NovelToon NovelToon
Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Rosa Evalina, hanya seorang anak pelayan yang menggantikan Ibunya menjadi pelayan di rumah keluarga Hartanto. Lalu, tiba-tiba anak dari majikannya meminta dia untuk menggantikannya dalam sebuah perjodohan. Tidak bisa menolak, akhirnya dia terjebak dalam permainan sandiwàra ini.

"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, karena nyatanya kamu tetap tidak akan di takdirkan untukku"

Sementara Albyan Danuel, seorang pria tampan yang sudah matang. Memiliki pribadi yang hangat, lembut dan sopan. Dia yang tidak pernah mengenal cinta, akhirnya menemukan perempuan yang membuatnya nyaman. Namun, apa yang akan terjadi ketika dia tahu jika perempuan itu hanyalah seseorang yang bersandiwara?

Bisakah mereka bersama dalam kisah yang berliku, tentang cinta yang dimulai dari sandiwara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eva Benar-benar Mencintaimu

Eva kembali ke rumahnya, menutup pintu dengan kasar. Dia bersandar di pintu dengan isak tangis yang semakin menjadi. Tubuhnya perlahan luruh ke lantai seiring air mata yang ikut mengalir turun di pipinya. Dadanya yang sesak, hati yang hancur, semua itu tidak bisa dia cerna dalam sebuah kata. Hanya sakit yang dirinya rasakan sekarang. Sakit yang luar biasa.

"Aku nyata mencintainya, tapi nyatanya takdir bukan untuk kita"

Tangisnya terdengar sangat memilukan, di dalam ruangan yang sepi, sendirian dia menangis, memeluk lututnya sendiri. Memikirkan hari-harinya setelah ini entah akan seperti apa.

"Maafkan aku, maaf karena membohongimu.. Hiks.."

Rasa bersalah begitu besar, menambah rasa sakit dari penyesalan dalam dirinya. Rasanya Eva sudah tidak tahu harus melakukan apa. Yang tersisa dalam dirinya sekarang, hanya menangis, menyesali semuanya dan rasa bersalah yang begitu besar.

Beberapa kali dengan lirih dia hanya mengucapkan kata maaf. Tahu jika dirinya telah membuat Byan sangat kecewa dengan kebohongan ini.

*

Laila sudah tidak bisa berkutik lagi, bahkan berdiri saja kakinya terasa gemetar seperti tidak akan kuat menahan berat tubuhnya. Dadanya berdebar kencang, saat ini adalah waktunya semua ini terbongkar.

Tuan Hartanto mengambil kertas yang di lemparkan Byan, masih belum mengerti dengan ucapan Byan tadi. Ketika dia melihat nama Eva yang bekerja di Perusahaan Bara.

"Jadi selama ini yang bertemu dengan saya adalah dia" Byan menunjukan sebuah foto di ponselnya, foto dirinya bersama Eva. "Dan putri kalian memang telah membohongi saya. Benar-benar membuat kecewa, saya merasa sangat di permainkan oleh putri kalian, Om Tante"

Byan berdiri, dia berjalan melewati Laila, namun sebelum langkahnya melewati Laila, dia berhenti sejenak. Berbisik padanya. "Kau berhasil membuat semuanya berantkan Laila asli!"

Laila menoleh, dia menahan Byan yang sudah berjalan menjauh. "Tuan tunggu, aku mohon tunggu sebentar"

Byan menepis kasar tangan Laila yang memegang tangannya untuk menahannya agar tidak pergi. Menatapnya dingin, membuat Laila semakin gemetar, namun dia tetap tidak bisa membiarkan Byan pergi begitu saja.

"Eva tidak salah, dia hanya membantuku dan aku yang memaksanya untuk menggantikan aku dalam perjodohan ini. Jangan marah sama Eva, dia benar-benar tidak bersalah"

Byan tersenyum sinis, menatap Laila dari atas sampai bawah. "Kau pikir semua ini terjadi karena apa? Karena kalian berdua yang sudah sepakat membohongiku"

Laila menelan ludahnya kasar, air mata sudah menggenang di pelupuk. Sejujurnya melihat kemarahan Byan benar-benar membuatnya takut. Ternyata benar, orang yang selalu tenang, maka ketika hidupnya terusik, maka amarahnya akan sangat memuncak.

