NovelToon NovelToon
Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Legenda Mutiara Yin-Yang Primordial

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Mengubah Takdir
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Pertarungan Balas Dendam

​Cahaya bulan purnama bersinar kemerahan menembus lapisan awan tipis di atas Kota Daun Merah. Angin malam berhembus membawa aroma anyir darah dari arah gerbang utama utara.

​Lin Tian berdiri diam laksana patung dewa kematian di puncak menara pengawas. Jubah hitam pekat miliknya berkibar pelan merespons hembusan angin malam yang menusuk tulang.

​Di bawah kakinya, lima jasad anggota inti klan Zhao tergantung kaku dengan leher terputus. Pemandangan itu merupakan mahakarya seni pembunuhan yang sengaja dia rancang untuk mengundang sang pemimpin.

​Indra pendengaran spiritual Lin Tian menangkap suara gemuruh langkah kaki dari pusat kota. Dia memutar lehernya pelan ke arah kediaman utama klan Zhao yang berjarak dua mil.

​BBOOOMMM

​Pintu gerbang kayu besi kediaman klan Zhao hancur berkeping-keping akibat ledakan energi spiritual. Potongan kayu raksasa berhamburan ke udara menimpa atap rumah-rumah warga di sekitarnya.

​Seorang pria paruh baya melesat terbang ke udara dengan kecepatan yang sangat mengerikan. Tubuhnya diselimuti oleh aura berwarna merah darah yang memancarkan niat membunuh absolut.

​Pria itu adalah Zhao Jingtian yang merupakan penguasa mutlak Kota Daun Merah saat ini. Kultivasinya telah mencapai puncak tingkat ketiga dari ranah Pembangunan Fondasi sejak lima tahun lalu.

​Tiga orang tetua klan lainnya mengikuti di belakang sang pemimpin dengan wajah pucat pasi. Mereka menggunakan teknik meringankan tubuh untuk melompati atap rumah menuju gerbang utara.

​'Dia menggunakan teknik pembakaran esensi darah untuk meningkatkan kecepatan terbang sementara.' Suara Yue Chan terdengar tenang menganalisis fluktuasi energi musuh di dalam kepala Lin Tian.

​'Pria tua itu bersedia mengorbankan sepuluh tahun umurnya hanya karena amarah sesaat yang bodoh.' Permaisuri iblis itu menambahkan ejekan sinis melihat kebodohan praktisi fana benua bawah.

​Lin Tian tidak memberikan respons apa pun melainkan hanya memutar pusaran mutiara hitamnya. Cairan qi keemasan mulai mengalir perlahan mengisi setiap cabang meridian di kedua lengannya.

​Hanya dalam hitungan belasan napas, sosok Zhao Jingtian telah tiba di area gerbang utara. Dia mendarat dengan keras di atas jalanan berbatu hingga menciptakan kawah kecil di tanah.

​KRAAAKK

​Retakan jaring laba-laba menyebar dari titik pijakan kaki pemimpin klan Zhao tersebut. Hembusan angin kencang menyapu sisa debu jalanan memperlihatkan wajahnya yang memerah karena amarah.

​Sepasang mata Zhao Jingtian langsung tertuju pada barisan mayat anggota keluarganya yang digantung. Jantungnya berdetak sangat kencang menahan rasa sakit dan penyesalan yang menghancurkan ulu hati.

​“Siapa pengecut yang hanya berani bersembunyi di balik bayangan malam seperti tikus selokan!” Zhao Jingtian berteriak keras mengalirkan qi ke dalam suaranya hingga memecahkan genteng rumah warga.

​Lin Tian melangkah maju satu langkah ke tepi ujung atap menara pengawas gerbang. Dia membiarkan cahaya bulan menyinari setengah bagian wajahnya yang terlihat sangat tenang dan dingin.

​“Bahkan seekor anjing penjaga akan mengenali bau majikannya yang telah kembali pulang.” Lin Tian berbicara dengan nada suara datar yang menggema memecah keheningan malam kota.

​Zhao Jingtian mendongakkan kepalanya menatap sosok berpakaian hitam di atas menara pengawas. Pupil matanya seketika menyusut tajam saat mengenali guratan wajah pemuda yang berdiri di sana.

​“Bocah sisa klan Lin yang seharusnya sudah menjadi bangkai di dasar Jurang Kematian.” Suara pemimpin klan Zhao itu bergetar menyadari kenyataan mustahil yang ada di depan matanya.

​Tiga tetua klan yang baru saja tiba ikut mematung dengan mulut sedikit terbuka. Mereka adalah saksi hidup yang melihat langsung Lin Tian jatuh ke dalam jurang beracun tersebut.

