NovelToon NovelToon
Nikah Paksa, Cinta Tak Terduga

Nikah Paksa, Cinta Tak Terduga

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Romansa Fantasi / CEO / Tamat
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: ayu gerimis

Demi melunasi utang keluarga dan menyelamatkan ayahnya dari kehancuran, Laras terpaksa menerima pernikahan yang dipaksakan—menjadi istri Arga Pratama, pewaris konglomerat yang dingin, angkuh, dan memandang pernikahan ini sekadar kewajiban bisnis semata. Tidak ada restu hati, tidak ada janji manis; hanya kesepakatan: hidup bersama, tapi tak perlu saling mencintai.

Awalnya, rumah tangga mereka bagai dua kutub yang bertabrakan. Arga bersikap dingin bagaikan es, sementara Laras berusaha menjaga harga diri di tengah cemoohan lingkungan dan tekanan keluarga besar. Namun seiring berjalannya waktu, di balik sikap kasarnya, Laras mulai melihat sisi lain Arga—rasa tanggung jawab, perlindungan diam-diam, dan luka masa lalunya yang tersembunyi. Sebaliknya, ketulusan serta ketabahan Laras perlahan mencairkan hati beku Arga.

Apa yang dimulai dari keterpaksaan dan permusuhan, perlahan berubah menjadi getaran rasa yang tak terduga. Ketika ancaman luar dan rahas

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayu gerimis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Kebahagiaan yang Terukir Nyata

Setelah badai tuduhan dan kebohongan berlalu, kediaman keluarga Pratama benar-benar berubah menjadi tempat yang penuh kehangatan dan kedamaian. Tidak ada lagi tatapan curiga, tidak ada lagi jarak dingin yang memisahkan. Setiap sudut rumah itu kini dipenuhi kebersamaan yang terasa alami, seolah selama ini memang begitulah seharusnya keadaan rumah tangga mereka.

Arga berusaha menebus segala kesalahannya dengan cara yang tulus dan tak kenal lelah. Ia tidak hanya mengucapkan maaf, tapi membuktikannya lewat perbuatan setiap hari. Ia selalu meluangkan waktu sarapan bersama, bahkan jika jadwal rapatnya harus dimajukan sedikit. Ia tidak lagi menyebut batasan atau aturan kaku seperti di awal pernikahan—yang ada hanyalah kesediaan untuk saling mendengarkan dan melibatkan satu sama lain dalam setiap keputusan hidup.

Suatu pagi, saat matahari baru menyingsing memancarkan sinar keemasan masuk lewat jendela ruang makan, Arga memegang tangan Laras di atas meja. Tatapannya lembut dan penuh kekaguman.

“Laras,” panggilnya pelan, “dulu aku pikir kebahagiaan hanyalah soal menguasai segalanya, memiliki kekuasaan dan kekayaan tanpa kekurangan apa pun. Tapi setelah melewati semuanya, aku sadar semua itu hampa tanpamu. Kau bukan hanya istri yang datang karena kesepakatan—kau adalah cahaya yang membuka mataku kembali melihat makna hidup yang sesungguhnya.”

Laras tersenyum merona, matanya bersinar bahagia. “Aku juga tidak menyangka, dari awal yang begitu berat dan penuh ketidakpastian, akhirnya kita bisa sampai di titik ini. Jika Tuhan menuliskan jalan seperti ini, aku percaya itu adalah cara-Nya untuk menguji seberapa kuat cinta kita nantinya.”

“Dan aku berjanji, tidak akan ada lagi ujian yang membuatku meragukanmu. Bahkan jika seluruh dunia mencoba membohongiku, hatiku akan tetap tahu mana kebenaran yang bersamamu,” jawab Arga mantap, lalu mencium lembut kening istrinya itu.

Bu Rina yang melintas membawa minuman di kejauhan hanya bisa tersenyum haru, matanya berkaca menahan rasa bahagia. Selama puluhan tahun mengabdi, baru kali ini ia melihat Arga benar-benar hidup dengan senyum yang tulus dari lubuk hatinya. “Semoga kebahagiaan ini abadi untuk kalian berdua,” bisiknya lirih.

 

Membangun Mimpi Bersama

Laras pun tidak tinggal diam menikmati kebahagiaannya saja. Dengan dukungan penuh Arga, ia mulai mewujudkan mimpi-mimpinya yang sempat tertunda karena keadaan. Ia ingin membuka usaha kecil-kecilan berupa kerajinan tangan dan makanan olahan khas daerahnya—sesuatu yang ia kuasai sejak membantu ibunya di rumah dulu.

