Squel My Hot ART. Anak Aiden dan Gwen.
Anaya gadis tuna rungu yang berjuang untuk meraih mimpinya untuk menjadi penyanyi terkenal.
Keterbatasan yang di milikinya tidak membuat Anaya putus asa, walau pun dirinya sering mendapatkan ejekan dan bullyan dari orang sekitarnya, tidak memutuskan semangat Anya untuk meraih mimpinya.
"Aku tidak bisa mengubah arah angin, tapi aku bisa mengatur layarku untuk selalu mencapai tujuanku."
follow IG: @thalindalena
add Facebook: Thalinda Lena
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SCUA-Bab 30
Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah di lakukan, di mana kecelakaan Anaya itu terjadi, tepatnya di depan sekolah Negeri X. Dan melibatkan banyak saksi. Untuk sementara waktu pengendara mobil yang menabrak Anaya di tahan oleh Pihak berwajib.
Sedangkan Trio racun dan kedua orang tua mereka saat ini sedang berada di rumah sakit.
Di salah satu ruangan yang ada di rumah sakit tersebut. Berkumpullah Keluarga Clark dan juga keluarga Emanuel di sana. Gwen berdiri di hadapan tiga gadis yang sebaya dengan putrinya.
PLAK!
PLAK
PLAK!
Gwen menampar satu persatu tiga gadis yang ada di hadapannya dengan keras dan penuh emosi.
Tiga gadis itu merasakan sakit yang luar biasa di permukaan pipi mereka, namun mereka tidak berani meng-aduh atau pun mengangkat tangan mereka untuk mengusap pipi yang terasa sakit, panas dan perih.
“Katakan kepadaku. Apakah anakku yang tuli dan banyak kekurangan salah di matamu?! Hah!” bentak Gwen dengan rahang yang mengeras, kedua mata yang memerah bertanda jika saat ini dirinya sangat emosi dan sangat kecewa.
Semua orang yang ada di sana, menundukkan kepala, tidak ada yang berani melerai Gwen yang sedang melampiaskan amarah dan rasa sakit hati yang bercekol di dalam dada.
“Kenapa kalian diam!” bentak Gwen mencengkeram rahang Angel dengan kuat hingga membuat gadis itu meringis kesakitan. “Kamu yang bernama Angel?! Katakan kepadaku apakah seorang murid yang tuli tidak berhak mendapatkan hak dan sekolah di tempat yang baik? Tidak pantas bergaul dengan teman-temannya?!” tanya Gwen seraya melepaskan cengkeraman tangannya dengan kuat, hingga membuat wajah Angel terhempas kesamping.
“Tante kami minta maaf,” ucap Bonita dengan suara yang bergetar ketakutan dan merasa bersalah.
“Minta maaf? Apakah dengan meminta maaf, kalian bisa menyadarkan putriku yang saat ini koma?!” ucap Gwen dengan penuh penekanan.
“Tante ampuni kami,” ucap Angel, lalu berlutut di depan Gwen, di ikuti oleh kedua temannya.
“Aku bukanlah Tuhan yang pantas kalian sembah! Aku hanyalah manusia biasa. Aku seorang ibu yang sakit hati melihat putrinya mendapatkan perundungan dari ketiga temannya yang tidak berperasaan! Apakah perbuatan kalian ini bisa di maafkan?” ucap Gwen lalu memundurkan langkahnya, mendongakkan kepalanya saat air matanya mengalir dengan derasnya.
Angel dan kedua temannya menangis, penuh sesal. Sesal yang sudah tidak bisa mengembalikan keadaan.
“Kalian dan keluarga kalian akan mendapatkan balasannya! Aku bersumpah akan membuat hidup kalian seperti di neraka!” geram Gwen dengan penuh emosi.
“Gwen, sudah.” Kirana merangkul adik iparnya itu dengan lembut lalu membawanya duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
“Aku harus membuat mereka semua menderita!” teriak Gwen dengan keras, memilukan dan menyayat hati. Membuat siapa pun akan sedih mendengarnya.
Aiden mendekati istrinya, lalu memeluk istrinya dengan sangat erat agar istrinya tetap tenang.
“Kalian semua dengarkan aku. Aku tidak akan memberikan ampun kepada siapa pun yang telah menyakiti keluargaku!” Nathan menatap tajam Trio Racun dan juga kedua orang tua mereka.
“Tuan, berikan kami kesempatan,” ucap Mama Angel memohon kepada Nathan.
“Ini semua karena anakmu yang mempunyai sifat seperti iblis! Kita semua yang kena!” Ibu Bonita dan Ibu Alice menyalahkan Angel sebagai sumber masalah.
Mama Angel menatap putrinya dengan penuh amarah. Lalu memukuli putrinya itu dengan perasaan kesal dan emosi.
“Bukankah aku sudah memperingatkanmu agar bersikap baik kepada Nona Anaya!” geram Mama Angel, bahkan kini ia melepaskan sepatu hak tinggi yang membalut kakinya, kemudian ia gunakan untuk memukuli putrinya itu.
“Mama ampun!” teriak Angel kesakitan.
“Dasar anak tidak tahu diri, dan tidak tahu di untung!” maki Mama Angel tidak menghentikan aksinya.
terbawa emosi nya gwen