​“Aku merangkak naik dari dasar neraka hanya untuk menjemput sisa nyawa anjing klan kalian.” Lin Tian melepaskan ikatan kain penutup wajahnya membiarkan benda itu terbang tertiup angin.

​Zhao Jingtian tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan pemuda yang dulunya hanya sampah pengumpulan qi. Tawanya dipenuhi oleh ejekan merendahkan yang berusaha menutupi rasa terkejut di dalam hati.

​“Hanya karena kamu berhasil bertahan hidup, jangan mengira kamu bisa menantang kehendak langit.” Zhao Jingtian melepaskan seluruh tekanan aura Pembangunan Fondasi tingkat ketiganya secara maksimal.

​Gelombang energi berwarna merah darah menyapu ke arah atas menara seperti ombak tsunami. Udara di sekitar gerbang utara seketika menjadi sangat berat mencekik paru-paru siapa pun.

​Lin Tian sama sekali tidak menggerakkan kakinya untuk menghindari terjangan aura penindas tersebut. Dia justru membiarkan gelombang merah itu menghantam tubuh fisiknya yang kokoh laksana gunung karang.

​Aura Pembangunan Fondasi tingkat pertama milik Lin Tian meledak membalas tekanan energi musuh. Energi keemasannya memotong gelombang merah darah itu menjadi dua bagian dengan sangat mudah.

​ZRRTTT

​Percikan listrik spiritual terjadi akibat benturan dua domain energi yang saling berlawanan sifat. Kualitas qi cair di dalam tubuh Lin Tian terlalu murni berkat kultivasi dewi es.

​Zhao Jingtian memundurkan langkahnya setengah tapak akibat pantulan balik dari benturan energi tersebut. Wajahnya berubah menjadi sangat serius menyadari pemuda di depannya telah menembus alam batas.

​“Tetua pertama dan kedua, kepung anak ini dari sisi kiri dan kanan atap menara!” Zhao Jingtian memberikan perintah taktis tanpa berniat meremehkan musuhnya lagi malam ini.

​Dua tetua klan yang berada di tingkat kesembilan Pengumpulan Qi langsung melesat naik. Mereka mencabut pedang baja masing-masing bersiap menjepit pergerakan Lin Tian dari udara.

​Lin Tian menatap dua sosok yang sedang melayang ke arahnya dengan pandangan mati. Dia menekuk sedikit lutut kanannya menyalurkan tenaga ledak ke bagian tumit bawah.

​WUSSS

​Tubuh Lin Tian menghilang dari pandangan meninggalkan bayangan kabur di tempat asalnya. Kecepatannya saat ini jauh melampaui batas reaksi indra penglihatan para kultivator fana biasa.

​Tetua pertama klan Zhao hanya merasakan hembusan angin dingin menyentuh tengkuk lehernya. Sebelum dia sempat menolehkan kepala, sebuah tangan sekeras besi telah menembus dada kirinya.

​CRAATT

​Darah segar muncrat ke udara mewarnai cahaya bulan menjadi rona merah yang pekat. Lin Tian menarik keluar tangan kanannya yang kini menggenggam sebuah jantung manusia yang masih berdetak.

​Tetua pertama itu menatap lubang besar di dadanya dengan tatapan kosong tidak percaya. Tubuhnya langsung jatuh bebas dari udara menghantam tanah berbatu dengan suara yang sangat keras.

​Tetua kedua yang melihat kejadian itu dari jarak lima meter langsung menghentikan laju terbangnya. Rasa takut yang amat sangat mencengkeram jiwanya membuat tangannya yang memegang pedang gemetar hebat.

​Lin Tian meremas jantung di genggamannya hingga hancur menjadi serpihan daging berdarah. Dia mengibaskan tangan kanannya membuang sisa kotoran itu dengan ekspresi wajah tanpa emosi.

​Zhao Jingtian mengaum marah melihat kematian saudara seperguruannya dalam satu serangan instan. Dia menyadari bahwa kecepatan pemuda itu sangat tidak wajar untuk tingkat pertama Pembangunan Fondasi.

​“Aku akan menguliti dagingmu hidup-hidup dan merebus tulangmu menjadi sup anjing kotor!” Pemimpin klan itu menarik sebuah golok besar bermata lebar dari cincin penyimpanan spasialnya.

​Golok itu memancarkan kilau merah darah dengan ukiran kepala harimau di bagian gagangnya. Itu adalah senjata pusaka tingkat bumi rendah bernama Golok Taring Harimau Darah.

