dirinya memantu terbaik dan menyebut adik iparnya sampah hanya karena seorang yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Tapi dia lupa selama ini ia makan dari uang jerih payahnya!" sahut Ali kemudian berlalu pergi

Hari segera meminta menantunya untuk meminta maaf kepada Ali. Namun Hans memberitahukan kepada Hari jika Ali Seorang Pembunuh Bayaran. Ia bahkan meminta Regina untuk segera menggugat cerai jika tidak mau ikut terseret ke penjara bersamanya.

Namun Hans terkejut saat hendak menunjukkan berita tentang Ali. Semua pemberitaan tentangnya tiba-tiba menghilang. Bahkan di website resmi kepolisian Ali sudah tidak menjadi buronan lagi.

"Sial, bagaimana bisa dalam waktu sekejap berita itu bisa terhapus."

"Memang kemarin muncul berita yang menyatakan kalau Mas Al adalah seorang pembunuh bayaran. Tapi Mas Al sudah mengklarifikasi jika berita itu tidak benar. Ia difitnah oleh teman kerjanya dulu, Mas Al bahkan sempat dipenjara. Namun dia sudah berhasil membuktikan jika berita itu tidak benar, itulah alasan kenapa semua berita itu menghilang," jawab Regina

Ali menghentikan sepeda motornya di SMA Tunas Bangsa.

Ia segera menuju ke ruang kepala sekolah. Kepala sekolah terkejut melihat kedatangan Ali.

Ia tampak pucat mempersilakannya duduk.

"Ada yang bisa saya bantu?" ucapnya gemetar

"Beni akan mulai belajar lagi besok, aku harap tidak akan terjadi Insiden lagi seperti sebelumnya. Karena jika itu terjadi maka orang pertama yang akan aku cari adalah dirimu," jawab Ali menatap nanar sang kepala sekolah

"Tentu saja hal itu tidak akan terjadi lagi. Aku menjamin tidak akan terjadi Insiden lagi di sekolah ini selama aku menjabat sebagai kepala sekolah, jadi jangan khawatir,"

"Aky harap begitu," Ali beranjak dari duduknya,

"Kenapa kau buru-buru, aku baru saja memesan minuman untukmu," tutur Ridwan mencoba menghentikannya

"Aku tidak butuh minum, aku hanya butuh kepastian mu untuk melindungi siswa-siswi SMA Tunas Bangsa,"

"Tentu saja, kau jangan khawatir soal itu!" sahut Ridwan

Ali menghentikan langkahnya sejenak dan menatap lekat wajah Ridwan. Ia kemudian menepuk bahu pria itu sebelum benar-benar pergi.

"Fiuh, kenapa rasanya seperti diinterogasi oleh seorang polisi!" tukas Ridwan mengelus dadanya

Sebelum meninggalkan sekolah itu, Ali menyempatkan diri mengunjungi kelas dimana Beni belajar.

Ia tersenyum kecut saat melihat kondisi kelas yang sedikit berubah.

Di sudut kelas ia melihat Justin tampak bersenda gurau dengan Darren. Sementara Aldi tampak khusuk mengerjakan tugas-tugasnya.

Ranti yang tak sengaja melihat kedatangan Ali segera memalingkan wajahnya saat melihat pria itu.

Melihat kondisi kelas yang sedikit kondusif membuat Ali bergegas pergi.

Merasa bersalah dan ada yang mengganjal dalam dirinya, Ranti berlari mengejar Ali.

Namun sialnya ia tak menemukan Ali diparkiran, "Sial, kenapa pria tua itu cepat sekali perginya!" ucap Ranti

Saat berbalik terkejut melihat Justin menatapnya dengan tatapan bengis.

1
RI VaLs
ceritanya bagus namun kurang greget.
DY
bagus bngt critanya,serasa nonton film action👍👍👍👍👍👍👍👍
Mufriroh Malla
cepet sekali Ali ketahuan kalau Ali seorang agen ....hmmmm
G
yah ko udh habis aja sih
season 2 donk thooorrrrrrr
di tunggu Looh
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
arfan
jos
Min sua
ceritanya seru
Atmaja Akmal
Lanjut part 2 😅😅
Sari Nur Hayati
cerita nya Keren,action dan cinta pada keluarganya sangat manis
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
ayo dilanjut season 2 ny
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
ceritanya bagus, knp harus tamat. kan bisa itu kak, ali bener2 pensiun dan blue sbg penerusnya dan membimbing beni jadi petarung juga.
eman2. bagus lho. sayang kan.
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
green jadi ketangkep g sih??
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
top markotop deh bang ali..

untuk hera kyak e sudah saatnya dia terpojok. tinggal masukin karung saja terus dibuang ke laut.. kira2 kalau hera dibuang ke laut, mak hiu doyan g sih? 🤣🤣🤣
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
Ranti ini besarnya nanti kayak e akan jadi *****🤭
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
keren ceritanya.
ini adalah sebuah cerita yang mengajari kita tentang semangat hidup.
hidup itu ber putar, kadang hidup terasa nyaman, namun kadang hidup juga terasa susah. belajar lah dari kisah ali dalam cerita ini. jatuh bangun penuh kesialan. namun tetep semgat bertahan .
kata bang Haji sih berakit rakit kehulu. berenang renang ketepian. 🏃‍♂️
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
hera sukses menjebak ali
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
perlakuan hari terhadap ali sekr kyak kucing bertemu tuanya
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
hera bener2 pinter memanfaatkan keadaan
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
ayo all... hajar sj si hera
ᴊʀ ⍣⃝☠️​
wkwkwk aku suka caramu bercanda tuan adolf🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!