"Eva benar mencintaimu, dia sudah bilang padaku. Makanya dia sulit sekali mengatakan yang sejujurnya padamu. Karena dia bukan hanya takut kamu akan kecewa, dia paling takut kamu akan membencinya. Eva benar-benar mencintaimu"

Byan terdiam, tidak mengatakan apapun lagi, tapi dia memilih pergi keluar dari rumah ini. Bara yang sejak tadi hanya menyaksikan dengan sikap siaga juga, takut jika Byan akan benar-benar menghancurkan keluarga ini karena amarahnya. Bara menatap Laila sekarang, dia menggeleng pelan karena tidak pernah menyangka gadis sepertinya akan berpikir untuk menjadikan orang lain sebagai penggantinya dalam perjodohan.

"Dimana Eva sekarang?"

"Dia pasti ada di rumahnya, ini alamatnya"

Setelah mendapatkan alamat dari Laila, Bara segera menyusul Byan. Pria itu sudah duduk termenung di kursi penumpang. Bara masuk dan mulai menyalakan mesin mobil. Sesekali melirik ke arah sepupunya itu.

"Ku rasa yang dikatakan Laila benar, jika gadis bernama Eva itu benar-benar mencintaimu"

Byan hanya diam, memalingkan wajahnya ke arah jendela. Tidak ingin menanggapi apapun ucapan Bara. Pikirannya masih kacau, tentang gadis yang paling dia percaya, ternyata telah membuat kebohongan yang begitu besar.

"Eva? Haha" Byan terkekeh pelan, mengingat anak-anak yang berada di Rumah Harapan itu pernah memanggilnya dengan sebutan itu. "Ternyata aku yang bodoh karena tidak peka dengan kejadian itu"

Bara hanya diam, fokus mengemudi. Dia tahu ucapan Byan tidak membutuhkan tanggapan apapun, dia hanya sedang menceritakan kekecewaannya.

*

Dalam rumah keluarga Hartanto, suasana begitu mencekam. Amarah sang Ayah yang sudah tidak tertahankan lagi karena ulah anaknya.

"Laila Hartanto, kenapa kau berani sekali melakukan hal seperti ini?!"

Laila tidak berani menjawab, dia hanya menunduk diam dengan tangan saling meremas. Kakinya sudah gemetar sejak tadi, namun tetap berusaha berdiri tegak menopang tubuhnya sendiri.

"Jawab Laila!" teriak Tuan Hartanto, tangannya sudah melayang di udara untuk menampar anaknya.

"Papa!"

Ibu Lisma langsung menahan suaminya, dia sudah menangis sejak tadi karena merasa kecewa juga pada anaknya. Namun yang bisa dia lakukan hanya menangis, karena bingung harus melakukan apa saat situasi kacau seperti ini.

"Jangan seperti ini, Pa. Kita dengar dulu alasan dari Laila'

Laila mencoba menatap Ayahnya, air mata sudah mengalir deras. Isak tangis semakin kencang terdengar. Tubuh Laila akhirnya luruh, kaki tidak mampu lagi menopangnya, dia terduduk di lantai. Memegang kaki Ayahnya dengan memohon ampunan dan terus menangis.

"Maafin Laila, Pa, Ma. Aku hanya tidak mau dengan perjodohan ini... Hiks... Aku tidak mengenalnya dan aku tidak mencintainya. Aku hanya ingin perjodohan ini dia batalkan, tapi ternyata Byan malah ingin terus melanjutkannya"

Tuan Hartanto mengusap kasar wajahnya, melihat sikap anaknya yang seperti ini benar-benar membuatnya hampir terkena serangan jantung.