“Aku tidak ingin hidup hanya bergantung sepenuhnya padamu, Arga,” katanya suatu hari saat mereka mendiskusikan rencana itu. “Aku ingin memiliki kesibukan sendiri, berkembang, dan bisa berguna bagi orang lain juga. Agar kita bisa saling melengkapi, bukan hanya satu pihak yang memberi.”

Arga menyetujuinya dengan antusias bahkan melebihi harapan Laras. “Bagus sekali. Aku justru bangga melihatmu punya semangat sendiri. Gunakan apa saja yang kau butuhkan—ruang, modal, atau koneksi—semua ada untukmu. Tapi ingat, jangan memaksakan diri terlalu keras. Jika lelah, pulanglah ke sini. Rumah ini adalah tempatmu pulang kapan saja.”

Dengan dukungan itu, Laras mulai melangkah perlahan namun pasti. Ia tidak ingin membangun bisnis yang terlalu besar dan mewah sekaligus. Ia memilih jalan yang sederhana namun bermutu tinggi, menjaga rasa dan kualitas seperti yang diajarkan ibunya. Awalnya hanya dikelola bersama beberapa orang warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan, namun berkat ketulusan dan kualitasnya, usahanya perlahan dikenal dan berkembang pesat.

Sering kali sepulang kerja, Arga sengaja menyempatkan diri mampir ke tempat usahanya. Ia suka melihat wajah Laras yang berseri-seri saat melayani pelanggan atau mengatur produksi. Di matanya, Laras terlihat lebih cantik dan mempesona saat sedang mengejar mimpinya sendiri.

“Lihatlah, mereka menyebut produk ini buatan tangan Nyonya Pratama,” kata Arga sambil memegang salah satu kemasan dengan senyum bangga. “Tapi bagiku, ini bukan sekadar barang dagangan. Ini bukti bahwa ketulusanmu bisa mengubah segalanya.”

Laras tertawa renyah, suara itu terdengar seperti melodi paling indah di telinga Arga. “Terima kasih sudah percaya padaku mendukungku. Semua ini tidak akan berjalan lancar tanpa doa dan dukunganmu juga.”

 

Berita yang Menambah Sempurna

Kebahagiaan mereka semakin lengkap ketika beberapa minggu kemudian, Laras merasakan perubahan pada dirinya. Ia sering merasa mual di pagi hari, mudah lelah, dan selera makannya berubah. Saat memeriksakan diri ke dokter, kabar yang diterimanya membuat jantungnya berdegup kencang karena sukacita.

“Selamat, Nyonya. Anda sedang mengandung. Usia kandungannya sudah memasuki minggu keempat,” ujar dokter itu dengan senyum ramah.

Laras memegang perutnya perlahan, matanya berkaca-kaca terharu. Kehidupan baru sedang tumbuh di dalam dirinya—buah cinta yang lahir dari perjalanan yang penuh liku. Ia tidak sabar menyampaikan kabar ini kepada Arga.

Sore harinya, Arga pulang lebih awal dari biasanya. Ia terkejut melihat Laras menunggunya di beranda dengan senyum yang menyembunyikan kegembiraan luar biasa.

“Arga, ada kabar yang ingin kusampaikan padamu,” ucap Laras pelan sambil menggenggam tangan suaminya dan meletakkannya lembut di atas perutnya.

Arga mengernyit bingung, namun perlahan matanya membesar mendengar bisikan Laras. “Kita akan punya anak. Keluarga kita akan bertambah.”

Detik itu juga, dunia Arga terasa berhenti berputar sejenak. Ia menatap wajah Laras, lalu ke perutnya, matanya segera berkaca-kaca dan senyum terluas menghiasi wajahnya. Rasa bahagia yang meluap-luap membuatnya menarik Laras masuk ke dalam pelukan paling hangat dan erat yang pernah ia berikan.

“Benarkah? Kita akan punya anak?” suaranya bergetar karena emosi yang meluap. “Terima kasih, Laras… terima kasih telah memberiku segalanya. Dulu aku pikir hidupku sudah tertutup masa depannya, tapi kau membukakan pintu-pintu kebahagiaan yang tak pernah kubayangkan ada.”

Ia berlutut di hadapan Laras, mencium perutnya dengan penuh rasa hormat dan cinta. “Halo, anak Ayah. Ayah janji akan menjagamu dan Ibu seumur hidup. Kalian adalah harta paling berharga yang pernah Ayah miliki.”

Berita itu menyebar ke seluruh keluarga dengan sukacita. Ayah dan Ibu Laras datang berkunjung, membawa doa dan harapan terbaik. Bahkan Kakek Pratama yang biasanya tegas dan jarang menunjukkan emosi terlihat sangat senang, matanya berkaca-kaca melihat kelanjutan keturunan keluarga itu.

