Chaterine berdiri diam, mengamati suaminya mencium kekasih SMA-nya, Moana, di pesta ulang tahun pernikahan mereka yang ke-2. Meskipun sudah diyakinkan, Chaterine tak bisa menghilangkan perasaan bahwa kehadiran Moana mengancam pernikahannya. Terjebak dan tercekik, Catherine mendambakan kebebasan, bahkan sempat berpikir untuk mengakhiri hidupnya. Namun Tuhan ternyata punya rencana lain untuk Chaterine. Takdir ikut turun tangan ketika ia bertemu dengan Christian, mafia terkuat di Negara Rusia. Christian menawarkan balas dendam kepada Moana dan suaminya dengan imbalan menjadi simpanannya selama setahun. Saat Chaterine bergulat dengan tawaran berbahaya ini, ia tertarik pada Christian yang misterius. Akankah ia menyetujui kontrak tersebut, dan apa yang akan terjadi seiring ketertarikannya pada Christian semakin kuat?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon omen_getih72, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Semua orang mencuri pandang ke arah Catherine sementara suasana canggung menyelimuti udara.
Ia memperhatikan mereka dengan ekspresi tertegun.
"Kamu tidak terlihat baik, Catherine," kata Kenzo sambil memberikannya segelas limun. "Silahkan minum ini."
Bagaimana Catherine bisa tampil cantik?
Hatinya meneteskan air mata karena suaminya Dominic Archer dan temannya, sedang berdansa dengan Moana Muller yang merupakan kekasihnya semasa SMA dan putri dari Bram.
Moana terkekeh. Matanya menatap Catherine, dia menyeringai saat Dominic memeluknya erat dan mencium bibirnya. Menggumamkan kata-kata manis.
Seharusnya ia yang berdansa dengannya karena hari itu adalah ulang tahun pernikahan mereka yang ke dua, tetapi sejak Moana kembali ke dalam hidupnya sepuluh hari yang lalu, dirinya mulai tersisihkan.
Moana adalah cinta pertama Dominic. Dan dia telah kembali.
"Terima kasih, Ken," ucapnya sambil berusaha menahan diri agar air matanya tidak jatuh.
Ketika ayah Dominic, Joane, mendesaknya untuk menikah, pilihan pertamanya tentu saja Moana.
Namun, Moana menolaknya saat itu, dengan mengatakan bahwa ia jatuh cinta pada Sammy dari keluarga Bohanes.
Moana pun memutuskan hubungan dengan Dominic dan pergi ke pelukan Sammy.
Saat itu, Catherine baru saja lulus kuliah.
Ia yang baru berusia 22 tahun merasa bersemangat saat bertemu Dominic sebagai temannya dalam sebuah pesta kecil yang diadakan sang ayah untuk merayakan kelulusannya.
Joane sangat gembira, begitu pula dengan ayahnya.
Ia adalah Catherine Emerald, pewaris perusahaan Emerald Group, ia menikahi pasangannya, Dominic Archer, pewaris keluarga Archer.
Sejak saat itu, Catherine membantunya mengembangkan perusahaan dan bisnisnya.
Karena ia mengambil jurusan bisnis, dirinya bisa melihat setiap kekurangan dalam bisnis keluarga Archer, memperbaikinya, dan hasilnya luar biasa.
Setahun setelah pernikahan mereka, ayahnya meninggal dunia, akibatnya, perusahaan keluarganya bergabung dengan perusahaan keluarga Archer.
Begitu Dominic menjadi pemimpin dari Emerald Group sekitar dua bulan lalu, setelah ayahnya meninggal, Moana kembali padanya.
Hingga saat itu, cinta Dominic pada Catherine jadi tak bersyarat.
Undangan Dominic pada para pimpinan, pemegang saham dan karyawan untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke dua bukan sekadar perayaan, tetapi langkah yang disengaja untuk membuat pernyataan bahwa Moana ada di pihaknya dan dia lebih mementingkan Moana daripada Catherine.
"Aku sangat merindukanmu, Dominic," ucap Moana dengan air mata di matanya. "Sekarang setelah aku di sini, sulit rasanya untuk hidup tanpamu." Wanita itu menyandarkan kepalanya di dada Dominic saat pria itu membelai punggungnya dan menatap Catherine.
"Aku ingin memperbaikinya sebanyak yang kamu mau, Moana," ujarnya.
Pipi Catherine memanas karena malu mendengar kata-katanya.
Apa yang akan dia perbaiki?
Sambil mengatupkan rahang, ia menguatkan diri dan berdiri.
Ini harus segera diatasi, kalau tidak, ini akan menjadi masalah besar dalam hidupnya. Kehidupan yang telah ia bangun dengan sangat indah untuk dirinya sendiri.
Wanita itu menghampiri mereka sambil tersenyum.
"Wah, ini akan sangat sulit bagimu, Moana. Seperti yang kamu lihat, Dominic adalah pasangan dan suamiku. Sayangnya, tidak ada ruang untuk orang ketiga dalam pernikahan ini. Saranku, kamu harus berusaha menyelesaikan masalah yang kamu hadapi dengan Sammy." Catherine menoleh ke arah Dominic dan menambahkan, "Benar begitu, Sayang?" ia tidak akan mau dipermalukan di depan begitu banyak orang.
