NovelToon NovelToon
Romantic Scent

Romantic Scent

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cintapertama
Popularitas:627
Nilai: 5
Nama Author: Reviie Aufiar

Rona gadis cantik yang memiliki keberanian dibanding gadis lain, memilih menikmati hidup damai dan menjalankan usaha yang ditinggalkam kedua orangtuanya. Adakalanya setiap sore ia menikmati pemandangan indah berbukitan di belakang desanya dan menemukan sosok lelaki tampan jatuh tepat pada pelukkannya. Aroma tubuh lelaki itu berhasil memikatnya, dan siapa kah lelaki tersebut? dan apakah yang terjadi padanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reviie Aufiar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Kata Perpisahan

Waktu berlalu begitu cepat, aku terbangun di pangkuan seseorang. Tangan hangatnya itu terus mengelus kepalaku, ya ini seperti mimpi. Apakah aku sedang memimpikan dirinya? Dalam tidurku pun aku masih ingin terus memimpikannya. Tapi apa daya ku saat lelaki itu mengatakan takkan datang malam ini, aku tak lagi harus menunggunya. Cukup menunggunya disini saja didalam mimpi yang tak kala menggoda.

Namun kehangatan demi kehangatan seakan menggema di kepala hingga tubuh, bagaimana jika ini bukan mimpi. Aroma tubuh yang Rona kenali seakan melekat bersama dalam ingatannya. Mata kecil itu terbuka secara perlahan. Seorang lelaki yang ia kenali berada di atasnya, lebih tepatnya kepala Rona berbantalkan paha lelaki itu yang sedang duduk dengan kedua tangan kebelakang menjadi penyangga tubuh kekarnya tersebut.

Tangan Rona berusaha menggapai wajah tersebut, tangannya mendarat tepat di pipi lelaki itu. Garis mata yang baru kali ini ia lihat, tatapan mata yang tampak tenang kini terlihat sangat layu mengistirahatkan tubuhnya. 

“Kenapa begitu hangat ya?” Rona bertanya dalam hatinya masih memandang wajah lelaki itu.

“Tidurmu nyenyak sekali tuan putri.” Dean membuka mata dan memegang tangan lembut gadis tersebut yang berada diwajahnya. Dean hanya tersenyum lembut dan kembali menutup matanya.

Rona yang tersadar membuat matanya mendadak melotot tajam dan tersentak duduk dihadapan Dean. Reaksi lelaki itu tidak kaget melihat respon dari Rona. Tangan Dean memeluk Rona dan merebahkan tubuh mereka bersama di atas kain berwarna kuning putih motif kotak.

“Sebentar saja ya aku hanya ingin pelukkan.” Dean bergumam pelan penuh lirih pada Rona.

Tangannya terus memeluk tubuh gadis itu yang tadinya gugup menjadi tenang. Kehangatan yang merasuk pada tubuh mereka seakan menghentikan angin yang bergerak kencang melewati dedaunan dan berhasil mengibaskan ilalang di sekitar mereka.

“Apa ini? kau bilang tidak akan datang. Kenapa saat ini kau memelukku?” Tanya Rona yang menyembunyikan wajah semerah tomat di dalam pelukan Dean.

Pelukan itu sangat lembut, bau tubuh Dean seakan memikat Rona. Perasaanku menjadi tenang setiap kali lelaki ini datang dengan sendirinya. Langit mulai kehilangan cahayanya. Dean berdiri menarik Rona dan membereskan perlengkapan piknik yang tidak mereka sengaja itu.

“Kau masih belum menjawabku, Dean?” Rona menatap lelaki itu sambil bertunggang kuda perlahan menuju rumah.

“Aku hanya merindukanmu nona, tidak apakan?” Tatap Dean kearah Rona.

Wajah Rona kembali memerah.

“Kau diluar dugaan, setiap perkataanmu tidak bisa ditebak dan setiap perlakuanmu tidak bisa diprediksi sedikitpun.” Rona hanya menatap jalan mengalihkan pikirnya sambil menjadikan tangan kanannya sebagai kipas karena ia kepanasan mendengar perkataan rindu Dean.

“Kau malu?” Dean mendekati kuda Rona dan menatap wajahnya.

“Jangan lakukan itu, aku bisa jatuh karenamu.” Rona menarik pegangan kudanya sedikit ke samping dan memacunya agak cepat dari Dean.

“Tenanglah nona, aku bersamamu.” Dean menggoda sambil mengejar gadis itu.

Kuda Dean memberi jarak sekitar 3 meter dari kuda Rona. Seakan kerinduannya terbalas melihat wajah gadis yang ia sukai ini, walaupun Dean belum cukup yakin akan hal tersebut.

sampailah mereka ke depan kediaman White tempat Rona tinggal, Rona membalikkan kudanya dan menatap ke arah Dean.

