NovelToon NovelToon
Suami Khayalan

Suami Khayalan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Fantasi / Romansa Fantasi
Popularitas:146.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Marimar

Kisah Jerry, Eza dan Nilo seorang wanita 21 tahun yang sangat suka sekali berdiam diri di Rumah dan memiliki ilusi yang sangat kuat.
Bahkan Nilo bisa menceritakan bagaimana rupa suaminya itu, bagaimana mereka menikah, bagaimana mereka melewati malam pertama dengan begitu detail. Namun itu semua hanyalah khayalan Nilo.

Nilo tersesat antara kehidupan nyata dan imajinasinya.

Akankah Nilo tersadar dan bagaimana Nilo menemukan cinta sejatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marimar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

eps. 30

Setelah melepaskan diri dari pelukan Eza dengan cepat Nilo berjalan ke arah ruang pakaian.

Nilo terlongong-longong. Tidak mampu berkata apa pun. Lidahnya kelu. Matanya berbinar. Ia masih tercengang keheranan, sementara suaminya tersenyum melihatnya dari jauh. Tiada apa pun yang Nilo lakukan selain terpangah. Menganga. Debu dan bisu bersaing menguasai mulutnya saat membuka pintu penyimpanan pakaian dan aksesoris.

“Apa kau menyukainya?” ucap Eza yang kini sudah berdiri di samping Nilo berbisik pelan di telinganya.

Nilo berjalan masuk dan mengitari ruang pakaian yang sudah di penuhi banyak busana dan aksesoris untuknya. Ia menyapukan ke dua tangannya untuk menyentuh busana-busana yang tergantung di sana serta aksesoris yang sudah tertata rapi.

“Apa kau sedang berniat untuk menyenangkan ku?” ucap Nilo yang membelakangi suaminya, matanya hanya terfokus pada semua barang baru di dalam ruang pakaian yang tadinya hanya terisi setengah pakaian Eza kini telah berubah penuh perlengkapan Nilo hanya ada 1 lemari cukup besar di pojok dekat pintu yang berisi pakaian Eza.

“Bukannya sudah menjadi kewajiban ku.” jawab Eza dengan tersenyum melihat istrinya kini sedang berseri-seri menikmati ruang perlengkapan yang baru saja di renovasi. Ia menghampiri Nilo dan memeluknya dari belakang.

“Apa yang kau lakukan?” oceh Nilo yang hendak melangkahkan kakinya harus terhenti karena sebuah pelukan manis dari suaminya.

“Bukan kah kau harus membayar kuhh?” Bisik Eza dengan sedikit mendesah di telinga Nilo.

Reflek Nilo menggerakkan lehernya karena merasa geli dengan bulu-bulu halusnya yang ikut berdiri.

Nilo mendorong Eza untuk keluar hingga Eza beringsut mundur sampai ke ambang pintu.

“Tidak kah kau berpikir kita bisa melakukan sesuatu di sofa itu?” goda Eza dengan menunjuk sofa dengan ujung matanya ke arah sofa di belakang Nilo.

Wajah Nilo memerah segera ia menutup kembali pintu walk in closet sebelum Eza menyadari perubahan wajahnya.

Nilo bersandar di pintu untuk menenangkan diri. Benar-benar Eza terus menggoda istrinya itu sejak pagi.

“Besok, tidak boleh ada hal buruk terjadi saat pagi hari.” Gerutu Nilo, beranggapan kejadian hari ini karena kesialannya saat matahari mulai bersinar hingga Eza terus saja memenangkan hatinya hari ini.

Setelah beberapa saat Nilo membuka pintu ruang perlengkapan dengan menyilik keluar, mengintai keberadaan suaminya. Segera Nilo berlari ke arah tempat tidur saat ia tidak melihat sosok suaminya itu berada di dalam kamar lalu menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Aaaaa......... Nilo berteriak merasakan gerakan di dalam selimut. Rupanya Eza ada di bawah selimut. Saking malunya ia tidak sadar undukan yang berada di atas tempat tidur adalah ciptaan Tuhan yang bernyawa.

