NovelToon NovelToon
BATAS KESABARAN RENATA

BATAS KESABARAN RENATA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Bagi Renata, pernikahan adalah ruang tunggu berisi siksaan yang ia jalani demi Dio, putra semata wayangnya. Menikah dengan Aris menuntutnya menjadi wanita yang tak boleh punya rasa lelah. Di rumah itu, dia diperlakukan bak pelayan tanpa gaji, menghadapi ibu mertua yang kejam dan manipulatif, serta menerima hinaan tiada henti dari Siska, adik iparnya yang bermulut tajam.

​Sementara Renata bersimbah peluh dan air mata, Aris justru menjadi suami yang abai. Pria itu selalu menutup mata, lebih mementingkan keluarganya, dan bersikap pelit luar biasa pada anak-istri sendiri.
​Demi Dio, Renata mencoba melapangkan dada dan bertahan dalam diam. Namun, benteng kesabarannya runtuh berkeping-keping saat ia mengetahui bahwa Aris memiliki wanita lain. Lebih menyakitkan lagi, keluarga mertuanya justru membela kebusukan Aris dan menyalahkan dirinya.

Apakah Renata akan bertahan di keluarga toxic itu? atau dia berani mengambil keputusan untuk melawan mereka yang sudah menyakitinya selama ini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

​Malam harinya, Rena tidak lagi tidur di kamar utama. Dia membawa seluruh barang-barangnya dan memilih tidur bersama Dio di kamar kecil yang terletak tepat di samping kamar utama yang biasa ia tempati bersama Aris. Kamar itu sempit dan pengap, namun terasa jauh lebih bersih daripada harus berbagi ranjang dengan pria berlumur dosa.

​Aris yang berdiri di ambang pintu hanya bisa menghela napas panjang melihat kelakuan Rena. Dia mengusap wajahnya dengan frustrasi karena istrinya itu semakin tidak bisa dia kontrol dan bertindak seenaknya sendiri. Namun, Aris tidak berani membentak karena takut rahasia besarnya akan meledak di malam yang sepi ini.

​Di dalam kamar kecil yang temaram, setelah memastikan Dio tertidur pulas, Rena memasang earphone ke telinganya. Dengan tangan gemetar, dia memutar hasil rekaman suara yang diambilnya tadi siang. Suara Bu Broto, Aris, dan Linda yang sedang membicarakan dirinya terdengar begitu jernih.

​"...Kamu itu jauh lebih pantas jadi istri Aris daripada si Rena yang mirip pembantu itu..."

​"...Sepertinya Rena sudah tahu kalau aku selingkuh, Bu. Dia menemukan beberapa bukti struk ATM dan nota hotel..."

​Tangan Rena terkepal kuat hingga kuku-kukunya memutih mendengarkan seluruh percakapan laknat itu. Air mata kemarahan menetes di pipinya. Ternyata, dugaannya benar. Bu Broto sudah tahu perselingkuhan anaknya selama ini—bahkan sejak empat tahun lalu—dan wanita tua itu masih bisa menindasnya setiap hari tanpa rasa bersalah sedikit pun. Jantung Rena kian berdegup kencang saat rekaman itu memperdengarkan suara kecupan basah dan helaan napas mesum yang membuktikan bahwa Aris dan Linda masih sempat-sempatnya melakukan hal menjijikkan di kamar yang selama ini ia tempati sebelum pulang menjemput Dio.

​Rena melepas earphone-nya, lalu menatap wajah polos anaknya. Dia mengusap kepala Dio dengan sangat lembut, menahan bisikan yang bergetar.

​"Maafkan Ibu, Dio... Ibu sudah tidak bisa bertahan lagi di tempat ini," bisik Rena, suaranya tercekat oleh rasa perih yang merobek-robek hatinya. "Mereka sudah terlalu jauh menginjak-injak harga diri Ibu. Mereka tidak pernah menghargai keberadaan kita di rumah ini selama ini, Nak."

"Besok kita akan pergi dari sini. Entah kemana kita akan pergi, yang penting kamu jauh dari lingkungan yang toxic dan penuh kemunafikan ini. Ibu nggak mau kamu tumbuh menjadi anak yang nggak baik karena mendengar kata-kata kasar mereka yang nggak mendidik. Ibu pengen kamu tumbuh di lingkungan yang sehat." gumam Rena sambil mengusap rambut Dio dengan lembut.

​Malam itu, di dalam kamar yang sunyi, Rena sudah mengambil keputusan akhir dalam pernikahannya. Tidak ada lagi kesempatan kedua, tidak ada lagi toleransi. Semua bukti rekaman suara ini sudah terlalu jelas dan ini akan mempermudah dirinya untuk menggugat cerai Aris di pengadilan agama nanti.