“Terimakasih telah mengantar saya tuan Dean.” Rona menatap lelaki itu yang menatapnya dengan tatapan dingin nan kaku, namun saat tersenyum begitu hangat. Rona tak menyangka pertemuan mereka begitu singkat.

“Ah ia sudah sampai dirumah ya, hmmm. Waktu berjalan sangat cepat.” Dean turun dari kudanya dan mendekati Rona membantunya turun dari kudanya.

“Terimakasih, sudah larut apakah anda akan langsung pulang bukan?” Tanya Rona masih menatap wajah lelaki itu dengan tangannya masih di bahu Dean.

Dean melepaskan tangan pada pinggang Rona. Cuaca malam itu sangat cerah dan angin tidak berhembus kencang seperti malam sebelumnya.

“Sebenarnya aku akan pulang.” Dean menunduk menatap ke arah kaki mereka.

“Baiklah hati-hati dan sampai bertemu lagi.” Rona menyentuh bahu Dean pertanda ia paham.

“Bukan kerumah yang ada di desa ini tapi Rumah di Ibu kota.” Dean hanya memberikan senyumnya diujung bibir saja sembari menatap Rona.

Pandangan Rona cukup kaget karena ia berfikir tidak akan bertemu lelaki itu lagi dalam kurun waktu yang cukup lama. Mata mereka saling menatap seakan mencari jawaban atas apa yang telah dikatakan.

“Berapa lama?” Tanya Rona ingin tau kapan Dean akan kembali.

“Belum bisa dipastikan. Namun satu hal yang ingin aku pastikan.” Dean menatap lekat Rona dan memegang kepalanya lalu mengusapnya.

“Apa itu?” Tanya Rona mengambil tangan lelaki itu dan menaruhnya di wajahnya. Hangat bukan main, kehangatan tangan Dean seakan membuat pikiran takut sekaligus kacau menjadi sedikit tenang.

“Jangan menungguku jika dalam dua musim aku tidak datang. Makanlah dengan baik, bekerja seperlunya dan jangan terlalu malam berada di ladang ilalang atas bukit. Itu pintaku.” Tangan Rona mendadak sedikit gemetar.

“Baiklah. Jaga dirimu baik-baik.” Rona melepas tangan lelaki itu mundur beberapa langkah melambai sambil tersenyum.

Senyuman itu sungguh dipaksakan, perasaannya yang kacau seakan menghentakkan segala kebahagiaan yang terjadi barusan. Apakah kami sedang menanam benih kenangan lalu menguburnya. Haruskan aku menyiramnya agar tumbuh atau membiarkannya mati sebelum tumbuh besar. Sama seperti perasaan ini akan layu bila tidak disirami cinta dan akan tumbuh jika diberi cahaya dari kehangatan ketika bersama? 

“Aku pamit dahulu.” Dean mendekati Rona namun gadis itu mundur beberapa langkah.

Dean sadar dia memberikan cinta sekaligus duri pada gadis tersebut.

“Aku pergi ya.” Dean berbalik menaiki kudanya dan berjalan perlahan menjauhi kediaman White.

Rasa senang sekaligus sakit menghantui Dean, Dia memang memiliki sifat untuk tetap tegas di setiap keadaan dan menyatakan semua hal pahit walaupun hal itu akan menyakiti lawan bicaranya tak tersisa siapapun itu.

“Aku tidak bisa memberikannya harapan semu agar dia menungguku. Lagipula aku belum benar-benar yakin akan perasaan yang ada dalam diriku. Saat aku yakin aku akan mengatakannya dan melamarnya. Untuk saat ini hal ini bukan hal terpenting.” Dean hanya mencoba berpegang teguh pada perasaanya.

Di Dalam kamar mandi dengan bak yang tidak terlalu besar itu Rona berendam, Air hangat sudah dipersiapkan oleh pelayan terbaiknya Rose. Secangkir anggur dari perkebunannya berhasil menemaninya malam itu. Dalam lamunan malam Rona mengingat setiap kejadian dan pertemuan dengan Dean.

Pertemuan yang tak terduga, kencan tiba-tiba, kehadiran dan kedatangan bahkan saat ini kehilangan dari kata-kata yang tak pernah Rona bayangkan. 

 

“Bisa-bisanya aku berada dalam dekapannya tertidur di pangkuannya dan sekarang kata pamit tanpa adanya keinginan dan keharusan untuk aku menunggunya. Sungguh keterlaluan. Mungkin memang benar ia tidak ingin menjadi lelaki brengsek yang memberi harapan pada gadis desa sepertiku ini.” Rona hanya menatap langit-langit dan memejamkan mata sambil menarik nafas panjang.

“Bagaimana ini? aku pasti merindukannya.” Rona sudah berada di dalam kamarnya dan menutup kepalanya dengan kedua tangannya.

Kenapa kebahagiaan datang dengan cepat dan menghilang secepat kilatan petir yang sedang menyambar dadanya saat ini. Apakah ini yang dirasakan Emily kala itu? 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!