Frankey Christoper seorang miliarder yang tidak suka dengan kata pernikahan, ia jauh dari semua wanita dan tidak memikirkan untuk menikah. ia hanya menghabiskan semua waktunya untuk bisnis keluarga. karena ia berambisi mengembangkan bisnisnya ke beberapa negara lainnya.
Akan tetapi paksaan dari sang ayah yang sudah tua dan sakit kritis memintanya menikah demi penerus masa depan keluarganya.
Valencia Valentina yang dijual oleh keluarganya kepada Frankey. mulai dari saat itu nasibnya berubah menjadi sangat menyedihkan, pria itu selalu saja memperkosanya hingga hamil demi ingin mendapatkan keturunan untuk ayahnya yang hidupnya tidak bertahan lama.
Bagaimana nasib Valencia setelah melahirkan? memilih tinggal atau pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Perjuangan Valencia
"Frankey, berjanji padaku. sayangilah dia dan berikan dia keluarga yang sempurna. jangan membiarkan dia tahu kalau aku adalah wanita yang melahirkan dia. aku tidak mau dia mengira aku adalah ibu yang jahat setelah menerima bayaran aku pergi meninggalkan dia," ucap Valencia sambil menangis.
"Jangan bicara seperti itu! Valencia, aku akan memberikan dia keluarga yang bahagia, dia tidak akan seperti kita yang harus kehilangan salah satu orang tua kita," bujuk Frankey sambil memeluk Valencia.
"Selamatkan dia walau apa pun yang terjadi! jangan mengirimku keluar negeri, aku takut sendirian di sana. setelah melahirkan, aku akan pergi dan tidak akan menganggu kenyamanan mu dengan calon istrimu. aku sadar diri siapa aku sebenarnya. aku masih ingat perjanjian kita. dan aku akan segera menghilang dari hadapanmu dan anak ini," kata Valencia yang sedang menangis.
"Valencia, kau tidak akan ke mana-mana, aku tidak akan mengirimmu ke luar negeri. aku melakukannya hanya demi kebaikanmu dan anak kita. percayalah padaku aku tidak akan mengirim mu ke mana pun!"
"Frankey, aku bukan hanya sakit karena ingin melahirkan, tapi hatiku juga sakit sehingga aku merasa sesak," batin Valencia.
"Nacy, cepat....!"
"Iya, Tuan,"jawab Nacy yang melajukan mobilnya.
Setelah beberapa saat kemudian mereka tiba di depan rumah sakit..Frankey dengan cepat mengendong Valencia berlari menuju ke ruang persalinan.
"Dokter, tolong...ada yang ingin melahirkan...," teriak Frankey yang dengan nada tinggi.
Dokter dan suster yang mendengar teriakan pria itu mereka langsung menghampirinya dan memindahkan Valencia ke ranjang beroda. dokter dan suster bergerak cepat menangani pasien hamil yang ingin melahirkan.
Sementara Frankey menunggu di luar, ia merasa sangat cemas, dan berjalan ke sana sini sambil mengusap kasar wajahnya.
"Tuan, jangan cemas, nona dan bayi pasti akan selamat!"
"Usia kehamilannya baru tujuh bulan, aku khawatir akan terjadi sesuatu," ucap Frankey.
Sementara dalam ruang persalinan Valencia berteriak kesakitan, ia kesulitan untuk melahirkan secara normal.
"Aarrghh...," teriakan Valencia yang menahan sakit dan berusaha mengunakan sekuat tenaga untuk melahirkan putri tercintanya.
"Dokter, selamatkan putriku!" tangisan Valencia yang menetes air sedang menahan sakit.
"Frankey, aku takut sekali. aku takut putri kita tidak selamat," batin Valencia.
"Aarrghh...," teriak Valencia yang sedang berjuang di atas ranjang persalinan.
Dokter yang menangani Valencia berkeringat dan mengeleng-geleng kepalanya.
"Aarrghh...."
"Dokter, selamatkan putriku....!" tangisan Valencia yang mengenggam erat besi ranjangnya.
Berjuang selama setengah jam Valencia masih belum berhasil melahirkan.
"Aarrghh...," teriakan Valencia yang sambil menangis.
Rasa takut dan sakit tidak bisa dibayangkan lagi, ia hanya ingin melahirkan putri kecilnya walau harus menanggung rasa sakit yang luar biasa.
Dokter keluar menemui Frankey yang sedang menunggu di luar.
"Tuan, ada kabar buruk," ujar Dokter itu pada Frankey
"Dokter, ada apa?" tanya Frankey yang langsung menghampiri dokter itu.
"Situasi sangat tidak baik, istri Anda kesulitan untuk melahirkan, kami hanya bisa selamatkan salah satunya," ujar Dokter itu.
"Selamatkan istriku!" jawab Frankey.
Setelah mendengar keputusan Frankey, Dokter itu kembali masuk ke dalam ruangan.
"Dokter...," panggil Frankey yang menghentikan langkahnya.
"Ada apa, Tuan?"
"Aku ingin menemaninya!" pinta Frankey.
"Silakan," jawab Dokter itu yang kemudian melangkah masuk.
Saat Frankey masuk ke dalam ruangan persalinan, ia melihat Valencia sedang menangis kesakitan dan berjuang demi melahirkan anaknya. tentu saja pemandangan itu telah menyayat hatinya karena melihat penderitaan yang harus di lalui oleh gadis itu selama proses masa kehamilan hingga melahirkan.
"Aarrggh...," teriakan Valencia yang memejamkan matanya. tidak lama kemudian ia merasakan seseorang yang menyentuh telapak tangannya dan mengenggam dengan erat
Ia melihat ke arah pria yang dia cintai itu sedang berdiri disampingnya.
"Selamatkan putri kita!" pinta Valencia yang wajahnya memucat dan juga lemas karena menahan sakit dari tadi.
"Percayalah pada dokter! putri kita tidak akan ada apa-apa, dia akan selamat," ucap Franky yang menetes air matanya dan mengecup dahi Valencia.
"Sakit sekali, aku takut aku gagal," ucap Valencia.
"Kau adalah wanita yang hebat, dan kau adalah ibu yang hebat. putri kita akan berbangga padamu," kata Frankey yang mengusap air mata Valencia.
"Tolong jangan membiarkan dia tahu kalau aku hanya dibayar untuk melahirkan dia! dia akan kecewa. jangan sampai dia tahu siapa yang aku!" pinta Valencia yang tidak lama kemudian tidak sadarkan diri.
"Valencia, aku mencintaimu," ucap Frankey yang mencium bibir Valencia yang sudah tidak sadarkan diri.
Dokter melakukan operasi Caesar dengan dibantu oleh para suster. sementara Frankey berdiri di samping ranjang sambil memegang erat telapak tangan Valencia.
Ia melihat dokter mengangkat bayi perempuan yang tubuh mungilnya yang berwarna kemerahan. Frankey merasa terharu dan bahagia saat melihat putri kecilnya telah dilahirkan.
"Tuan, selamat. putri dan istri Anda berhasil melewati masa sulit. mereka sehat dan selamat," ucap Dokter itu.
"Valencia, apa kau sudah mendengar kata dokter? putri kita sehat-sehat saja. sudah ku katakan kau adalah wanita yang hebat," ujar Frankey yang mengecup dahi Valencia.