Di hari anniversary mereka yang ketiga tahun, Grizla ingin menaikkan jabatan suaminya dari Manager menjadi CFO dalam diam.
Tapi malam itu, ia terpaksa mengurung niatnya karena ibu dan adiknya ikut campur di hari perayaan anniversary mereka.
Dan lebih menyakitkan lagi, mertuanya itu membawa wanita asing bersama mereka yang membuat ia tidak nyaman dan membuat ia ragu harus menyerah posisi itu.
Lama kelamaan, suaminya mulai bersikap dingin, tidak ada keharmonisan ruma tangga yang ia dambakan. Akhirnya suaminya selingkuh dengan wanita tersebut yang ternyata satu kantor dengannya, alasan selingkuhnya adalah ia menginginkan seorang anak.
Plot twist-nya adalah, perusahaan itu miliknya, yang mengangkat suaminya sebagai manager adalah dirinya melalui orang Kepercayaan yang menjadi CEO sementara di perusahaan G' Jaya.
"Hari ini buka matamu lebar-lebar, siapa yang telah mengangkat derajatmu!" - Grizla
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33
Antonio tidak menjawab. Matanya tidak menatap wajah Grizla, melainkan langsung tertuju pada piring di samping kompor. Di atas piring itu, terdapat beberapa potong tempe yang baru saja matang.
Aroma tempe goreng itu persis sama dengan yang ia cium semalam. Dan persis sama dengan kalimat sindiran yang diucapkan Nyonya G beberapa jam lalu.
Antonio maju satu langkah, mempersempit jarak di antara mereka. Aura mengancam terpancar kuat dari tubuhnya yang kotor penuh debu. "Kau... hari ini pergi ke mana saja, Grizla?"
Grizla mengerutkan keningnya, menatap Antonio dengan pandangan polos dan penuh ketakutan. "Ke mana? Aku... aku tidak ke mana-mana, Mas. Sejak pagi aku di rumah, membersihkan ruang tamu dan mencuci pakaianmu yang kotor. Memangnya kenapa, Mas?"
Antonio mencengkeram kedua bahu Grizla dengan kuat, matanya menatap tajam, mencoba mencari kebohongan di celah mata istrinya. "Jangan bohong padaku, sialan! Kau tahu dari mana tentang Nyonya G?! Apa kau diam-diam datang ke kantorku dan mengadu padanya tentang urusan rumah tangga kita, hah?!"
Grizla meringis kesakitan akibat cengkeraman itu, matanya mulai berkaca-kaca buatan. "Nyonya G? Nyonya G yang bos besarmu itu, Mas? Mana mungkin aku kenal dengannya? Aku bahkan tidak tahu kantor Mas di sebelah mana... Sakit, Mas... lepaskan..."
Antonio menatap lekat-lekat wajah istrinya. Kulit wajah Grizla yang polos tanpa riasan, bibirnya yang pucat tanpa lipstik merah menyala, dan binar matanya yang tampak begitu rapuh dan penakut.
Sangat berbeda dengan Nyonya G yang berdiri angkuh di gudang tadi siang dengan pakaian miliarder dan kacamata hitamnya.
Antonio perlahan melepaskan cengkeramannya, lalu mundur selangkah sambil memegang kepalanya yang berdenyut pening.
"Sial... aku pasti sudah gila," umpat Antonio pada dirinya sendiri. "Bagaimana mungkin aku bisa berpikir perempuan tolol ini adalah Nyonya G. Benar-benar tidak mungkin."
Grizla membalikkan tubuhnya kembali ke arah wajan, menyembunyikan senyuman dingin yang mengembang sempurna di bibirnya.
Dari balik daster longgarnya, di dalam saku yang tersembunyi, ponsel mahal milik Nyonya G bergetar pelan, menampilkan pesan singkat dari Siska: "Nyonya, semua dokumen lapangan yang gagal diurus Antonio sudah dialihkan sepenuhnya ke tim Boni. Antonio resmi menjadi pion tak berguna di kantor."
Grizla mematikan kompor, lalu menaruh potongan tempe terakhir ke atas piring. Ia berbalik dengan wajah tegar yang dipaksakan.
"Mas... mukamu kotor sekali, bajumu juga bau debu. Lebih baik Mas mandi dulu, lalu kita makan malam," ucap Grizla dengan nada selembut sutra.
"Diam kau! Jangan mengaturku!" bentak Antonio kasar. Napasnya memburu, rahangnya mengeras menahan emosi. Tanpa menunggu balasan, ia melangkah pergi menuju kamar mandi, membanting pintu dengan perasaan frustrasi yang kian menumpuk.
Grizla sama sekali tidak terkejut. Ia menatap punggung suaminya yang menjauh dengan tatapan datar, seolah bentakan tadi hanyalah desir angin lalu. Dengan tenang, ia mengambil satu potong tempe goreng dari piring, menggigitnya perlahan, lalu mengunyahnya tanpa ekspresi.
Begitu suara gemercik air terdengar dari dalam kamar mandi, tatapan matanya berubah tajam dan menusuk. Ia berbisik lirih dengan nada dingin khas Nyonya G.
"Makanlah yang kenyang malam ini, Antonio. Karena besok... permainan di gudang bawah tanah akan menjadi jauh lebih panas untukmu."
Baru saja Grizla menyelesaikan bisikannya, suara pintu kamar mandi terbuka dengan kasar, disusul suara teriakan yang menggema di seluruh penjuru rumah.
"Grizla! Siapkan bajuku cepat! Di mana otakmu, hah?!" teriak Antonio dengan suara keras.
kuy.. yg banyak geh ...😭
yg banyak lagi to Les... nanggung bacanya..
tak kasih kopi nih.. biar terang kontestrasinya... 😂😂🤭
yg semangat upnya, tak kirim kopi..💪
jgn kelamaan grizla yg disiksa di rumah hantu itu..