“Lihatlah, Arga,” kata Kakek dengan suara lembut namun tegas. “Inilah buktinya. Cinta yang tulus selalu menemukan jalannya, meski awalnya terasa mustahil. Jagalah mereka, karena mereka adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan.”

Malam itu, di bawah langit berbintang yang terang, Arga dan Laras duduk berdampingan di taman. Arga memeluk bahu istrinya, melindungi dirinya dan kehidupan baru yang ada di dalamnya.

“Dari nikah paksa… hingga cinta yang tumbuh tak terduga, dan sekarang menjadi keluarga lengkap,” gumam Arga lembut di telinga Laras. “Siapa sangka kesepakatan yang dipaksakan itu justru membawa kita pada takdir yang paling indah.”

Laras menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya, mendengarkan detak jantungnya yang terasa tenang dan kuat. “Memang benar. Mungkin Tuhan merencanakan ini agar kita belajar bahwa cinta tidak selalu datang dengan cara yang kita inginkan, tapi selalu datang di waktu dan bentuk yang paling tepat.”

Mereka berdua tersenyum penuh makna. Kisah mereka tidak berakhir di sini—ini hanyalah awal dari lembaran baru yang lebih panjang, lebih hangat, dan dipenuhi janji untuk saling mencintai dan melindungi sampai rambut memutih nanti.

Awal yang pahit telah berubah menjadi kisah cinta yang abadi. Buktinya, cinta sejati tidak peduli dari mana ia bermula—selama didasari ketulusan, kepercayaan, dan kesediaan untuk bertahan, ia akan selalu tumbuh menjadi sesuatu yang paling indah dan tak tergoyahkan.

1
Sunflower_6520
intinya kunci dr semua ini adalah saling percaya
Sunflower_6520
Ya elah, gue dari tadi mesem" sendiri baca nih cerita... Rasanya pengen salto 🤗 wkwkwk
Sunflower_6520
Nak, kamu belum cukup umur mengetahui kisah cinta bapak ibumu... intinya, banyak masalah yang mereka lalui bersama, sampai akhirnya mereka langgeng sampai sekarang...
Sunflower_6520
maklum calon bapak baru, protektifnya nauzubillah 🤣
Sunflower_6520
Ini yang dinamakan takdir gak ada tau... ditambah sama ketulusan dan ketabahan Laras selama ini, semoga ini bukan bahagia yang singkat ya...
Sunflower_6520
launching juga Arga Junior 🤣
Sunflower_6520
Selamat menjadi gelandang~🤗
Sunflower_6520
Trus kalau emang gak salah, kenapa harus teriak panik gitu... malahan ini yang bikin curiga...
Sunflower_6520
NGAKU AJA LO KAN EMANG DR AWAL PERBUATAN KALIAN! JANGAN LEMPAR BATU SEMBUNYI TANGAN LAH!
Sunflower_6520
Emang lo goblok Ar, percaya sama bukti palsu sampai nyakitin istri lo... Hebat sih (dengan nada sarkas)
Sunflower_6520
Ayolah terbongkar, biar diusir mereka berdua😤
Sunflower_6520
LAH EMANG PALSU ARGA!! LO HARUS MINTA MAAF KE LARAS SOALNYA SEMPET NUDUH DIA!! MAKANYA JADI ORANG JANGAN CEPET PERCAYA SAMA KENYATAAN YANG BELUM JELAS...
Sunflower_6520
Kita liat siapa yang bakal dibuang? Laras? atau justru kalian berdua?
Sunflower_6520
MASUK AJA KALIAN KE NERAKA SANA! GREGET 😤
Sunflower_6520
Saran aja, langsung ditanyain langsung sih dr pada... diem gini, masalah gak kelar, tp pikiran negatif trus bermunculan
Sunflower_6520
Jangan percaya sama bukti itu Arga... mereka pengen membuat kalian pisah
Sunflower_6520
Semoga rencana mereka gagal... Baru aja Arga Laras bahagia sebentar, masa mau dipisahkan?
Sunflower_6520
Kenapa harus denger nasehat Bibi? bibi bukan orang penting di hidup Arga? lagian sekarang, Arga udah punya istri nasehat utama yang harus di dengar ya... Istrinya
Sunflower_6520
Gong! Akhirnya... Langgeng ya kalian, jangan biarkan Mak Lampir itu mengganggu 😤
Sunflower_6520
Arga beruntung dapet Laras? Tapi gimana Laras? maksudnya perasaan dia? Apakah Laras juga akan sadar tentang perasaannya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!