Nilo segera bangun dan duduk di tempat tidurnya dengan menarik selimut menutupi tubuh hingga ke lehernya.

“Sini aku ingin lihat!” Eza menarik-narik selimut yang menutupi tubuh Nilo.

Eza telah mengganti semua pakaian Nilo menjadi lebih terbuka dari pakaian Nilo sebelumnya.

“Pemaksa, kau tidak boleh memaksa ku. Itu tertulis jelas di pasal nomor 1.” ucap Nilo yang terus memegangi selimut dengan kuat.

Pakaian ini ! bawah panjang tapi atasnya depan belakang rendah. Nilo merutuki pakaian yang sedang ia kenakan.

“Kan cuma lihat saja, apa salahnya?” ujar Eza dengan cengengesan.

“Memang aku bodoh, semuanya bisa bermula dari sini.” tutur Nilo dengan melihat ke arah buah melonnya yang tertutup rapat.

Apa dia berpengalaman? Batin Eza.

“Beb, kita sudah menikah itu artinya aku harus memberikanmu nafkah lahir dan batin.” ucap Eza.

“Aku sudah memberimu nafkah lahir, sekarang waktunya memberimu nafkah batin. Sepertinya kau juga sudah tau.” tambah Eza seraya menarik-narik selimut Nilo dan berniat membongkar rahasia Nilo.

“Menafkahi ku atau memuaskan keinginan mu!” ketus Nilo.

“Ya kan sama-sama enak. haha.” Eza tertawa ia sudah membayangkannya terlebih dulu dan menjadi penikmat jika Nilo memang sudah berpengalaman.

Nilo melempar bantal ke arah Eza yang sedang tertawa, dan menyuruhnya untuk tidur di sofa yang berada di depan tempat tidur. Namun Eza menolak karena ia sudah bersusah payah memilih tempat tidur sempit ini agar bisa berdekatan dengan Nilo. Eza tidak akan mau berakhir di sofa.

“Ini masih sore, apa kau tidak ada pekerjaan selalu mengekor dengan ku.” ujar Nilo bola matanya bergerak kesana kemari tampak sedang mencari sesuatu.

“Tidak, aku mau di sini, sepertinya aku akan bermimpi mencetak gol malam ini, karena itu sekarang aku harus melakukan pemanasan." Eza menarik bantal merebahkan kepalanya lalu membelakangi istrinya yang sudah ia buat kesal.

Jengah. Nilo memutar kedua bola matanya.

“Di mana guling?” tanya Nilo saat Eza hendak merebahkan kepalanya.

Namun Eza diam saja tak menjawab ucapan Nilo, seolah ia sudah tertidur.

Karena tidak bisa tidur Nilo bangun berjalan keluar dengan pakaiannya yang terbuka tentu saja Eza sedang menikmatinya. Dia memanjakan mata melihat lekuk tubuh Nilo tanpa sepengetahuan si pemilik tubuh. Kulit putih bersih tampak begitu halus dan pakaian yang Nilo kenakan begitu jatuh hingga lekuk tubuhnya terlihat jelas.

Eza melihat ke arah bawahnya. “Dasar kau Gak bisa lihat barang bagus langsung ikut bangun aja.” Eza berbicara pada sesuatu di dalam celananya yang tengah bangun dari tidur yang sudah cukup lama.

“Nilo, Kau telah membangunkan singa ku.” Ucap Eza lalu tersadar dan segera meraih gagang telpon di atas nakas.

Nilo terhenti di depan tangga, matanya menyilik sekitar teringat pelayan rumah telah bekerja seperti biasa.

Eza berlari keluar menghampiri Nilo karena tidak ada yang mengangkat telponnya.

“Kau mau kemana?” tanya Eza menyembunyikan wajah memerahnya melihat Nilo dari arah depan sebelumnya ia hanya melihat Nilo dari belakang.