​Zhao Jingtian mengayunkan goloknya ke udara menciptakan bilah angin merah sepanjang sepuluh meter. Bilah angin pembunuh itu melesat memotong pilar batu menara pengawas hingga hancur berantakan.

​BBOOOMMM

​Menara pengawas gerbang utara runtuh perlahan menebarkan awan debu yang sangat tebal. Runtuhan batu bata raksasa menimpa tanah menciptakan gempa kecil di sekitar area pertarungan.

​Lin Tian melayang turun dari udara mendarat dengan ringan di tengah jalanan berdebu. Tangan kirinya bergerak perlahan menuju ke arah punggung untuk menyentuh gagang Pedang Berat Hitam.

​Dia mencabut senjata raksasa itu tanpa mengeluarkan sedikit pun fluktuasi energi qi. Berat pedang ratusan kati itu disangga hanya menggunakan kekuatan murni otot pergelangan tangannya.

​“Hanya sebilah logam karatan yang kau jadikan andalan melawanku wahai bocah sombong.” Zhao Jingtian mengejek melihat senjata hitam legam yang tidak memancarkan aura spiritual sama sekali.

​Pemimpin klan itu memusatkan seluruh qi di tubuhnya ke dalam Golok Taring Harimau. Bayangan seekor harimau merah raksasa terbentuk di belakang punggungnya mengeluarkan auman memekakkan telinga.

​“Jurus Golok Pembelah Gunung Harimau Darah!” Zhao Jingtian melesat maju menebas dari atas ke bawah.

​Tekanan dari serangan itu membuat lantai jalanan berbatu di bawahnya terbelah menjadi dua. Angin maut menyapu segala arah memaksa sisa tetua klan menjauh sejauh lima puluh meter.

​Lin Tian tidak menghindari tebasan maut yang bisa membelah bukit kecil tersebut. Dia menaikkan Pedang Berat Hitamnya secara horizontal untuk menahan laju mata golok musuh.

​TRAANNGG

​Suara benturan logam bergema sangat keras hingga memecahkan gendang telinga para penjaga yang bersembunyi. Gelombang kejut melingkar menyapu area sekeliling menghancurkan beberapa bangunan kayu di dekat gerbang.

​Kaki Lin Tian amblas ke dalam tanah sedalam mata kaki menahan beban serangan tersebut. Namun tubuh bagian atasnya sama sekali tidak goyah ataupun bergetar sedikit pun ke belakang.

​Mata Zhao Jingtian melotot lebar melihat serangan pamungkasnya ditahan hanya dengan kekuatan fisik. Golok pusakanya seolah menebas sebuah gunung baja abadi yang tidak bisa dihancurkan.

​“Apakah hanya ini batas kekuatan dari seorang penguasa palsu Kota Daun Merah.” Lin Tian berbisik dingin tepat di depan wajah Zhao Jingtian yang mulai dipenuhi keringat dingin.

​Lin Tian memutar pergelangan tangan kirinya menggeser sudut kemiringan Pedang Berat Hitam. Dia mengalirkan setetes qi cair keemasan dari dantiannya langsung ke dalam bilah pedang gelap tersebut.

​Pedang Berat Hitam langsung mengeluarkan suara raungan naga yang sangat rendah namun menindas jiwa. Cahaya emas redup merayap di sepanjang permukaan logam hitam itu memancarkan hawa pembunuh absolut.

​Zhao Jingtian merasakan firasat krisis yang sangat fatal merayap dari ujung telapak kakinya. Dia berusaha menarik kembali goloknya untuk menghindar namun senjata itu terasa menempel erat.

​Hukum tarik-menarik dari mutiara hitam di dalam dantian Lin Tian sedang bekerja sempurna. Qi keemasan itu menciptakan medan magnet spiritual yang mengunci senjata musuh di satu titik.

​Lin Tian melangkah maju satu langkah menekan paksa posisi kuda-kuda musuhnya ke belakang. Otot-otot di lengan kirinya menegang sempurna membentuk garis-garis serat kekuatan yang sangat proporsional.

​Dia mengangkat pedang raksasanya memutar satu putaran penuh di udara sebelum mengayunkannya kembali. Gerakan ini sepenuhnya murni mengandalkan berat fisik senjata yang dipadukan dengan percepatan teknik momentum.

​Udara di sekitar area pertarungan seolah terhisap ke dalam lintasan ayunan pedang tersebut. Kekosongan ruang sementara tercipta membuat gerakan Zhao Jingtian menjadi sangat lambat laksana siput.