​Sekitar pukul satu dini hari, tenggorokan Rena terasa sangat kering. Dia memutuskan keluar dari kamarnya untuk mengambil air minum di dapur, sekaligus mengambil air wudhu untuk sholat malam, menenangkan jiwanya yang bergejolak dan ingin mencurahkan isi hatinya kepada pemilik semesta.

​Namun, baru saja kakinya melangkah keluar dari koridor kamar, dia mendengar suara-suara aneh—suara desahan napas yang tertahan dan derit sofa yang hampir membuat sofa itu patah. Suara itu datang dari arah ruang tamu. Kondisi rumah sangat gelap, hanya menyisakan bias cahaya lampu jalan dari balik jendela.

​Firasat Rena menuntunnya pada satu kesimpulan. Ada orang yang sedang bercinta disana. Dengan gerakan mengendap-endap dan tanpa menimbulkan suara sedikit pun, Rena merogoh ponselnya di saku daster, lalu mengaktifkannya dalam mode rekam video.

​"Mungkin aku akan mendapatkan bukti langsung lagi, yang bisa aku gunakan untuk menuntutnya dalam kasus perselingkuhan dan perzinahan. " batin Rena bergejolak, mengarahkan kamera ponselnya ke arah sofa ruang tamu.

​Benar saja, pemandangan di depan matanya membuat rasa jijik Rena mencapai puncaknya. Dengan tidak tahu malunya, di rumah ibunya sendiri dan di saat istri sahnya tertidur beberapa meter dari sana, Aris dan Linda sedang melakukan hal menjijikkan di atas kursi ruang tamu. Mereka mengira semua orang sudah terlelap dalam mimpi.l indah hingga tidak akan ada yang memergoki kelakuan hina mereka.

​Dengan tubuh yang bergetar hebat antara rasa ngeri, sedih, kecewa dan amarah, Rena menstabilkan tangannya untuk terus merekam perbuatan asusila mereka. Lensa kamera ponselnya menangkap dengan sangat jelas wajah Aris dan Linda yang sedang terbuai nafsu. Ini adalah bukti terkuat, sebuah bukti pamungkas yang sah dan tidak terbantahkan untuk menuntutnya dalam sidang perceraian mereka nanti.

​Setelah merasa puas merekam video berdurasi dua menit yang krusial itu, barulah Rena sengaja melangkah maju dan menunjukkan dirinya. Dia sengaja menyenggol sebuah vas bunga plastik di meja sudut hingga menimbulkan suara berisik.

​Prang!

​"Astagfirullahaladzim! Apa yang kalian lakukan di sini?!" seru Rena dengan suara yang sengaja dikeraskan, berpura-pura terkejut setengah mati melihat perbuatan mereka.

​"Si-siapa itu?!" pekik Linda histeris, langsung menarik kain untuk menutupi tubuhnya dengan wajah pucat pasi seperti melihat hantu.

​Aris langsung melompat dari sofa, membenarkan pakaiannya dengan tangan yang bergetar hebat. Matanya membelalak menatap Rena yang berdiri memegang ponsel di bawah temaram cahaya.

"Re-Rena?! Ka-kamu... sejak kapan kamu di situ?! Apa yang kamu lakukan?" Tanyanya dengan suara gagap dan keringat dingin yang mengucur deras.

​Rena tidak menjawab. Dia hanya menatap mereka berdua dengan senyuman dingin yang teramat mengerikan. Ini adalah balasan yang pantas untuk mereka. Sebelum mereka berdua mencapai puncak nirwana, dia sudah menjatuhkannya dengan syok terapi yang akan membuat mereka frustasi.

Rena tidak akan membiarkan mereka tertawa bahagia di atas penderitaannya, Rena memastikan bahwa lewat video di tangannya ini, mereka akan segera terhempas jatuh ke dalam jurang kehancuran yang paling dalam.

"Kalian... apa yang kalian lakukan? Apakah ada saudara yang melakukan hal menjijikan ini. Siapa sebenarnya kamu, Linda? Apakah kamu selingkuhan Mas Aris? " tanya Rena penuh tatapan introgasi.

"A... apa maksud mbak Rena... "

"Dan kamu mas, apa ini selingkuhanmu itu... " teriak Rena meluapkan rasa sedih dan kecewanya.

"Rena... dengarkan aku... " Aris berjalan mendekati Rena tapi Rena menghindar dan berlari menuju pintu, membuka pintu lebar-lebar dan berteriak sekencang-kencangnya.

"Tolong, siapapun...tolong... Ada orang berbuat mesum."

"Rena! Diam kamu! Jangan bikin malu!"

Mendengar teriakan Rena, Aris melotot dan berusaha membungkam mulut Rena. Tapi sayang dia terlambat. Beberapa orang yang sedang berkeliling ronda sudah datang di depan rumah dan meneriaki Rena.

"Ada apa mbak Rena? "

1
vania larasati
lanjut
Mefiani
kuat rena...sabar dulu suatu saat kebahagian akan datang kepadamu..💪💪
vania larasati
lanjut kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!