NovelToon NovelToon
Gadis Culun Milik Tuan Marco

Gadis Culun Milik Tuan Marco

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Romansa Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Lily Quinza

NOVEL INI MENGANDUNG BACAAN DEWASA || PILIHLAH BACAAN YANG BIJAK. DILARANG PLAGIARISME!

JANGAN LUPA FOLLOW INSTAGRAM: LilyQuinza || info update visual disana yah 🥰❤

"Liora, mungkin ini semua salah mengingat aku Pamanmu, tapi, jika mengingat kita tak sedarah, aku tidak perduli!"

"MarcoI—itu apa?"

"Kau harus membiasakan diri baby, cobalah berkenalan dengannya."

"Gila benda itu tidak akan cukup jika—"

"Ssstttt, Cobalah... "

"Ini sakit!"

"Sial! Kau sangat cantik saat kau tidak memakai kacamata itu!"

"Berhenti menggodaku, aku bisa gila Marco!"

Liora adalah gadis culun yang selalu menyembunyikan kecantikannya di balik kacamata tebal, pakaian sederhana, dan sikap pemalu. Ia hanya ingin menjalani kehidupan kampus dengan tenang tanpa menarik perhatian siapa pun. Namun, semua berubah karena Marco.

Marco adalah adik angkat ibu kandung Liora yang usianya hanya terpaut lima tahun darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lily Quinza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Sementara itu, Delon berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Menyamar sebagai salah satu staf katering, ia berbaur di antara para pelayan tanpa menarik perhatian sedikit pun. Dengan tenang, ia memperhatikan setiap sudut mansion keluarga Collins, menghafal letak pintu, lorong, tangga darurat, ruang kerja, hingga jalur menuju taman belakang.

Sesekali ia berpura-pura mengangkat baki makanan atau membantu membereskan meja agar penyamarannya tetap meyakinkan. Tak seorang pun menaruh curiga. Tapi mata setajam elang miliknya itu tidak pernah lengah dalam hal mengawasi.

Bahkan ketika pesta mulai berakhir dan para tamu pulang satu per satu, Delon telah lebih dulu meninggalkan mansion melalui pintu layanan di sisi dapur, persis seperti yang diperintahkan Audrey.

Ia segera mengirim pesan singkat melalui ponsel sekali pakai.

"Semua sudah kupetakan. Tidak ada yang mencurigaiku."

Jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam. Pesta penyambutan Liora akhirnya usai.

Setelah seharian tersenyum, menyapa tamu, dan menerima begitu banyak perhatian, tubuhnya terasa remuk. Lelah dan kantuk melandanya begitu cepat

"Untung besok kuliahku libur," gumamnya pelan sambil mengembuskan napas lega.

Ia berjalan menuju kamarnya di lantai atas. Begitu pintu tertutup, suasana menjadi hening.

Liora berdiri di depan cermin besar, lalu mulai melepas aksesori yang menghiasi rambut dan lehernya. Anting, kalung, serta gelang berlian ia letakkan dengan hati-hati di atas meja rias.

Namun, saat hendak membuka resleting gaun yang berada di bagian belakang, ia menghela napas pelan.

"Kenapa ini susah sekali, sial! "

Tangannya berusaha meraih ujung resleting, tetapi tidak juga berhasil. Karena merasa kesulitan, ia membuka pintu kamar dan memanggil seseorang yang kebetulan masih berada di lorong.

"Paman, aku membutuhkan bantuanmu?"

Marco yang baru saja keluar dari kamarnya menoleh.

"Ada apa, Liora?"

"Resleting gaunku macet. Sepertinya tersangkut."

Marco mendekat, pria itu menelan ludah susah payah menatap leher jenjang sang gadis. Dengan sedikit gugup, ia berkata

"B—boleh aku melihatnya?"

Liora mengangguk. "Ya!"

Marco memeriksa bagian resleting yang ternyata memang tersangkut pada lipatan kain gaun.

"Ternyata hanya kainnya yang menyangkut."

Dengan hati-hati, ia melepaskan lipatan kain itu tanpa tergesa-gesa. Beberapa detik kemudian. Seketika mata Marco mengerjap, pria itu melihat jelas punggung cantik nan indah milik sang gadis.

Ia merasa tenggorokannya tercekat. Baru pertamakalinya melihat punggung belakang yang begitu cantik, sekaligus menggoda. Tubuh Marco menegang kaku bak kawat.

"Marco!"

Seketika Marco mengerjap. Resleting kembali bergerak mulus.

"Nah, sudah selesai."

Liora tersenyum lega. "Terimakasih, Marco."

"Sama-sama. Sekarang cepat istirahat. Hari ini pasti melelahkan."

"Iya."

Marco pun kembali ke kamarnya, sementara Liora menutup pintu dan melanjutkan bersiap untuk beristirahat.

Marco kembali menutup pintu kamarnya rapat-rapat. Bunyi klik dari kunci pintu menggema pelan di ruangan yang kini terasa begitu sunyi.

Ia bersandar di daun pintu sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Sial..." desisnya lirih. "Apa yang kau pikirkan Marco!" gumamnya

Bayangan beberapa detik yang lalu terus berputar di kepalanya. Bukan karena Liora melakukan sesuatu yang salah, melainkan karena dirinya sendiri yang lengah. Ia tidak menyangka momen sesederhana membantu membuka resleting gaun mampu mengguncang ketenangan yang selama ini selalu ia jaga.

Marco mengembuskan napas panjang, lalu berjalan menuju jendela. Ia menatap halaman mansion yang mulai lengang setelah para tamu pulang.

"Apa mungkin aku terlalu lelah?" gumamnya, kesal pada diri sendiri.

Ia mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih.

Liora adalah keponakan yang baru saja menjadi bagian dari keluarga Collins walaupun mereka tak sedarah. Seharusnya tidak jadi masalah kan. Gadis itu mempercayainya tanpa sedikit pun rasa curiga. Sebagai orang yang lebih dewasa, seharusnya dialah yang menjaga batas, bukan membiarkan pikirannya mengembara ke arah yang tidak semestinya.

Marco memejamkan mata beberapa saat, berusaha mengusir bayangan yang terus mengganggunya.

"Aku harus melupakan ini."

Ia mengambil segelas air dingin, meneguknya hingga habis, lalu menarik napas dalam-dalam. Perlahan detak jantungnya mulai kembali normal.

1
Lilyyy
HALLO GUYS, JANGAN LUPA BERIKAN ULASAN YA JIKA BERKENAN TRIMAKASIH UNTUK YANG SUDAH MAMPIR 🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!