​“Terima serangan balasan dari jutaan jiwa keluargaku yang menangis di alam baka sana.” Lin Tian menghantamkan sisi datar pedangnya ke arah sisi samping bilah Golok Taring Harimau.

​PRRAANNGG

​Bunyi pecahan material logam pusaka tingkat bumi terdengar sangat menyayat hati sang pemilik. Golok kebanggaan klan Zhao itu hancur berkeping-keping menjadi puluhan serpihan kecil di udara malam.

​Riak gelombang kehancuran menyebar ke seluruh lengan kanan Zhao Jingtian merobek pembuluh darahnya. Otot bisepnya meledak dari dalam mengeluarkan semburan kabut darah merah yang sangat tebal.

​Momentum hantaman pedang raksasa Lin Tian tidak berhenti sampai di penghancuran senjata musuh. Sisa tenaga itu terus melaju menghantam dada kiri Zhao Jingtian dengan kecepatan penuh tanpa ampun.

​BBUUGGHH

​Tulang rusuk pemimpin klan itu hancur melesak ke dalam menembus paru-parunya seketika. Tubuh Zhao Jingtian terlempar terbang ke belakang sejauh dua puluh meter laksana boneka kain usang.

​Dia menabrak sisa pilar batu gerbang kota hingga pilar tersebut retak parah di bagian tengah. Darah segar menyembur deras dari mulutnya mewarnai sisa baju zirahnya yang hancur berantakan.

​Sisa satu tetua klan yang menyaksikan adegan itu langsung jatuh terduduk di atas tanah. Pikirannya kosong tidak mampu mencerna fakta bahwa pemimpin tak terkalahkan mereka hancur dalam dua jurus.

​Lin Tian menyandarkan kembali Pedang Berat Hitam di atas bahu kirinya dengan sangat santai. Dia berjalan perlahan mendekati tubuh Zhao Jingtian yang sedang menggelepar menahan sakit di tanah.

​Langkah kaki pemuda itu terdengar sangat pelan namun setiap ketukannya menginjak mental sang musuh. Ini bukan lagi sebuah pertarungan melainkan sebuah eksekusi sepihak dari predator tertinggi dunia kultivasi.

​'Dinding pertahanan spiritualnya telah runtuh sepenuhnya akibat syok kehilangan senjata pusaka andalan.' Yue Chan kembali memberikan evaluasi taktis melihat kondisi mengenaskan pemimpin penguasa kota tersebut.

​Lin Tian menundukkan pandangannya menatap sosok pria paruh baya yang terbatuk darah tiada henti. Rasa belas kasihan sama sekali tidak memiliki tempat di dalam lubuk hati sang raja iblis muda.

​Zhao Jingtian menatap wajah Lin Tian dengan pandangan yang dipenuhi oleh ketakutan dan keputusasaan. Dia baru menyadari bahwa pemuda di depannya ini adalah monster reinkarnasi yang menyamar menjadi manusia.

​Matahari perlahan mulai memancarkan semburat jingga di ufuk timur menandakan datangnya fajar menyingsing. Namun bagi keluarga klan Zhao, hari ini adalah malam abadi di mana garis keturunan mereka terputus.

​Batas kesabaran langit atas dosa-dosa masa lalu mereka akhirnya ditagih dengan harga mahal. Keadilan dunia persilatan selalu ditulis menggunakan ujung pedang sang pemenang yang berdiri di atas mayat.

1
septian arista
bersikap dingin dan acuh tak acuh boleh saja
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
septian arista
terlalu dingin
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
septian arista
bagus
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
MC nya kebanyakan makan, di ulang2 mulu membahas makan buah doang
Sutono jijien 1976 Sugeng
jurus petarung jalanan
Arinto Ario Triharyanto
harusnya kultivasi ganda dulu bentar biar tambah joss 🤭
Blue Manusia Biasa
terlalu sombong kau Lin Tian
Arinto Ario Triharyanto
demen dah kalo kultivasi ganda 😎
septian arista
trik yang sangat licik namun memberikan hasil yang sangat apik👍👍👍🤣🤣🤣
septian arista
habis sih sampai ke akarnya jangan Sisakan satupun👍👍👍
yos helmi
tiba2 kakek sakit ??? cerita mulai ngawur.. thor jgn terlalu tolol
Bahari: Iya, saya tolol. maapin ya🙏
total 1 replies
yos helmi
😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣
yos helmi
👍👍👍👍👍
yos helmi
😄😄😄😄😄
yos helmi
💪💪💪💪💪💪
yos helmi
😍😍😍😍😍
yos helmi
🙏🙏🙏🙏🙏
yos helmi
🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!