Mulut Moana ternganga. Ia menjerit keras saat air mata mengalir dari matanya dan kemudian berlari meninggalkan tempat ramai itu.
"Moana!" Dominic memanggilnya.
"Dominic!!" ucap Catherine penuh penekanan. "Ini salah dalam banyak hal."
Dominic menoleh ke arahnya dan melotot. Dia tidak mengatakan apa pun saat itu dan tetap tinggal.
Namun, setelah pesta selesai, alih-alih kembali bersama Catherine ke kamar tidur, dia memilih pergi ke kamar tamu tempat Moana berada.
"Dominic!" Catherine bergegas mengejarnya, tapi pria menggeram padanya dengan berbahaya.
Wanita itu meringis dan berhenti. Ia berlari ke kamarnya.
**
**
Malam terus berlanjut tanpa henti saat Catherine menunggu suaminya, kegelapan semakin memperparah rasa rindunya.
Ia sama sekali tidak bisa tidur dan hanya berguling-guling di tempat tidur.
Dirinya ingin pergi ke kamar tamu tempat Moana tinggal selama sepuluh hari terakhir dan mengusirnya dari rumah itu.
Namun, tiba-tiba rasa sakit yang tajam di perut membuatnya terkesiap.
Sambil memegangi perut, ia luruh ke lantai bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
Ia bergegas ke kamar mandi dan mengosongkan semua yang telah ia makan di toilet.
Rasa sakitnya mereda setelah beberapa saat.
Ia mengangkat tubuhnya dari lantai untuk berkumur. Ketika melihat ke cermin, ia melihat wajahnya dan menyadari bahwa dirinya sedang menangis.
Matanya merah dan ada bekas air mata di wajahnya. Riasannya benar-benar hancur.
Sendirian, ia merasa tak berdaya dan kemudian, dengan teriakan keras mulai menangis ketika kenyataan itu menghantamnya.
Alasan rasa sakitnya bukanlah penyakit apa pun melainkan Dominic telah meniduri Moana.
Menurut kepercayaan keluarganya, saat pasangannya berhubungan badan dengan orang lain selain dirinya setelah menikah, ia akan merasakan sakit yang luar biasa.
Begitulah cara leluhurnya menghukumnya.
Dia seharusnya menghukum orang yang berselingkuh, bukan orang yang diselingkuhi.
Tapi bagaimana mungkin ia mempertanyakan hal itu pada leluhurnya?
Ia berharap ayahnya masih hidup. Setidaknya dia akan mendukungnya.
Pahit, marah dan frustrasi, Catherine menunggu Dominic kembali di pagi hari, tetapi dia tidak kembali.
Catherine tidak bisa membiarkan Moana mengambil semua yang telah ia bangun dengan susah payah.
Membuat tekad lain, wanita itu mandi dengan baik, mengenakan gaun warna favorit Dominic, gaun sutra berwarna biru kehijauan, dan mengepang rambut pirangnya yang panjang.
Bulu matanya sudah cukup panjang, tetapi ia tetap memakai maskara hitam, yang membuat mata hijaunya menonjol.
Moana mungkin salah satu wanita tercantik, tetapi ia tidak kalah cantik darinya. Namun, ia tetap saja bersaing dengannya.
Wanita itu berjalan ke ruang makan tempat para pelayan melihatnya dengan rasa iba.
Ia menghabiskan sarapannya dengan cepat dan bergegas ke kamar tamu.
Ada dua penjaga yang berdiri di pintu.
"Maaf, Nyonya Catherine," ucap salah satu dari mereka, menghalanginya membuka pintu. "Nyonya tidak boleh masuk. Itu perintah ketat dari Tuan."
"Aku istrinya dan Nyonya di rumah ini," balasnya dengan suara dingin. "Kamu tidak bisa menghentikanku."
Pria itu melirik gugup ke penjaga lainnya. "Maaf sekali, Nyonya, tapi Tuan secara khusus meminta kami untuk tidak mengizinkan Nyonya masuk. Tuan bilang Nyonya harus membuat janji untuk bertemu dengan beliau."
Catherine terbelalak. "Apa? Membuat janji untuk bertemu suamiku?"
Dari sudut matanya, ia melihat asisten pribadi suaminya datang. "Nyonya Catherine!" serunya serak. "Tuan sangat... sibuk. Sebaiknya kita jadwalkan makan siang bersamanya."
"Yasher!" bentaknya. "Kamu tidak bisa melarangku bertemu dengan..." Tiba-tiba Catherine mendengar erangan dan desahan dari dalam.
"Lebih cepat. Lebih keras!" erang Moana.
Perut Catherine dihantam gelombang rasa sakit lagi, membuat wanita itu pingsan.
Air matanya mengalir deras saat ia terengah-engah.
"Nyonya Catherine!" Yasher bersimpuh di sampingnya. Ia menggendong dan membawanya ke kamar. "Aku akan memanggil dokter," katanya dan pergi, meninggalkan Catherine dalam keadaan sangat menderita.
**
**