"Laila, Papa melakukan ini karena ingin yang terbaik buat kamu. Papa dan Mama tidak akan pernah ingin menjerumuskan kamu pada orang yang salah, makanya kami menjodohkan kamu dengan Byan. Dia pria yang baik, lembut dan hangat. Papa tahu bagaimana kepribadiannya"

Isak tangis Laila semakin kencang, semakin merasa bersalah karena dia telah membuat situasi semakin kacau. "Laila minta maaf Pa. Maaf karena mengacaukan semuanya"

"Sekarang Papa harus bagaimana di depan Tuan Danuel? Apa yang harus Papa katakan saat anak Papa satu-satunya ini malah membuat malu pada keluarga mereka!"

Laila masih duduk bersimpuh di atas lantai, menunduk dengan tangisan yang belum selesai. "Aku akan berusaha berbicara dengan Byan, akan aku usahakan dia menerima maafku dan keluarga kita juga"

"Terserah apa yang akan kau lakukan Laila, Papa sudah capek dengan sikapmu yang selalu kekanak-kanakan. Sekarang selesaikan masalah ini, meski Papa sudah pasti sangat malu di depan Ayahnya Byan"

Laila hanya menunduk saja ketika orang tuanya berlalu pergi meninggalkannya disana. Tangisan Laila semakin kencang, dia juga bingung sekarang harus menyelesaikannya seperti apa.

"Eva, maafkan aku"

Bersambung

1
sunaryati jarum
Anak Laila bukan anak Byan,Byan.dibohoni.Lupa ingatkan saja tidak mau menyentuh Laila apalagi masih ingat sebelum kecelakaan.Bahkan dirayu juga nggak bereaksi,mana bisa punya anak
sunaryati jarum
Kamu akan terkejut jika tahu siapa saudara papamu,sifatmu seperti ayahmu Laila, serakah dan merebut milik saudara.Kalian sudah lama menikmati harta orang tua Eva dengan licik, sekarang saatnya ayahmu menuai apa dulu ia tabur.
Les Tary
double up thor udh ditunggu lanjutannya dari kemarin🤭🙏
Yani Suryani
Laila kau sudah ketemu, bahkan kau yg membawa sepupumu bertemu dengan saudara ayah mu
minta maaf gak segampang itu, istri saudaranya di jadikan pembantu dan menjadi alat untuk mengancam saudaranya sendiri hanya untuk menguasai harta warisan 😡
Les Tary
Laila main minta maaf gampang bgt setelah keluargamu sudah menghancurkan semua terutama kamu kepada eva
Yani Suryani
ditunggu up selanjutnya
tetap semangat 🤗
Les Tary
Ayo Davin Hartanto sekeluarga nya bikin jadi gembel💪💪
Oma Gavin
saatnya balas dendam dimulai ambil semua yg menjadi milikmu pak heriyanto juga byan yg seharusnya menikahi eva kembalikan mereka ke asalnya
dika edsel
/Heart/
falea sezi
males bgt klo. ampe balikan ma byan🤣🤣 perawan dapet duda meski cm. stts kesannya g bgt apalagi keluarga byan yg matre g setuju q
Yani Suryani
semangat kak masih ada yg setia nunggu ceritanya
Oma Gavin
semoga tetap lanjut ya kak anggap saja sedekah sama para readers yg setia baca 🙏
Desy Nchie
lanjut Thor aku kasih gift
Les Tary
Lanjutin thor ceritanya bagus ringan ga muter muter 👍
Aisyah Ranni
Semangat thor💪padahal cerita bagus 🤗
Yani Suryani
double up dong kak 🤭
Yani Suryani
jika anak Laila umur 2thn berarti sebelum kejadian kecelakaan Laila sudah melahirkan, tapi jika saat kecelakaan itu Laila lagi hamil berarti anak Laila kurang lebih satu setengah tahun dong 🤔?
Les Tary
kemarin ga up mohon sekarang double up thor🤣🤣🤣
Les Tary
Laila org munafik
falea sezi
telatt klo lu uda inget eva uda minggat jauh😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!