Tak hanya wajah Eza yang memerah, namun wajah Nilo lebih merah karena malu ia segera menaruh tangan di depan dadanya untuk menutupi belahan dan sebagian buah melonnya yang sudah ingin lompat keluar.

“Apa kau tidak bisa di kamar saja, bagaimana kalau pelayan melihat mu seperti ini!” Eza terus menghujankan pertanyaan penuh tekanan kepada Nilo.

“Kembali sekarang!” titah Eza.

Melihat Eza yang begitu serius dengan ucapannya Nilo langsung menuruti perintah suaminya itu. Ia berjalan dengan cepat kembali ke kamar.

Eza turun dan mencari para pelayan.

“Kau darimana saja?” bentak Eza kepada kepala pelayan yang sedang bersama 2 orang pelayan di kanan dan kirinya.

“Maaf saya tertidur Tuan, ada yang bisa saya bantu?” ucap kepala pelayan dengan tegak sempurna yang tampak tak kuat menopang tubuhnya, seorang pria tua sekitar setengah abad.

Bola matanya melebar, ia menyadari pria tua di depannya itu sedang tidak sehat.

“Ada apa?” tanya Eza pada 2 orang pelayan pria yang berada di samping kepala pelayan.

“Tidak tahu Tuan, kami mendengar dering telpon yang cukup lama dan menghampiri Pak Don sudah seperti ini.” jawab pelayan itu takut-takut.

“Cepat baringkan di sana.” ucap Eza menunjuk sofa yang terdekat lalu ia menelpon Dokter keluarga untuk segera datang.

Nilo yang mendengar kegaduhan kembali dan melihat semua kejadian dari lantai 2 seketika teringat ayahnya yang terus bekerja keras demi membahagiakan keluarga.

1
Yasmin Risno
cerita author bkin aku pusing......
olle
kak up nya jangan tersendat2 dong penasaran bgt sm ceritanya sy sih lebih like nilo jerry
Fabro Os
makasih kak dah up lagi....
Fabro Os
Evan kembar g, sih kak?
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ
ya Allah Thorrrrr
kangen banget aku Ama Nilo
penasaran aku gak ilang² lho Thor Ama novelmu ini
setiap up adaaaa aja misterinya😁
Jan lama² ya Thor up nya aku setia nunggu lho😚
Olle Riu Olle
penasaran happy ending nya thor, jangan lama2 dong up nya
Shalwa Sabil
lanjut thour
💜⃞⃟𝓛ㅤ ᴀʀᴜɴᴀ
ampun dah Thor...
kelakuan Evan... jadi suka akunya sama doi🤭
Jerry kemana Thor? kangen juga ama cerita si Deddy satu ini😁
Iniaku: Follback kak
total 1 replies
Shalwa Sabil
lanjut thour
Fabro Os
makasih kak dah up lagi.....
Irsa Arini
lha langsung aja tidak pakai trik dulu kamu evan
D'wie author
Waduh,siapa tuh cewek? Jgn khayalan jg kyk J dulu ya! Trs Gou itu siapa ya? Jgn2 anak Gara sama Divine.Hmmm...🤔
D'wie author
Eza, itu Nilo putrimu yg kau abaikan. Kau tak tahu Nilo hamil Krn perbuatanmu, dasar lelaki menyebalkan.
D'wie author
Kasian ya Jerry, hatinya mati sepeninggal Nilo. Tempo hr jg aq gk rela Nilo mati,kasian Jerry soalnya.
D'wie author
Baru tw kisah anak Nilo dilanjutin.😌
Nouna Jumie
🤣🤣🤣🤣 Evan berguru dlu sama papah mertua wkwwk
Gitaemutz
hahaha
Shalwa Sabil
waduh evan2..lanjut kak...penasaran kpn evan bisa nembus nilo...hhhh
Shalwa Sabil
lanjut thour
Marfuad Namlia
jangan d bikin pusah thoor nilo ama evan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!